Kamis, 05 November 2020

TRANSFORMASI GURU DI MASA PANDEMI COVID-19

 Oleh: NUR FADILAH, S.Pd

SMP Negeri 1 Pakisaji Kab. Malang



Filsuf Yunani kuno Heracletos (540 - 480 SM ) berkata, “Nothing endurest but change” - tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Perubahan itu mutlak terjadi, untuk itu kita harus bersinergi dengan perubahan. Yang tidak mau berubah berarti menunggu mati. 

Tahun 80-an kita menghadapi era globalisasi, tahun 20-an kita juga menghadapi era revolusi 4.0. Setiap era menuntut adanya perubahan di segala bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan. Perubahan pendidikan di era globalisasi dan era revolusi 4.0 dapat digambarkan berupa terintegrasinya teknologi digital dalam proses pembelajaran berbasis cyber system (sistem siber) yang berlangsung secara online tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Sekitar bulan Maret 2020, badan kesehatan dunia WHO menyatakan dunia mengalami pandemi global Covid-19 termasuk di Indonesia. Adanya wabah pandemi ini juga menjadi salah satu pendorong terjadinya percepatan penerapan sistem revolusi pendidikan 4.0.

Kebijakan physical distancing dan stay home yang diberlakukan pemerintah dalam rangka mencegah dan memutus penyebaran pandemi Covid-19, telah memaksa dunia pendidikan untuk berubah dari yang tadinya belajar di sekolah menjadi belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang umumnya dilakukan secara online dalam skala nasional.

Guru sebagai salah satu pelaku yang mempunyai peran sangat penting dalam dunia pendidikan wajib melakukan trasformasi diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Jangan sampai peran penting guru dalam pendidikan tergeser bahkan tergantikan hanya karena ketidakmampuan guru dalam bertransformasi menyesuaikan diri menghadapi perubahan.

Untuk bisa bertrasformasi dengan baik utamanya dalam menghadapi tantangan pembelajaran di masa pendemi Covid-19, guru perlu memahami dan memiliki kompetensi profesinalisme dalam mengintegrasikan tiga aspek utama yaitu Pedagodi, Konten, dan Teknologi. 

     Pedagogi merupakan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengajar mulai dari kegiatan merancang, melaksanakan, sampai mengevaluasi proses belajar mengajar. Pengetahuan pedagogi itu sendiri meliputi pengetahuan tentang model, pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran, prinsip pembelajaran, teori belajar, dan asesmen perkembangan belajar. 

Selain pengetahuan dan keterampilan dalam belajar mengajar, pengetahuan guru tentang kondisi psikologis, karakter, pengetahuan awal, minat, bakat dan kondisi lainnya pada masing-masing peserta didik juga tercakup dalam pengetahuan pedagogi yang harus dikuasai oleh guru.

Konten adalah pengetahuan materi pelajaran yang akan diajarkan guru kepada peserta didik. Guru harus memiliki pengetahuan tentang struktur konten, sifat konten, dan perkembangan suatu konten. Penguasaannya harus mendalam dan akurat sehingga konten itu sudah terinternalisasi sebagai pengetahuan guru untuk menjawab segala permasalahan kontekstual yang sedang dihadapi dan atau akan dihadapi peserta didik di masa depannya nanti.

Guru harus menguasi konten pembelajaran dengan baik agar materi yang disampaikan tidak melenceng dari apa yang semestinya harus dipelajari. Disiplin keilmuan sangat berperan penting disini. Kelinieran latar belakang pendidikan guru akan sangat menunjang dalam penguasaan konten mata pelajaran yang diampunya. 

Teknologi adalah suatu sistem yang digunakan guru sebagai alat bantu pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan bisa tercapai. Guru dapat memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran, alat administratif, dan sumber belajar. Namun demikian teknologi hanyalah alat, sehingga kunci utama tetap terletak pada kualitas dan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang efektif kepada peserta didik.

Selama sembilan bulan masa pandemi Covid-19 dan masih belum pasti kapan akan berakhir, kenyataannya sudah ada pengaruh positif pada peningkatan penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat ini telah memaksa guru, peserta didik, dan orang tua untuk “akrab” dengan teknologi. 

Guru dituntut untuk melek teknologi. Kemampuan melek teknologi yang harus dikuasai guru mencakup segala pengetahuan dan keterampilan dalam mengakses teknologi dan aplikasinya mulai dari mengenal perangkatnya, mengoperasikannya, mengolah dan mengkomunikasikan pembelajaran dengan teknologi. 

Pembelajaran dengan teknologi oleh guru kepada peserta didik, bisa dilakukan secara bertahap mulai dari teknologi sederhana yang ada disekitar peseta didik hingga pemanfaatan teknologi digital yang canggih. Mau tidak mau, suka tidak suka, semua pihak harus dibelajarkan untuk mengenal dan menguasai teknologi canggih karena memang itulah tuntutan zaman. 

Pengetahuan dan keterampilan untuk memahami dan menguasai aspek Pedagogi, Konten, dan Teknologi dapat dilakukan guru dengan banyak cara, antara lain: banyak mengamati, banyak membaca, mau menulis, melakukan penelitian, belajar dari pengalaman (trial and error) dan mengikuti seminar, pelatihan atau diklat. 

Kesempatan termudah guru untuk menguasai ketiga aspek di atas di masa pandemi Covid-19 sekarang ini adalah dengan mengikuti kegiatan seminar, pelatihan, atau diklat online. Yang mana saat ini banyak sekali diadakan seminar, pelatihan, atau diklat oleh Kemendikbud atau lembaga-lembaga lainnya. 

Dengan mengikuti seminar, pelatihan atau diklat, guru bisa mengembangkan keprofesiannya dengan tetap bisa menjalankan kewajiban utamanya yaitu melakukan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ). Keduanya saat ini bisa dilakukan dalam waktu yang lebih fleksibel karena bersifat online.

Untuk itu guru zaman sekarang wajib menguasai Pedagogi, Konten, dan teknologi. Guru yang menguasi ketiga aspek tersebut akan mampu memfasilitasi pembelajaran peserta didik sesuai kontennya dengan pendekatan pedagogi dan teknologi yang tepat. 

Kesimpulan Pentingnya melihat perubahan dan mau berubah. Serta pentingnya terus bergerak, aktif, dan melangkah maju. Bersama bersikap optimis menghadapi segala tantangan disetiap zaman. Guru wajib untuk bisa bertransformasi menjadi lebih baik sehingga mampu memperkaya lingkungan belajar peserta didik menjadi lebih bermakna dan menyenangkan, yang pada akhinya akan lahir peserta didik yang siap mengahadapi semua tantangan di masa depan.