Minggu, 13 Desember 2020

Jangan Takut Gagal

Oleh Sulistyowati 
SMPN 1 PUJON  Kab. Malang



       “When you fail, You have a choice – focus on facts or focus on feelings.”


Salah satu proses belajar kita ketika kecil adalah belajar berjalan. Mungkin ketika ulang tahun pertama, anda mulai belajar berjalan  kemudian anda pun terjatuh dan terjatuh berulang kali.  Sampai pada akhirnya anda dapat berjalan dengan lancar dan sampai sekarang anda tidak pernah merasa gagal belajar berjalan dalam kehidupan saat ini. Indahnyan juga bahwa si kecil ketika itu tidak pernah mengeluh dan berputus asa terus bangkit untuk menapakan kakiknya agar dapat berjalan. Saya yakin, anda dapat mengingat sebagai orang dewasa suatu kejadian dimana anda gagal satu atau dua kali kemudian anda menyerah. Jadi apa bedanya dengan ketika anda belajar berjalan? Jawabannya adalah anda tidak mengenal konsep kegagalan"

Ingatkah kita? Orang tua kita meyakinkan bahwa kita bisa melakukannya jika terus berusaha dan mereka selalu mendampingi untuk mendorong kita.  Setiap keberhasilan diakhiri dengan kegembiraan dan tepukan, yang memompa diri kita untuk lebih berhasil lagi.  Tiada syarat apapun yang dilakukan orang tua untuk keberhasilan buah hatinya.  Bahkan mereka rela mengorbankan segalanya agar anak-anaknya kelak  tidak pernah menemui kegagalan.

Seringkali, semua berawal dari suatu kejadian di sekolah dimana guru bertanya, “Siapa yang bisa menjawab pertanyaan ini?” dan dengan penuh semangat kita mengangkat tangan bahkan sampai melompat-lompat supaya guru menunjuk kita. Kemudian guru pun menunjuk kita,  lalu kita menjawab dengan keras dan lantang. Tapi kemudian guru kita bilang, “Kamu SALAH, Saya heran melihat kamu”.  Akhirnya benih-benih keraguan pun mulai muncul. Kita merasa malu. Bagi banyak orang, inilah awal terciptanya citra diri yang negatif.  Kelak menancapkan stigma gagal dalam laku kehidupan.

Kegagalan kerap kali dianggap suatu hal yang memalukan. Statusnya pun bagai penyakit tak ingin sekalipun terjangkit. Ditambah dengan respon sosial ketika seorang menjadi orang yang gagal, menambah kesan bahwa kegagalan merupakan hal yang paling tidak diinginkan di dunia. Memang benar, manusia inginya berhasil, sukses dan tanpa ada noda kegagalan. Suatu hal yang wajar ketika banyak orang yang takut akan kegagalan. Jangankan merasakan, membayangkannya saja merupakan mimpi yang terburuk.

Siapa yang tidak pernah mengalami kegagalan? Tidak ada seorangpun yang menuju puncak keberhasilan tanpa mengalami kegagalan, terutama mereka yang memiliki mimpi besar untuk diwujudkan.

Tahukah Anda bahwa kegagalan sebetulnya adalah bagian dari paket keberhasilan yang akan kita rasakan di kemudian hari ketika kita terus menjalani proses dengan disiplin, positif dan pantang menyerah? Setiap orang yang sukses di dunia ini, pasti pernah mengalami kegagalan dan bisa jadi berulang-ulang kali sehingga membuat stres, frustasi, patah semangat, tidak berdaya dan terkadang bisa menjadi hilang arah. 

Marilah terus  memotivasi diri untuk mengingat kembali setiap tujuan dari hidup kita dalam meraih setiap keberhasilan yang sudah ditentukan untuk kita,  apabila kita terus bersemangat dan tidak putus asa ketika menghadapi kegagalan.

Ancaman terbesar dalam hidup adalah tidak mau memeluk resiko.

Orang yang tidak mau mengambil resiko tidak akan melakukan apapun, tidak memiliki apapun, dan bukan jadi apapun. Dia mungkin bisa menghindari sengsara dan sesal. Tapi dia tidak bisa belajar, merasa, berubah, bertumbuh, dan mencintai. Hanya pengambil resiko yang tidak membentengi kebebasan. Beberapa pemeluk resiko yang terkenal dan yakin bisa sebelum melihat hasil dan benar-benar sukses, yang dapat menginspirasi kita antara lain:
1. Thomas Alfa Edison, gagal lebih dari seribu kali dalam percobaan untuk menciptakan bola lampu pijar.
2. Kolonel Sanders, ditolak 1008 kali saat menawarkan resep Kentucky Fried Chicken. Sekarang resepnya dinikmati diseluruh dunia.
3. Bill Gates (Microsoft), punya impian bahwa suatu saat setiap rumah akan mempunyai komputer.
4. Ciputra, mengubah rawa tempat jin buang anak menjadi Taman Impian Jaya Ancol.
5. Mochtar Riady, meninggalkan jabatan direktur BCA dan menjulang sebagai kaisar Lippo Karawaci
6. Jeff Bezos, meninggalkan posisi wakil direktur Wall Street untuk mendirikan amazon.com.
7. Tony Fernandes ( Air Asia ), bermimpi setiap orang bisa terbang ke berbagai tempat di dunia dengan biaya murah.
Masih banyak pemimpi yang berhasil luar biasa karena mereka berani memeluk resiko.
Untuk berhasil,
          - kita jangan malu dicampakkan,
          - putuskan urat malu,
          - jangan gengsi

Hanya jika kita pernah terhempas ke lembah ketiadaan paling kelam, kita baru akan tahu betapa hebat dan nikmat berada dipuncak keberhasilan.

