Jumat, 30 Oktober 2020

Virus Corona dan Aktivitasku

Suriani, SPd

SMPN 1 Karang Bintang Kab. Tanah Bumbu Kalsel

Sejak Maret 2020, Indonesia  resmi menyatakan sebagai negara salah satu yang terpapar covid-19. Mulai saat itu segala sektor kehidupan terpengaruh secara signifikan.  Kepanikan dan kekhawatiran dampak covid-19 yang semakin meluas membuat masyarakat tertekan secara psikologis. Guna mengantisipasi penyebaran covid-19 lebih luas pemerintah menerapkan protokol kesehatan sesuai standar WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). Sosialisasi antisipasi penggunaan protokol kesehatan disosialisasikan mulai media elektronik seperti televisi, media komunikasi berbasis internet juga tak luput sebagai media sosialisasi, social media seperti facebook dan lain lain. Media lainnya berupa bentuk cetak seperti baliho yang dipasang di sudut-sudut tempat umum, media audio (radio). Semua media digunakan oleh pemerintah untuk menyadarkan pentingnya hidup bersih dan sehat sebagai kunci utama mengantisipasi paparan penyebaran virus.

Sebagai insan yang senang belajar berbagai hal, saya memanfaatkan hubungan persahabatan dengan rekan berbagai profesi kesehatan, dokter paramedis seperti perawat dan apotiker. Pertanyaan paling mendasar apa itu virus ada bagaiamana karakternya? Penegertian sederhana virus organisme super kecil atau mikroskopik yang cenderung bersifat parasit (Grid Kids: Danastri Putri, edisi 24 Juli 2020) Virus berukuran lebih kecil daripada bakteri sedangkan parasit memiliki karakter dengan ciri utama tumbuh di media dengan cara menunpang hidup. Virus memerlukan inang untuk bisa bertumbuh kembang. Bakteri tidak memerlukan inang, dan tidak semua bakteri merugikan. Tubuh kita memerlukan bakteri baik, apa itu bakteri baik? Bakteri baik atau probiotik adalah mikroorganisme yang memberikan efek positif bagi kesehatan usus atau saluran pencernaan pada asupan yang mengandung bakteri baik, probiotik itu akan berkembang biak dalam usus dan memberi dampak kesehatan. Bakteri baik ini akan menekan pertumbuhan bakteri jahat, tidak menimbulkan penyakit, serta tak beracun. Contoh bakteri baik adalah  Lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium longum yang diperlukan di sistem pencernaan.  (Parenting Center, Pentingya Bakteri Baik, edisi 12 -09 - 2018).

Pesan rekan paramides menyampaikan jangan takut dengan virus, saya heran ketika pertama kali mendengar nasihat ini. Percayalah kehidupan kita akrab dengan virus, jadi kita sebenarnya sudah berdampingan dengan berbagai virus, tambahnya. Dia memerlihatkan  data statistik perbandingan bahaya virus corona dengan virus DBD (demam berdarah). Saya kaget tingkat kebahayaan virus DBD lebih ngeri daripada virus corona. Ternyata benar bahwa prosentase kefatalan virus DBD dengan virus corona ternyata lebih besar. Penderita 100 orang BDB lebih gawat daripada 100 penderita virus corona. Faktanya dari 100 penderita virus DBD ada korban kematian penyebab tunggal virus DBD, sedangkan kematian penderita virus corona korbannya  disertai dengan penyakit non generatif yang diderita oleh korban sebelum menderita virus corona.. 

Rekan paramedis memaparkan bahwa bahaya virus dengan analogi sederhana. Laksana kehidupan kita dalam aktivtas dengan banyak mobiltas dan aktivitas. Tentu saja manusia dengan banyak aktivitas dan mobiltas tidak luput dari ancaman, seperti bahaya kecelakaan lalu lintas, bahaya ancaman manusia jahat, dan lain-lain ancaman. Kita  wajib waspada dengan semua ancaman portensial ini, namun jangan panik. Lakukan saja aktivitas dan mobiltas dengan hati-hati. Demikian pula dengan ancaman virus corona, antisipasinya adalah PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), bahkan PHBS ini adalah kunci keberhasilan mengatasi ancaman virus corona. PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat (Promkes Kemenkes RI). Perilaku erat hubungannya dengan tabiat kesehari-harian (kebiasaan) yang berhubungan dengan apa kita hirup (udara) baca :oksigen , kita makan dan minum (konsumsi) baca :  asupan nutrisi, cara bekerja dan pola  istirahat. 

Sayangnya masyarakat kita kurang peduli dengan PHBS, mengganggap hal tidak penting dan meneruskan kebiasaan turun temurun yang kurang baik jika ditinjau dari aspek kesehatan. Sehingga data statistik kesehatan penerapan PHBS masih rendah. Persoalan mengenai bagaimana oksigen yang kita hirup, apa yang kita makan dan kita minum, tak bisa kita menghindari dari polusi atau polutan.

Masyarakat Indonesia berada di era industri, kota-kota besar dan kota berkembang telah didirikan pabrik-pabrik. Efek samping jika ditinjau dari kesehatan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan udara yang bersih dan sehat. Udara telah tercemar, bahaya dan ancaman oksidasi mengancam masyarakat perkotaan dan kota-kota berkembang. Kehidupan industri diperlukan dalam mengatasi berbagai kebutuhan masyarakat  modern, sehingga tidak perlu menutup diri terhadap pesatnya perkembangan industri, penduduk Indonesai yang besar memerlukan lapangan kerja yang banyak disediakan oleh dunia industri.

Dalam memenuhi kebutuhan diperlukan asupan gizi yang seimbang. Masyarakat kita sering kali disosialisasikan bagaimana cara memenuhi gizi yang sehat dan berimbang. Tetapi tidak semudah membaca teori dalam menerapkan pemenuhan gizi yang sehat dan seimbang ini. Kebanyakan masyarakat memenuhi makan minum mempertimbangkan aspek gaya hidup.