Kamis, 05 November 2020

Siswa Bunuh Diri Karena Tugas Daring?

 Oleh Sriniti Herawati

SMPN 1 Panawangan, Ciamis,  Jabar


Belum lama menyeruak berita menggegerkan tentang siswa SMA di Gowa Sulawesi Selatan bunuh diri menenggak racun karena banyaknya tugas daring. Tiba-tiba terdengar lagi berita siswa SMP yg nekad melakukan hal yang sama dengan cara gantung diri. Dan lagi-lagi alasannya karena tugas belajar daring yang banyak.

Lalu apa dan siapa sebenarnya yang salah. Pemerintah? Sistem? sekolah? ataukah orangtua? Ataukah ada hal lain penyebab dia melakukan aksi nekad tersebut. Karena kasus siswa bunuh diri itu bukanlah hal yang baru. Sebelumnya ada juga kasus siswa SD usia 8 tahun yang ditemukan gantung diri karena di bully di sekolah.

Sebenarnya banyak kasus lain yang serupa dengan alasan yang berbeda.

Ada yang mengganjal dalam pikiran saya ketika membaca berita bawa siswa bunuh diri sehari setelah mendapat teguran dari pihak sekolah yang menyatakan siswa tersebut tidak pernah mengerjakan tugas.

Selama kurang lebih 9 bulan siswa belajar dari rumah, apa yang dia lakukan. Seberapa banyak tugas yang diberikan oleh guru, bagaimana pola asuh orangtua dalam membimbing dan mengawasi siswa di rumah.

Dari berbagai penelitian penyebab anak melakukan bunuh diri diantaranya karena depresi yang berat. Depresi yang mereka alami adalah puncak dari semua perasaan tertekan, merasa bersalah, minder dan rasa takut yang berlebihan. Meskipun ada pula kasus bunuh diri anak yang penyebabnya adalah hal yang remeh temeh, seperti diputuskan pacar, tidak diberi uang jajan atau semisalnya. Dan ini menyangkut masalah konsep diri yang keliru. Anak merasa tidak berharga dan tidak seorangpun memperhatikan dia. Anak adalah sosok yang selalu ingin diperhatikan, sekecil apapun perhatian adalah sangat berharga.

Kembali ke kasus awal yang konon katanya penyebab utamanya tugas daring yang berat.

Pertanyaan yang sesungguhnya adalah mengapa siswa sangat terbebani dengan tugas yang banyak. Sedangkan belajar itu tidaklah melulu urusan tugas pelajaran. Bukan hanya soal ulangan.

Seseorang dikatakan belajar jika dalam diri orang tersebut terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku (KBBI).

Lalu tingkah laku seperti apa yang harus berubah?, Siapa kah yang harus berada di garis terdepan perubahan ini? Dan benarkah dia bunuh diri karena tugas daring?

Saya makin bertanya-tanya, jangan-jangan pola mengajar saya juga salah atau jangan-jangan siswa tidak punya motivasi untuk belajar, lalu dimana peran guru BP/BK, komite. jangan- jangan... Akh... Makin banyak pertanyaan menari-nari dalam benak saya.

Semoga saja pendemi segera berlalu dan tidak ada lagi korban.



e-mail : srinitiherawati6405@gmail.com