Kamis, 05 November 2020

TRANSFORMASI DUNIA PENDIDIKAN DITENGAH COVID-19 DI SEKOLAHKU

Oleh Hermanto,  S.Pd.

SMPN 3 Karangnunggal,  Tasikmalaya,  Jabar

  1. Prahara Covid-19 di Dunia Pendidikan

    Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sudah lebih dari enam bulan terakhir ini berdampak terhadap perubahan aktifitas belajar mengajar di Indonesia.  Sejak bulan maret aktivitas pembelajaran daring ( Online Learning ) menjadi sebuah pilihan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19 semakin meluas.

    Praktek pendidikan daring (online learning ) dilakukan secara serentak disemua jenjang pendidikan  mulai dari Taman Kanak-kanak, SD,SMP, SMA bahkan sampai ke Perguruan Tinggi. Semua tidak ada lagi aktivitas pembelajaran di ruang-ruang kelas sebagaimana lazim dilakukan oleh tenaga pendidik guru maupun dosen. Merupakan suatu langkah yang tepat oleh pemerintah namun tanpa persiapan – persiapan yang lebih matang dan jauh sebelumnya, Akhirnya tenaga pendidik sigap pasang aksi mengahadapi perubahan drastis di dunia pendidikan tidak ada cara lain untuk meminimalisir penyebaran virus ini. Kerja keras para guru , dosen bahkan orang tua siswa sungguh patut diapresiasi di tengah pembatasan akibat wabah covid-19, kita harus berikan motivasi agar mereka tetap semangat mengejar dan mengajar ilmu pengetahuan sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang dasar 1945 yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa walaupun keadaan negara kita dalam kedaan genting/darurat karena wabah Covid-19.

    Untuk memutus  rantai penyebaran virus tersebut pemerintah mengeluarkan peraturan yang termuat dalam Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana pasal 1 angka 3 mendefinisikan” bencana nonalam sebagai bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam, antara lain berupa gagal tekhnologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah penyakit” kemudian diterbitkanya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1990 Tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular, dalam peraturan tersebut dipaparkan mengenai pemabatasan sosial bersekala besar merupakan pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi. Kemudian lagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan dengan mengeluarkan surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan pada masa darurat penggelaran covid-19. Beberapa poin penting menggantikan proses pembelajaran menggunakan sistem online. Dengan ini Secara melingkar, guru / dosen dan siswa / siswi akan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap arus kondisi. Kondisi inilah yang menjadi titik tolak transformasi pembelajaran di Indonesia.


  1. Fenomena Yang Terjadi

  1. Transformasi Pendidikan di Sekolahku

Kata transformasi berasal dari bahasa latin "transformare" yang artinya mengubah bentuk. Proses transformasi dalam  pendidikan  meliputi: perubahan yang terjadi secara perlahan atau bertahap, tidak dapat diprediksi di awal dan di akhir, lengkap dan berkelanjutan, dan terkait erat dengan sistem nilai yang ada di masyarakat. Dalam pendidikan, transformasi difokuskan pada perubahan aturan main dari segi aspek, praktik, dan lembaga pendidikan yang bertanggung jawab untuk mentransmisikan pengetahuan. Itu Transformasi yang dimaksud dalam artikel  ini adalah pergeseran paradigma dari pembelajaran tatap muka ke jarak belajar menggunakan pembelajaran tatap muka virtual atau virtual. Secara etimologis, ini adalah perubahan struktur atau bentuk. Transformasi adalah proses transfer dari satu periode ke periode berikutnya yang terjadi karena inovasi prosedural atau struktural, terencana atau tidak direncanakan. 

    Dunia pendidikan kemudian terpaksa putar haluan untuk mengubah maintenance cara belajar berbasis perjumpaan tatap muka menjdai pembelajran daring atau luring. Transformasi digital secara terpaksa harus berperan untuk memutuskan penyebaran wabah akibat virus corona. Sebab, hak para siswa untuk mendapatkan pendidikan  tetap menjadi prioritas tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan jiwa. Dalam situasi normal yang saat ini, di mana tidak ada situasi krisis, mengupayakan pembelajaran daring/luring bukanlah hal mudah. Tetapi ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi selain itu pula pembelajaran daring membutuhkan siswa yang telah dewasa yang secara mandiri  menyesuaikan kebutuhan pembelajran yang ditujunya.

