Sabtu, 31 Oktober 2020

Suka duka di masa pandemi covid 19

Oleh Nova Lusianti, S.Pd

SMPN 5 Kerinci Kanan


    

Sudah 10 bulan belakangan Nova Lusianti, guru SMP Negeri 5 Kerinci Kanan Kabupaten Siak Riau. telah  menerapkan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan aplikasi Google Classroom, untuk mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Coronavirus disease 2019 (Covid-19).


       Imbauan untuk belajar di rumah juga sudah disampaikan pemerintah sejak pertengahan Maret 2020. Peralihan pembelajaran ke ranah digital menjadi segalanya berubah.Dalam situasi normal biasanya saya dapat memaparkan mata  pelajaran IPS  di empat kelas dalam sehari. Namun, semasa pembelajaran jarak jauh seperti sekarang, saya  hanya melaksanakan kegiatan belajar pada satu atau dua kelas dalam sehari.

        Selain itu, jam pembelajaran untuk siswa bisa lebih fleksibel. Akan tetapi, dalam beberapa kali pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, sebagian siswa mengalami beberapa kendala. Paling utama adalah akses internet dan siswa yang tidak mau mengerjakan tugas. Karena tidak semua punya akses internet yang lancar, guru jadi agak susah mengoordinasikan siswa untuk pengerjaan tugas,. Dalam mengerjakan tugas saya beri  batas waktu untuk mengumpulkan tugas. Ini disebabkan karena jaringan yang kurang bagus , ada juga siswa yang tidak bisa membuka google classroomnya di karenakan aplikasinya yang bermasalah.

       Sampai saat ini ada siswa yang tidak mengumpulkan tugasnya ,sebagai guru saya sudah memberitahukan ke anak yang tidak membuat tugas supaya mengerjakan tugasnya, sudah menelpon orang tuanya bahwa anaknya tidak mengumpulkan tugas. Selain sistem daring di sekolah tempat mengajar juga mengadakan sistem luring, dalam sistem luring siswa menjemput dan mengantar tugas ke sekolah sekali seminggu. Tugas yang diberikan adalah tugas setiap mata pelajaran yang sudah di photocopy. Pada awalnya kepala sekolah memberi saran dalam pembuatan tugas luring ini harus dicantumkan kd dan indikatornya, pada kegiatan ini diwajibkan untuk memotivasi anak dalam belajar dan menjaga kesehatan. Langkah selanjutnya pemberian materi dan tugas yang akan dikerjakan. Pada tahap akhir ada batas waktu pemberian tugas dikumpulkan Minggu depan

          Pemberian tugas daring dan luring saya lakukan setiap hari di mulai jam 07.30 sampai jam 11.00 wib. Rutinitas ini saya tambah dengan aktivitas ibu rumah tangga. Kegiatan daring bisa dilakukan sambil melakukan aktivitas memasak, mencuci dan bersih bersih rumahAwalnya kegiatan ini bisa berjalan lancar tapi pada bulan berikutnya menimbulkan kebosanan pada diri sendiri. Untuk mengusir rasa jenuh setelah daring dan luring maka saya lakukan  menyalurkan hobi yaitu menjahit, memasak dan menanam bunga

           Hobi menjahit saya lakukan setelah aktivitas daring dan rumah tangga selesai. Saya paling suka membuat baju sendiri. Alasan saya membuat baju karena saya orangnya tinggi. Kalau membeli baju selalu lengan baju dan panjang bajunya kurang dari 10 cm. Prinsip saya dari pada membeli baju mahal tapi nantinya tidak terpakai  lebih baik buat sendiri

            Langkah awal membuat baju saya membeli kain kiloan atau meteran untuk dijadikan sebuah baju. Setelah ada bahan atau bakal baju saya membuat pola baju. Untuk mendapatkan pola baju dasar cukup melihat YouTube , dari melihat YouTube bisa saya buat pola baju modifikasi yang saya inginkan. Pola baju yang saya buat saya tempel di dasar kain kemudian diberi batas untuk mengumpulkannya.

            Setelah kain digunting barulah saya jahit secara bertahap sesuai suasana hati . Jika suasana hati sedang baik maka bisa  siap jadi sebuah baju.Selama masa pandemi ini sudah bisa menghasilkan 7 stel baju dan 4 hijab.Rasanya ada kepuasaan memakai baju buatan sendiri

        Rutinitas setiap pagi yang dilakukan melaksanakan PJJ adalah memberi layanan kepada siswa dalam mengerjakan tugasnya, ada anak yang tidak bisa masuk di classroom karena sinyal yang tidak bersahabat, maka solusinya adalah memberikan batas waktu pengumpulan tugas selama seminggu. Waktu seminggu itu dimanfaatkan untuk mengecek tugas yang sudah masuk dan di hari terakhir mengingatkan kembali kepada siswa akan tugasnya yang harus dikumpulkan. Bagi siswa yang mengalami masalah selama seminggu tidak bisa mengumpulkan tugas biasanya menghubungi guru bahwa tidak bisa mengerjakan tugas,guru akan menyuruh membuatkan hasil tugas ke wa supaya siswa tersebut bisa mengumpulkan tugasnya.

Siswa yang luring biasanya mengambil tugas setiap hari Kamis ke sekolah, Tugas yang diambil siswa ada 11 mata pelajaran setiap minggunya. Di dalam tugas luring siswa mengerjakan tugas sesuai petunjuk dalam lembar kerja  yang sudah ditentukan guru 

        Sebagai pertanggungjawaban tugas guru kepada sekolah, setiap guru diwajibkan guru untuk merekap tugas siswa dan mengumpulkan absen siswa. Jika dalam sebulan siswa tidak mengumpulkan tugas maka kepala sekolah memberikan tugas kepada wali kelas untuk membuat surat pemberitahuan kepada siswa. Isi surat pemberitahuan itu isinya antara lain adalah siswa tidak mengerjakan tugasnya dan dipanggil ke sekolah adalah wali murid beserta siswanya.

Setelah surat ini sampai kepada orangtua dan di cari solusi supaya siswa bisa mengerjakan tugasnya dan dapat diperhatikan orang tuanya di rumah

Demikianlah rutinitas ini dilakukan sampai sekarang