Selasa, 23 Maret 2021

Mengulik Rahasia Sukses Orang Jepang

Oleh Sulistyowati

SMPN 1 PUJON  


“Success Will Be Achieved By People Who Behave Successfully” 

 

      Bukan bermaksud mengunggulkan ataupun merendahkan bangsa tertentu, penulis hanya ingin menyajikan fakta keunggulan suatu bangsa dengan segala metode dan perjuangannya serta bukanlah mitos atau semata-mata takdir Tuhan. Alloh SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu merubah nasibnya sendiri. Jelas bahwa Alloh SWT memberikan keleluasaan terhadap setiap hamba / kaumnya untuk selalu beriktiar memperbaiki nasib serta kehidupannya ke arah yang lebih baik. Telah kita ketahui dan saksikan Negara Jepang adalah negara maju yang sangat hebat dan berjaya. Namun gempa dan tsunami yang melanda negeri matahari itu menghancurkan sebagian besar wilayah Jepang yang berdampak pada perekonomiannya. Akan tetapi sepertinya tidak perlu lama bagi Jepang agar bisa kembali menguasai perekonomian dunia, karena Jepang dikenal memiliki rakyat yang sangat luar biasa ulet. Banyak orang-orang sukses berasal dari Jepang.

Akan tetapi ternyata penyebab majunya mereka sudah diajarkan dalam agama Islam jauh sebelum negara Jepang ada. Kita bisa berkaca kepada sejarah, di mana belum ada dalam sejarah dunia, yang bisa menguasai sepertiga dunia hanya dalam waktu 30 tahun. Itulah masa para Khalifah Rasyidin. Kaum muslimin sendiri yang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga inilah yang diberitakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.       Berikut kita bahas, bahwa apa yang menjadi penyebab majunya mereka ternyata ada dalam ajaran Islam sejak dahulu.  

1.Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dalam pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pemimpin yang terlibat korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum. 

Malu yang terpuji jelas adalah ajaran Islam. Bahkan jelas dan tegas dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.” 

 

2.Mandiri

 Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Bahkan seorang anak TK sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Biasanya mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang nantinya akan mereka kembalikan di bulan berikutnya.

Anjuran untuk berusaha sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain adalah ajaran agama Islam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya, seorang di antara kalian membawa tali-talinya dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar yang diletakkan di punggungnya untuk dijual sehingga ia bisa menutup kebutuhannya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi atau tidak”. 

3. Pantang menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo, ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).

Semangat dan pantang menyerah!! Ini adalah ajaran Islam. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Bersemangatlah kamu terhadap apa-apa yang bermanfaat bagi kamu, dan mohonlah pertolongan pada Allah dan jangan merasa lemah (pantang menyerah). Dan jika meninpamu sesuatu maka jangan katakan andaikata dulu saya melakukan begini pasti akan begini dan begini, tetapi katakanlah semua adalah takdir dari Allah dan apa yang dikehendakiNya pasti terjadi.”  

 

4.Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.

Dalam ajaran Islam seorang muslim diajarkan agar mematuhi persyaratan yang telah mereka sepakati. Jika dalam suatu perusahan mereka bekerja, maka mereka harus mematuhi persyaratan perusahaan yaitu harus mencurahkan yang terbaik serta loyal dengan perusahaan teresebut selama tidak melanggar batas syariat. 

 

5.Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.

Islam juga mengajarkan agar kita mengembangkan Ilmu dan belajar (bukan inovasi dalam urusan agama = bid’ah). Bahkan kedudukan orang yang berilmu tinggi baik. Baik Ilmu dunia maupun akhirat. Allah Ta’ala berfirman:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadilah: 11)

 

6. Kerja keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

Kerja keras juga Ajaran Islam. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam mengajarkan kita berlindung kepada Allah dari sifat malas,

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).”  

 

7.Jaga tradisi, menghormati orang tua dan Ibu Rumah Tangga

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Tentu saja tradisi yang baik yang dilestarikan. Tradisi yang sesuai dengan nilai luhur dan ajaran Islam. Ajaran Islam juga melertarikan tradisi yang baik. Sebagaimana tradisi orang Arab Jahiliyah yang memuliakan tamu, menepati janji dan sumpah walaupun sumpah itu berat sekali. 