    Begitupun di sekolah saya perubahan yang terjadi begitu pesat, untuk mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi covid-19 di SMPN 3 Karangnunggal , kami menggunakan media pembelajaran berbasis  microsoft ofice365. Seorang admin/operator ditunjuk untuk mengelola kegiatan pembelajaran menggunakan akun admin@smp3karang.onmicrosoft.com . Kemudian lagi setiap guru mapel harus mempunyai akun tersendiri misalakan saya” Hermanto Memegang mata pelajaran IPS akunya hermanto@smp3karang.onmicrosoft.com .Akun admin@smp3karang.onmicrosoft.com merupakan platform yang dimiliki SMPN 3 Karangnunggal sebagai media untuk pembelajaran jarak jauh secara daring/luring  demi memfasilitasi proses pembelajaran para  pendidik dan peserta didik. Beberapa menu yang terdapat pada SMPN 3 Karangnunggal yaitu, beranda, pengumuman, jadwal mengajar, tugas, materi, komentar saya, filter pengajar, serta kehadiran  siswa.

    Adapun aplikasi microscoftoffice 365 yang dipakai untuk media pembelajaran daring terdiri beberapa menu diantaranya ‘ SWAY, FORM,WORD, POWER POINT ZOOMEETING. (Microsoft Team) Team Class.

    Praktik Pendidikan daring (online Learning ) yang dilakuka oleh guru – guru SMPN 3 Karangnunggal dalam menyampaikan materi yaitu ;

  1. Melalui Sway ( Sistem Pemberian materi tanpa ada timbal balik percakapan ) bisa dikatakan berbentuk sejenis Power POINT.

  2. . Melalui Zoom meeting ( Microsoft Teams ) seorang guru memberikan materi dengan cara tatap muka melalui online ( Darring )

  3.  Melalui Ruring ( Guru Keliling ) artinya seorang guru ditugaskan untuk memberikan materi dengan sistem Modul.

  4. Melalui Form setiap guru memberikan materi melalui form berbentuk tanya jawab.

Metode dalam pembelajaran masa covid-19 di SMPN 3 Karangnunggal menggunakan sistem teamwork belajar berkelompok, mereka terbagi dalam beberapa kelompok di tiap titik daerah asal tempat tinggalnya setiap kelompoknya terdiri dari 4-8 Orang


  1. Keceria’an  Belajar di tengah Wabah Covid-19.

Setelahnya bapak  Presiden Joko Widodo (Jokowi ) mengeluarkan pernyataannya lewat media masa bahwa negara kita sedang”Siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana nonalam,berdasarkan status kedaruratan daerah tersebut,’ kata Jokowi di Istana Bogor,Minggu (15/03/20200

“ Jokowi imbau warganya untuk”bekerja,belajar, ibadah di rumah’ .Demi memutuskan rantai penyebaran virus covid-19 di masyarakat. Hal itu mungkin terjadi ketidaknyaman dalam proses belajar mengajar, mungkin mereka akan merasa bosan dan jenuh bilamana harus dirumah terus .


Walaupun  menggunakan 1 media pembelajaran, mereka tetap tersenyum. Jum,at 28/10/2020

    Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak selama kegiatan pembelajaran daring. Pembatasan Sosial (social distancing) yang berlangsung selama masa pandemi memberi tekanan mental atau psiko sosial terhadap anak-anak. Mereka tidak bisa belajar bersama guru, teman-teman, bermain dan berleluasa bergaul karena ada pembatasan social distancing, jika ada tekanan yang dialami anak-anak ini cukup lama, maka akan menyebabkan gangguan jiwa (mental disorder). 

    Bagaiamana cara untuk menghadapi masalah tersebut, ada beberapa hal yang mesti dilakukan oleh pihak lembaga pendidikan diantaranya ; 

Pertama, sekolah harus berpihak kepada masyarakat bawah ( the lowers class). The lower class merupakan penerapan pendidikan yang dibaringi oleh keluarga. Pembelajaran yang paling efektif disaat pandemi ini adalah keluarga mereka akan berperan sebagai guru (take the role of a teacher ) untuk mendamping anak disaat menerima materi online dari guru kelas/guru mata pelajaran.

 Kedua : Metode pembelajaran yang bervariatif ( Variuos learning metode ) guru tidak boleh menyampaikan pembelajaran hanya satu metode saja, tetapi harus berbagai varian supaya anak tidak jenuh dan dapat merasakan kesenangan dalam menanggapi materi yang disampaikan melalui on learning. Metode pembelajaran yang paling tepat dalam suasana seperti sekarang adalah Metode Pembelajaran  Karya Wisata (field learning methode ) suatu metode mengajar dengan memanfaatkan lingkungan alam sekitar, lokasi wisata relegi, kebun rumah atau tempat-tempat yang memiliki sumber pengetahuan bagi siswa. Metode mengajar ini dilakukan dengan pendampingan oleh guru ataupun orang tua, saudara dengan dalih mereka bisa melihat dari youtub atau cerita temapt wisata, sejarah. Alam.

