Minggu, 28 Februari 2021

PEMANFAATAN AKUN BELAJAR.ID

 Oleh Nursyamsi, Pare-pare Sulsel

Memasuki bulan kesebelas sejak siswa belajar dari rumah akibat adanya pandemi covid-19, membuat beberapa guru dan peserta didik bingung menggunakan metode dan model pembelajaran untuk kelancaran aktivitas pembelajaran dengan jarak jauh. Pemerintah kemudian hadir memberikan beberapa solusi, salah satunya yaitu melalui peluncuran Akun Pembelajaran dengan domain belajar.id. pada hari Jumat, 11 Desember 2020. Akun elektronik tersebut dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk mengakses layanan pembelajaran berbasis elektronik. Akun ini diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) dengan tujuan mendukung kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) di masa pandemi. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua PGRI kota Parepare bapak H.M.Makmur, S.Pd.,M.M. menyambut hangat dengan menggandeng bapak Haeruddin,S.Pd.Gr. yang merupakan duta rumah belajar kota Parepare untuk mengadakan kegiatan Workshop Pemanfaatan Akun belajar.id terintegrasi dengan Rumah Belajar untuk pembelajaran jarak jauh bekerjasama dengan Google For Education. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 februari – 1 Maret 2021 melalui google meet, youtube, dan google class room, dan pendaftaran peserta dilakukan secara online melalui google form dengan jumlah pendaftar 68 orang dari berbagai jenjang yaitu guru SD, SMP, dan SMA se kota Parepare.

Rabu, 24 Februari 2021 pukul 08.00 WITA, Kegiatan diawali dengan acara pembukaan oleh ketua PGRI Kota Parepare. Beliau menyampaikan harapan-harapannya kepada peserta workshop untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dalam kegiatan workshop. Beliau juga tidak lupa mengenalkan tentang akun pembelajaran yang merupakan akun elektronik yang memuat nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan/aplikasi pembelajaran berbasis elektronik. Dalam sambutannya disampaikan pula bahwa Kemendikbud menyarankan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan untuk menggunakan Akun Pembelajaran karena beberapa alasan yaitu:

  1. Akun Pembelajaran akan menjadi salah satu jalur komunikasi resmi Kemendikbud ke peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan,

  2. Akun Pembelajaran akan digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi resmi Kemendikbud,

  3. Materi dan informasi dari Kemendikbud, misalnya terkait bantuan pemerintah dan Asesmen Nasional, akan dikirimkan ke alamat pos elektronik Akun Pembelajaran.

Kegiatan workshop dilaksanakan secara in-on yaitu pada tanggal 25 – 26 Februari 2021 melalui Google Meet (in) trainer menyampaikan materi dengan mengenalkan fitur-fitur yang dapat dimanfaatkan dengan menggunakan akun belajar.id. Selanjutnya tanggal 27 februari – 1 Maret 2021, kegiatan dilanjutkan melalui Google Class Room (on) yaitu penugasan kepada peserta workshop. 

Kegiatan on (penugasan) harus diselesaikan sesuai batas waktu yang ditentukan yaitu tanggal 1 Maret 2021. Penugasan berupa mengaktifkan akun belajar.id, membuat folder di Google Drive yang berisi file Google docs, Google Sheets, dan Google Slides, membuat kelas di Google Class Room yang berisi satu postingan pengumuman, melakukan pertemuan melalui Google Meet dengan mengundang satu orang, membuat satu jadwal melalui Google Calendar, dan menampilkan screenshot Gmail akun belajar.id.

Peserta workshop ternyata sangat antusias menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Trainer, sehingga pada hari pertama penugasan, sekitar 30% peserta sudah memasukkan tugasnya di kantong tugas, meskipun batas waktu penyetoran tugas masih lama. Hal ini tentunya dapat kita jadikan ukuran bahwa pemahaman guru untuk memanfaatkan akun belajar.id sudah bagus, dan diharapkan bisa mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran jarak jauh. (Nursyamsi, Parepare, 28/02/2021).

SSK Menekan Angka Pernikahan Dini

Narasumber dan peserta workshop SSK di Era PJJ

Sociusmedia.Jambi (27/2). "Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sejatinya hadir sebagai salah satu upaya untuk menekan angka pernikahan dini." Demikian disampaikan Yanto Surya Hadiyanto, M.Pd saat gelaran Workshop SSK era PJJ di Jambi (24/ 2).

Menurut narasumber nasional SSK ini fenomena pernikahan dini semakin rumit ketika dikaitkan dengan adanya anggapan di masyarakat bahwa menikah di usia muda lebih baik dan sedikitnya informasi kependudukan yang diterima siswa. "Untuk itulah program SSK ini sangat penting diterapkan mengingat bahwa program-program tentang informasi kependudukan sangat sedikit diperoleh siswa." papar Yanto.

Yanto Surya Hadiyanto (atas) dan Rizki Mega Saputra (Bawah0 saat Workshop SSK era PJJ



Lebih lanjut Ketua Pengurus Daerah FKGIPS Kab. Sukabumi, Jabar ini memaparkan secara rinci Penerapan Program SSK ini yang langsung dimuat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sehingga guru langsung bisa menyisipkan materi tentang kependudukan kepada peserta didik terutama dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial bidang gografi. Jenjang SMA bisa langsung di terapkan pada mata pelajaran Geografi dengan bab terutama di masalah dinamika kependudukan.

RPP dan LKPD SSK

Pada kegiatan Workshop SSK ini sebelum Yanto Surya Hadiyanto juga tampil pemateri pertama, Insyah Yulikah, S.Psi, M.Sc. dari BKKBN Jambi. Insyah menyampaikan materi yang berjudul "Pelaksanaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMP". Menurut Koordinator  Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Jambi ini masih belum banyak sekolah-sekolah yang menerapkan Program Sekolah Siaga Kependudukan di jenjang SMP dan SMA.

Pada hari kedua, Kamis (25/2) materi workshop disampaikan oleh Wijaya, M.Pd. dengan moderator Sri Rahayu, S.Pd. Ketua Umum PP FKGIPS Nasional ini menyampaikan materi singkat namun padat berkaitan dengan pembelajaran yang inovatif. "Pembelajaran itu akan terus berjalan guru tidak akan bisa berdiam diri untuk sebuah pembaharuan, jadi guru harus terus belajar jangan sampai peserta didik yang lebih menguasai sedangkan guru hanya melakukan pembelajaran cara lama. Terutama di era pembelajaran jarak jauh mau tidak mau harus dipaksa untuk mengubah pola mengajar yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh guru." ungkap Kang Jaro sapaan akran Wijaya,M.Pd.

Dilanjutkan materi kedua tentang pembelajaran menggunakan google slides. Materi ini disampaikan oleh Rizki Mega Saputra,S.Pd. Kegiatan ini praktik membuat kelas virtual yang memanfaatkan google slides. Materi yang disampaikan sangat detail dari setiap menu yang ada di google slides, sehingga peserta sangat antusias dalam menyampaikan pertanyaan. Praktik membuat kelas virtual memang sangat singkat waktunya namun narasumber sudah membuat materi dalam bentuk google slides dengan langkah-langkan yang mudah terutama tautan yang disematkan melalui kanal youtube.

Di sesi terakhir, narasumber yang juga salah satu TIM IT FKG IPS Nasional paling muda mengatakan bahwa disadari atau tidak guru adalah seorang marketing pendidikan yang harus mengolah dan menjual pendidikan lebih baik dari segi inovasi dan strategi pembelajaran sehingga banyak generasi hebat dimasa mendatang.

Pada kesempatan yang sama Dona Aries N, S.Pd dalam laporannya saat sesi pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan workshop Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di era PJJ ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 24 dan 25 Februari 2021 secara virtual menggunakan platform zoom meetingAgenda hari pertama membahas tentang Sekolah Siaga Kependudukan berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi Jambi kemudian hari kedua tentang belajar inovatif dan membuat kelas virtual dari google slides.