Mengenai perempuan yang sudah menikah dan tidak bekerja (IRT), ini juga ajaran utama agama Islam (Ibu rumah tangga bukan pekerjaan yang sepele dan hina, akan tetapi adalah sebuah kehormatan dan butuh pengorbanan yang akan melahirkan dan mendidik generasi terbaik).  

8.Budaya baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran.Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca.

Ayat yang pertama kali turun adalah perintah membaca. Ini adalah ajaran Islam. Allah Ta’ala berfirman:  “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan” (Al-Alaq: 1)

Begitupula jika kita membaca teladan para ulama, misalnya syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah yang membaca setiap hari 12 jam. Begitu juga ulama yang lain, ada yang membaca sambil berjalan, hingga ia terperosok dalam lubang. Ada yang membaca sampai ia tertidur dengan buku di atas wajahnya. 

 

9 Hidup hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, mungkin kita sedikit heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30, dan ternyata sebelum tutup itu pihak supermarket memotong harga hingga setengahnya.

Jelas ini ajaran islam, hemat dan berusaha qona’ah. Allah Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (hartanya), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (Al-Furqan: 67) 

 

10.Kerjasama kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, namun 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok.

Anjuran untuk bekerja sama adalah ajaran Islam. Saling membantu dalam kebaikan dan pahala. Allah Ta’ala berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Qs. Al Maidah: 2.)

Pelajaran yang dapat dipetik adalah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Apapun bentuk ambisi, keinginan, cita-cita dan angan-angan, bila diperjuangkan dengan  semangat, perilaku dan kedisiplinan serta etos kerja yang tinggi In Syaa Alloh pasti dapat diraih.  Kita sebagai orang tua, guru/pendidik  dan juga warga masyarakat mulailah dari hari ini untuk memiliki etos kesuksesan yang tinggi, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Tentu yang utama tetap Berdoa/Memohon kepada Sang Maha Pemilik Kesuksesan ALLOH SWT. Salam Sukses Bersama ALLOH pasti bisa. 


 

 




                                           DAFTAR PUSTAKA 

Abu Bakar AS. 1992. Kepada Para Pendidik Muslim. Jakarta: Gema Insani Press

Artikel www.muslimafiyah.com

M.Yusuf dkk, 2003. Kultum Kuliah Tujuh Menit. Jombang: Lintas media 

Sulistyowati. 2019. Mengelola Diri Untuk Meraih Sukses. Batu: Beta Aksara. 

Sulistyowati. 2020. Indahnya Berkarya Tuk Menginspirasi. Batu: Beta Aksara.

 

http://www.dakwahtuna.com/2007/03/29/138/menjadi-pelopor-   

kebajikan/#ixzz6F7V0C4ZJ

Poin Penting Untuk Kenaikan Kelas

Photo Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Sociusmedia.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengeluarkan Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Ujian Nasional, Ujian Kesetaraan, dan Ujian Sekolah dalam masa darurat Covid-19.


"Berkenaan dengan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat, maka perlu dilakukan langkah responsif yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan lahir dan batin peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan," papar Nadiem dalam SE Mendikbud No 1 Tahun 2021.

Dari delapan poin utama, poin ketujuh menjelaskan ketentuan kenaikan kelas dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga tahun 2021. Dijelaskan, ada sejumlah hal terkait  kenaikan kelas, yaitu kenaikan kelas melalui Ujian Akhir Semester (UAS), tetapi dikatakan bahwa UAS tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh. Ujian akhir semester (UAS) untuk kenaikan kelas, tulis SE Mendikbud, dapat dilakukan dalam bentuk:


1.    Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya)

2.    Penugasan

3.    Tes secara luring atau daring, dan/atau

4.    Bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

“Meski begitu, UAS untuk kenaikan kelas dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh,” papar Nadiem.

8 poin SE Kemendikbud


Berikut rangkuman lengkap 8 poin SE Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 terkait pelaksanaan Ujian Nasional, Ujian Kesetaraan, serta Ujian Sekolah dalam masa darurat Covid-19.


1.    Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan tahun 2021 ditiadakan.

2.    Dengan ditiadakannya UN dan Ujian Kesetaraan pada angka 1, maka UN dan Ujian Kesetaraan tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

3.    Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah:

·         Menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester.

·         Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik.

·         Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

4.    Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan dilaksanakan dalam bentuk:

·         Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya).

·         Penugasan.

