Senin, 02 November 2020

PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) YANG POWERFULL DI MASA PANDEMIK COVID19

Oleh Eva Lutfiah S.Pd 

SMPN 16 Kota Bandung



Masa Pandemi COVID-19 yang sudah berjalan, hampir 8 (delapan) bulan memberikan tantangan baru bagi dunia, baik kesehatan, ekonomi maupun pendidikan, kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah untuk mengatasi Pandemi Covid-19 ini memang akan memberikan dampak  bagi banyak pihak, terutama dengan diberlakukannya lockdown dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di berbagai penjuru dunia membuat proses dan sistem kesehatan dan khususnya peendidikan terpaksa diubah dari konvensional/luring menjadi daring/Pembelajaran Jarak jauh atau Blended Learning atau di sebagian daerah diadakan guru kunjung untuk mendatangani anak-anak didiknya.

Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) yang sekarang dikenal dengan nama BDR (Belajar Dirumah Saja) atau WFH (Work From Home) semua orang melakukannya melalui link internet dengan berbagai link yang digunakan serta yang tersedia di HP atau android semua orang membooming menggunakan link link link dan link. Minimal untuk mengecek kehadiran siswa juga melalui link internet geogle form. Kita sebagai guru yang tadinya (KUDET) kurang update TIK, namun sekarang mau tidak mau, harus bisa untuk melek TIK seperti terjadi perubahan social yang sangat pesat dizaman era gadget (Millenial) ini,yang namanya HP atau android plus pulsa dan kuotanya seperti kebutuhan pokok saja dimasa pandemic covid19 ini. Karena dimulai dari kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan belanja ke warung atau pasar,sekarang ini sudah banyak dan siap antar ke rumah berbagai kebutuhan sehari-hari selain Grab Food. Semua orang melakukan penjualan pun melalui link internet HP atau Android dengan fasilitas shoope,lazada,fb,ig dan fasiliats media social lainnya. 

Memasuki abad ke-21 pendidikan jarak jauh/blended learning menjadi sistem pembelajaran yang paling efektif dan berprespektif dalam sistem pendidikan (Lenar et al., 2014). Pendidikan Jarak Jauh dapat didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang tidak menghitungkan ruang dan waktu pembelajaran dan bersifat mandiri untuk pengembangan peserta didik dengan menggunakan metode dan teknik maupun media dalam kegiatan pembelajaran (Kor et al., 2014), kegiatan e-learning sangat fleksibel karena dapat diakses dan melakukan pembelajaran tanpa terhalang waktu dan tempat, e-learning memberikan keleluasaan pada pengajar agar dapat memberikan akses kepada peserta didik untuk mendapatkan referensi lain terkait dengan materi pembelajaran, hal ini sangat berguna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Banyak media pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran jarak jauh seperti daring (e-learning) dengan perkembangan internet membuat PJJ jauh lebih mudah dan juga menggunakan teknologi untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Adapun percampuran sistem pembelajaran jarak jauh dan tatap muka yang dapat meningkatkan kreativitas dan berpikir kritis melalui Blended Learning. E-module  adalah bagian dari electronic based e-learning yang dalam pembelajarannya memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, terutama peringkat berupa elektronik (Winaya et. al., 2016). E-book/e-module masih menjadi pembelajaran paling efektif dalam pembelajaran e-learning disamping berkembangnya media seperti video animasi dan simulasi pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang paling efisien  saat ini yaitu android, banyak aplikasi  bersifat edukasi maupun bersifat penunjang edukasi diterbitkan di android. Banyak pengembangan media pembelajaran yang inovatif seperti flashcard yang merupakan media visual non proyek yang membantu dalam komunikasi pembelajaran. Edutainment dengan media pembelajaran interaktif juga dapat digunakan untuk Pendidikan jarak jauh yang tidak mengharuskan pertemuan (seperti video animasi). Bahkan pesatnya dunia game online dapat dijadikan media pembelajaran di berbagai jurusan seperti Bahasa, kedokteran, sampai teknik sipil. Game online pembelajaran yang biasa dilakukan yaitu berupa Kahoot,woordfall,quisis dll.

