Minggu, 01 November 2020

Ide di PBM BDR

 Oleh Suyati

SMPN 27 Kota Malang


Pembelajaran IPS semester genap sekitar bulan Januari 2020 berjalan dengan asyik menyenangkan dengan media pembelajaran yang sudah dibuat dari ide kreatif siswa. Rancangan dan bahan yang dipakai disiapkan, pola penyelesainya terlihat tumbuh sikap gotong royong disetiap kelompok. Kesepakatan siswa dan guru tentang media pembelajaran  yang  dibuat berbahan dari limbah plastik adalah pilihan yang tepat untuk memanfaatkan limbah plastik yang ada disekolah. limbah plastik merupakan  sampah anorganik yang tidak dapat diuraikan begitu saja butuh waktu bertahun  tahun untuk dapat dimusnakan. Diketahui selama ini sampah plastik sudah menjadi momok bagi sebagian negara yang ada didunia termasuk di Indonesia.

Pemusnahan sampah plastik yang dibakar akan mencemari lingkungan karena dalam asap tersebut terkandung zat dioksin dan zat karsinogenik yang apabila dihirup oleh manusia dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan sistem pernapasan, kanker, dan gangguan sistem syaraf. Dari ngerinya dampak tersebut, ide kreatif siswa muncul membuat media bigbook dari sampah plastik. Jelas  salah satu pemusnahan sampah plastic yang bijak dan sangat menginspirasi.

Bigbook adalah buku yang ukurannya  tak normal dengan ukuran buku  biasa, di bigbook beriisi kalimat-kalimat sederhana dan gambar-gambar yang mengilustrasikan isi kalimat pada materi yang sedang dipelajari. Kreatifitas mulai tampak,sikap gotong royong pun mulai tumbuh. Hasil bisa dirasakan bersama dalam pembelajaran IPS, sehingga  materi yang dipelajari mudah dicernah siswa. Disini peningkatkan motivasi dan hasil belajar sudah nyata. Kolaborasi guru dan siswa patut berlanjut.

Seiring berjalannya waktu hingga ada kebijakan belajar dari rumah dengan pola pembelajaran jarak jauh sontak membuat kreatifitas siswa terhenti sejenak. Siswa menikmati belajar dari rumah dengan model yang beda sesuai dengan kehendak hati siswa. Ketertiban kehadiran dan menyelesaian tugas terasa “se enak gue aja dheh”!. Bagaimana kalau seperti ini?.

Kondisi pandemi covid -19 yang membuat beda pembelajaran, dimana guru sejak awal membangun kolaborasi menciptakan suasana belajar yang menyenangkan berganti arah situasi belajar yang beda. Situasi satu arah yang tampak nyata, guru menyampaikan materi dengan gaya yang beda dengan biasanya. Ide jitu guru dimulai praktek bersama keluarga dengan ketahanan pangan keluarga dengan praktek nyata kembangkan memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan merebaknya pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.  yaitu menanam sayuran dengan media botol bekas yang diharapkan siswa tahu benar proses menanam hingga panen yang bisa dinikmati bersama keluarga. Namun terlihat belum semua siswa melakukannya.Segala daya upaya yang dilakukan guru agar siswa tak berubah dalam melakukan belajar dari rumah. Apa daya seorang guru,  tidak semua siswa dapat dipengaruhinya.

Ide muncul lagi dengan membuat media belajar dari rumah,  yang berharap dapat menyenangkan siswa yaitu dengan media komik bicara pada materi yang sedang dipelajari dengan  menyesuaikan kondisi yang dialami siswa saat ini. Komik bicara  merupakan media yang digunakan untuk mengekspresikan ide,pengalaman siswa dengan gambar dan  dikombinasikan dengan teks atau informasi. Informasi yang ditulis berupa pengalaman yang dialami selama belajar dari rumah.  Guru  tak memberi waktu yang singkat dalam menyelesaikan, karena guru paham kondisi siswa saat ini.” Mulai belajar ya sesuka aku” !, itu yang sudah tertanam pada diri siswa.

Pendekatan yang digunakan dalam media komik berbicara ini  pendekatan komunikatif, hal ini bertujuan agar siswa dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa sendiri yang nyaman dan menyenangkan sehingga materi dipahami. Komik berbicara sebagai media pembelajaran diterapkan yang dapat memberi dampak positif selama proses pembelajaran dari rumah, Selain menyenangkan, media komik juga digunakan sebagai langkah awal untuk membangkitkan literasi baca tulis siswa, terutama yang tidak suka membaca. Selain karena komik menghibur, menyenangkan,dan edukatif, komik juga merupakan jembatan untuk membaca buku  utama IPS yang lebih serius.

Media  pembelajaran yang lain yang digunakan guru, dengan PBL( Problem-Based Learning ) didunia maya adalah proses pembelajaran yang bermula  pembelajaran berdasarkan masalah dalam kehidupan nyata lalu dari masalah ini siswa dirangsang untuk mempelajari masalah berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah siswa alami sebelumnya  sehingga dari pengetahuan dan pengalaman ini akan terbentuk pengetahuan dan pengalaman baru. Diskusi dengan menggunakan kelompok kecil merupakan poin utama dalam penerapan PBL yang dilakukan di dunia maya. Tampak hasil dengan PBL ini siswa yang hadir dalam pembelajaran lebih aktif dan menyelesaikan tugas bertambah, dikarenakan proses menyelesaikannya berkelompok.

Merubah kondisi belajar siswa, jelas tidak mudah di kondisi saat ini. Jarak pantau guru dan sentuan guru pada siswa semakin jauh.  Jelas tak sama dengan tatap muka langsung.Hal ini dapat dilihat dari kehadiran  siswa   yang semakin hari semakin sulit dikontrol. Padahal sudah ada kemudahan tinggal klik di hp android, banyak siswa yang suka bolos didunia maya dengan berbagai alasan, banyak  siswa yang tidak peduli kehadiran guru menyampaikan materi belajar dari rumah guru pada saat jam belajar-mengajar berlangsung. 

BDR dilakukan dengan memanfaatkan teknologi khususnya internet , dimana pemvelajaran BDR dilakukan dengan sistem belajar jarak jauh, dimana kegiatan belajar dan mengajar tidak dilakukan secara tatap muka. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non cetak (audio/video), komputer/internet, siaran radio dan televisi. Tentunya semangat belajar dapat dimiliki dengan meningkatkan motivasi belajar. Namun kenyataannya motivasi belajar  siswa menurun. Ide PBM di BDR ini  sebuah penggerak atau pendorong yang membuat siswa akan tertarik kepada belajar sehingga akan belajar secara terus-menerus. Dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran online akibat pandemi COVID-19.













Biodata  penulis

Suyati Wibowo, lebih akrab di panggil budhe Yanti Wibowo, putri pertama dari tiga bersaudara lahir di Lamongan 14 September 1973. 25 tahun menggabdikan diri sebagai pendidik, saat ini mengajar di SMP Negeri 27 kota Malang mata pelajaran IPS. Melanjutkan studi sarjananya di jurusan Pendidikan Akuntansi IKIP PGRI Surabaya. Pendidikan Magister Pendidikan IPS Universitas Kanjuruan Malang. Aktif dalam kegiatan MGMP IPS kota Malang, FKG (forum komunikasi guru ) IPS Jatim, pendiri dan pengelola aktif TBM Teras Literasi, aktif dalam komunitas group FKTBM ( forum komunitas taman baca masyarkat ),aktif dalam komunitas group guru menulis. Jika ingin berkenalan silakan WA 085100079717 dan berkirim email di : suyatiwibowo14@gmail.com,