Minggu, 30 Mei 2021

Tanda Cinta Dari Kami

Oleh: Ai Saadah Rachmawati

SDN 2 Cibunar-Garut


Tak selamanya gadget ini menjadi teman yang menyenangkan. Bahkan banyak menyita waktu saya rasa. Kadang untuk hal-hal yang tak perlu, dan hanya untuk mengusir rasa bosan. Tapi karena tugas dan tanggung jawab yang harus ditunaikan, mengharuskan saya banyak berinteraksi dengannya. Mulai saat ini, tak boleh tertinggal satu informasi pun. Walau dalam hati kecil, apa saya bisa?, pun rasa enggan terdikte oleh benda mati yang nyatanya hidup itu sering mengusik.

Dan saat hal ini sampai di hati dan pikiran saya, salah satunya melalui aplikasi  di hand phone ini. Tentang hingar bingar dunia yang tertuju di satu titik. Saat semua mata melihat pada mereka. Dua golongan yang berbeda, satu penjajah dan barbar, satu yang mempertahankan harga diri. Begitu perih setiap sayatan berita dan tayangan yang  saya lihat. Semua manusia yang beradab pasti trenyuh dan merasakan sakit. 

Kemanusiaan yang dirobek tak menentu, tak beraturan, sehingga membuat porak poranda. Laki- laki yang tergeletak di jalanan dengan kepala sebelah karena ledakan granat. Perempuan yang  merintih karena mata yang buta, kaki dan tangan yang buntung, bata rumah dan beton yang berserakan, rudal- rudal penghancur yang berseliweran di gelapnya malam, adalah berita yang berhari – hari ditayangkan di layar televisi. 

Rasa putus asa dan gelisah menghantui hati ini. Semua pihak seolah terdiam dan tak bisa berbuat apa – apa. Sampai ada seoraang Presiden yang jelas – jelas menunjuk dan mengatakan bahwa negara – negara muslim di dunia termasuk negara kita Indonesia hanya terduduk saja. Baru lah semua tersentil, dan meminta Israel untuk menghentikan serangannya. Perundingan ditawarkan untuk menjadi jalan tengah. Namun ia tetap menggempur Gaza tiada henti.

Do’a – do’a yang terpanjatkan, saya yakini mengakhiri untuk sementara perang ini. Israel sendiri yang mengajukan gencatan senjata. Salah satunya ditenggarai karena lobi dari sang Presiden nan gagah itu. Alhamdulillaah, segala puji bagi Allah SWT. Namun ada hal lain yang ingin saya bagikan kepada Anda, yaitu kebanggaan saya kepada rekan - rekan guru dan para siswa di sekolah tempat saya bertugas serta orang tua mereka dalam berempati.

Berawal dari kiriman rekan- rekaan saya yang membagikan video gadis kecil Palestina. Ungkapan – ungkapan yang dengan lantang diteriakannya begitu mengena, tak ada satu pun yang luput. Seorang gadis cantik seusia anak Sekolah Dasar. Begitu percaya dirinya ia berbicara di hadapan ribuan orang. Karenanya, saya langsung meminta rekan – rekan guru membagikan video tersebut di grup whatsapp setiap kelas. 

Kami mengajak semua siswa menyisihkan uang yang mereka miliki walau hanya 500 rupiah saja. Tak disangka, sambutan yang diberikan sangat mengharukan. Sekolah kami yang berada di kampung, yang mayoritas bukan warga kaya, bersedia memberikan sumbangan untuk saudara – saudara kita di Palestina. Dalam empat hari, dana sumbangan dari semua kelas terkumpul sudah.

Niat saya untuk menyentuh siswa dengan tuturan yang disampaikan anak seusia mereka, juga bagi orang tua yang saya harap ikut tersentuh mendengar dan melihat apa yang disampaikan anak seusia sanak- anak mereka, rupanya ada hasilnya. Memang itu merupakan salah satu faktor saja. Karena saya yakin, niat  untuk  membantu saudara- saudara seagama lah yang berperan lebih besar dalam penggalangan dana ini.Terima kasih rekan- rekan guru, anak- anak didikku, juga para orang tua siswa. Semoga rezeki yang diberikan dapat bermanfaat bagi warga Palestina. Menjadi saksi di hadapan Allah akan keinginan kita untuk menentang kedzaliman. 

Hal penting yang ingin kami sampaikan adalah “kebiasaan untuk berempati” kepada sesama. Apa yang kita berikan mungkin tak seberapa. Tapi niat dan kasih sayang kita untuk saudara- saudara kita, itu tak ternilai. Dan yang tak kalah penting adalah “keterbukaan”. Kami mencatat dan melaporkan bukti pengiriman dana melalui “Aksi Cepat Tanggap” kepada orang tua siswa. Berharap saling percaya antara  kami akan tetap terjalin.