Menurut Ketua FKG IPS Nasional PW Jambi ini bahwa workshop ini merupakan kegiatan perdana PW FKGIPS Jambi untuk tahun 2021. "Peserta yang mengikuti kegiatan workshop ini di luar dugaan dari panitia penyelenggara. Semula kegiatan ini hanya ditargetkan untuk guru-guru  IPS jenjang SMP Provinsi Jambi. Ternyata diminati pula peserta dari luar Jambi, seperti dari Aceh, Sumut, Sumbar, Samarinda, DKI Jakarta, NTB, NTT, dan Kalteng. Secara keseluruhan peserta terdata sebanyak 231 orang." jelas Dona. (RMS-Socius 02)














Sabtu, 27 Februari 2021

Guru Wajib Turut Membumikan Literasi Budaya dan Kewargaan

Dedi Supriatna, M.Pd. saat menyampaikan laporan kegiatan seminar (20/2)


Cimahi.Socius (27/2). "Satu hal penting yang wajib dilakukan seorang guru adalah turut serta membumikan literasi budaya dan kewargaan. Ini penting dilakukan di era global sekarang." Demikian disampaikan Dedi Supritana kepada Socius Media sebelum penutupan acara bertajuk Webinar Membumikan Literasai Budaya dan Kewargaaan (27/1).

Lebih lanjut lelaki yang juga menjabat ketua MGMP IPS Kota Cimahi dan juga Pengurus FKGIPS Jabar ini menuturkan, bahwa acara webinar yang dihelat atas kerjasama MGMP IPS Kota Cimahi, FKGIPS Kota Cimahi dan Perpustakaan SMPN 1 Kota Cimahi, dimaksudkan sebagai upaya untuk mengingatkan kembali para guru, terutama guru IPS, tentang pentingnya upaya membumikan literasi budaya dan kewargaan.

Acara webinar sendiri dibuka secara resmi oleh Kadisdik Kota Cimahi, Harjono, S.Pd., MM. Dalam sambutan yang disampaikan pada hari pertama kegiatan, Harjono mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleg guru-guru IPS ini. selain itu ia pun menegaskan pentingnya guru-guru untuk selalu meningkatkan wawasan dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada para peserta didik. Upaya elalu mingingkatkan wawasan penting dilakukan mengingat beratnya beban tugas yang harus dipikul guru, terutama dalam menanamkan nasionalisme pada diri siswa.

Kadisdik Kota Cimahi bersama Nara Sumber hari pertama (20/2)


Tampil sebagai nara sumber dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 20 dan 27 Februari 2021 ini antara lain T. Bachtiar anggota riset Cekungan Bandung, Machmud Mubarok dari Tjimahi Heritage, dan Dr. Jajang Hendar Hendrawan, S.Pd., M.Pd.dari 3 STKIP Pasundan Cimahi. Sangat disayangkan satu pemateri yang sangat ditunggu kehadirannya, yaitu H. Dedi Mulyadi, anggota komisi IV DPR RI berhalangan hadir. 

T. Bachtiar sebagai penggiat alam dan riset Cekungan Bandung menekankan pentingnya pemahaman tentang toponimi wilayah, potensi bencana dan mitigasinya. Menurut lulusan geografi IKIP Bandung ini dengan pemahaman yang baik atas toponimi maka potensi kerugian akibat bencana dapat diminimalisir.

Penggiat sejarah Cimahi, Machmud Mubarok, yang tampil bersama T. Bachtiar di hari pertama (20/2) menyampaikan secara rinci mengenai sejarah dan perkembangan Kota Cimahi, dari sejak penjajahan hingga saat ini.

Hari kedua webinar yang digelar pada Sabtu pagi (27/2) yang sejatinya akan menampilkan duet Jajang Hendra dan Dedi Mulyadi urung terlaksana. Ini terkait adanya acara mendadak dari mantan Bupati Purwakarta yang harus meninjau lokasi bencana longsor di Purwakarta. walaupun demikian, Jajang yang juga Ketua 3 STKIP Pasundan mampu memukau peserta lewat paparan seputar etnopedagogik budaya Sunda dalam bingkai literasi budaya dan kewargaan. (EC-Socius 01)  

Jumat, 26 Februari 2021

Guru IPS Wajib Merespon Positif Perkembangan IT

Peserta Pelatihan Google Workspace for Education FKGIPS Jabar.
Insert Dian Diana, M.Pd, master trainer Google Workspace for Education

Bandung. Socius (26/2). "Guru IPS sebagai bagian dari komunitas pendidikan nasional wajib merespon secara postif perkembangan IT terkait pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)." Demikan disampaikan Enang Cuhendi saat menutup kegiatan Pelatihan Google Workspace for Education FKGIPS Jawa Barat sore ini (26/2).

Ketua PW FKGIPS ini juga menambahkan bahwa ada sisi positif dari adanya pandemi Covid-19, PJJ yang idealnya menurut para pengamat pendidikan baru bisa dilaksanakan di Indonesia pada sekitar 2040 ternyata bisa dikenal oleh kalangan pendidikan di Indonesia pada saat ini. Secara lebih cepat guru "dipaksa" untuk merespon perkembangan IT untuk PJJ. Respon atas Revolusi Industri 4.0 yang semula dikhawatirkan akan berjalan lambat juga berjalan luar biasa.

Senada dengan itu, Dian Diana yang tampil sebagai nara sumber pelatihan mengingatkan guru-guru terus belajar dan memanfaatkan IT untuk pembelajaran semaksimal mungkin. Menurut master trainer Google Workspace ini keberadaan Google Workspace yang dulu bernama Google Suite sangat bermanfaat untuk membantu PJJ. "Apalagi saat ini pemerintah sudah mengeluarkan akun belajar.id yang bisa dimanfaatkan untuk akses gratis ke Google Workspace for Education, semua guru dan siswa bisa dengan mudah memanfaatkan akun google ini untuk pembelajaran secara gratis." lanjut guru IPS di SMPN 1 Cihampelas Kab. Bandung Barat.

Kegiatan Pelatihan Google Workspace for Education yang digagas PW FKGIPS Jabar sendiri berlangsung dari 22 s.d. 26 Februari 2021. Pelatihan dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting dan Google Meet.  Peserta kegiatan merupakan para members resmi FKGIPS Nasional yang dibuktikan dengan kepemilikan NPA.

Pada kesempatan ini Dian Diana sebagai nara sumber tunggal memperkenalkan sekaligus melatih peserta mengenai paket materi Google Workspace seperti: pemanfaatan google drive, google slide, google doc, google worksheet, google classroom, google meet dan google mail. Semua dilakukan melalui teori, praktek dan penugasan.

Tercatat dari 152 orang peserta yang mendaftar hanya sekira 50-an yang masih bertahan sampai akhir untuk menuntaskan pelatihan. Aneka ragam alasan, mulai dari tidak memiliki akun belajar.id, faktor jaringan, kuota, kondisi alam sampai pada kesulitan mengerjakan tugas muncul kepermukaan. Walau demikian antusiasme luar biasa ditunjukkan oleh pesert, terutama ibu-ibu yang terus tertantang untuk menuntaskan pelatihan yang sertifikatnya langsung dikeluarkan oleh google ini. (Socius 01)

Keajaiban Pada diri kita



Oleh Sulistyowati

SMPN 1 PUJON  



Obedience & Sincerity Carry Out The Commandments Of Alloh Inviting Miracles In Us” 


Sebagai pembuka dalam tausiyah, sang  Kyai  menceritakan bahwa pada jaman dalahu Nabi Musa dengan tongkatnya mampu membelah laut merah jadi dua. Sedangkan Nabi Ibrahim tidak terbakar dalam kobaran api. Atau jaman Rasulullah Muhammad yang mampu memenangkan perang Badar yang kala itu posisinya tidak seimbang, yang kecil mengalahkan yang besar. Dari peristiwa tersebut orang sering menyatakan bahwa hal tersebut adalah keajaiban dan pertolongan Allah. Sang Kyai kemudian memberikan pertanyaan, apakah keajaiban dan pertolongan Allah itu semata-mata karena Musa, Ibrahim, dan Muhammad itu karena menyandang manusia pilihan sebagai nabi atau rasul ? Jawabannya ternyata Tidak. Lanjut sang Kyai, pertolongan dan keajaiban itu datang karena Nabi Musa, Ibrahim, dan Muhammad itu telah memenuhi syarat untuk mendapatkan keajaiban sesuai dengan hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah. Dan itu berlaku sepanjang masa dan kepada siapa saja.

