Senin, 02 November 2020

Kurikulum Pada Kondisi Khusus(Covid 19)

 Oleh : ND.Afifah.SPd.MSi

Guru SMP Negeri 1 Depok


Saya mengikuti berbagai webinar termasuk diantaranya webinar di FKG IPS dan bimtek-bimtek lainnya menyikapi kebijakan pemerintah memperpanjang PJJ dengan tujuan memaksimalkan mengajar,mendidik dan memotivasi generasi bangsa ditengah pandemi seperti ini.

Pada bimtek di portal SIM PKB yang saya ikuti ada materi yang membuat saya ingin berbagi pada teman-teman guru yaitu tentang Kurikulum pada kondisi khusus.

Belajar di rumah,belajar di sekolah tetap berpihak pada anak,Guru dan orang tua berdaya menciptakan pengalaman belajar yang melibatkan anak. 

Untuk dapat mengatasi tantangan  selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh(PJJ) mengingatkan kembali kepada Bapak/Ibu bahwa Pembelajaran Jarak Jauh tersebut dilakukan dengan tujuan agar setiap peserta didik mendapatkan hak nya untuk tetap bisa belajar selama masa pandemi Covid 19 serta memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik,peserta didik dan orang tua/wali.

Mari kita fokus terutama pada melaksanakan prinsip Pembelajaran Jarak Jauh  yaitu  pemberian pengalaman belajar bagi peserta didik,serta prinsip pendidikan yang berfokus pada pendidikan kecakapan hidup,dan memastikan anak mendapatkan personalisasi pengalaman belajar yang bermakna,menantang dan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak.

Mendorong kolaborasi orangtua,guru dan murid untuk berdaya belajar dalam menghadapi situasi darurat akibat wabah virus Corona.

Lalu bagaimana dengan penyelesaian materi dan beban kurikulum pembelajaran normal apakah masih menjadi prioritas pembelajaran pada masa pandemi Covid 19?.

Jawabannya tentu saja tidak,muatan dan penyelesaian target kurikulum tidak lagi menjadi prioritas utama dalam Pembelajaran Jarak Jauh.Kemendikbud telah menerbitkan SK 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

Satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik adapun pelaksanaan Kurikulum pada kondisi khusus bertujuan untuk memberikan flesibilitas bagi satuan pendidikan.

Semua jenjang pada setiap satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran agar dapat:

1.Tetap mengacu pada Kurikulum Nasional

2.Menggunakan kurikulum pada kondisi khusus

3.Melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri Kurikulum darurat (dalam kondisi  khusus) yang disiapkan oleh Kemendikbud yang merupakan penyederhanaan dari Kurikulum Nasional.

Pada Kurikulum tersebut dilakukan pengurangan Kompetensi dasar (KD) untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya,artinya siswa tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas .

Pada kurikulum kondisi khusus mari pusatkan perhatian pada pembelajaran berbasis kompetensi yang berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik yang dapat di lihat dari pemahaman konsep,ketrampilan menerapkan konsep dalam berbagai konteks serta sikap-sikap yang menyertainya.

Hal ini sejalan dengan strategi 5M Pembelajaran Jarak Jauh yaitu

1.Memanusiakan Hubungan

Pembelajaran yang dilandasi orientasi pada anak berdasarkan relasi fositif yang saling memahami antara guru,murid dan orangtua.

Untuk strategi ini guru dianjurkan melakukan pengumpulan informasi terlebih dahulu mengenai kesiapan orangtua,sediakan waktu berbincang-bincang bebas dengan orangtua dan murid,memperkirakan durasi pengerjaan tugas yang akan diberikan,membangun kesepakatan dengan orangtua.

Hindari membuat aturan tugas yang tidak memahami kondisi murid dan orangtua,tidak memaksa tugas harus dikerjakan dengan durasi kecepatan yang sama untuk semua murid,jangan menuntut orangtua untuk mendampingi penuh murid tanpa mempertimbangkan kendala pendampingan.

2.Memahami Konsep

Pembelajaran yang memandu murid bukan sekedar menguasai konten tapi menguasai pemahaman mendalam terhadap konsep yang dapat diterapkan di beragam konteks.

Guru melakukan penjelasan terlebih dahulu kepada orangtua tentang tujuan dan proses PJJ dan penggunaan aplikasi,vidio tutorial atau infografis,berilah tugas yang terkait dengan lingkungan rumah pada kelas kecil dan terkait pada persoalan yang sedang hangat dibicarakan.

Yang harus dihindari dalam strategi ini adalah memberikan tugas sekedar untuk latihan soal tanpa disertai dengan diskusi dan refleksi. 

3.Membangun Keberlanjutan 

Praktik pembelajaran yang memandu murid mengalami rute pengalaman belajar yang terarah dan berkelanjutan melalui umpan balik dan berbagi umpan praktik baik.

Pada strategi ini guru dianjurkan untuk membuat panduan tugas yang rinci namun tidak mendikte,pastikan memberi umpan balik,perbanyak asesmen formatif ,pastikan ada kriteria keberhasilan dan melakukan refleksi berkala.

Hindari memberikan tugas sebagai sumatif tanpa membuat asesmen formatif.

4.Memilih Tantangan

 Pembelajaran yang memandu murid menguasai keahlian melalui proses yang berjenjang dengan pilihan tantangan yang bermakna.

Guru dianjurkan untuk menyediakan pilihan jam belajar.Pada kelas kecil jam belajar perlu luwes menyesuaikan jam aktifitas orangtua,untuk kelas besar sesuai jam sekolah atau jam mengerjakan tugas,kombinasikan aktivitas dengan diskusi atau bergerak,sediakan pilihan tugas.

Untuk itu hindari memberikan tugas yang terlalu mudah atau terlalu sulit bagi murid,dan hindari memberikan tugas sesuai kurikulum tanpa mengaitkan dengan lingkungan atau kehidupan sekitar.

5.Memberdayakan Konteks

Pembelajara yang memandu murid melibatkan sumber daya dan kesempatan di komunitas sebagai sumber belajar sekaligus kesempatan berkontribusi terhadap perubahan.

Satu kegiatan belajar bisa mencakup lebih dari satu pelajaran,bagi murid yang tidak memiliki gawai guru bisa membentuk kelompok murid yang tinggalnya berdekatan tapi sebaliknya jika rumahnya berjauhan guru sebaiknya mendatangi rumah murid tersebut untuk memberikan tugas.Untuk pengumpulan tugas tidak perhari tapi bisa per minggu atau 2 minggu.

Yang harus dihindari dalam strategi ini adalah tidak memberi tugas yang mendorong murid berinteraksi dengan orang banyak,seperti keluar rumah membeli bahan perlengkapan tugas dan hindari memberikan tugas yang sama untuk semua murid tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi yang berbeda.

Demikianlah untuk materi Kurikulum pada kondisi khusus  semoga bermanfaat buat guru-guru hebat yang selalu siap berjuang mencerdaskan anak-anak bangsa dalam situasi pandemi Covid 19,salam sehat dan tetap semangat.