·         Tes secara luring atau daring; dan/atau

·         Bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

5.    Selain ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada angka 4, peserta didik sekolah menengah kejuruan juga dapat mengikuti uji kompetensi keahlian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

6.    Penyetaraan bagi lulusan program Paket A, program Paket B, dan program Paket C dilakukan sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:

·         Kelulusan bagi peserta didik pendidikan kesetaraan sesuai dengan ketentuan pada angka 3 (tiga).

·         Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan bagi peserta didik pendidikan kesetaraan berupa ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan diakui sebagai penyetaraan lulusan.

·         Ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan dilakukan dalam bentuk ujian sebagaimana dimaksud pada angka 4.

·         Peserta ujian tingkat satuan pada pendidikan kesetaraan adalah peserta didik yang terdaftar di daftar nominasi peserta ujian pendidikan kesetaraan pada data pokok pendidikan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

·         Hasil ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan harus dimasukkan dalam data pokok pendidikan.

7.    Kenaikan kelas dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: Ujian akhir semester (UAS) untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk:

·         Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap / perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya).

·         Penugasan.

·         Tes secara luring atau daring, dan/atau;

·         Bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

8.    Untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilaksanakan sesuai dengan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK sebagaimana tercantum dalam Lampiran Surat Edaran ini atau dapat diunduh pada laman jdih.kemdikbud.go. id. Kemendikbud juga menyediakan bantuan teknis bagi daerah yang memerlukan mekanisme PPDB daring.


Jumat, 19 Maret 2021

ALL ENGLAND 2021 DAN BWF YANG TIDAK ADIL


Oleh : Yanuar Iwan


Penggemar bulutangkis di Indonesia dan dunia  menyaksikan drama  ketidakadilan yang ditunjukan BWF dan Asosiasi Bulurangkis Inggris terhadap Timnas Bulutangkis Indonesia. Sudah ada tiga wakil Indonesia yang lolos kebabak enam belas besar turnamen bulutangkis tertua didunia All England, ada ganda putra ranking satu dunia Kevin/ Marcus, ganda putra ranking dua dunia Ahsan/Hendra dan tunggal putra Jonathan Christie.


Email dari Otoritas Kesehatan Inggris ( National Health Service ) yang dikirim kepada Timnas Bulutangkis Indonesia mengharuskan pemain-pemain Indonesia termasuk jajaran pelatih dan manager untuk melakukan isolasi karena pesawat yang mereka tumpangi berbarengan dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19.


Pernyataan dari NHS terasa aneh karena sebelumnya sebagian  pemain Indonesia sudah bertanding dan kontak dengan pemain, official, wasit, hakim garis dan panitia. Idealnya BWF dan Federasi Bulutangkis Inggris menghentikan All England 2021 dan seluruh pemain, pelatih, manager, termasuk panitia seluruhnya dites PCR untuk memastikan stabilitas kesehatan di Inggris, mengapa hanya Timnas Bulutangkis Indonesia yang dites PCR dan dipaksa mundur dari All England dan wajib isolasi. Bagaimana dengan pemain lain yang sudah kontak dengan pemain Indonesia ?


BWF dan Federasi Bulutangkis Inggris tetap melanjutkan turnamen, padahal Tim Denmark, India, dan Thailand saat baru tiba di Birmingham tidak lolos dalam tes PCR pertama mereka dinyatakan positif tetapi dengan kecepatan hasil yang luar biasa pada tes PCR kedua mereka dinyatakan negatif dan diizinkan untuk tetap bermain.


BWF mungkin lupa atau sengaja lupa protokol kesehatan saat Thailand Open yang mengharuskan  setiap tim untuk datang sepuluh hari sebelum turnamen dilaksanakan, Thailand Open sukses, mengapa BWF tidak menerapkan hal ini di Inggris ?


All England sudah kehilangan prestise sebagai salah satu kejuaraan bulutangkis bergengsi kelas dunia, China, Taiwan, dan Korea Selatan membatalkan keikutsertaannya, kini Indonesia dipaksa mundur, didepak, atau di WO ( walk over ) dipaksa untuk kalah ketika kondisi pemain Indonesia sudah sangat siap.


Timnas Bulutangkis Indonesia korban ketidakadilan BWF dan Federasi Bulutangkis Inggris, pemain Turki Neslihan Yigit diizinkan tetap bermain walaupun yang bersangkutan satu pesawat dengan Tim Indonesia, dan baru dinyatakan WO setelah Tim Indonesia melakukan protes terhadap BWF.