Walaupun seorang nabi, keajaiban dan pertolongan Allah tidak mesti diberikan kepadanya jika syarat-syarat itu tidak terpenuhi. Hal ini bisa dilihat dari kekalahan umat Islam dalam Perang Uhud, padahal yang memimpin perang itu Rasulullah sendiri. Jika ditelaah lebih lanjut ternyata dalam Perang Uhud tersebut banyak hukum-hukum Allah yang dilanggar. Motivasi perang tidak didasari ikhlas karena Allah tetapi karena memperebutkan harta rampasan perang.

Pada waktu itu Rasullullah telah memerintahkan kepada pasukan pemanah untuk tetap pada posisinya apapun yang terjadi. Suasana perang waktu itu umat Islam hampir memenangkan pertempuran. Melihat kondisi tersebut pasukan pemanah rupanya tidak sabar untuk turun gelanggang meninggalkan posisinya, dengan motivasi memperebutkan harta rampasan. Dan itu berakibat celaka, umat Islam mengalami kekalahan.

Pertolongan Allah dan keajaiban itu bisa terjadi pada manusia biasa asalkan memenuhi syarat dan telah ditetapkan Allah tadi. Dengan patuh dan tunduk terhadap hukum-hukum Allah maka keajaiban itu akan datang, berbuat baik dan ikhlas salah satu diantaranya. Sang kyai juga memberi contoh bahwa ada kisah tiga pemuda yang teperangkap dalam gua, kemudian mereka dapat selamat dengan meminta pertolongan Allah dengan kebaikan dan amalan yang pernah dilakukannya. Dan perlahan-lahan batu yang menutupi gua dapat terbuka.

Sang kyai  juga memberi contoh yang terjadi di jaman modern ini. Yang mengisahkan seorang murid yang ada di Malaysia. Pada waktu itu sedang diadakan ujian tertulis. Sang murid ini dalam beberapa lama tidak menuliskan jawaban sekalipun. Tetapi dalam beberapa saat kemudian murid ini begitu lancar dalam menulis jawaban dan tidak terasa semua soal terjawab sudah. Karena sudah selesai ia kumpulkan lembar jawaban sebelum waktunya sedangkan teman-teman yang lainnya masih sibuk mengerjakan, dan ia pun keluar ruangan.

Sang pengawas pun merasa heran, dan ia pun menemui dan menanyai murid tersebut mengapa bisa begitu lancar mengerjakan sedangkan pada mulanya tersendat. Sang murid pun bercerita bahwa sebenarnya ia pada mulanya memang tidak bisa menjawab soal yang diberikan itu karena memang ia tidak sempat untuk belajar. Alasannya bukan malas tetapi setiap malam ia harus menunggu ibunya yang sedang sakit keras. Ia menungguinya dengan penuh rasa kasih sayang dan hampir matanya tidak pernah terpejam. Ia mempunyai pendirian lebih baik menunggui ibunya daripada dipakai untuk belajar.

Pada waktu ujian seperti diduga ia tidak dapat mengerjakan soal itu. Dalam kesulitan itu ia sempat berdoa “Ya  Allah jika memang apa yang telah saya lakukan kepada ibu saya itu merupakan yang terbaik, tolonglah saya dalam kesulitan ini”. Dan tiba-tiba di depannya tertampang seperti buku yang memberikan semua jawaban dalam soal itu. Kemudian sang murid itu pun tinggal menyalinnya.

Dari beberapa uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa keajaiban dan pertolongan Allah itu bisa terjadi kepada siapa saja, asal syarat-syaratnya terpenuhi. Dalam skala kecil saya teringat pernyataan yang diucapkan Mario teguh bahwa jika kebaikan ingin berpihak kepada kita maka kita harus memantaskan diri untuk menjadi baik sehingga kebaikan itu pantas untuk kita dapatkan. Sering kali kita meminta yang kita inginkan tetapi kita belum pantas menerimanya.

Maka kita semua mempunyai kesempatan untuk mendapatkan keajaiban dan pertolongan Allah, sekali lagi asalkan syarat-syaratnya terpenuhi. Yaitu memenuhi semua hukum Allah yang telah ditetapkan dan ini berkaitan pula dengan hukum sebab akibat. Menjalankan perintah atau hukum Allah tersebut kadang terasa berat, seperti apa yang dilakukan oleh sang murid tersebut dalam menjaga ibunya. Dan juga harus bisa mengendalikan segala godaan dihadapan kita seperti godaan pasukan pemanah yang ingin menguasai harta rampasan perang. Jika masih belum, paling tidak kita terus berusaha berbuat baik dan mencegah kemungkaran (amar ma’ruf nahi mungkar). Mudah-mudahan keajaiban dan pertolongan Allah itu akan datang karena kita meminta dan berusaha, atau terkadang  justru datang pada waktu yang tidak disangka-sangka.  Jangan pernah berputus asa, jangan juga berhenti berharap akan datangnya keajaiban. Tetapi ingat, keajaiban itu adalah anda sendiri. Selamat berjuang wahai sahabat, ingat bersama Alloh semua jadi mungkin. 




                                           DAFTAR PUSTAKA 

Abu Bakar AS. 1992. Kepada Para Pendidik Muslim. Jakarta: Gema Insani Press

Dirjen GTK. 2018. Pedoman Umum Program PKB. Jakarta: Kemendikbud

M.Yusuf dkk, 2003. Kultum Kuliah Tujuh Menit. Jombang: Lintas media 

Sapriya. 2012. Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 

Sulistyowati. 2019. Mengelola Diri Untuk Meraih Sukses. Batu: Beta Aksara. 

 

http://www.dakwahtuna.com/2007/03/29/138/menjadi-pelopor-   

kebajikan/#ixzz6F7V0C4ZJ



                                                   








                            

                                   


Selasa, 23 Februari 2021

Cari Aman di Era Informasi


Oleh Enang Cuhendi

Dalam sebuah talkshow di channel Youtube TVOne, Prof. Dr. Salim Haji Said, seorang guru besar ilmu politik, mengatakan bahwa hidup pada masa sekarang lebih baik cari aman saja. Caranya dengan tidak banyak berkomentar atau mengomentari hal-hal yang tidak perlu untuk dikomentari.

Secara pribadi penulis setuju dengan apa yang disampaikan Prof. Salim Haji Said. Memang benar adanya bahwa untuk keselamatan diri, keluarga dan tentramnya kehidupan untuk saat ini langkah seperti yang disampaikan penulis buku Dari Gestapu ke Reformasi tersebut perlu dilakukan. Kita tidak perlu banyak mengomentari hal-hal yang tidak perlu dikomentari.

Di era kejayaan media sosial seperti sekarang berbagai aplikasi media sosial bermunculan. Kita mengenal adanya berbagai media sosial, seperti: twitter, facebook, istagram, telegram, tiktok, Line,  MiChat dan sebagainya. Kemudian kita pun mengenal aneka portal berita berbasis aplikasi, seperti halnya aplikasi Baca Berita atau Babe, Kompas.com. Liputan6.com, IDN App, Kurio, Tribunnews.com dan banyak lagi yang lainnya.

Semua aplikasi tadi memberi banyak  kemudahan untuk mengases berita dan berkomunikasi. Aneka berita terbaru dan terhangat bisa dengan mudah kita dapat. Selain itu kemudahan untuk berkomunikasi dan berinteraksi juga sangat mudah kita nikmati. Bahkan semua memuat kolom khusus agar pengguna atau warganet bisa saling berkomentar atau berinteraksi.

Nah, terkait dengan kemudahan menulis komentar ini yang perlu benar-benar mengedepankan asas kehati-hatian. Salah-salah kita memberikan komentar kita bisa terlibat dengan masalah besar. apalagi kalau komentar yang diberikan bersinggungan dengan masalah SARA, tidak beretika atau mengandung unsur penghinaan dan ujaran kebencian. Saat ini jangan sembarangan memberikan komentar di media sosial atau aplikasi berita. Salah kita berkomentar urusannya bisa jadi panjang. Apalagi terkait dengan pemerintahan. Kita tidak pernah tahu akan masalah yang timbul ke depan pasca kita melontarkan komentar.

