Jumat, 19 Februari 2021

Menemukan Ide Menulis

Oleh Enang Cuhendi*

Dalam pertemuan Bincang Socius Writers Club (SWC) FKGIPS melalui zoom meeting siang tadi, ada pembahasan yang menarik. Pembahasan terkait bagaimana kita mampu menemukan ide atau gagasan awal untuk menulis. Masalah ini menjadi menarik karena masalah menemukan ide ini memang seringkali menjadi masalah tersendiri bagi setiap penulis pemula.

Ketika ingin menulis tidak jarang kita susah menemukan ide yang hebat. Dalam pikiran kita seolah semua ide, judul atau tema seakan sudah dibabat habis oleh orang lain. Kita pun akhirnya tidak jarang berpikir sepertinya tidak mungkin untuk menulis, apalagi sampai menghasilkan buku. Proses menulis pun akhirnya stagnan alias tidak maju lagi.

Lantas kalau ingin tetap menulis, apa yang harus ditulis? Kalau berbicara ideal tentu saja idealnya yang ditulis itu harus sesuatu yang baru, orisinal, belum pernah ditulis sebelumnya, yang benar-benar berbeda dari yang sudah ada atau mungkin sebuah tema yang luarbiasa, eksotis atau bahkan aneh. 

Ide-ide tulisan sebenarnya ada banyak terserak di sekitar kita, hanya kadang kita tidak menyadari atau tidak mengetahuinya bahwa itu bisa dijadikan bahan tulisan. Menulis sejatinya adalah sebuah bentuk penjabaran dari apa yang kita ketahui selama ini. Untuk itu tulislah apa yang kita ketahui tidak perlu menulis yang tidak kita ketahui. Yang kita tahu ini mungkin bisa dari keahlian kita, pengalaman keseharian di rumah, di masyarakat, di tempat kerja, atau ditempat-tempat yang kita pernah kunjungi. Juga bisa dari apa yang kita baca atau tonton. Mungkin juga dari aneka opini ataui curkatan. 

Banyak tulisan atau buku yang dibuat dari aneka hal di atas. My Stupid Boss berbicara  tentang kehidupan di kantor dan interaksi bawahan dengan atasan dengan kata lain idenya diambil dari pengalaman di tempat kerja. Laskar Pelangi bersumber dari pengalaman hidup sang penulis, Andrea Hirata, saat kecil di Belitung. Begitu juga Mimpi Sejuta Dollar ditulis Merry Riana dari kisah hidupnya pribadi ketika bersekolah di negeri orang. Buku Belajar Mudah Kimia pasti ditulis oleh penulis yang memang tahu atau bisa tentang Kimia. Begitu juga dengan Kumpulan Rumus Matematika atau Rangkuman Bahasa Inggris besar kemungkinan ditulis oleh penulis yang memiliki pengetahuan di bidang yang ditulisnya. Banyak juga buku yang ide dasarnya berawal berasal dari hobi atau passion si penulisnya.

Buku sederhana karya penulis yang diberi judul Monolog Kang Guru, kumpulan artikel pendidikan didasarkan pada berbagai hal yang penulis lihat, dengar dan rasakan tentang berbagai hal terkait pendidikan. Begitu juga dengan Bukan Catatan Perjalanan Biasa, ide dasarnya berasal dari pengalaman perjalanan penulis ke berbagai tempat. Bahkan beberapa buku yang ditulis rekan-rekan Socius Writers Club ide dasarnya diambil dari hal terdekat dengan kehidupan para penulisnya, seperti: Bangga Menjadi Guru IPS, Sukses Membelajarkan IPS dan Segores Pena Seribu Kisah.

Sekali lagi sesungguhnya ide itu berserakan di sekitar kita. Di rumah, di sekolah, di lingkungan sekitar, dari obrolan, dari apa yang kita baca, tonton,  lihat, dengar atau rasakan, atau mungkin curhatan rekan semua bisa menjadi sumber ide menulis. Tinggal bagaimana kita bisa menggali dan memanfaatkannya dalam tulisan. Yang penting jangan pernah menganggap receh ide yang terkesan sederhana, siapa tahu dari ide sederhana itu justru lahir tulisan yang sangat berharga. Ingat Filosofi Kopi karya Dewi Lestari atau Kambing Jantan dari Raditya Dikka, kesannya sederhana tapi setelah ditulis ternyata sangat bernilai.

Walau demikian tidak dipungkiri bagi pemula mendapatkan semua itu tentu tidak mudah. Ketika sulit mendapatkan ide orisinal seorang pemula bisa mengambil langkah awal dengan memodifikasi ide yang sudah ada. Istilah populernya ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Ide yang sudah ada ditulis ulang oleh kita menggunakan sudut pandang yang berbeda, gaya menulis yang berbeda atau mungkin bisa juga berupa pengembangan dari yang sudah ada itu. Yang utama jangan meniru 100% yang akhirnya mendorong kita pada tindakan flagiasi dan jangan lupa untuk selalu mencantumkan sumber yang kita kutip apabila itu tulisan non fiksi. 

Selamat menggali ide dan menjadikannya karya tulis terbaik versi kita. Jangan pernah malu atau takut untuk menulis. Malu lah ketika kita tidak pernah mencoba untuk menulis. 


Cicalengka, 19 Februari 2021


* Koordinator Socius Writers Club FKGIPS