Minggu, 28 Februari 2021

SSK Menekan Angka Pernikahan Dini

Narasumber dan peserta workshop SSK di Era PJJ

Sociusmedia.Jambi (27/2). "Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sejatinya hadir sebagai salah satu upaya untuk menekan angka pernikahan dini." Demikian disampaikan Yanto Surya Hadiyanto, M.Pd saat gelaran Workshop SSK era PJJ di Jambi (24/ 2).

Menurut narasumber nasional SSK ini fenomena pernikahan dini semakin rumit ketika dikaitkan dengan adanya anggapan di masyarakat bahwa menikah di usia muda lebih baik dan sedikitnya informasi kependudukan yang diterima siswa. "Untuk itulah program SSK ini sangat penting diterapkan mengingat bahwa program-program tentang informasi kependudukan sangat sedikit diperoleh siswa." papar Yanto.

Yanto Surya Hadiyanto (atas) dan Rizki Mega Saputra (Bawah0 saat Workshop SSK era PJJ



Lebih lanjut Ketua Pengurus Daerah FKGIPS Kab. Sukabumi, Jabar ini memaparkan secara rinci Penerapan Program SSK ini yang langsung dimuat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sehingga guru langsung bisa menyisipkan materi tentang kependudukan kepada peserta didik terutama dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial bidang gografi. Jenjang SMA bisa langsung di terapkan pada mata pelajaran Geografi dengan bab terutama di masalah dinamika kependudukan.

RPP dan LKPD SSK

Pada kegiatan Workshop SSK ini sebelum Yanto Surya Hadiyanto juga tampil pemateri pertama, Insyah Yulikah, S.Psi, M.Sc. dari BKKBN Jambi. Insyah menyampaikan materi yang berjudul "Pelaksanaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMP". Menurut Koordinator  Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Jambi ini masih belum banyak sekolah-sekolah yang menerapkan Program Sekolah Siaga Kependudukan di jenjang SMP dan SMA.

Pada hari kedua, Kamis (25/2) materi workshop disampaikan oleh Wijaya, M.Pd. dengan moderator Sri Rahayu, S.Pd. Ketua Umum PP FKGIPS Nasional ini menyampaikan materi singkat namun padat berkaitan dengan pembelajaran yang inovatif. "Pembelajaran itu akan terus berjalan guru tidak akan bisa berdiam diri untuk sebuah pembaharuan, jadi guru harus terus belajar jangan sampai peserta didik yang lebih menguasai sedangkan guru hanya melakukan pembelajaran cara lama. Terutama di era pembelajaran jarak jauh mau tidak mau harus dipaksa untuk mengubah pola mengajar yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh guru." ungkap Kang Jaro sapaan akran Wijaya,M.Pd.

Dilanjutkan materi kedua tentang pembelajaran menggunakan google slides. Materi ini disampaikan oleh Rizki Mega Saputra,S.Pd. Kegiatan ini praktik membuat kelas virtual yang memanfaatkan google slides. Materi yang disampaikan sangat detail dari setiap menu yang ada di google slides, sehingga peserta sangat antusias dalam menyampaikan pertanyaan. Praktik membuat kelas virtual memang sangat singkat waktunya namun narasumber sudah membuat materi dalam bentuk google slides dengan langkah-langkan yang mudah terutama tautan yang disematkan melalui kanal youtube.

Di sesi terakhir, narasumber yang juga salah satu TIM IT FKG IPS Nasional paling muda mengatakan bahwa disadari atau tidak guru adalah seorang marketing pendidikan yang harus mengolah dan menjual pendidikan lebih baik dari segi inovasi dan strategi pembelajaran sehingga banyak generasi hebat dimasa mendatang.

Pada kesempatan yang sama Dona Aries N, S.Pd dalam laporannya saat sesi pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan workshop Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di era PJJ ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 24 dan 25 Februari 2021 secara virtual menggunakan platform zoom meetingAgenda hari pertama membahas tentang Sekolah Siaga Kependudukan berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi Jambi kemudian hari kedua tentang belajar inovatif dan membuat kelas virtual dari google slides.

Menurut Ketua FKG IPS Nasional PW Jambi ini bahwa workshop ini merupakan kegiatan perdana PW FKGIPS Jambi untuk tahun 2021. "Peserta yang mengikuti kegiatan workshop ini di luar dugaan dari panitia penyelenggara. Semula kegiatan ini hanya ditargetkan untuk guru-guru  IPS jenjang SMP Provinsi Jambi. Ternyata diminati pula peserta dari luar Jambi, seperti dari Aceh, Sumut, Sumbar, Samarinda, DKI Jakarta, NTB, NTT, dan Kalteng. Secara keseluruhan peserta terdata sebanyak 231 orang." jelas Dona. (RMS-Socius 02)