Tidak hanya sampai disitu penderitaan Tim Bulutangkis Indonesia, Hendra Setiawan dkk dipaksa berjalan kaki dari GOR ke hotel tempat mereka menginap, BWF sudah memperlakukan mereka sebagai orang-orang yang sudah terjangkit Covid-19.


Komite Olimpiade Indonesia dan PBSI harus segera mengambil tindakan  terhadap "Tragedi bulutangkis abad ini" karena tentu hal ini akan berdampak terhadap para pemain Indonesia.


Jika BWF ingin menebus dosa dan kesalahan jalan yang paling elegan adalah hentikan dan batalkan Turnamen Bulutangkis All England 2021, laksanakan tes terhadap seluruh pemain, official, dan panitia. Dunia melihat kinerja BWF jangan sampai cabang olahraga bulutangkis yang kian mendunia justru dirusak oleh tindakan dan keputusan BWF yang bertentangan dengan keadilan, merusak kualitas turnamen, dan bertindak diskriminatif.


Maju terus dan jayalah bulutangkis Indonesia.


Cisarua, medio Maret 2021.

Minggu, 14 Maret 2021

CHINA DAN KUDETA MYANMAR

Oleh : Yanuar Iwan


Junta Militer Myanmar kembali melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah dibawah Aung San Sukyi. _Tatmadaw_ ( Militer  Myanmar ) berdalih kudeta untuk menyelamatkan demokrasi dari kecurangan pemilu, suatu alasan retorik yang penuh pencitraan dan ironi.


Kudeta Myanmar tidak bisa dilepaskan dari kerangka persaingan politik, ekonomi, dan militer dikawasan Asia Tenggara dan Laut Cina Selatan. Potensi geostrategis dan geopolitik kawasan tersebut telah mendorong persaingan masif antara Amerika Serikat dan China, agresivitas China di kawasan Laut China Selatan telah membuka potensi konflik yang lebih luas bukan saja dengan negara-negara Asia Tenggara tetapi dengan Amerika Serikat yang secara tradisional memiliki ikatan kuat dengan beberapa negara Asia Tenggara. 


Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken beberapa waktu lalu menyatakan dengan tegas keberpihakan AS kepada negara-negara Asia Tenggara yang berkonflik dengan China di Laut Cina Selatan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berhasil merintis pembelian pesawat tempur F15, F18, dan F35 dari AS guna melengkapi jumlah pesawat tempur Skuadron udara AURI walaupun proses negosiasi memakan waktu berbulan-bulan, keberhasilan ini tentu dipengaruhi situasi di Laut Cina Selatan, terlebih kapal _Coast Guard_ China beserta kapal nelayannya pernah menerobos wilayah ZEE Indonesia di Laut Natuna.


Secara geopolitik, Myanmar tidak strategis jika dihubungkan dengan persaingan global di kawasan Laut Cina Selatan, tetapi secara kepentingan politik dan ekonomi di wilayah Asia Tenggara, Myanmar menjadi strategis terutama jika dilihat dari letak geografisnya yang berdekatan dengan China. Kedekatan Partai Liga Nasional  Demokrasi dibawah Suu Kyi yang memiliki hubungan dekat dengan negara-negara barat. Khususnya Amerika Serikat dan Inggris terbukti dengan gagalnya usulan embargo ekonomi terhadap Myanmar akibat permasalahan genosid Muslim Rohingya, tentunya kondisi ini tidak diinginkan China yang memiliki kepentingan politik dan ekonomi melalui rintisan _China - Myanmar Economic Coridor_( CMEC ) jalur sutra baru dibawah Xi Jin Ping.


Sikap lunak Beijing terhadap kudeta di Myanmar jelas terlihat ketika menyatakan bahwa kudeta junta militer hanya sebagai "perombakan kabinet besar-besaran". China bersama dengan Rusia menolak upaya Dewan Keamanan PBB yang mengutuk keras kudeta junta militer Myanmar. China menyatakan bahwa perebutan kekuasaan dari pemerintah yang dipilih secara sah adalah urusan internal suatu negeri ( Kompas.com)


Para demonstran sipil, pemuda, LSM, aktivis mahasiswa yang berdemonstrasi di Yanggon menentang kudeta, hampir setiap hari berdemo dihalaman depan Kedubes China, karena menganggap China terlibat didalam kudeta. China diduga memiliki kedekatan aliansi dengan Junta  Militer Myanmar, para demonstran menuduh China memberikan bantuan persenjataan dan infrastruktur IT kepada penguasa militer dengan meningkatnya arus penerbangan dari China ke Myanmar ditengah pembatasan penerbangan dan pemblokiran internet.