Belajar dan pembelajaran akan bersifat menantang apabila siswa terpancing rasa ingin tahunya untuk mencapai tujuan belajar baik secara individual, group, maupun klasikal; guru mencontohkan semangat untuk mencapai tujuan belajar dan berwawasan luas dalam melakukan inkuiri, dan menggunakan strategi pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk menunjukkan kualitas yang sama dengan guru; dan guru harus menunjukkan minat dan aspek terhadap pemikiran siswa serta meminta argumentasi siswa yang bernalar dengan baik dan penuh komitmen.

Seperti dijelaskan oleh Kertih (2015:81-82), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pembelajaran agar powerful, antara lain: Pertama, pembelajaran harus berorientasi pada upaya penumbuhkembangkan, mengintegrasikan serta menguatkan system keyakinan, nilai dan komitmen dalam rangka pengembangan kepribadian peserta didik, baik pengetahuan fisik, emosional, intelektual, social, moral, esensial dan spiritual. Kedua, berbagai kompetensi yang dikembangkan pada diri peserta didik dengan segala indikatornya yang mencerminkan cara pandang atau berpikir, pilihan nilai, kekuatan komitmen kemampuan pengambilan keputusan. Ketiga, pembelajaran yang relevan dengan harapan tersebut dengan prinsip konstruktivisme sosial dan spiritual.

Berdasarkan pendapat di atas, maka kelas melalui proses belajar setiap mata pelajaran atau kegiatan yang dirancang sedemikian rupa. Setiap kegiatan belajar mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sekolah, melalui berbagai kegiatan sekolah yang diikuti seluruh peserta didik, guru, kepala sekolah, dan tenaga administrasi di sekolah itu, direncanakan sejak awal tahun pelajaran, dimasukkan ke kelender akademik  dan yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya sekolah. Luar sekolah, melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lain yang diikuti oleh seluruh atau sebagian peserta didik, dirancang sekolah sejak awal tahun pelajaran, dan dimasukkan ke dalam kalender akademik.

Salah satu penerapan pembelajaran powerful adalah model pengajaran seluruh siswa di mana guru mengontrol proses belajar siswa dan berusaha meningkatkan performannya melalui instruksi langsung, questioning, diskusi, dan aktivitas pembelajaran lainnya. Pembelajaran powerful menenkankan kemampuan pembelajar untuk merespon tugas yang dirancang untuk mereka serta tugas yang dirancang sendiri. Prinsip dasar pembelajaran powerful antara lain: mengintegrasikan pengetahuan yang lalu dengan yang baru; menggunakan sejumlah keterampilan belajar; menyelesaikan masalah secara individual dan kelompok; berpikir cermat tentang kesuksesan dan kegagalan; berpikir kritis; penerimaan  akan keadaan pembelajaran dimana dalam pembelajaran adakalanya ada ketidak pastian ataupun kesulitan tertentu. 

 Seperti yang saya lakukan tiap kali pertemuan mengirimkan link absensi,link video pembelajaran dan juga link tugas2nya. Serta sekali-kali suka mengadakan zoom meeting dengan anak-anak utuk mengatasi kegabutan (kejenuhan) melalukan zoom meeting bisa melalui webex, zoom, cloud dll sesuai kebutuhan.

Untuk menumbuhkan minat dan interest anak dalam pembelajaran IPS, saya kompilasikan untuk tugas-tugasnya dengan TTS (crossword puzzle), acak kata, dan juga dengan drop and drag atau menjodohkan dengan link liveworksheets  . 

Guru harus berhati-hati dalam merencanakan pembelajaran yang powerfull agar dapat menunjukkan hasil yang bermakna bagi siswa. Mengambil beberapa pengalaman yang terpilih untuk dijadikan contoh pembelajaran bagi siswa, sehingga mereka merasakan bahwa pembelajaran sangatlah dekat dengan lingkungan mereka. Pembelajaran yang powerfull membantu para siswa untuk membangun potensi yang tersimpan dalam diri mereka masing-masing. Selain itu, membantu para siswa untuk menghubungkan fakta sosial dengan isu sosial kemudian dapat memecahkan masalahnya. Materi yang dipilih haruslah menantang, terpadu, dan berbasis pada nilai. Bisa juga, guru dan siswa bekerja bersama dan saling menjaga rasa sportifitas dalam suasana kelas, dan menganjurkan para siswa untuk memberikan kesempatan bagi yang lain. Peran guru menjadi seorang motivator dan membimbing siswa kepada tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.