Menurut Prof. Salim Said dalam sistem pemerintahan sekarang kita tidak pernah tahu siapa yang sebenarnya berkuasa. Berbeda dengan zaman Orde Baru yang menurutnya bisa dengan mudah mengatakan kalau yang berkuasa saat itu adalah mantan Presiden Soeharto. Di saat kita memenuhi permintaan Presiden Joko Widodo untuk mengkritik, ternyata ada orang lain atau orang dekat di pemerintahan yang kepentingannya terganggu dan mempersoalkan. Masih menurut Salim Said, di era oligarkhi sekarang, saat bukan satu orang yang berkuasa, banyak orang kepentingan-kepentingan  yang kita salah duga. Kita mengkritik A, yang marah malah bisa B atau C.   

Bijaklah dalam berkomentar, bahkan bila perlu tidak usah kita berkomentar bila memang tidak perlu, Cari aman saja jangan sampai menjadi terlapor karena dalih pelanggaran UU ITE. Sikap kritis sangat diperlukan, tapi sikap cari aman juga mutlak dibutuhkan. ada cara lain selain mengkritik, yaitu berkontribusilah secara efektif lewat karya kreatif dan inovatif yang lebih bermakna dan memberi manfaat.

Cerdaslah dalam berliterasi digital. Pahami dan ikuti aturan yang ada. Gunakan perangkat digital kita dengan bijak. Jauhkan diri dari masalah yang mungkin menjerat, saat kita kurang literat. 

Cicalengka, 23 Februari 2021; pukul 10.35

Jumat, 19 Februari 2021

Menemukan Ide Menulis

Oleh Enang Cuhendi*

Dalam pertemuan Bincang Socius Writers Club (SWC) FKGIPS melalui zoom meeting siang tadi, ada pembahasan yang menarik. Pembahasan terkait bagaimana kita mampu menemukan ide atau gagasan awal untuk menulis. Masalah ini menjadi menarik karena masalah menemukan ide ini memang seringkali menjadi masalah tersendiri bagi setiap penulis pemula.

Ketika ingin menulis tidak jarang kita susah menemukan ide yang hebat. Dalam pikiran kita seolah semua ide, judul atau tema seakan sudah dibabat habis oleh orang lain. Kita pun akhirnya tidak jarang berpikir sepertinya tidak mungkin untuk menulis, apalagi sampai menghasilkan buku. Proses menulis pun akhirnya stagnan alias tidak maju lagi.

Lantas kalau ingin tetap menulis, apa yang harus ditulis? Kalau berbicara ideal tentu saja idealnya yang ditulis itu harus sesuatu yang baru, orisinal, belum pernah ditulis sebelumnya, yang benar-benar berbeda dari yang sudah ada atau mungkin sebuah tema yang luarbiasa, eksotis atau bahkan aneh. 

Ide-ide tulisan sebenarnya ada banyak terserak di sekitar kita, hanya kadang kita tidak menyadari atau tidak mengetahuinya bahwa itu bisa dijadikan bahan tulisan. Menulis sejatinya adalah sebuah bentuk penjabaran dari apa yang kita ketahui selama ini. Untuk itu tulislah apa yang kita ketahui tidak perlu menulis yang tidak kita ketahui. Yang kita tahu ini mungkin bisa dari keahlian kita, pengalaman keseharian di rumah, di masyarakat, di tempat kerja, atau ditempat-tempat yang kita pernah kunjungi. Juga bisa dari apa yang kita baca atau tonton. Mungkin juga dari aneka opini ataui curkatan. 

Banyak tulisan atau buku yang dibuat dari aneka hal di atas. My Stupid Boss berbicara  tentang kehidupan di kantor dan interaksi bawahan dengan atasan dengan kata lain idenya diambil dari pengalaman di tempat kerja. Laskar Pelangi bersumber dari pengalaman hidup sang penulis, Andrea Hirata, saat kecil di Belitung. Begitu juga Mimpi Sejuta Dollar ditulis Merry Riana dari kisah hidupnya pribadi ketika bersekolah di negeri orang. Buku Belajar Mudah Kimia pasti ditulis oleh penulis yang memang tahu atau bisa tentang Kimia. Begitu juga dengan Kumpulan Rumus Matematika atau Rangkuman Bahasa Inggris besar kemungkinan ditulis oleh penulis yang memiliki pengetahuan di bidang yang ditulisnya. Banyak juga buku yang ide dasarnya berawal berasal dari hobi atau passion si penulisnya.

Buku sederhana karya penulis yang diberi judul Monolog Kang Guru, kumpulan artikel pendidikan didasarkan pada berbagai hal yang penulis lihat, dengar dan rasakan tentang berbagai hal terkait pendidikan. Begitu juga dengan Bukan Catatan Perjalanan Biasa, ide dasarnya berasal dari pengalaman perjalanan penulis ke berbagai tempat. Bahkan beberapa buku yang ditulis rekan-rekan Socius Writers Club ide dasarnya diambil dari hal terdekat dengan kehidupan para penulisnya, seperti: Bangga Menjadi Guru IPS, Sukses Membelajarkan IPS dan Segores Pena Seribu Kisah.

Sekali lagi sesungguhnya ide itu berserakan di sekitar kita. Di rumah, di sekolah, di lingkungan sekitar, dari obrolan, dari apa yang kita baca, tonton,  lihat, dengar atau rasakan, atau mungkin curhatan rekan semua bisa menjadi sumber ide menulis. Tinggal bagaimana kita bisa menggali dan memanfaatkannya dalam tulisan. Yang penting jangan pernah menganggap receh ide yang terkesan sederhana, siapa tahu dari ide sederhana itu justru lahir tulisan yang sangat berharga. Ingat Filosofi Kopi karya Dewi Lestari atau Kambing Jantan dari Raditya Dikka, kesannya sederhana tapi setelah ditulis ternyata sangat bernilai.

Walau demikian tidak dipungkiri bagi pemula mendapatkan semua itu tentu tidak mudah. Ketika sulit mendapatkan ide orisinal seorang pemula bisa mengambil langkah awal dengan memodifikasi ide yang sudah ada. Istilah populernya ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Ide yang sudah ada ditulis ulang oleh kita menggunakan sudut pandang yang berbeda, gaya menulis yang berbeda atau mungkin bisa juga berupa pengembangan dari yang sudah ada itu. Yang utama jangan meniru 100% yang akhirnya mendorong kita pada tindakan flagiasi dan jangan lupa untuk selalu mencantumkan sumber yang kita kutip apabila itu tulisan non fiksi. 

Selamat menggali ide dan menjadikannya karya tulis terbaik versi kita. Jangan pernah malu atau takut untuk menulis. Malu lah ketika kita tidak pernah mencoba untuk menulis. 


Cicalengka, 19 Februari 2021


* Koordinator Socius Writers Club FKGIPS





Kamis, 18 Februari 2021

FKGIPS membantu Renovasi Rumah Qur'an Ummi Qulsum

Kolase penyerahan donasi untuk renovasi Rumah Quran Ummi Qulsum (18/2)

Padalarang.Socius (18/2). Hujan yang mengguyur Padalarang, Kab. Bandung Barat (KBB) pada hari ini (18/2) tidak membuat surut tim FKGIPS untuk melangkah menyerahkan donasi renovasi Rumah Qur'an Ummi Qulsum. Doansi diserahkan melalui organisasai kemanusiaan  Aksi Cepat Tanggap (ACT) KBB.

Ketua PW FKGIPS Jawa Barat, Enang Cuhendi, menyampaikan bahwa donasi sebesar 17 juta rupiah yang diserahkannya merupakan titipan dari guru-guru IPS peserta kegiatan "Workshop Mitigasi Bencana sebagai Bahan Pembelajaran IPS" yang digelar PW FKGIPS Jabar dan ACT KBB pada 11 dan 12 Februari 2021. 

Menurut lelaki yang akrab disapa Kang Enang ini peserta yang menjadi donatur tidak hanya berasal dari Jawa Barat, tetapi juga dari provinsi lain, seperti: Sumatera, Banten, Jateng, Jatim, NTT dan Kalimantan Timur. Atas nama pengurus FKGIPS, Kang Enang yang datang ke ACT didampingi Dedi Supriatna dan Asep Taufik, tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada semua donatur, semoga renovasi Rumah Qur'an akan cepat terwujud.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Kepala Bagian Program ACT KBB, Rizal Fauzi Iskandar, sangat berterimakasih atas partisipasi anggota FKGIPS dalam membantu biaya renovasi Rumah Quran Ummi Qulsum di Soreang, Kab. Banduung ini. Ia pun berharap kerjasama dalam aksi kemanusiaan antara ACT KBB dengan PW FKGIPS Jabar akan terus terbangun untuk masa-masa ke depannya. 

