Sabtu, 14 November 2020

PROBLEM DIMASA PANDEMI COVID-19 DAN BAGAIMANA CARA MENGATASINYA?

Oleh : MARLINDA ROSA,S.Pd,SE,Ak

Kepala SMPN 3 Siak-Riau

 

Tahun 2020 ini merupakan tahun yang bersejarah bagi kita karena pada tahun ini di Indonesia dan negara-negara di dunia terserang wabah covid-19. Penyebaran virus ini di Indonesia semakin meningkat sehingga pada pertengahan maret 2020 sekolah di liburkan dan pembelajaran dilakukan jarak jauh yaitu belajar di rumah (BDR).

Sampai saat ini penyebaran virus yang berbahaya ini masih terus meningkat dan pemerintah memutuskan perpanjangan masa darurat Covid-19 untuk daerah yang berzona merah,orange dan kuning masih tetap diberlakukan pembelajaran dari rumah. Hal ini membuat waktu belajar dari rumah bagi peserta didik semakin bertambah

Lebih kurang tujuh bulan peserta didik menjalani pembelajaran seperti ini ,sehingga membuat sebagian peserta didik menjadi stress dan mudah sekali emosi kearah yang negative Semua ini di sebabkan karena mereka belum bisa menyesuaikan kondisi baru saat ini yang mereka jalani di masa pandemic covid- 19.Saat ini mereka lebih banyak beraktivitas di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah mereka menginginkan suasana sekolah dapat berkumpul bersama teman-teman ,belajar dan berjumpa langsung dengan guru di sekolah dan juga mereka biasanya melakukan kegiatan kunjungan kunjungan belajar menyenangkan di luar sekolah seperti kunjungan ke rumah baca, kunjungan budaya, kunjungan kepramukaan dan kunjungan lainnya.

Saat ini sebagian peserta didik dan orang tua/wali murid sudah mengeluhkan cara belajar jarak jauh seperti ini. Kami dari pihak sekolah melakukan pendataan tentang apa yang dirasakan oleh pesrta didik dan orang tua wali murid selama pembelajaran jarak jauh. Adapun masalah masalah yang mereka hadapi itu antara lain :

  1. Peserta didik tidak/kurang disiplin belajar di rumah,seperti bangun siang,tugas tidak di kerjakan,belajar tidak serius dan lain-lain
  2. Peserta didik merasa jenuh karena pembelajarannya di lakukan hanya di depan gadget,laptop atau computer. 
  3.  Jaringan internet juga kadang tidak bersahabat karena hilang timbul.
  4. Materi yang di pelajari kurang menarik sehingga tidak semangat mengikuti
  5.  Tugas banyak yang harus di kerjakan baik kerja rumah maupun kerja sekolah.
  6. Gadget yang dimiliki satu untuk bersama adik kakak di rumah yang juga sama sama mengikuti pembelajaran daring.
  7. Peserta didik di libatkan ikut membantu orang tua bekerja mencari nafkah pada jam sekolah (Jam belajar jarak jauh).
  8. Peserta didik kecanduan main game,bermedsos ria untuk hal yang tidak/kurang penting karena di beri fasilitas android oleh orang tuanya jadi disalah gunakan.
  9. Sebagian besar Orang tua/wali murid tidak mampu membeli paket internet untuk anaknya karena kondisi ekonomi yang pas pasan dan sulit saat ini.
  10. Orang tua/wali murid di rumah kadang suka marah marah sehingga membuat anaknya tidak nyaman berada di rumah.

11Itulah gambaran umum yang dihadapi oleh orang tua dan peserta didik dalam masa pembelajaran jarak jauh /belajar dari rumah. Dari masalah masalah tersebut maka kami dari pihak sekolah berusaha mencari solusi untuk jalan keluar dari maslah tersebut. Adapun solusi yang kami berikan adalah sebagai berikut :

  1.   Membuat jadwal terstruktur selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh/belajar dari rumah.
  2.   Memberikan penegasan kepada pesrta didik agar mengikuti pembelajaran yang sudah di jadwalkan.
  3.   Membuat variasi dalam jadwal yang di susun oleh sekolah agar peserta didik tidak jenuh.
  4.   Membuat kontrak belajar /peraturan dalam pembelajaran jarak jauh/belajar dari rumah.
  5.   Membentuk kelompok belajar,setiap kelompok belajar beranggotakan 3 orang pesrta didik,tujuannya adalah agar mereka bisa saling membantu dan melengkapi dalam mengikuti pembelajaran.
  6.   Menyajikan pembelajaran dengan cara yang menarik dan menyenangkan dan berhubungan dengan kegiatan sehari hari sehingga pesrta didik bisa belajar sambil bekerja di rumah.
  7.   Memperbanyak pembelajaran yang bersifat proyek.
  8.   Melakukan bimbingan terjadwal dan secara berkelanjutan oleh kepala sekolah,guru bimbingan konseling dan wali kelas baik secara virtual maupun secara langsung bertemu dengan peserta didik dan orang tua dengan tetap memperhatikan aturan protocol covid-19
  9.   Mengajak peserta didik agar mau berkomunikasi dan terbuka dalam menyampaikan pendapat atau bercerita (curhat) tentang apa saja yang mereka hadapi yang menjadi penghabat mereka dalam mengikuti
  10.  Selalu mengingatkan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan dengan cara menjaga pola hidup sehat,makan makanan yang bergizi,istirahat yang cukup ,laksanakan ibadah,dan juga lakukan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat seperti berolahraga (bersepeda,jalan santai dll),membaca buku cerita,menulis cerita,menulis puisi dll.
  11.  Dengan bantuan paket internet yang di berikan oleh kementerian dan bantuan dari program Indonesia pintar buat peserta didik maka maslah yang di hadapi berhubungan dengan paket internet dan tidak memiliki adroid bisa dapat di atasi.

Inilah problem yang kami hadapi dan solusi yang kami berikan,semoga bermanfaat bagi yang membaca dan yang lagi menghadapi masalah yang sama.

Dan kami juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah khususnya kementerian pendidikan dan Kebudayaan karena dengan bantuan paket internet yang diberikan bisa membawa perubahan besar cara pembelajaran jarak jauh yang kami lakukan di sekolah yang awalnya kami melakukan pembelajaran nya dengan cara Luring sekarang sudah murni secara di lakukan dengan cara Daring.Peserta didik,guru serta orang tua sangat terbantu dengan bantuan yang di berikan.