Selalu ada dari suatu kesalahan yang terjadi. Tidak ada salahnya melakukan kekeliruan dan mengawali kegagalan asalkan mau belajar dari setiap kesalahan itu demi meraih keberhasilan yang saat ini tertunda


Ketika Anda mengalami kesulitan dan kegagalan dalam menghadapi proses menuju kesuksesan, lakukan beberapa hal di bawah ini:

  1. Sabar dan tidak putus asa.

  2. Belajar dari kesalahan dan segera bangkit.

  3. Melihat kelemahan dan bangkit melalui kekuatan dan melihat peluang yang ada.

  4. Selalu optimis bahwa keberhasilan pasti ada di depan mata.


Untuk menyegarkan kembali pikiran Anda, berikut ini cara Howard Schultz, CEO Starbuck menghadapi kegagalannya:

  1. Jangan menyalahkan orang lain dan diri sendiri. Jangan cari siapa yang salah, siapa yang benar karena hal tersebut membuang waktu dan dapat menyebabkan kita kehilangan arah. Menurutnya semua sudah terjadi dan tidak penting mencari siapa yang salah. Alih-alih cari siapa yang salah, segeralah cari bagaimana solusinya.

  2. Fokus pada solusi, cari tahu penyebab kegagalan. Fokuskan segala resources (pikiran, tenaga dan perhatian) pada solusi. Cari jalan yang terbaik bagaimana agar bisa bangkit kembali dalam waktu yang cepat.

  3. Tetap berorientasi pada visi dan misi awal. Gagal adalah sebuah peringatan, untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Visi dan misi menjadi tujuan utama dan cari cara untuk mewujudkannya.

  4. Berinovasi dan lakukan hal-hal yang pernah dilakukan agar bisa kembali bangkit. Singkirkan hal-hal yang menjadi penghalang dan penghambat. Buatlah perubahan yang besar. Starbuck harus melakukan banyak perubahan untuk bisa bangkit dari 16 bulan krisis keuangan.

  5. Jangan pernah takut gagal, terlebih jika Anda pernah gagal. Ketakutan bukanlah alasan untuk berhenti berusaha. Terus bergerak, tetap melangkah dan memiliki optimisme.

  6. Selalu jujur pada diri sendiri, karyawan, pelanggan dan semua orang. Usaha apapun membutuhkan rasa percaya. Kejujuran adalah modal utama untuk mendapatkan rasa percaya.

  7. Ikuti perubahan yang terjadi karena dunia di sekitar kita akan terus mengalami perubahan. Kalau kita tidak bisa mengikutinya, kita akan tertinggal. Perubahan merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya kegagalan dan perubahan memang cara terbaik pula yang bisa digunakan ketika kita ingin bangkit setelah mengalami kegagalan. 


Tahukah Anda, ternyata kesuksesan yang diraih oleh orang-orang sukses di dunia ini berawal dari suatu kegagalan yang pernah mereka alami. Setiap kesalahan dan kegagalan yang mereka alami sebagai batu loncatan untuk meraih kesuksesan mereka


Bahkan jika kita pun dengan ajaibnya selalu berhasil melakukan sesuatu, mungkin kita tak akan mengerti apa itu berdo’a. Seseorang yang gagal yang sadar bahwa segala sesuatu dapat terjadi, bahkan hal yang diluar ekspektasi. Kegagalan hanyalah cara Allah SWT  untuk menunjukkan bahwa saatnya kita untuk kembali kepadaNya. Diamlah dan merenunglah sejenak, lihat ke dalam diri dan harapkan kepada Sang Ilahi Robbi. Berserah bukan berarti pasrah, berusahalah dengan sungguh sungguh dan biarkan Alloh SWT  menyelesaikannya. Allah SWT Maha Rahman dan Yang Maha Baik tak akan tega menggagalkan niat niat hambanya yang baik. 


Ketika orang berdoa kepada Allah maka ia melibatkan kekuatan yang paling besar di semesta ini. Sehingga ketika kegagalan menghampiri, dia yakin bahwa ini hanyalah sebagai ujian untuk menguatkanya dan ketika berhasil maka itu merupakan anugerah yang patut disyukuri. Selamat berjuang wahai para sahabat dan memaknai segala keberhasilan maupun kegagalan dengan bijak serta mengembalikan semuanya kepada Sang Pemilik Keberhasilan Yaitu Allah Azza Wajalla, Barakallah. 



DAFTAR PUSTAKA 


Ilam Maolani. 2015. Sikap ‘Cerdas’ Menghadapi Kegagalan. Kompasiana.com – https://goo.gl/Mn1imc

M.Yusuf dkk, 2003. Kultum Kuliah Tujuh Menit. Jombang: Lintas media 

Suhardi. 2009. Cara Pintar Menghadapi Kegagalan. -https://goo.gl/Ia8ENq

Sulistyowati. 2019. Mengelola Diri Untuk Meraih Sukses. Batu: Beta Aksara.