 Pengurus PW FKGIPS Jabar menyerahkan donasi kepada Tim ACT KBB

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Rumah Qur'an Ummi Qulsum yang berlokasi di Kp. Sirnagalih RT 02 RW 11 Desa Sekarwangi, Kec. Soreang, Kab. Bandung kondisinya sungguh tidak layak dan mengancam keselamatan jiwa para santri dan pengajar yang ada di dalamnya. Kondisi bangunan yang sudah rapuh dan tegak hanya karena ditunjang beberapa bilah bambu sangat mengkhawatirkan. Apalagi kondisi suami dari ustadzah yang tinggal di Rumah itu juga sedang menderita stroke. Ini sangat menyentuh nurani kemanusiaan yang melihatnya.

Besar harapan, pemerintah Kab. Bandung atau pihak terkait bisa memperhatikan kondisi ini demi tetap tegaknya kegiatan belajar membangun generasi Qurani di Rumah Qur'an Ummi Qulsum (EC-Socius 01)







Minggu, 14 Februari 2021

Pandemi, kapan beranjak?



Karya: Eri Dana Priatna


Ku sapa selamat pagi. Pada bangku-bangku kosong. 

Ku ucap salam pada ruang tanpa penghuni. 

Pandemi. 

Kapan usai? 

Nyaris setahun tanpa tatap. Apakabar nya kalian? 

Siapa namamu, nak? 

Dari ratus nama wajah yang tak lagi ku kenal. 


Ngeri, bukan karena pandemi. Tapi lihatlah masa mereka terbuang di pinggir jalan sambil tertawa urakan. 


Barangkali sekian nama dari mereka kini terdaftar di KUA. 

Mana kita tahu efek pandemi se dahsyat itu bukan?

Kanak-kanak yang di besarkan di gital lalu belajar ilmu reproduksi bersama pacar. 

Anak-anak yang di besarkan oleh di gital bilangnya kuota untuk belajar nyatanya habis buat mabar. 


Apakabar lapangan upacara? 

Dihuni rumput-rumput semakin subur sehabis hujan. 

Apakabar toilet sekolah? Kabar baiknya tak lagi tercium semriwing yang bikin muntah. 

Apakabar kantin sekolah? 

Semakin merata kemiskinan dan pengangguran.


Jika ki Hajar Dewantara kembali hidup, apa yang akan dia katakan?

Kolaborasi Kegiatan MGMP IPS Kabupaten Muaro Jambi dan FKG IPS Nasional

 

Sociusmedia.Muaro Jambi (14/2). MGMP IPS Kabupaten Muaro Jambi mengadakan kegiatan Pertama tahun 2021 berkolaborasi dengan FKG IPS Nasional.

MGMP IPS Kabupaten Muaro Jambi tahun 2021 ini agak berbeda dengan suasana tahun-tahun sebelumnya karena masih dalam kedaan masa pandemi yang mengharuskan kita semua saling menjaga jarak demi kebaikan bersama.

Dihadiri sekitar 79 Guru IPS Kabupaten Muaro Jambi namun tidak semua guru IPS Muaro Jambi mengikuti karena beberapa kendala seperti kendali sinyal yang tidak memungkinkan serta PLN yang mati sepanjang hari.

Kegiatan ini dikemas agak berbeda dan sangat spesial karena dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP FKG IPS Nasional yaitu Wijaya, M.Pd.

Susunan kegiatan MGMP IPS Kabupaten Muaro Jambi diawali dengan kata sambutan dilanjutkan  pembukaan kegiatan MGMP IPS Kabupaten Muaro Jambi tahun 2021 oleh Sugiyanto, M.Pd sekaligus sebagai pengawas MGMP IPS Kabupaten Muaro Jambi. Pesan beliau bahwa guru IPS harus menjadi pemandu saat ini dalam pembelajaran karena dengan situasi pandemi ini guru IPS harus paham dengan keadaan yang dialami peserta didik karena IPS ada jurusan ekonomi,geografi,sosiologi dan sejarah semua harus dikuasai oleh peserta didik sedangkan kita rata-rata Kabupaten Muaro Jambi belum seluruhnya memiliki fasilitas yang dikatakan layak untuk melakukan pembelajaran yang diinginkan oleh pemerintah.

 

Mengusung tema “ Belajar dan Berinovasi Saat Pandemi Covid-19” tujuan dari tema tersebut pada dasaranya untuk membakar semangat para guru-guru IPS Kabupaten Muaro Jambi bisa terus belajar dengan keterbatasan yang ada dan di daerah yang sangat terdalam pun harus bisa berinovasi untuk meningkatkan pembelajaran yang memerdekakan peserta didik meskipun masih dalam susasan pandemi covid-19 ini.

Penyampaian selanjutnya yaitu sosialisasi FKG IPS Nasional oleh Wijaya, M.Pd yang paling penting adalah bahwa organisasi ini merupakan mitra dan bagian dari FKG IPS Nasional yang sudah diakui oleh pemeritah sehingga siapa saja bisa membangun organisasi profesi ini dengan baik.

FKG IPS Nasional juga bukan hanya sekedar organisasi untuk gaya-gayaan saja namun organisasi ini sudah memiliki legalitas yang siap memfasilitasi semua guru se Indonesia sehingga bisa dengan mudah guru memasukkan dalam laporan SKP Tahunan bagi guru PNS IPS Se Indonesia. Dukungan para guru IPS sangat dibutuhkan untuk memajukan oraganisasi pofesi ini karena nantinya akan banyak manfaat yang didapatkan oleh guru.

Program yang sedang berjalan yaitu dengan kepemilikan KTA FKG IPS bekerjasama dengan BANK BRI sebagai bukti nyata bahwa FKG IPS Nasional benar-benar sangat serius dalam memfasiltiasi guru IPS.

Energi positif yang terus diberikan oleh Wijaya, M.Pd kepada guru IPS Kabupaten Muaro Jambi sebagai pencerahan awal tahun 2021. Harapan beliau bahwa MGMP IPS Muaro Jambi bisa terus bersama-sama dalam mengembangkan hal positif.

Beliau terus mengajak guru IPS Muaro Jambi menjadi anggota FKG IPS Nasional agar bisa ikut membangun, agar tujuan 2045 bisa menjadikan generasi yang hebat karenan yang menentukan adalah langkah kita saat ini.

Beliau juga menyampaikan bahwa untuk semua guru IPS apalagi mempunyai karya publikasi, tulisan dan artikel, FKG IPS Nasional sudah memiliki fasilitas tersebut untuk dimuat secara online di socius media.


Kegiatan selanjutnya tentang pemanfaatan akun belajar.id oleh Rizki Mega Saputra, S.Pd. Beliau menyampaikan secara umum pemanfaatan akun belajar.id yang sekaligus mengingatkan kepada seluruh guru IPS Muaro Jambi bahwa akun yang diberikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indoensia bersifat gratis dengan segala jutaan manfaat yang bisa gunakan sebagai penunjang pembelajaran terutama pada saat pandemi yang kita alami saat ini. 

Kegiatan ini berjalan lancar yang dipandu oleh moderator yang sudah berpengalaman sekaligus guru dengan segudang prestasi nasional yaitu Junrotun,S.Pd


Harapan dari guru IPS Kabupaten Muaro Jambi kegiatan positif ini bisa terus terjalin dengan FKG IPS Nasional, tujuannya itu selain sebagai transfer ilmu juga menambah silaturahmi dengan orang-orang hebat yang bisa menjadikan kebaikan dan memacu semua guru terus berinovasi setiap kegiatan yang dirancang.