Wilayah Asia Tenggara dan kawasan Laut Cina Selatan selamanya akan menjadi sasaran dan target penguasaan politik dan ekonomi mengingat potensi kekayaan alamnya yang sangat besar khususnya mineral dan energi, ASEAN dituntut untuk segera merubah visi dan misinya bukan hanya berorientasi kepada kemajuan ekonomi kawasan tetapi juga secara proaktif menjaga stabilitas politik dan  mencegah konflik militer. Kita hanya bisa berharap agar Myanmar tidak menjadi ajang perang saudara karena benturan berbagai kepentingan politik, ekonomi, dan militer terlebih dengan adanya kepentingan dan campurtangan asing seperti di Suriah.


Cisarua, hari ahad 14 Februari 2021.

Jumat, 12 Maret 2021

Ketuhanan, Agama, dan Kebangsaan = "Akidah"

Oleh:

Sumardiansyah Perdana Kusuma

(Presiden AGSI & Sekjen AGP PGRI)

Ketuhanan Yang Maha Esa jika kita merujuk pemikiran Agus Salim merupakan unsur pokok yang mengepalai Pancasila. Ketuhanan Yang Maha Esa disini erat kaitannya dengan konsep "akidah". Akidah ini melekat dalam diri semua umat, yang menjadi pengikut suatu agama, yang didasarkan atas kitab suci, sebagaimana semula dicontohkan oleh para Nabi sebagai pembawa pesan Tuhan di masa-masa berlainan di atas muka bumi.


Akidah atau pokok dasar Ketuhanan Yang Maha Esa adalah kepercayaan agama dengan kekuatan keyakinan, bahwa kemerdekaan bangsa dan tanah air merupakan hak yang diperoleh daripada rahmat karunia Tuhan Yang Maha Esa dengan ketentuan-Nya, yang dilaksanakan-Nya dengan semata-mata kekuasaan-Nya, sesuai masa dan menurut kehendaknya (Agus Salim, 1952).


Akidah ini adalah faktor pendukung yang bersifat metafisik, supra rasional, keberadaannya bersifat alamiah, sebagai sebuah keniscayaan yang melekat dalam hati, pikiran, dan perbuatan manusia. Sedikit yang menyadari akidah inilah yang berperan memutar nasib bangsa Indonesia dari bangsa terjajah menjadi bangsa merdeka, dengan menembus batas-batas logika rasional, setidaknya sebagaimana pandangan awam manusia di masanya itu.


Sejarah mencatat akidah ini selalu mengiringi perjuangan bangsa Indonesia dalam menghempaskan dominasi ketidakadilan yang dibawa oleh kaum kolonial. Bahkan ketika bangsa Indonesia menghadapi masa-masa sulit menjelang akhir kekuasaan Jepang dan harus segera menyusun berbagai perangkat kenegaraan sebagai prasyarat sebuah negara berdaulat, ketika itu semua pendiri bangsa tiada seorang pun yang ragu dengan konsepsi akidah.


Sebagaimana kalimat sakral yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945 bahwasanya atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya.


Inilah yang melatarbelakangi sebuah konsensus bahwa negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa atau sama artinya menempatkan akidah (agama) secara terhormat dalam bingkai kebangsaan, apapun latar belakang agama maupun kepercayaan yang dianut. Konsensus ini mengikat secara historis, politis, dan yuridis.

Menghilangkan frasa agama sama saja dengan menafikan akidah yang menjadi hak asasi bagi manusia sebagai mahluk yang bertuhan. Sama artinya dengan mengingkari konsensus kebangsaan yang sudah kita bangun secara historis, politis, serta yuridis.

Maka insyaflah wahai oknum penguasa sebelum dirimu dihempaskan oleh gelombang akal sehat dan nurani manusia yang mengadakan perlawanan. Sebelum namamu dicatat secara buruk oleh sejarah. Janganlah bermain api dengan konsensus kebangsaan, dengan nilai-nilai dasar yang menjadi basis keyakinan umat manusia.


