Sabtu, 09 Januari 2021

MENGGUGAT KEBERADAAN TV SWASTA SAAT BELAJAR DARI RUMAH DI MASA PANDEMI COVID-19

 


Oleh:

Rizki Mega Saputra,S.Pd

Pengajar SMPN Satu Atap Nyogan


Pandemi Covid-19 kurang lebih sudah memasuki bulan ke sepuluh mewabah di negara kita. Kondisi seperti ini sangat menyulitkan kita semua, apalagi perubahan-perubahan aturan yang terkadang belum melihat berbagai sisi untuk diterapkan kepada masyarakat banyak. Sisi yang penulis lihat dari segi pendidikan. 

Kondisi pendidikan kita juga tidak pasti dengan pandemi ini. Perubahan media pembelajaran dari konvensional ke metode daring membuat guru dan siswa mengalami kesulitan.

Kemdikbud sudah banyak mengeluarkan kebijakan-kebijakan hebat untuk mengatasi pendidikan yang sedang melanda negara saat pandemi seperti ini, meskipun tidak semua guru siap dengan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah secara mendadak. 

Salah satu kebijakan yang penulis rasa tepat yaitu pembelajaran melalui televisi nasional yang disiarkan oleh TVRI. TVRI menjadi satu-satunya stasiun televisi yang menayangkan edukasi secara terjadwal bagi para siswa di tengah kendala pembelajaran secara daring. Hanya saja, tayangan itu belum bisa diakses seluruh masyarakat.

Pemerintah berjuang keras untuk menayangkan pembelajaran dari rumah melalui televisi dengan berbagai materi yang disampaikan perjenjang meskipun masih perlu pengembangan untuk konten materi yang disampaikan dan dikemas dengan baik sehingga siswa yang mendapatkan akses sinyal bisa lebih senang mempelajarinya.

Pemerintah dengan begitu gencarnya memberikan pelayanan pembelajaran untuk mengatasi kesulitan pembelajaran saat pandemi, lalu bagaimana dengan televisi swasta kita? Apakah tidak mendapatkan keuntungan dari sisi ekonomi mereka.

Kritik yang penulis sampaikan adalah apakah permasalahan pendidikan kita ini hanya milik pemerintah saja, padahal yang kita tahu tidak semua masyarakat kita mendapatkan sinyal chanel TVRI di rumah masing-masing terlebih lagi daerah-daerah terdalam. Masyarakat hanya bisa menikmati program televisi yang berisi chanel gosip. Kondisi siswa berada dirumah akan lebih banyak didepan televisi maka sudah pasti semua yang ada dalam program televisi akan dikonsumsi siswa. Biasanya siswa akan banyak duduk depan televisi saat pagi hari. 

Bisa jadi televisi swasta memang tidak mendapatkan timbal balik yang secara dari sisi ekonomi pemasukan yang banyak dibandingkan program gosip dan lawakan apalagi program-program baru yang televisi swasta sangat banyak dengan program yang tidak memberikan pengetahuan dan wawasan Indonesia. Penulis amati hampir televisi swasta memilik program gosip, terlebih lagi sedang ramai perbincangan arti GA dan MYD terkait dengan video yang tersebar. Berita itu berulang kali disiarkan sehingga masyarakat kita akan tanpa disadari mengkonsumsi terus. 

Saran penulis pemerintah mulai menggandeng televisi swasta dengan tujuan membantu untuk pembelajaran siswa, karena ini merupakan tanggungjawab bersama bukan hanya pemerintah atau guru sebagai pendidik yang bertanggungjawab penuh dalam kondisi seperti ini.  

Harapan penulis ini dapat meringankan beban guru yang gagap teknologi dan tidak bisa membuat video pembelajaran yang kreatif. 

Semua berharapa pandemi ini segera berlalu, agar semua kita bisa berjalan seperti biasa normal kembali. 

Mari kita saling bergotong royong agar menjadi Indonesia hebat.