RMS(Socius.03)

Penyerahkan Donasi untuk Banjir Gunung Mas

Kiswan Nurbiantoro (Kaos Putih) mewakili FKGIPS
menyerahkan donasi untuk korban banjir Gunung Mas (12/2)

Sociusmedia. Bogor. (12/2). Jumat siang bertempat di Kantor ACT Bogor Timur Kiswan Nurbiantoro selaku Ketua Pengda FKGIPS Kabupaten Bogor menyerahkan donasi yang digalang FKGIPS dan MGMP IPS Kabupaten Bogor untuk korban banjir Gunung Mas, Puncak, Bogor.

Kiswan yang didampingi beberapa pengurus FKGIPS dan MGMP IPS Kabupaten Bogor, Jabar, menyerahkan donasi sebesar 8, 5 juta rupiah. Donasi ini merupakan amanat dari para guru IPS yang terketuk nurani kemanusiaannya untuk  membantu sedikit meringankan penderitaan korban banjir. "Saya merasa lega setelah amanat ini tertunaikan, semoga sampai kepada yang berhak. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya aksi kemanusiaan ini. kami memohon maaf penyalurannya sedikit terlamabat mengingat adanya berita duka di FKGIPS Kab. Bogor." tutur guru IPS di SMPN 2 Citeurep, Kab. Bogor ini.

Donasi diserahkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bogor Timur setelah melalui arahan Ketua PW FKGIPS Jabar dan ACT KBB. Awalnya panitia kesulitan untuk menitipkan donasi ini kepada ACT karena ACT Kota Bogor yang dihubungi tidak pernah merespon setiap kali sambungan telponnya dihubungi. Beruntung atas bantuan dari Rizal Fauzi dari ACT Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan arahan Ketua PW FKGIPS Jabar dapat dihubungkan dengan ACT Bogor Timur. 



Berita Duka FKGIPS Nasional

Berita duka didapat dari FKGIPS Nasional dari Kabupaten Bogor. Hj. Neneng Solihat, salah satu tokoh utama IPS di Kab. Bogor yang juga bendahara kegiatan pengumpulan donasi banjir Gunung Mas wafat pada 7 Februari 2021. Almarhumah wafat tepat setelah penutupan program donasi ini.

Menurut Kiswan pihaknya sangat berduka atas wafatnya sosok guru inspiratif ini. Semangat almarhum untuk membangun IPS di Kabupaten Bogor sangat luar biasa. Hal ini juga diamini oleh Enang Cuhendi sebagai Ketua PW FKGIPS Jabar. "Sosok Bu Hj. Neneng sangat luar biasa, sepantasnya kami berduka, apalagi almarhum juga pengurus PW FKGIPS Jabar." tutur Enang.

Kini sosok guru penggerak sejati yang senantiasa enerjik dan ceria ini sudah tiada. Mengingat segala jasa dan kebaikan Bu Hj Neneng Solihat kami warga FKGIPS Nasional dan MGMP IPS berharap semoga Allah SWT berkenan menempatkannya di tempat yang terbaik, di jannah Allah SWT. Aamiin. (EC-Socius 01)


Mitigasi Bencana dan Aksi Kemanusiaan FKGIPS

Nara Sumber Workshop Mitigasi Bencana (11-12/2)

Sociusmedia. (13/4) Secara umum Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana yang tinggi dan sangat variatif. Hal ini berlaku juga untuk Jawa Barat sebagai daerah yang masuk katagori rawan bencana. Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Dani Ramdan, berdasarkan data 2018 Jabar berada pada posisi ke-12 dari 34 provinsi yang memiliki Indeks Resiko Bencana tertingi. Adapun selama periode 2014-2019 capaian tahun 2019 merupakan tertinggi dengan lebih dari 2000 kali terjadi bencana di Jabar 

Lebih lanjut doktor Ilmu Administrasi lulusan Universitas Padjadjaran 2012 ini menjelaskan bahwa jenis kerawanan bencana di Jawa Barat juga sangat variatif. Tercatat bencana-bencana yang telah dan mungkin terjadi di Jawa Barat meliputi: erupsi gunung berapi, gempa bumi, banjir, pergerakan tanah skala tinggi dan menengah, tsunami, kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, kebakaran pemukiman, kegagalan teknologi dan aneka kejadian luar biasa, seperti halnya antrax, flu burung dan pandemi covid-19 seperti saat ini. 

"Kabupaten Garut, Cianjur dan Kabupaten Tasikmalaya merupakan tiga daerah yang memiliki indeks resiko bencana tertinggi di Jawa Barat." papar pria yang sebagian besar karir kepegawaiannya dihabiskan di lingkungan pemprov Jabar ini.

"Salah satu upaya mitigasi bencana  di satuan pendidikan adalah dengan pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana, SPAB, terutama di daerah rawan bencana." lanjut mantan Kabiro pemerintahan dan kerjasama Setdaprov Jabar ini.

Paparan tentang mitigasi bencana ini  disampaikan Dani Ramdan di hadapan sekitar 200 guru IPS anggota FKGIPS Nasional pada kegiatan bertajuk "Workshop Mitigasi Bencana Sebagai Bahan Pembelajaran IPS". Kegiatan yang berlangsung  selama dua hari (11-12 Februari) digagas PW FKGIPS Jawa Barat dengan menggandeng Aksi Cepat Tanggap (ACT) KBB sebagai mitra kegiatan. 

Dalam sambutannya Ketua PW FKGIPS Jawa Barat, Enang Cuhendi, menyampaikan bahwa pada awalnya kegiatan ini diperuntukkan bagi para anggota FKGIPS Jawa Barat, tetapi karena banyak peminat dari luar Jabar maka akhirnya melibatkan guru-guru IPS anggota FKGIPS dari luar Jabar. Selain dari Jabar, tercatat peserta yang hadir ada yang berasal dari Makasar, Kupang, Pangkal Pinang, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten. Para peserta ini tidak hanya datang dari satuan SMP, tetapi juga MTs, MA dan pengawas SMP dan MTs. 

Lebih lanjut lelaki yang akrab disapa Kang Enang ini menyampaikan rasa terima kasih kepada ACT dan BPBD Jawa Barat yang sudah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. "Kami berharap ke depannya akan terjalin kerjasama yang lebih erat antara FKGIPS Jabar dengan BPBD dalam hal mitigasi bencana dan optimalisasi SPAB." lanjut guru IPS di SMPN 3 Limbangan, Garut, ini.

Di sesi hari pertama workshop, selain dari BPBD, tampil juga sebagai pemateri dari ACT dan FKGIPS. ACT diwakili oleh Kusmayadi, Head of Disaster Emergency Response ACT pusat dan dari FKGIPS menampilkan Hilman Latief, Ketua Pengda FKGIPS Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kusmayadi menyampaikan pentingnya masyarakat untuk memahami karakteristik bencana dan penanganannya. Sedangkan Hilman Latief mengatakan bahwa pengetahuan dan pemahaman tentang kebencanaan ini dapat ditransformasikan dalam pembelajaran IPS tanpa menambah materi dan beban kurikulum. "Beberapa KD dalam IPS sangat memungkinkan untuk disisipi pesan terkait mitigasi bencana" jelas aktivis dan pemerhati lingkungan ini.

Pada hari kedua peserta diajak praktek membuat bahan ajar mitigasi bencana yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran IPS dengan memanfaatkan aplikasi Canva. Aneka poster bertemakan mitigasi bencana lahir dari kreatifitas anggota FKGIPS lewat arahan pemateri Dian Diana, seorang guru IPS kreatif dari KBB yang juga pengurus FKGIPS.   

Aksi Kemanusiaan

Bersamaan dengan kegiatan workshop, FKGIPS melakukan aksi kemanusiaan berupa penggalangan donasi untuk membantu renovasi Rumah Qur'an Ummi Kulsum yang terletak di Soreang, Kabupaten Bandung. Kondisi Rumah Qur'an yang sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan jiwa para santrinya, telah menggugah rasa kemanusiaan para guru IPS. Sampai akhir sesi hari kedua kegiatan terkumpul donasi lebih dari 10 juta rupiah. Atas permintaan peserta penutupan masa akhir donasi diperpanjang sampai Minggu sore (14/2).

