Kamis, 05 November 2020

TANTANGAN DAN HIKMAH DARI PANDEMI COVID 19

 Oleh : Dini Rahmawati, S.Pd

(SMPN 1 Sagalaherang, Subang)


    Virus Corona adalah suatu virus yang menyerang system pernapasan. Penyakit karena virus ini disebut Covid-19. Virus corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada pernapasan, infeksi paru-paru yang berat,hingga kematian. Kasus ini diawali dengan informasi dari Badan Kesehatan Dunia yaitu WHO pada tanggal 31 Desember 2019 yang menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Penyebaran Covid 19 ke Indonesia berawal dari kegiatan yang berlangsung di Jakarta. Kala itu, pasien kasus 01 berada di acara dansa di klub Amigos, Jakarta Selatan, pada 14 Febuari 2020. Pasien tersebut melakukan kontak dengan warga Negara Jepang domisili Malaysia dalam acara tersebut rupanya ,warga negara Jepang itu terjangkit Covid-19 dan menularkannya kepada pasien kasus 01. Pasien kasus 01 kemudian menularkannya lagi kepada ibu nya,pasien kasus 02,sehingga akhirnya mereka di isolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakata Utara. Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia itu pada 2 Maret 2020.

Covid-19  sebagai sebuah pandemi global memiliki signifikansi terhadap  berbagai  aspek kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Adanya pandemi Covid 19 juga berdampak pada dunia pendidikan salah satunya dengan adanya pandemic covid -19 ini memaksa kita (guru dan peserta didik) untuk langsung mengubah cara pembelajaran normal (tatap muka) menjadi pembelajaran jarak jauh. Keadaan darurat membuat guru lupa melihat dan mempertimbangkan kondisi kesiapan peserta didik baik secara kognitif maupun non kognitif sebelum dan selama pembelajaran jarak jauh. Hal ini berimbas pada tantangan- tantangan yang harus dihadapi selama kita melakukan pembelajaran jarak jauh. 

Tantangan tersebut seperti kesatu, membuat Rencana pengembangan pembelajaran (RPP) pembelajaran jarak jauh yang sangat sulit dikarenakan guru dituntut harus kreatif terutama dalam hal pemilihan media dan metode pembelajaran serta kaitannya dengan penggunaan teknologi. Kedua, pembelajaran jarak jauh tidak bisa dilakukan secara efektif karena tingkat perekonomian yang berbeda-beda. Ada peserta didik yang tidak mempunyai gawai sebagai sarana pembelajaran daring dan orang tua tidak mampu membelikan HP untuk belajar.Sehingga peserta didik tidak dapat mengikuti pelajaran,tertinggal materi serta tugas belajar. Ketiga, Tidak mudah bekerjasama dengan orang tua. Banyak orang tua yang tidak dapat memfasilitasi dan mendampingi pembelajaran anaknya karena harus bekerja. Mereka seperti kurang peduli dan menyerahkan pembelajaran jarak jauh sepenuhnya pada guru. Padahal peserta didik perlu didampingi orang tua di rumah. Keempat, guru sudah memberikan tugas kepada peserta didik untuk dikerjakan dalam jangka waktu tertentu agar dapat mengejar materi pembelajaran, tetapi masih saja materi pembelajaran tidak selesai ditambah banyak peserta didik yang malas-malasan dan tidak mengumpulkan tugas. Kelima, Sulitnya melakukan assessment dalam keadaan pembelajaran jarak jauh karena kemungkinan besar siswa mengerjakan tugas dengan tidak jujur. Keenam, berbagai keluhan peserta didik yang bisa kita lihat seperti peserta didik merasa bosan, kelelahan dengan tugas yang diberikan, merasa terbebani, tidak sempat istirahat,dan tidak memahami materi yang diberikan oleh guru. 

Tantangan pembelajaran jarak jauh tersebut bukanlah suatu hal yang harus dikeluhkan terus menerus tetapi harus dihadapi dan mencari solusi terbaik yang tidak membebani peserta didik, guru dan orang tua sehingga dapat memberikan pengalaman belajar jarak jauh yang bermakna.

Selain begitu banyak tantangan yang kita hadapi dari pandemic covid -19 ini juga, terdapat banyak hikmah yang bisa kita ambil. Diantaranya kesatu, menyadarkan kita bahwa untuk melakukan pembelajaran bisa terjadi dimanapun tidak mesti di sekolah saja. Seperti saat ini para guru bisa melakukan pembelajaran melalui daring / online dengan menggunakan tools / perangkat baru. Kedua, menumbuhkan kesadaran kita sebagai pendidik untuk keluar dari zona nyaman yang tadinya hanya melakukan pembelajaran dengan metode yang biasa kita pakai seperti metode ceramah dan diskusi saja serta menggunakan media yang ada dan tersedia di sekolah saja. Sekarang akibat dari pandemic covid-19 ini kita menjadi lebih tertantang dan termotivasi untuk melakukan pembelajaran jarak jauh yang lebih efektif dan bisa diminati oleh siswa dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang lebih bervariatif. Media pembelajaran online yang bisa digunakan antara lain e-learning, aplikasi zoom, google classroom, youtube, maupun media social whatsapp. Ketiga, Guru maupun peserta didik dapat menguasai teknologi untuk menunjang pembelajaran jarak jauh yang dilalukukan secara online ini. Diera disrupsi teknologi yang semakin canggih ini, guru maupun peserta didik dituntut agar memiliki kemampuan dalam bidang teknologi pembelajaran. Penguasaan peserta didik maupun guru terhahap teknologi pembelajaran yang sangat bervariasi, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Dengan adanya work from home (WFH)., maka mampu memaksa dan mempercepat mereka menguasai teknologi pembelajaran secara digital sebagai suatu kebutuhan bagi mereka. Tuntuan kebutuhan tersebut, membuat mereka  dapat mengetahui media online yang dapat menunjang sebagai pengganti pembelajaran di kelas secara langsung, tanpa mengurangi kualitas materi pembelajaran dan target pencapaian dalam pembelajaran.Keempat, bisa membangun kesadaran bagi orang tua bahwa tugas guru itu sangat sulit, sehingga dengan kejadian ini akan menumbuhkan rasa empati orang tua kepada guru. Orang tua yang tadinya bersikap tidak peduli terhadap perkembangan belajar anak- anaknya  dan tidak pernah mau tahu tentang kesulitan apa dihadapi oleh  anaknya berkaitan dengan tugas-tugas yang diberikan  oleh guru di sekolah. Akibat dari pandemi covid 19 ini orang tua menjadi lebih peduli dan perhatian kepada perkembangan dan tugas sekolah anak-anaknya.Dari kepedulian orang tua tersebut akan menciptakan dan membutuhkan kolaborasi yang efektif antara guru, peserta didik dan orang tua.Keempat, menumbuhkan kesadaran kita akan betapa pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan.  

Semoga dengan adanya pandemi yang terjadi saat ini (Covid-19) bisa menjadikan pembelajaran untuk kita semua bahwa dibalik musibah ini tentunya ada hikmah yang bisa kita ambil.