Jakarta, Jumat, 12 Maret 2021

Kamis, 11 Maret 2021

Midway

Oleh : Yanuar Iwan

"Kenali dirimu, kenali musuhmu, seribu pertempuran, seribu kemenangan" ( Sun Tzu )

Setiap pertempuran besar selalu memacu kesadaran sejarah suatu bangsa mulai dari pertempuran Dien Bien Phu 1954 Tentara Vietminh dibawah komando Jenderal Vo Nguyen Giap berhasil membuat malu militer Perancis di Vietnam. Akibat pertempuran ini mentalitas dan semangat tempur Vietnam Utara melambung tinggi hingga mempermalukan Amerika Serikat di tahun 1975. Pertempuran 10 November 1945 serdadu-serdadu Inggris menjuluki pertempuran besar ini dengan _Inferno_ ( neraka ) Pertempuran 10 November mempengaruhi jalannya revolusi fisik Indonesia ( 1945-1949 ).


Midway adalah sebuah atol strategis ditengah Samudera Pasifik yang bisa secara serbaguna dimanfaatkan untuk landasan pesawat tempur dan menampung logistik perang, atol yang berdiameter enam mil ini memiliki arti penting dan strategis bagi Armada AS dan Armada Jepang, dengan menguasai Midway Amerika Serikat dapat menyerang dan sekaligus bertahan dari manuver-manuver ofensif Armada Jepang di Pasifik, sementara bagi Jepang Midway dapat digunakan sebagai landasan untuk menguasai Pearl Harbor.


Midway adalah contoh nyata betapa operasi intelijen memiliki peran strategis didalam suatu pertempuran.

Pembokongan Armada Jepang di Pearl Harbor memberikan pelajaran berharga bagi intelijen Angkatan Laut Amerika Serikat.


Beberapa minggu sebelum Laksamana Yamamoto ( Panglima tertinggi Angkatan Laut Jepang ) dan armadanya menyerang Midway, strategi dan taktiknya sudah diketahui Laksamana Nimitz ( Panglima Armada AL Amerika Serikat di Pasifik ) Nimitz tidak terpancing ketika Yamamoto mengerahkan dua kapal induk dan beberapa kapal perang kearah Kepulauan Aleut, karena serangan Jepang sesungguhnya adalah ke Midway, Nimitz segera memerintahkan Laksdya Fletcher dan Laksdya Raymond Spruance untuk memusatkan kapal-kapal induknya, menambah jumlah dan kekuatan skuadron pesawat tempurnya diutara dan timur Midway.


Tidak terbayangkan bagaimana posisi Armada Angkatan Laut Jepang yang lebih kuat dari segi jumlah kapal dengan berbagai jenis mulai dari kapal induk ( empat kapal induk ) _Akagi_, _Kaga_, _Hiryu_, _Soryu_ hingga puluhan kapal perusak berubah posisinya dari menyerang menjadi bertahan, dampak dari diketahuinya seluruh operasi Yamamoto di Midway.


Almarhum Jurnalis PK Ojong dalam Perang Pasifik menggambarkan bahwa kesalahan pengambilan keputusan dari Laksamana Madya Chuichi Nagumo ( Laksamana yang memimpin serangan terhadap Pearl Harbor ) yang memerintahkan untuk mengganti muatan pesawat-pesawat tempur Jepang di Kapal induk _Akagi_ dan _Kaga_dari torpedo ke bom kemudian ke torpedo lagi membuat kesigapan  dan kecepatan pesawat-pesawat tempur Jepang menjadi sangat berkurang sehingga keadaan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh 37 pesawat pembom tukik yang dilepaskan Spruance untuk menghantam 

_Akagi_ yang akhirnya terbakar dan karam.


Dalam pertempuran laut pihak yang bisa memegang kendali penyerangan dengan sifat serangan mendadak  yang berdampak kepada keterkejutan dan kepanikan akan berakhir dengan kemenangan, Pertempuran Midway hanya mengandalkan skuadron-skuadron pesawat tempur yang dilepaskan dari kapal induk, kecepatan, keakuratan, dan ketepatan pengambilan keputusan dari Komando tertinggi sampai dengan pilot pesawat tempur menjadi milik Laksamana Spruance karena dukungan informasi akurat dari Intelijen Angkatan Laut AS.