“Apa pun yang telah digariskan Allah SWT tentang Israel dan Palestina, semoga keadilan keselamatan, ketentraman, keikhlasan, dan keberkahan dilimpahkan kepada orang- orang yang beriman. Aamiin...” 





Kamis, 27 Mei 2021

Penggunaan Media Sosial Masa Covid-19



Oleh: Tresna  Prajadin, M.Pd

SMPN 1 Cimarga, Lebak, Banten


Penggunaan media sosial, seperti WhatsApp dan Instgram mengalami lonjakan 40% selama masa pandemi virus Corona”, demikian diungkapkan Fahmi Ahmad Burhan (2020). Media Sosial menjadi alat komunikasi yang efektif pada saat karantina, baik saat anjuran social distanching maupun saat PSBB. Hal ini dikarenakan manusia sebagai mahluk sosial, perlu komunikasi baik langsung maupun tidak langsung. Selain itu, ketika masa pandemi, kebutuhan  akan barang, baik primer maupun sekunder dilakukan melalui media online. Hal tersebut, dilakukan agar kebutuhan tetap tercukupi.

Pada masa pandemi, hubungan dengan keluarga, kolega dan teman tidak bisa dilaksanakan secara langsung. Masyarakat menggunakan media sosial, seperti Facebook, Instagram, WhasApp, dan sebagainya. Dengan cara seperti itu, hubungan sosial tetap berjalan. Beragam tulisan diungkapkan untuk komunikasi dengan khalayak ramai, baik itu Grup WhatsApp, FB dan sebagainya. Namun, seperti diungkapkan oleh Raka Lestari (2020) bahwa penggunaan media sosial di tengah pandemi Covid-19 memiliki dampak positif sekaligus negatif. Dampak positifnya, bisa saling berkomunikasi dengan orang lain. Dampak negatifnya adalah jika ada kepanikan akibat adanya informasi negatif atau hoax, bahkan bisa terjadi penipuan atau kejahatan di dunia maya.

Penggunaan media sosial seperti diungkapkan diatas, mempunyai dua sisi yang tak terpisahkan, yaitu dampak positif dan negatif.  Seperti mata uang, ada dua sisi yang saling berhubungan. Dalam dunia pendidikan, kehadiran media sosial, akan membantu dalam kegiatan pembelajaran misalnya. Dalam bidang niaga atau bisnis, akan memudahkan kegiatan transaksi. Akan tetapi, seperti telah dikemukan di atas, sisi satu lagi memungkinkan terjadi hal sebaliknya, yaitu dampak negatif. Kominfo (http://kominfo.go.id.content/detail/8435/menkominfo-gunakan-media-sosial-secara-cerdas/0/berita_satker) mengungkapkan bahwa perihal dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan media sosial diantaranya yang bisa memicu kriminalitas, menghabiskan waktu produktif untuk aktivitas sehari-hari misalnya update status bagi pelajar dapat mengganggu proses belajar.

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita berkenalan dengan pemahaman tentang media sosial. Media sosial mempunyai pengertian berbeda dari para pakar komunikasi. McGraw Hill Dictionary, menyatakan bahwa media sosial adalah sarana yang digunakan oleh orang-orang untuk berinterkasi satu sama lain dengan cara menciptakan, berbagi, serta bertukar informasi. Dari pendapat pakar di atas dapat kita tarik benang merah, bahwa media sosiala merupakan  sarana untuk bertukar informasi sehingga bisa terjadi interaksi dengan sesama dan khalayak umum.

Media sosial mempunyai kekhususan tersendiri. Adapun karakteristik media sosial (Ruli Nasrullah, 2015: 15), yaitu:

  1. Jaringan (network). 

Media sosial memiliki karakter jaringan sosial. Media sosial terbangun dari struktur sosial yang terbentuk di dalam jaringan atau internet. Jaringan yang terbentuk antar pengguna (users)merupakan jaringan yang secara teknologi dimediasi oleh perangkat teknologi, seperti komputer, telepon genggam atau tablet.Jaringan yang terbentuk antar pengguna ini pada akhirnya membentuk komunitas, contohnya seperti Facebook, twitter dan lain-lain. 


  1. Informasi (information) 

Di media sosial, informasi menjadi komoditas yang dikonsumsi oleh pengguna. Komoditas tersebut pada dasarnya merupakan komoditas yang diproduksi dan didistribusikan antar pengguna itu sendiri. Dari kegiatan konsumsi inilah pengguna dan pengguna lain membentuk sebuah jaringan yang pada akhirnya

secara sadar atau tidak bermuara pada institusi masyarakat berjejaring. 

  1. Arsip (archive) 

Bagi pengguna media sosial, arsip menjadi sebuah karakter yang menjelaskan bahwa informasi telah tersimpan dan bisa diakses kapan pun dan melalui perangkat apa pun. Setiap informsi apa pun yang diunggah di Facebook informasi itu tidak hilang begitu saja saat pergantian hari, bulan bahkan sampai tahun. 

