Sabtu, 07 November 2020

SISI LAIN PANDEMI COVID-19

Oleh : Ir. Mulyati

SMPN 53 Kota Bandung


    “Sesungguhnya alloh tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Orang-orang iman yakin bahwa itu kebenaran dari Tuhan,tapi orang-orang kafir mereka berkata ‘Apa maksud Alloh dengan perumpamaan ini ?’. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang dibiarkan tersesat dan banyak pula yang diberi petunjuk. Tetapi tidak ada yang disesatkan dengan perumpamaan itu, kecuali orang-orang yang fasik” (Q.S. 2:26)  

Saat menjelang akan diberlakukannya PSBB yang pertama pada tanggal 16 Maret 2020 lalu, mungkin aku adalah salah satu dari sekian orang yang sangat mengharapkan hal tersebut segera terlaksana karena, pada saat itu anakku nomor 2 terserang demam yang cukup tinggi sementara tak ada orang lain yang bisa menggantikan ku menemaninya, sementara aku merasa tidak tenang juga kalau harus meninggalkan tugas apalagi saat itu sedang persiapan ujian sekolah untuk kelas 9, akhirnya aku adalah orang yang mensyukuri adanya PSBB itu karena jadi bisa fokus mengurus anakku yang sakit, ya...walaupun anakku itu bukan anak kecil lagi, sudah berumur 25 tahun bahkan sudah bekerja, namun tetap saja yang namanya sedang sakit membutuhkan bantuan orang tua,,,sekitar seminggu aku fokus mengurus anak yang sakit tanpa harus izin tugas karena mulai berlaku bekerja di rumah (WFO) dan harus tinggal di rumah saja (Stay at Home) bahkan setelah anakku sembuh pun, kami masih tetap bekerja dari rumah dan tinggal di rumah disertai dengan kebiasaan baru yang harus dilakukan, yaitu protokol kesehatan. Menggunakan masker saat keluar rumah, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanityzer, saat batuk atau bersin titutup dengan punggung tangan atau sikut tangan, membuka pintu sebaiknya didorong menggunakan sikut jangan langsung memegang handle pintu, sering berjemur selama sekitar 15 menit padasekitar jam 10 pagi,istirahat cukup, makan makanan gizi seimbang, gunakan peralatan pribadi  sendiri-sendiri, hindari berkerumun, hindari berjabat tangan, dan masih banyak lagi upaya-upaya yang dapat dilakukan guna mencegah penyebaran atau memutus rantai kehidupan virus covid-19.

Untuk pertama kalinya ujian sekolah dilaksanakan secara PJJ, peserta ujian dan pengawas berada di rumah masing-masing, terasa janggal memang tapi mau bagaimana lagi, situasi yang mengharuskan ini terjadi, situasinya tidak ideal dan menggiring pada keadaan yang tidak mungkin menuntut sesuatu yang ideal dari peserta didik, terasa aneh, janggal, tidak yakin, tapi akhirnya disenyumi saja ....dari pada tambah stress ;-)...peserta didik yang lulus tahun ini pun mendapatkan julukan tersendiri “ANGKATAN KORONA”

Tahun ini betul-betul berubah, liburan tidak bisa ke mana-mana, lebaran tidak bisa mudik, sekitar tiga bulanan kita menjalani lock down.   Anak-anak yang sudah beranjak dewasa, tak lagi terlalu menyita waktu untuk menguurusnya, sehingga waktu luang yang datang terpaksa karena adanya pandemi ini, mengarahkan ku melirik ke sisi-sisi lain di rumah, cucian tak lagi menumpuk karena setiap hari ada waktu untuk mencuci, demikian juga bagian-bagian lain di rumah menjadi dapat jatah perhatian untuk dirawat, tak ketinggalan tanaman-tanaman yang ada di halaman pun mendapat jatah perawatan lebih sering sehingga tampak lebih rapi.  

Seiring berjalannya waktu, situasi mulai melonggar, PSBB tidak seketat masa awal-awal diberlakukan, setelah libur akhir tahun ajaran, tibalah waktunya untuk memulai semester baru, semester ganjil 2020/2021, pembelajaran masih dilaksanakan dengan cara jarak jauh (PJJ), kemudian muncul istilah BDR (Belajar Dari Rumah), dalam pelaksanaan PJJ ini peserta didik terbagi ke dalam 3 kelompok yaitu :

  1. Kelompok Daring (Dalam Jaringan), diikutioleh peserta didik yang memiliki gawai (Gadget) dan memungkinkan (mendukung) untuk melaksanakan pembelajaran Daring

  2. Kelompok Luring (Luar Jaringan), diikutileh peserta didik yang tidak memiliki gawai,  pada mereka dibagikan materi dan tugas tercetak, dikrjakan di rumah, setiap selesai mengerjakan, segera disetorkan ke sekolah sambil ngambil materi/tugas berikutnya, setiap lembar kerja uang sudah dikerjakan oleh  peserta didik kemudian dibagikan pada guru mata pelajaran untuk dinilai.

  3. Kelompok yang memiliki gawai namun tidak dapat mengirimkan tugas, bagi mereka ditugaskan untuk mengunduh tugas-tugas secara daring kemudian mengerjakannya di kertas atau di buku catatan dan mengumpulkannya ke sekolah secara periodik untuk mendapatkan nilai dari guru.

Di tahun ajaran baru ini, peserta didik masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh, sementara bapak/ibu guru sudah mulai masuk kerja secara bergilir (piket 2 hari dalam seminggu). Karena tidak ada peserta didik yang harus dilayani di sekolah, setelah selesai mengerjakan administrasi PJJ, masih banyak waktu luang yang dimiliki bapak/ibu guru selama di sekolah. Keadaan ini dimanfaatkan untuk melakukan perawatan sarana prasarana sekolah, menjagaga kebersihan lingkungan sekolah, juga menata keasrian lingkungan sekolah. beberapa spot taman dibuat sehingga bagian yang tadinya kosong bahkan cenderung menjadi tempat penumpukan sampah menjadi indah, bagian lahan di belakang kelas 7, yang semula tidak terawat, cenderung jadi tempat pembuangn sampah sehingga nampak sangat kumuh, diolah dan dimanfaatkan untuk menanam sayuran sehingga menjadi bermanfaat dan nampak lebih rapih dan indah, sampai saat artikel ini dibuat, lahan tersebut sudah memberikan hasil beberapa kali dan beberapa macam sayuran, seperti kangkung, pakcoy, jagung, bayam, tomat, cabe, kacang kedelai, dan lain-lain. Hasil tersebut dinikmati oleh bapak/ibu guru di acara botram yang menjadi rutinitas kami setiap hari jum’at.

Demikianlah beberapa sisi lain dari adanya pandemi covid-19 ini, tentu masih banyak sisilain yang tidak dapat ditampilkan di sini semuanya. Kesimpulannya, di setiap peristiwa sekecil apapun, marilah kita cari sisi positifnya, agar kita dapat menjalaninya dengan suasana positif pula sehingga hari-hari yang kita jalani mendorong kita untuk tetap semangat meraih kehidupan yang lebih baik.