Sabtu, 10 April 2021

PGRI Mengutuk Keras Penembakan Guru


Socius.Media. Jakarta (10/4) Hari ini PB PGRI secara resmi mengeluarkan
pernyataan sikap terkait peristiwa penembakan dan kekerasan pada guru di Papua serta pembakaran gedung sekolah dan rumah guru. Sebagaimana diberitakan media seorang guru SMPN 1 Julukoma, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua yang bernama Yonatan Randen tewas ditembak oleh kelompok separatis bersenjata pada Jumat 9 April 2021.

Sebelumnya pada Kamis (9/4)) seorang guru sekolah dasar bernama Oktovianus Rayo juga ditemukan tewas di Kampung Julukoma dan Distrik Beoga Kabupaten  Puncak. Ini peristiwa kesekian kalinya, setelah sebelumnya beberapa guru di daerah konflik kembali menjadi korban kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata.

Atas dasar itu PGRI secara resmi mengeluarkan  pernyataan sikap yang ditanda tangani langsung Ketua umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., dan Sekretaris Jenderal PB PGRI, Drs. H.M. Ali. H. Arahim, M. Pd. Isi pernyataan sikap PB PGRI sebagai berikut:

1.      Mengutuk keras atas penembakan yang menyebabkan tewasnya dua orang guru di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua dalam dua hari berturut-turut.

2.      PGRI juga sangat menyesalkan terjadinya pembakaran terhadap 3 gedung sekolah (SD Jambul, SMPN 1, dan SMAN 1 Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua) dan rumah guru pada Kamis (8/4/2021).

3.      Guru adalah penyuluh peradaban bangsa yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa sehingga harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya.

4.      PGRI meminta negara hadir melalui pemerintah, pemerintah daerah, aparat pertahanan dan keamanan, tokoh masyarakat (adat) untuk dapat memberikan perlindungan terhadap keselamatan para guru yang bertugas di pedalaman yang saat ini tersulut konflik agar mereka mendapatkan jaminan keselamatan diri, dan keluarganya.

5.      Apabila guru tersebut merasakan ketidakpastian akan jaminan keselamatan dalam menjalankan tugasnya, maka mohon bantuan Pemerintah dan pemerintah daerah dapat memfasilitasi mereka agar mendapatkan tempat tugas yang aman dan terlindungi.

Tidak lupa PGRI juga memanjatkan doa pada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa melindungi para guru dan seluruh masyarakat yang berada di daerah konflik. Kepada keluarga korban PGRI berdoa agar senantiasa diberi kekuatan dan ketabahan. Harapannya semoga permasalahan di daerah konflik segera teratasi. (EC-Socius 01)