Kamis, 05 November 2020

TERIMA KASIH COVID-19, KARENA KEHADIRANMU KAMI TAHU APA ARTI MERINDU

 Oleh : Dian Anggraeni Widiastuti,M.Pd

Guru SMPN 2 Pangalengan Kab. Bandung


    Ada yang menghentak dalam hati, ketika diumukan bahwa pembelajaran dilakukan secara daring. Pandemi covid-19 telah mempengaruhi ke dalam berbagai segi kehidupan, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Proses pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan tatap muka, akan dirubah menjadi pembelajaran jarak jauh. Saya yang biasanya ke sekolah lima hari dalam seminggu, menjadi lebih banyak di rumah. 

Hati saya tersentak karena saya merasa itu teguran dari Yang Maha Pencipta kepada saya. Kadang sering disadari atay tidak, saya sering mengeluh. Bukan mengeluh karena capek mengajar karena saya sudah mengajar selama 24 tahun. Bukan pula karena jarak yang jauh, karena perjalanan ditempuh dalam waktu satu stengah jam bahkan lebih. Karena saya begitu menikmati semua itu. Saya menikmati perjalanan yang walau kadang melelahkan namun tetap saya syukuri. Karena tempat mengajar saya merupakan lokasi yang menurut saya menyenangkan dan dingin. Ya, saya mengajar di pangalengan yaitu di daerah perkebunan teh Malabar. Sekolah saya terletak di tengah perkebunan teh. Di sana ada makam bosscha yang ramai dikunjungi. Dan juga ada gunung Nini yang sekarang mulai viral karena pemandangannya yang menakjubkan. Kalau kita berdiri di atas jembatan yang terbentang di gunung Nini, maka seolah-olah kita sedang berdiri di atas awan. Selama perjalanan saya begitu menikmati perjalanan. Kadang saya menjumpai sekelompok ibu-ibu yang dengan ceria memetik teh dengan keranjang di penggung mereka. Burung puyuh bercengkrama berkejar-kejaran di atas hamparan kebun teh. Dan begitu mendekati sekolah pohon pinus berjajar rapi menaingi rerumputan di bawahnya. Pokoknya kepergian saya ke sekolah bukan karena terpaksa. Mengutip dari perkataan teman saya, bahwa kepergian kami untuk mengajar seperti piknik yang dibayar. 

Saya juga mengeluh bukan karena lelah mengajar anak-anak didik saya. Saya senang mengajar mereka. Karena saya berusaha mengajar sambil bermain. Saya ingin anak didik saya merasa nyaman dan senang belajar IPS. Seperti halnya di dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dan Peraturan Pemerintah No.19 tentang standar pendidikan nasional. Undang-undang No. 20 pasal 40 ayat 2 berbunyi “guru dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang menyenangkan bagi Peserta Didik. Sementara Peraturan Pemerintah No.19 pasal 19 ayat 1 berbunyi “proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik, serta psikologi siswa.” Oleh karena itu saya mengadakan proses belajar mengajar tidak hanya di kelas. Tapi saya membawa mereka belajar di luar ruangan. Misalnya di bawah pohon pinus sambil duduk di rumput yang hijau menghampar. Dan walaupun di ruang kelas, proses pembelajaran sering menggunakan model pembelajaran yang banyak bermainnya. Biasanya saya menggunakan sistem kuis. Misalnya di awal pembelajaran, untuk mengetahui kesiapan siswa saya menggunakan kuis ABC. Saya akan melontarkan pertanyaan dengan empat alternatif jawaban. Yang menjawab A nanti akan berdiri di lorong A dan seterusnya. Diakhir pembelajaran diadakan kuis ranking satu. 

Jadi apa yang saya keluhkan atau tidak sengaja saya keluhkan? Saya kadang meminta dalam hati untuk berhenti sejenak dari aktivitas saya mengajar sehari-hari. Karena saya ingin merasakan bagaimana saya menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Terlalu banyak momen kebersamman dengan anak saya yang terlewatkan bgitu saja. Dan ketika pandemi covid-19 melanda negeri ini, kita yang sedang giatnya melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan cara tatap muka, tiba-tiba harus berubah dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Mungkin tidak begitu banyak kesulitan yang berarti apabila sekolahnya atau tempat tinggalnya terletak di daerah perkotaan dengan segala fasilitas yang memadai. Tapi bagi kami yang tinggal di daerah pegunungan atau terpencil memiliki berbagai kesulitan. Ditambah lagi saya sebagai guru yang biasanya mengajar tatap muka tiba-tiba harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

    Sayapun mulai menggali jenis pembelajaran yang bisa saya lakukan. Untuk pertama kali saya menggunakan Whatsapp. Saya mulai membagikan materi dan tugas memalui WA, dan peserta didik mengirimkannya japri melalui WA saya. Namun saya kewalahan  untuk memeriksa hasil pekerjaan peserta didik. Maka saya mulai mencari cara untuk memudahkan saya dan juga peserta didik. Sayapun mulai belajar memakai google clasroom dan link.    

    Di awal saya menggunakan google classroom, banyak hambatan yang saya dan peserta didik alami. Karena mungkin ini pertama kalinya peserta didik belajar menggunakan google clasroom dan link. Banyak sekali pertanyaan dan kesulitan yang kami hadapi. Misalnya bagaimana cara mendownload aplikasi google classroom, cara gabung, cara menggunakan kode, dan kenapa gak bisa masuk. Tetapi alhamdulillah pada akhirnya peserta didik sudah bisa melakukan pembelajaran jarak jauh memlaui google classroom. Sedangkan yang tidak bisa mengikuti PJJ diberikan modul oleh sekolah. 

    Pada awalnya saya begitu menikmati PJJ walaupun banyak rintangan. Namun lambat laun ada sebuah rasa yang tak dipungkiri hadir. Yaitu kerinduan untuk mengajar kembali anak didikku di sekolah. Rindu rasanya bermain sambil belajar dengan mereka. Rindu belajar di bawah pohon pinus. Rindu gelak tawa mereka. Dan rupanya anak didikku pun merasakan hal yang sama. Mereka sering bertanya kapan masuk sekolah lagi dan belajar dengan tatap muka. Rindu Bu, begitu kata mereka. Saya banyak mengambil hikmah dari pandemi covid-19 ini. Selain kami jadi melek IT, saya pun seharusnya bersyukur dengan apa yang Allah beri dan jangan banyak mengeluh.  Haruskah saya berterima kasih kepada covid-19? Karena dengan kehadirannya, kami tahu apa arti merindu. Namun bagaimanapun juga, semoga pandemi covid-19 segera cepat berlalu. Sehingga kami semua bisa kembali berjumpa dengan anak didik kami. Dan mengajar dengan cara biasa. Dan semoga apa yang kami ajarkan kepada anak didik kami dapat bermanfaat bagi anak didik kami kelak. Untuk bekalnya dalam mengarungi kehidupan. 

    .