Tragedi kekalahan Jepang di Midway terus berlanjut. _Kaga_ dan _Soryu_ diserang pesawat pembom tukik ketika sedang mengisi bahan bakar kedua kapal induk tersebut terbakar dan karam.


Serangan balasan dari _Hiryu_ dengan 12 pesawat pembom tukiknya walaupun bisa menghancurkan Kapal Induk Yorktown, justru membuat posisi _Hiryu_ diketahui oleh Spruance dan pada tanggal 4 Juni 1942 sore hari 24 pembom tukik berhasil menjatuhkan 4 bom tepat sasaran, dini hari tanggal 5 Juni _Hiryu_ menyusul _Akagi_, _Kaga_, dan  _Soryu_ karam didasar Samudera Pasifik.


Didalam film Midway ( 2019 ) Sutradara Rolland Emmerich berhasil menggambarkan adegan dramatis ketika Laksamana Yamamoto yang berada dikapal induk Yamato menerima laporan dari ajudannya, "Apakah kita akan menyerang balik laksamana"? Yamamoto dengan sosok percaya diri dan tenang memberikan perintah untuk mundur teratur.


Pertempuran Midway ( Juni 1942 ) menjadi titik balik yang tragis bagi Jepang kehilangan 4 kapal induknya, ratusan pesawat terbang, dan ribuan prajuritnya membuat arah Perang Pasifik menjadi berubah Armada Jepang yang taktis dan ofensif sejak Desember 1941 mulai tertekan dan dipaksa untuk defensif terus menerus, yang dikhawatirkan oleh Yamamoto bahwa industri militer AS akan bangkit jika Jepang tidak bisa menghancurkan Armada AL Amerika Serikat di Pasifiik sebelum 1943 menjadi kenyataan, AS mampu merubah industri sipilnya menjadi industri militer yang kuat dan besar guna memasok segala kebutuhan perang diberbagai medan. Dari segi moral Pertempuran Midway telah membangkitkan moral pasukan AS untuk terus merangsek maju dengan tujuan akhir Tokyo.


Berita kekalahan Jepang di Midway terus dirahasiakan Departemen Pertahanan Jepang selama Perang Pasifik berlangsung ( 1941-1945 ) para petinggi militer Jepang diperintahkan untuk tutup mulut dan para prajurit yang terlibat Pertempuran Midway diasingkan dan diisolasi.


Menutup rahasia kekalahan untuk tetap memperkuat moril dan semangat tempur memang dibutuhkan, tetapi yang lebih menentukan adalah perkembangan industri peperangan, strategi, dan operasi intelijen yang akurat dan profesional. Kekalahan didalam suatu pertempuran memang menyakitkan jenderal, apalagi dengan pertempuran penting sekelas Midway.


Bahan bacaan :

PK Ojong, Perang Pasifik, Kompas, Jakarta Agustus 2009

Historia. id


Cisarua, Maret 2021.

Selamat! Kuota Belajar Kemdikbud Cair Lagi


Infografis Bantuan Kuota Internat Gratis Kemdikbud Tahun 2021 /Humas Kemendikbud RI

Sociusmedia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim mengumumkan pada senin, 01 Maret 2021 melalui saluran youtube Kemendkibud RI mengatakan  bahwa program bantuan kuota belajar 2021 akan kembali mulai disalurkan per bulan Maret ini. Program penyalurkan Kuota belajar ini direncakan akan diberikan hingga 3 bulan ke depan yaitu Maret,April dan Mei 2021.

Mendikbud memaparkan ada sedikit perbedaan, karena kami dengar banyak masukan dari masyaralat untuk meningkatkan fleksibilitas kuota internet. Kami akan berikan kuota belajar dengan giga yang lebih kecil dari kuota belajar sebelumnya. Tapi ini kuota umum, jadi semua akses ke seluruh laman dan aplikasi kecuali aplikasi yang diblokir bisa dilakukan.

Program bantuan kuota belajar ini akan diterima pada tanggal 11-15 pada setiap bulannya dengan masa waktu selama 30 hari sejak diterima.

Rincian yang dilansir dari https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/, penerimaan kuota yang diberikan adalah kuota umum yaitu 7 GB / bulan untuk peserta didik jenjang PAUD, 10 GB / bulan untuk peserta didik jenjang Pendidikan dasar dan menengah, 12 GB / bulan untuk Pendidik Jenjang PAUD dan Pendidikan Dasar dan Menengah dan 15 GB / bulan Dosen dan Mahasiswa.

