Minggu, 14 Februari 2021

Pandemi, kapan beranjak?



Karya: Eri Dana Priatna


Ku sapa selamat pagi. Pada bangku-bangku kosong. 

Ku ucap salam pada ruang tanpa penghuni. 

Pandemi. 

Kapan usai? 

Nyaris setahun tanpa tatap. Apakabar nya kalian? 

Siapa namamu, nak? 

Dari ratus nama wajah yang tak lagi ku kenal. 


Ngeri, bukan karena pandemi. Tapi lihatlah masa mereka terbuang di pinggir jalan sambil tertawa urakan. 


Barangkali sekian nama dari mereka kini terdaftar di KUA. 

Mana kita tahu efek pandemi se dahsyat itu bukan?

Kanak-kanak yang di besarkan di gital lalu belajar ilmu reproduksi bersama pacar. 

Anak-anak yang di besarkan oleh di gital bilangnya kuota untuk belajar nyatanya habis buat mabar. 


Apakabar lapangan upacara? 

Dihuni rumput-rumput semakin subur sehabis hujan. 

Apakabar toilet sekolah? Kabar baiknya tak lagi tercium semriwing yang bikin muntah. 

Apakabar kantin sekolah? 

Semakin merata kemiskinan dan pengangguran.


Jika ki Hajar Dewantara kembali hidup, apa yang akan dia katakan?