Rizal Fauzi dari  ACT KBB, sebagai pihak yang menawarkan progam renovasi ini, sangat berterima kasih kepada anggota FKGIPS yang telah ikut mensukseskan program renovasi Rumah Qur'an Ummi Kulsum ini. Menurut Ustadz Rizal, ini merupakan kali ketiga FKGIPS Jawa Barat bekerjasama dengan ACT KBB, setelah sebelumnya berupa pengalangan donasi untuk korban longsor Cimanggung, Sumedang dan banjir di Gunung Mas, Puncak. (EC-Socius 01) 



Jumat, 12 Februari 2021

WORKSHOP PEMBUATAN BAHAN AJAR BERBASIS AKTIVITAS


Sociusmedia (13/2) Sebanyak 99 Guru jenjang SD s.d SMA antusias mengikuti workshop pembuatan bahan ajar berbasis aktivitas yang diselenggarakan oleh FKG IPS Nasional PW. Banten. Kegiatan dengan menghadirkan langsung narasumber dari tim pengembang PBA Kemendikbud, diantaranya Prof. Dr. H. Supardi US, M.Pd, Wijaya, M.Pd, Saroh, M.Pd, Nurwijayanti, S.Pd dan Mingga Ria Hadi, S.Pd.

Workshop pembuatan bahan ajar berbasis aktivitas (PBA) diselenggarakan selama 10 hari dengan 3 hari tatap Maya dan 7 hari praktek dan pendampingan pembuatan bahan ajar PBA oleh narasumber sekaligus pendamping. Kegiatan dilaksanakan mulai 30 Januari 2021 dan berakhir 10 Februari 2021. Semua peserta yang mengikuti semua rangkaian kegiatan dan menyelesaikan tugas akhir diberikan E-sertifikat.

Menurut panitia pelaksana, Christina Wulandari, S.S., M.Pd. peserta antusias mengikuti kegiatan selama 10 hari baik in dan on. Itu terlihat dengan partisipasi kehadiran tatap maya di atas 95% ujarnya. Sampai kegiatan ditutup, sebanyak 97 peserta dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat dengan total 32 JP.

Masih menurut Christina, sebanyak 97 naskah PBA hasil dari peserta mulai jenjang SD s.d SMA akan direview oleh tim pendamping sebelum dikembalikan kepada peserta untuk dipergunakan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Panitia mengucapkan terimakasih kepada peserta dan narasumber atas suksesnya kegiatan workshop PBA sebagai bentuk kolaborasi FKG IPS Nasional PW. Banten dengan APKS PB PGRI.



Selasa, 09 Februari 2021

Prof. Asmawi Zainul dalam Kenangan Sang Murid

 



In memoriam Prof. Dr. H. Asmawi Zainul, M.Ed

Oleh Enang Cuhendi*)

Sekitar pertengahan 1990 penulis mulai menginjakkan kaki untuk menempuh studi di IKIP Bandung (Sekarang UPI/Universitas Pendidikan Indonesia). Program Diploma 3 Pendidikan Sejarah merupakan jurusan yang diambil saat itu. Baru kemudian mendapat kesempatan langsung lanjut ke S1 tanpa melalui tes lagi.

Memasuki semester kedua kuliah kami berkenalan dengan mata kuliah studi sosial. Seorang bapak dengan rambut tersisir rapi dan sedikit beruban masuk kelas diikuti dosen muda di belakangnya. Cara berpakaiannya dendy dengan kemeja tangan pendek dan celana kotak-kotak. Sepatu pun bukan sepatu pantofel formal, seperti halnya dosen senior yang lain. Tangannya hanya menenteng sebuah buku tebal tanpa membawa tas apapun. Sementara kacamata menggantung di dadanya.

"Assalamualaikum, selamat pagi! Saya Asmawi Zainul yang akan menemani Saudara dalam perkuliahan ini. Itu di belakang asisten saya, Pak Agus Mulyana." sapanya ramah dengan suara sedikit berat.

"Sebelum kita mulai kuliah, kalau saudara mau beli kopi atau makanan, silakan keluar dulu saya beri waktu lima menit, yang penting jangan beli nasi atau krupuk, bikin ribut. Yang mau tidur silakan tidur jangan mengganggu yang lain. Ingat kalau saya sudah mulai mengajar tidak boleh ada gangguan lagi, kalau pun Saudara terlambat dan saya sedang mengajar, silakan masuk tanpa harus minta izin apalagi salaman. Biar konsentrasi saya mengajar dan teman lain yang sedang belajar tidak terganggu." paparnya panjang lebar tentang aturan main kuliah.

Setelah dipersilakan seketika mahasiswa berebut keluar untuk memesan cemilan atau kopi. Setelah selesai buru-buru masuk kelas lagi. Pak Asmawi, panggilan akrab pada  dosen ini, hanya duduk sambil menunggu mahasiswa kumpul.

"Ok, sekarang kita mulai. Saudara nanti mau nilai berapa? A, B atau C? Nah untuk nilai saya serahkan pada saudara untuk memilih. Nilai yang Saudara kontrak hari ini, itu adalah nilai Saudara di akhir perkuliahan. Syaratnya nilai ujian Saudara harus memenuhi target minimal yang ditetapkan.  Untuk A, Saudara minimal harus mencapai 80, kalau hanya mendapat 79 otomatis Saudara tidak lulus. Begitu juga nilai yang lainnya." jelasnya.

Saya seketika langsung pasang target A. Kakak tingkat yang ada di samping saya nanya sambil berbisik. "Nang, kamu ngambil A. Susah loh lulusnya. Akang juga sudah dua kali ga lulus-lulus." katanya.

"Ah, A atau B sama aja capenya, Kang. Kemungkinan untuk tidak lulus juga sama. Mending langsung aja pasang target tinggi." kata penulis sambil senyum.

Setelah perkuliahan berjalan banyak penglaman yang penulis dan kawan-kawan dapat. Setiap kali ada bahan ajar yang harus diperbanyak, saat kami mau mengumpulkan uang untuk foto copy, beliau selalu bilang, "Sudah hitung saja berapa orang, nih uangnya dari saya. Saya tahu lah mahasiswa itu kan  gak punya uang." katanya sambil bercanda. Candaan ringan yang membuat kami dekat dengan beliau.

Sesi-sesi perkuliahan betul-betul penulis nikmati. Penjelasan yang detail dan mudah dipahami semakin membuat paham akan materi yang diberikan. Namun ada satu hal yang selalu menjadi catatan, entah mengapa hampir semua mahasiswa sependapat ketika UTS atau UAS soal yang keluar serasa begitu sulit untuk dijawab padahal saat kuliah kita paham. Pantesan banyak senior yang mengulang mata kuliah ini. Dengan sedikit kerja ekstra alhamdulillah penulis sendiri bisa satu kali ujian langsung lolos, tanpa harus mengulang. Entah itu mungkin hanya sebuah keberuntungan, tapi yang jelas untuk memahami Prof Asmawi penulis seringkali berbincang dengan Pak Agus Mulyana asisitennya yang kini menjadi Dekan FPIPS UPI. 

Sesi kedua penulis bertemu dengan Prof Asmawi pada saat mengambil mata kuliah Evaluasi Pendidikan. Suasana yang sama kami temui juga dalam mata kuliah Evaluasi Pendidikanini. Persis tidak berubah, dari mulai aturan main, kontrak, gaya mengajar sampai betapa banyak mahasiswa yang tumbang alias tidak lulus di akhir semester. Kalau pun ada yang berubah hanyalah asistennya, kali ini Bu Yani Kusmarni yang menjadi asisten beliau. Alhamdulillah, untuk yang kedua kali nilai A bisa penulis dapat dari perkuliahan dengan Prof Asmawi. Istimewanya, penulis raih nilai itu tanpa harus melalui proses remedial dan menjadi satu-satunya yang lulus langsung pada putaran pertama.

Saat-saat menikmati perkuliahan dengan Prof. Asmawi Zainul adalah saat-saat penuh kenangan dan perjuangan. Terasa sekali bagaimana menjadi seorang mahasiswa yang sesungguhnya. Kami dituntut banyak belajar, membaca referensi dan berlatih membuat soal. Apa yang diajarkan beliau sangat terasa manfaatnya ketika penulis terjun menjadi guru IPS dan banyak berkecimpung dalam proses pembuatan soal ujian, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Prof. Asmawi telah berhasil  memberikan fondasi yang kuat bagaimana mengajarkan IPS melalui mata kuliah Studi Sosial, dan terampil membuat soal melalui Evaluasi Pendidikan. Dua hal yang menjadi tuntutan kompetensi profesional penulis saat ini sebagai seorang guru IPS SMP. 

