Senin, 02 November 2020

PANDEMI DAN PEMBELAJARAN IPS DI DAERAH

 Oleh: ULIN YUNITA, S.Pd

Guru IPS di SMP Negeri 4 Ngabang, Kabupaten Landak


Pada akhir tahun 2019, dunia dihebohkan dengan adanya wabah virus yang berasal dari Wuhan, China. Corona virus  (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan (MERS-CoV) dan sindrom pernafasan akut parah (SARS-CoV). 

Dengan pesatnya penyebaran dan dampak yang ditimbulkannya di seluruh dunia, virus ini menjadi pandemic yang bisa menyerang siapa saja yang memiliki daya tahan atau imunitas tubuh yang lemah. Di Indonesia, virus ini masuk diperkirakan pada bulan Maret 2020, dan masih bertahan hingga saat ini.

Penyebaran yang cepat, tentu saja membuat pandemic ini  emberikan dampak yang sangat besar di hamper semua aspek kehidupan. Khususnya dalam bidang pendidikan, hal ini menyebabkan sekolah yang biasanya dilangsungkan secara tatap muka dan interaksi langsung antara guru, peserta didik serta tenaga kependidikan, menjadi terhambat.

Untuk keberlangsungan kegiatan pembelajaran, SMP Negeri 4 Ngabang, yang berlokasi di Desa Engkadu, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, mengadakan kegiatan melalui dua cara, yakni secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan).

Pembelajaran yang dilaksanakan secara daring diberlakukan bagi peserta didik yang memiliki alat untuk kegiatan pembelajaran daring (handphone android), dan berada pada wilayah yang terjangkau jaringan internet. Sedangkan untuk pembelajaran secara luring diberlakukan bagi pesereta didik yang berada pada luar jangkauan jaringan internet maupun bagi siswa yang tidak mempunyai handphone android.

Menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan/ KTSP (2006:575),  IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)  merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/ MI/ SDLB sampai SMP/ MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan ilmu sosial.

Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran IPS di masa pandemic Covid 19, tentu saja pembelajaran secara daring dan luring mengharuskan para guru untuk mempersiapkan pembelajaran daring maupun luring  yang mudah untuk dijangkau dan diakses  oleh peserta didik.

Di SMP Negeri 4 Ngabang, para peserta didik yang berada pada luar jaringan, datang satu minggu sekali untuk mengambil materi pembelajaran secara bergantian dengan menerapkan protokol ketat pencegahan penyebaran Covid-19, dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan, di tempat yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Selain itu, pihak sekolah dengan dibantu oleh masyarakat dan perangkat desa juga pernah membuat beberapa posko  di beberapa titik untuk membagikan surat kelulusan serta membagikan soal ulangan pada kegiatan Penilaian Akhir Tahun (PAT). Di setiap posko para guru sudah bersiap membagikan soal dengan penerapan protokol kesehatan.

Bagi peserta didik yang berada dalam jaringan, kegiatan pembelajaran berlangsung melalui WA grub masing-masing kelas, melalui grub belajar di aplikasi Faceebook serta messenger. Dalam kegiatan pembelajaran IPS, digunakan juga aplikasi pembelajaran Google Meet yang dipadukan dengan grub WA kelas. 

Karena pembelajaran daring  ini merupakan sesuatu yang baru, tentu saja pada saat pelaksaannya banyak mendapatkan tantangan. Pada saat kegiatan pembelajaran, kami harus mencari tempat yang memiliki jaringan yang kuat agar pembelajaran berjalan dengan lancar dan tidak terkendala.

Kegiatan belajar online ini tentu saja tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya kuota. Upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk mngatasi permasalahan ini adalah dengan memberikan bantuan kuota bagi peseerta didik yang belajar secara daring.

Bagi saya pribadi, pandemic Covid-19 selain mengharuskan untuk melakukan kegiatan pembelajaran secara daring, hal ini bertepatan pula dengan kegiatan Pendidikan Profesi Guru (PPD- Daljab) yang sedang saya ikuti hingga saat ini. Kegiatan PPG- Daljab pun dilakukan secara online.

Tentu saja, kegiatan pembelajaran IPS secara luring maupun kegiatan PPG- Daljab membuat saya harus bisa menggunakan teknologi dengan baik. Terlebih, di era pembelajaran abad 21, dimana peserta didik generasi Z sudah bisa menggunakan berbagai aplikasi online. Mereka tentunya lebih tertarik pada saat kegiatan pembelajaran yang menggunakan penerapan teknologi digital.

Tantangan yang saya hadapi sini, bagaimana caranya memanfaatkan teknologi yang di akses dengan mudah oleh peserta didik. Penggunaan google meet, grub WA kelas serta memanfaatkan media sosial faceebook dan menggunakan google form untuk memudahkan siswa mengerjakan tugas yang diberikan. 

Selain itu, kendala yang sering dikeluhkan oleh orang tua siswa adalah, banyaknya anak yang menyalahgunakan fasilitas yang telah diberikan oleh orang tua. Handphone yang seharusnya digunakan untuk mempermudah kegiatan pembelajaran, sering kali digunakan untuk hal-hal diluar kegiatan pembelajaran, contohnya bermain game melebihi batas waktu. Ada juga kekhawatiran jika anak membuka konten yang tidak sesuai dengan umur. 

Untuk mengantisipasi hal-hal diatas, perlu kerjasama yang baik antara guru dan orang tua untuk memberikan pemahaman kepada anak mengenai aturan dalam menggunakan handphone. Anak-anak perlu dibekali kembali dengan pemahaman agama yang baik agar tujuan dari pembelajaran tercapai tanpa banyaknya dampak negative akibat penggunaan smarhphone yang tidak tepat.

Dengan demikian, di tengah banyaknya dampak negative yang ditibulkan oleh pandemi ini, tentu saja ada hikmah yang bisa didapatkan, salah satunya membuat kami para guru untuk lebih banyak belajar menggunakan teknologi. Hal ini akan memudahkan dalam kegiatan pembelajaran yang diharapkan dapat menghasilkan generasi Z yang  memiliki SDM berkualitas hingga dapat bersaing di tengah tuntutan zaman yang semakin maju.

Harapan saya dan kami para guru, semoga pendidikan di negara kita bisa semakin maju dan berkembang. Di tangan kita  para guru, tongkat estafet kepemimpinan negeri ini akan berlanjut ke generasi yang kita bentuk sekarang…Tetap bersemangat pada para guru dimanapun berada dan bertugas saat ini, salam dari tanah Borneo!!!