Ketiga ; Usahakan memberikan materi-materi pembelajaran berbentuk gambar, Video, Video kartun  bahkan bisa juga berbentuk komik dsbny , usahakan semenarik mungkin. Misalkan contoh dalam pembelajaran Bahasa Indonesia  ( Bercerita ) coba mereka dikasih video kartun tentang cerita sikancil dan buaya. Nah seperti itu.

Keempat ; Sekali-kali kunjungi peserta didik kita ke rumahnya atau ke tempat dimana mereka melakukan On-learning kasih  sambut mereka dengan wajah yang tersenyum kemudian tanya, gimana pembelajaran hari kemarin dan hari ini menyenangkan ? berikan aflause (tepukan tangan ) jika bilang sangat senang, jika ada kendala berikan solusi oleh kita supaya tetap semangat dalam pembelajaran

Kelima ; Berikan stimulus/reword bagi siswa yang berkompeten dan rajin mengikuti kegiatan darring dengan melihat loog Book (Jurnal Kegiatan ). Seorang guru wajib memeriksa jurnal kegiatan seorang siswa secara berkala, agar mereka tidak sisa-sia dan memperoleh nilai plus, apalgi disaat sekarang guru sering terlena dengan tugasnya.



  1. Kendala yang dihadapi.

SMPN 3 Karangnunggal merupakan sekolah rintisan yang berada dipedesaan sebelah selatan kabupaten Tasikmalaya tepatnya di Jalan raya Cidadap Desa Sarimukti KP Petakan  Kecamatan Karangnunggal, perkiraan 20 KM dari daerah ibu kota kecamatan dengan jumlah siswa/siswinya tahun ini berkisar 128 Orang dari data Dapodikdasmen mempunyai lahan tanah 6350M2 , jumlah rombel 11 Kelas tumbuh dan berkembah di daerah perbukitan. 

    Sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan sejak terjadinya pandemi Covid-19 di sekolah SMPN 3 Karangnunggal masih memiliki sejumlah kendala. Tak sedikit para siswa yang akhirnya tidak bisa mengikuti kegiatan belajar karena setiap siswa tidak punya gawai sebagai alat penunnjang dari 128 hanya 65 % mereka yang mempunyai HP dan 5% siswa yang piawai terhadap laptop itu salah satunya, jaringan celuler daya sinyal yang kurang maksimal apalagi anak-anak yang tinggal dipelosok atau pegunungan, jaringan listrik yang kurang bersahabat kadang-kadang suka padam ketika berlangsung proses dalam pembelajaran, bahkan ada orang tua siswa yang belum mampu membeli hp. Siswa yang bisa menikmati proses belajar mengajar secara on-learning dalam keadaan cuaca baik bersahabat hanya berkisar antara 75 % bisa mengikuti, belum lagi anak yang sering bolos dan hanya duduk –duduk saja sambil memainkan gamenya.


  1. Solusi

Pada masa pandemi ini, semua aktivitas dipindahkan kerumah, termasuk juga sekolah. Lantas bagaimana solusi pembelajaran daring agar berjalan terus, titik cerah yang harus kita lakukan disaat pandemi sekarang ini adalah

  1. Technology is not the end ( Tekhnologi Bukanlah Akhir )

Artinya kita jangan terlalu fokus terhadap tekhnologi bilamana kita suatu saat ada kendala ketika kita memakai media pembelajaran tersebut.

  1. Siapkan Genset jika terjadi pemadaman, lebih bagus lagi perlu persiapan yang matang mengontrol keadaan baterai di HP atu di Laptop usahakn punya baterai cadangan.

  2. Pemerintah dan pemangku kepentingan diusahakan giawai media pembelajaran daring diprioritaskan bagi siswa yang kurang mampu agar pembelajaran daring tercapai dan sukses

Kendala lain ada pada murid dan orangtua. Para guru mengajar dengan pola pikir tatap muka di kelas yang dipaksakan untuk disiarkan melalui jaringan. Murid yang terbiasa belajar dengan sistem tatap muka juga kelabakan dengan sistem baru ini. Apalagi para orangtua. Kebanyakan orangtua tidak terlibat dalam kegiatan belajar anak-anaknya. Kini mereka harus terlibat. Jangankan secara keterampilan, secara mental pun mereka tidak siap. Akibatnya, banyak orangtua yang stres, lalu berujung pada kekerasan terhadap anak. Lalu apa yang harus dilakukan? Yang terpenting menurut saya mengubah pola pikir kita soal pendidikan. Namanya juga keadaan darurat, tentu kita tidak bisa berharap hasil yang sama seperti keadaan normal. 

Sebagai solusi yang terbaik dengan keadaan seperti ini , mari kita berdo’a moga bencana wabah covid-19 ini berakhir.