Di mata penulis sosok guru besar UPI ini memang fenomenal. Selain dikenal memiliki wawasan keilmuan yang mumpuni, Lulusan Master of Social Studies Education dan Doktor psychometric dari State University of New York at Buffalo (UB) ini juga sangat dekat dengan mahasiswa. Sebagai mantan aktivis kemasiswaan tentunya beliau tahu persis apa isi hati mahasiswa, terutama para aktivis kampus. Setiap kali diundang untuk mengisi materi di setiap acara kemahasiswaan sepanjang tidak bentrok acara beliau selalu hadir.  Dalam satu obrolan Prof. Asmawi pernah berpesan agar tidak terlalu terlena dalam berorganisasi, tapi tetap utamakan studi. 

Kepedulian kepada mahasiswa mungkin  juga didasari dari perjalanan hidupnya yang luar biasa ketika menjadi mahasiswa. Bagi pria kelahiran Bengkulu 7 Desember 1937 ini pahit getirnya kehidupan sebagai anak rantau yang jauh dari orang tua selama kuliah menjadi tempaan hidup tersendiri. Semua kesulitan dan kerja keras ini yang ingin beliau tularkan kepada kami.

Buah dari kerja keras dan pantang menyerah itu memang sudah dipetik sang anak rantau. Karir profesional dan akademik yang diraih Prof Asmawi terbilang sukses. Di lingkungan IKIP Bandung atau UPI setidaknya selain menjadi dosen di Jurusan Pendidikan Sejarah sejak 1964 juga tercatat pernah menjadi Sekretaris Jurusan Pendidikan Sejarah (1972-1976), Wakil Dekan FPIPS (1976-1982) dan Direktur Sekolah Pasca Sarjana (sejak 2003) dan Ketua Senat Akademik UPI (2003-2007). Di luar IKIP Bandung /UPI Prof. Asmawi pernah menjadi Pembantu Rektor Universitas Terbuka (1992-2003), Member of American Educational Research Association,  dan Rektor Universitas Muhammadyah Sukabumi (2009-2015).

Kini terhitung sejak 8 februari 2021 Prof. Asmawi Zainul sudah berpulang ke rahmatullah. Meninggalkan keluarga dan kita semua, para muridnya. Semoga ilmu yang beliau ajarkan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir sepanjang masa. Selamat jalan, Prof. Asmawi Zainul. Jasamu tiada tara. Di sini kami tetap mencintaimu.

Enang Cuhendi

Guru SMPN 3 Limbangan, Garut.
Ketua PW FKGIPS Jabar dan Waketum III PP FKGIPS Nasional

Minggu, 07 Februari 2021

Selamat Jalan Sang Guru Penggerak Sejati!

 

Selamat jalan Bu Hj. Neneng Solihat, Sang Guru Penggerak Sejati

Sociusmedia.(7/2). Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Barat di luar dugaan menjadi pengiring kepergian sang guru penggerak sejati. Hj. Neneng Solihat, M.Pd. Tepat setelah menunaikan shalat Maghrib berita duka diterima redaksi. Rasa heran dan tak percaya sempat menyelimuti kami, karena baru tadi pagi informasi diterima bahwa beliau harus isolasi mandiri karena terindakasi positif Covid-19.

Hj. Neneng Solihat sejatinya adalah seorang guru penggerak sejati. Dalam usia yang sudah menjelang purna bakti semangat Bu Hajjah, biasa beliau dipanggil, seakan tidak pernah kendor. Berbagai aktivitas profesional, kemasyarakatan dan keagamaan tetap beliau lakukan dengan penuh semangat. Koordinator MGMP IPS Kab. Bogor ini sudah dianggap "Ibu"  oleh seluruh guru IPS di wilayah Kab. Bogor. Sosok yang selalu ceria ini juga aktif menjadi pengurus FKGIPS Jawa Barat sebagai koordinator wilayah Bogor, Depok, Bekasi Sukabumi dan Cianjur. Selain itu, PGRI dan dunia Pramuka adalah bagian yang seakan tidak terpisahkan dari sosok guru IPS SMPN 1 Cibinong ini.

Hj. Neneng Solihat (duduk paling tengah bersama nara sumber)
saat kegiatan Penyegaran IK Kurikulum 2013  


Sosok yang baik hati ini pernah menhadi Tim Pengembang Kurikulum IPS Kab. Bogor. Juga sebagai instruktur dan nara sumber untuk pengembangan kurikulum IPS di Kabupaten Bogor. Terakhir tercatat beliau sebagai Instruktur Kabupaten Bogor untuk kegiatan kurikulum 2013, PKB dan PKP.

Sang Guru Penggerak Sejati kini tiada. Jejak aktivitasnya semoga menjadi sumber motivasi untuk guru lainnya. Kami keluarga besar FKGIPS Nasional dan Socius Media hanya bisa berduka cita, seraya berdoa semoga  almarhumah diterima Iman dan Islamnya, diampuni segala dosanya dan ditempatkan di surga Allah SWT. Beliau seorang mukmin yang baik, akan selalu dikenang segala kebaikannya. Aamiin. (EC-Socius 01).

Hj. Neneng Solihat saat deklarasi pendirian FKGIPS Jabar, 2016



Sabtu, 06 Februari 2021

GAME SERU DI MALAM MINGGU

 

Pemenang Game Edukasi Sarudhudalam

Malam minggu libur menuntut ilmu! Kata siapa? Itu tidak untuk guru-guru IPS kota Depok. Masih dengan mister opik, begitu biasa teman-teman guru di Depok memanggil Bapak Taufik Ibrahim. Malam minggu beliau mengajak guru-guru di grup WA FKG IPS Kota Depok dan grup WA MGMP IPS Kota Depok untuk main game edukasi yang membikin "happy". Namanya juga game, dari usia anak-anak, dewasa bahkan orang tua pastinya masih menyukai.


Sabtu (30/1/2021) menjelang sore sekitar pk 17.01 WIB, WA grub FKG IPS dan MGMP IPS kota Depok menerima pesan :

"Assalamu alaikum Wr.Wb Teman2 Guru IPS di Depok yang baik hati!

Sabtu malam minggu Tgl 30 januari 2021 ini pkl.20.00 ini saya mengajak teman2 sekalian untuk Ujicoba Game Edukasi Online yang saya beri nama Game SARADUDHALAM (Praaksara Hundu Buddha Islam) materi IPS Kls 7 Semester Genap Bab 4. Syarat bermain atau ujicoba antara lain:

1. Siapkan Smartphone di rumah masing-masing guru IPS.

2. (Jika sempat) Siapkan Materi IPS  Masa Praaksara, Masa Hindu Buddha & Masa Islam

3. Membuka link edugame yang disediakan di grup WA

4. Maksimal peserta yang bisa ikutan 50 orang.

5. Durasi Waktu game ditentukan 40 menit

6. Jumlah Soal Pilihan Ganda 30 Butir

7. Juara hanya diambil 3 orang yaitu:

a). Juara 1 akan mendapatkan hadiah buku antologi karya Taufik Ibrahim dkk. 

b). Juara 2 akan mendapatkan Cemilan Opak Opik 2 Bungkus dan 

c). Juara 3 Opak Opik 1 bungkus 

Salam Inovasi. Salam PJJ", tutup pesan WA dari pak Taufik Ibrahim.


Kegiatan game edukasi SARADUDHALAM (Praaksara Hundu Buddha Islam) diikuti oleh 33 (tiga puluh tiga) orang peserta yang semuanya adalah guru-guru pengampu mata pelajaran IPS kota Depok-Jawa Barat. Pada kesempatan ini, yang beruntung menjadi juara karena memiliki skor tertinggi yaitu : 1. Rofiah Rosyid (SMPN 1 Depok), 2. Neneng Susan (SMPIT Al Muqorobbin), dan 3. Arum Aruni (SMPN 14 Depok).

"Harapan saya setelah ini banyak guru IPS di Depok juga bisa memanfaatkan bahkan mengembangkan ide ini utk PJJ yang Fun Learning", pungkas Taufik ibrahim.


kontribor : Gus Er