Senin, 02 November 2020

Mindset Pendidikan New Normal

Oleh Septian Eka Fajrin, S.Pd


    Era new Normal adalah masa kita beraktiftas dipaksa berdamai dengan Pandemi covid-19. Semua serba berubah , dan semua orang harus bisa beradpatasi di segala aspek kehidupan. terutama sebagai pelaku dalam bidang Pendidikan kita harus menjadi garda terdepan yang bertanggung jawab atas generasi penerus bangsa. Dalam keadaan bagaimanapun pendidikan harus tetap berlangsung karena tidak saja terkait dengan masa depan generasi penerus bangsa, bahkan umat manusia. Terlebih jika kita semua sependapat bahwa dalam sejarah kehidupan manusia pendidikan dalam berbagai bentuknya merupakan rekayasa sosial dengan mana berbagai kecerdasan manusia diasah agar mampu menjadi khalifah dalam kehidupannya di muka bumi. Oleh sebab itu, kita patut berterimakasih kepada para pendiri negeri ini yang dengan kesadaran kolektif sepakat menjadikan pendidikan sebagai salah satu cita-cita kemerdekaan. Lebih dari itu, didasari oleh visi jauh ke depan, di bagian pembukaan konstitusi ditegaskan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan eksistensi bangsa ini. Konsekuensinya, apapun hambatannya termasuk Pandemi Covid 19, pendidikan  harus tetap survive. 

Lalu apakah yang bisa kita lakukan? yang kita lakukan bersama  adalah Open mind (membuka pikiran).  Perubahan sudut pandang terhadap Pendidikan dan semua kondisi, adalah adaptasi anak dan ortu secara bersama-sama. Apa saja yang kita adaptasi bersama ? yang pertama adalah  Perubahan new school in new normal. Perubahan yang terjadi pada kenyataannya dari yang biasanya sekolah sekarang sekolah dari rumah. Orang tua dan anak harus menyadari itu, betapa perubahan ini sangat mendasar karena berubah dari kebiasaan formal menjadi karakter informal di rumah. Perubahan Pendidikan berbasis orang tua, dimana sekarang peran orang tua adalah sebagai pendidik, tentunya yang bisa diberikan adalah Pendidikan adab dan Pendidikan filosofis berdasarakan pengalaman. Perubahan guru sekarang hanya bisa mendampingi sebvagai teman, karena waktu lebih banyak di habiskan dengan orang tua dimana sebelumnya pendampingan justru lebih banyak dengan guru. Kalau ada sekolah formal pun akan terjadi dalam waktu singkat . Perubahan bahwa yang dibutuhkan sekarang adalah digital skill dimana tugas sekolah, Kegiatan Belajar Mengajar semua berbasis digital. Perubahan di dunia Pendidikan tersebut harus sangat disadari oleh orang tua, anak dan guru. Bersama sama saling menguatkan dan berproses dalam pendampingan Pendidikan. 

    Mindset yang dibangun adalah menetapkan visi belajar anak. Tentunya dengan keadaan yang sudah berubah , orang tua sebagai control di rumah dalam pendampingan harus bisa membangun sebuah kesepakatan dan komunikasi dengan anak. Apa yang akan dilakukan anak sepanajng hari , apa target anak sepanjang hari, sehingga apa yang menjadi konten sebuah Pendidikan bisa tuntas dan terlaksana. Kesepakatan dan komunikasi dapat dibangun ketika anak dalam kondisi senang sehingga rasa kenyamanan akan muncul dan kerterpaksaan akan hilang dengan sendirinya.

    Peran orang tua dalam mendampingi anak belajar dimasa new normal adalah sangat sentral. Orang tua jangan jadi distracsi belajar anak. Orang tua hanya berperan membantu anak dan mendampingi . Anak diberikan kenyamanan dalam menyelesaikan visinya dan membuat strategi sendiri dalam menyelesaikannya. Apa yang bisa orang tua bantu? orang tua bisa menjadi teman diskusi dan memberikan pendapat dengan disisipi filosofi pengalaman hidup, tetapi biarkan anak berkembang sesuai masanya. Dalam hal ini komunikasi yang dibangun adalah komunikasi dua arah. tidak hanya orang tua yang mendominasi komunikasi tetapi biarkan anak memberikan ide dan pendapatnya.  Dengan adanya pemahaman mindset yang sama maka keadaan New Normal ini akan terasa ringan dan segala keadaan akan menjadi baik baik saja.