Infografis Bantuan Kuota Internat Gratis Kemdikbud Tahun 2021 /Humas Kemendikbud RI

Paket Kuota tersebut merupakan paket akses all network dengan pembatasan akses kepada:

  1. Situs yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta
  2. Twitter
  3. Instagram
  4. Facebook, dan
  5. Tiktok

Catatan bahwa daftar situs dan aplikasi yang dikecualikan di atas dapat bertambah sewaktu-waktu.

Syarat untuk mendapatkan kuota belajar dari pemerintah yaitu harus terdaftar didapodik atau terdaftar PDDikti serta memiliki nomor ponsel yang aktif atas nama peserta didik/orang tua/anggota keluarga/wali.

Jika belum menerima bantuan atau nomor berubah maka calon penerima melaporkan kepada pimpinan satuan Pendidikan sebelum April 2021, Pempinan/operator satuan Pendidikan menggunggah SPTJM untuk nomor baru dan nomor berubah ke alamat http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id untuk PAUD/Dikdasmen sedangkan untuk alamat http://ppdikti.kemdikbud.go.id untuk mahasiswa dan dosen.

Informasi lebih detail tentang bantuan kuota data internet Kemendikbud, dapat diakses melalui situs resmi https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id.
(RMS-Socius02)

Agama dan Pancasila Tetap Ada Dalam Peta jalan Pendidikan



Jakarta, 9 Maret 2021 --- Pada Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 tercantum tujuan membangun profil Pelajar Pancasila sebagai SDM Unggul. Diantara profil tersebut adalah pelajar yang “beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia”.

Pelaksana tugas (plt.) Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud, Hendarman di Jakarta, Rabu (9/3) menyebutkan, pengembangan SDM unggul harus bersifat holistik dan tidak terfokus kepada kemampuan kognitif saja. Selain kompetensi abad 21, Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 dirancang agar ekosistem pendidikan mampu menghasilkan anak-anak Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. 

“Agama sangat esensial bagi kita, bangsa Indonesia dan karenanya kami refleksikan pada profil Pelajar Pancasila. Kemendikbud tidak pernah berencana menghilangkan pelajaran agama. Pelajaran agama akan tetap ada,” tegas Hendarman yang juga Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud.

Menanggapi dokumen Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 yang beredar di tengah masyarakat, Hendarman mengakui bahwa sejauh ini, hanya ada satu rancangan atau draf Peta Jalan Pendidikan yang sudah pernah dibuat dan dokumen tersebut bukanlah dokumen final. 

”Dapat dilihat pada keterangan di setiap halaman bahwa dokumen tersebut masih berupa draf. Substansinya belum lengkap, sehingga tidak dapat dikatakan dokumen final,” terang Hendarman.

Melanjutkan penjelasannya, Hendarman menyebutkan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 mulai disusun atas masukan yang sangat positif dari Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Dalam perjalanannya, Kemendikbud telah bertemu dan meminta masukan kepada lebih dari 60 pihak, yakni organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, asosiasi profesi, institusi pendidikan, organisasi multilateral, dan lain sebagainya,” terangnya.

Hendarman menambahkan, saat ini status Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 masih berupa rancangan yang terus disempurnakan dengan mendengar dan menampung masukan serta kritik membangun dari berbagai pihak. 

Kemendikbud mendengarkan dan menindaklanjuti kritik yang membangun. “Semua masukan yang sangat baik, termasuk penambahan kata-kata ‘agama’ secara eksplisit akan dipertimbangkan termuat pada pengembangan Peta Jalan Pendidikan selanjutnya,” ujar Hendarman.

Menutup penjelasannya Hendarman menyebutkan, “Kemendikbud menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas atensi berbagai kalangan demi penyempurnaan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 ini dan akan terus menyampaikan perkembangan terkait penyusunannya”.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Sekretariat Jenderal

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Laman: kemdikbud.go.id

Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI

Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri

Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri

Youtube: KEMENDIKBUD RI

Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

Siaran Pers 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Nomor : 67/sipres/A6/III/2021


#merdekabelajar

#cerdasberkarakter

#gerakbersama

#setarabersama

#indonesiapulih