Senin, 23 November 2020

KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN LINGKUNGAN SEKOLAH

Nur Aini. S. Pd

SMPN 1 Matan Hilir Utara. Kabupaten Ketapang. Kalimantan Barat

Lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor yang turut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik terutama untuk kecerdasannya. Lingkungan sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir peserta didik, karena kondisi lingkungan yang baik sangat penting guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan.

 MANFAAT MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH

  1. Lingkungan dan kelas terasa lebih nyaman

  2. Terhindar dari penyakit

  3. Belajar lebih tenang

  4. Memperlancar kerja otak manusia

  5. Membuat siswa lebih rajin dalam menuntut ilmu

  6. Dapat memberikan siswa motifasi belajar di dalam maupun di luar kelas

  7. Sebagai wujud kepedulian siswa untuk lebih mencintai lingkungan sekitar sekolah


Banyak slogan yang menghimbau untuk menjaga kebersihan, tetapi apakah sesuai dengan kenyataan? Masih banyak ditemui peserta didik yang membuang sampah sembarangan. Bila mereka jajan bungkusannya dibuang sembarangan, sobekan kertas yang dibuang lewat jendela, padahal tempat sampah sudah disiapkan, baik di koridor sekolah, di halaman sekolah, di dalam kelas, dan di kantin sekolah. Untuk mengatasi hal ini SMP N 1 Matan Hilir Utara Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat berusaha untuk mengupayakan menjadikan lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang ASRI ( Aman, Sehat, Rindang, Indah ), dengan tujuan utama supaya lingkungan sekolah menjadi sehat. 

Hal rutin yang dilakukan pihak sekolah dalam menjaga “ASRI “ Lingkungan sekolah adalah 

  1. Menunjuk salah satu masyarakat sekitar, yang bertanggung jawab untuk menjaga keamanan lingkungan sekolah diluar jam pelajaran ( termasuk keamanan dari kerusakan lingkungan sekolah ) karena setiap sore banyak anak anak yang bermain bola kaki dilingkungan sekolah

  2. Menunjuk seorang petugas  yang bertanggung jawab sebagai tukang kebun ( membersihkan rumput )

  3.  Menunjuk guru yang bertanggung jawab sebagai koordinator taman dan bunga

  4. Mengadakan kerja bakti yang melibatkan seluruh pihak sekolah yang rutin dilakukan sebulan sekali

  5. Memberikan piket harian bagi peserta didik untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah

  6. Memberikan tugas kepada piket harian guru untuk memantau piket harian peserta didik

  7. Mewajibkan setiap peserta didik yang masuk gerbang sekolah untuk mengambil sampah daun yang gugur minimal 5 helai daun

  8. Memberikan sanksi membersihkan lingkungan sekolah bagi peserta didik yang melakukan kesalahan.

  9. Menyiapkan tempat sampah dan alat kebersihan lainnya disetiap ruangan kelas, koridor, kantin, kantor, TU, dan taman.

  10. Mewajibkan setiap peserta didik yang sesudah selesai UAN dan mau mengambil SKHU untuk menyetor minimal 1 tanaman kepada pihak sekolah.

Tiga tahun sudah SMP N 1 Matan Hilir Utara menerapkan hal seperti itu, dan ternyata sedikit demi sedikit berhasil, sudah bisa dilihat “ASRI “ nya lingkungan sekolah. Dan hal ini merangsang minat peserta didik pada mata pelajaran tertentu untuk belajar di luar kelas, dan yang utama adalah kebersihan dan kerindangan lingkungan sekolah sangat terasa.

Kesimpulan : Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah mempengaruhi cara belajar peserta didik, dan menjadi wahana untuk digunakan sebagai media pembelajaran, dan menumbuhkan minat peserta didik untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah yang berimbas juga pada kebersihan diri pribadi, untuk menjadi pribadi yang bersih dan sehat.