  1. Interaktif (interactivity) 

Karakter dasar dari media sosial adalah terbentuknya jaringan antar pengguna. Jaringan ini tidak sekedar memperluas hubungan pertemanan atau pengikut di internet semata, tetapi juga harus dibangun dengan interaksi antar pengguna tersebut.


Menurut Nasullah (2015) setidaknya ada enam kategori besar untuk melihat pembagian media sosial, yakni:

  1. Media Jejaring Sosial (Social networking) 

Media jejaring sosial merupakan medium yang paling popular. Media ini merupakan sarana yang bias digunakan pengguna unutk melakukan hubungan sosial, termasuk konsekuensi atau efek dari hubungan sosial tersebut di dunia virtual. Karakter utama dari situs jejaring sosial adalah setiap pengguna membentuk jaringan pertemanan, baik terhadap pengguna yang sudah diketahuinya dan kemungkinan saling bertemu di dunia nyata (offline) maupu membentuk jaringan pertemanan baru. Contoh jejaring sosial yang banyak digunakan adalah facebook dan LinkedIn

  1. Jurnal online (blog) 

Blog merupakan media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk mengunggah aktifitas keseharian, saling mengomentari dan berbagi, baik tautan web lain, informasi dan sebagainya. Pada awalnya blog merupakan suatu bentuk situs pribadi yang berisi kumpulan tautan ke situs lain yang dianggap menarik dan diperbarui setiap harinya. Pada perkembangan selanjutnya, blog banyak jurnal (tulisan keseharian pribadi) pemilik media dan terdapat kolom komentar yang bisa diisi oleh pengguna. Secara mekanis, jenis media sosial ini bias dibagi menjadi dua, yaitu kategori personal homepage, yaitu pemilik menggunakan nama domain sendiri seperti .com atau.net dan yang kedua dengan menggunakan failitas penyedia halaman weblog gratis, seperti wordpress atau blogspot. 

  1. Jurnal online sederhana atau microblog (micro-blogging) 

Tidak berbeda dengan jurnal online (blog), microblogging merupakan jenis media sosial yang memfasilitasi pengguna untuk menulis dan memublikasikan aktifitas serta atau pendapatnya. Contoh microblogging yang paling banyak digunakan adalah Twitter

  1. Media berbagi (media sharing) 

Situs berbagi media merupakan jenis media sosial yang memfasilitasi penggunanya untuk berbagi media, mulai dari dokumen (file), video, audio, gambar, dan sebagainya. Contoh media ini adalah: Youtube, Flickr, Photo-bucket, atau snapfish



  1. Penanda sosial (social bookmarking) 

Penanda sosial merupakan media sosial yang bekerja untuk mengorganisasi, menyimpan, mengelola, dan mencari informasi atau berita tertentu secara online. Beberapa situs sosial bookmarking yang popular adalah delicious.com, stumbleUpon.com, Digg.com, Reddit.com, dan untuk di Indonesia ada LintasMe

  1. Media konten bersama atau wiki

Media sosial ini merupakan situs yang kontennya hasil kolaborasi dari para penggunanya. Mirip dengan kamus atau ensiklopedi, wiki menghadirkan kepada pengguna pengertian, sejarah hingga rujukan buku atau tautan tentang satu kata. Dalam prakteknya, penjelasan-penjelasan tersebut dikerjakan oleh pengunjung, artinya ada kolaborasi atau kerja sama dari semua pengunjung untuk mengisi konten dalam situs ini.

Pengunaan media sosial mempunyai berbagai tujuan. Pada masa pandemi Covid-19, tujuan sangat urgen, yaitu membangun komunukasi untuk memenuhi kebutuhan, khusunya kebutuhan dasar. Secara umum, penggunaan media sosial mempunyai 7 tujuan utama. Whiting & Williams, dalam Andi Saputra (2019) mengemukakan bahwa penggunaan media sosial mempunyai beberapa tujuan yaitu: (1) alat komunikasi (telepon/sms/chatting); (2) mencari informasi; (3) interaksi sosial/pertemanan; (4) bisnis online; (5) menyampaikan opini/update status (posting foto/video/informasi); (6) hiburan/relaksasi (mendengarkan musik/menonton video); (7) mengisi waktu luang.

Media sosial dalam pelaksanaannya, mempunyai permasalahan yang melibatkan pelaku dalam ranah hukum. Akar permasalahannya adalah penggunaan media sosial tanpa disertai pemahaman terhadapa etika penggunaannnya. Sudah banyak terjadi, akibat berselayar di dunia maya, melakukan posting, terjerat pada kasus hukum. Untuk itu perlu kecerdasan dalam penggunaannya.

Kasus terjerat  hukum akibat pengunaan media sosial yang tidak tepat, sudah banyak data di media massa. Siti Nurul Intan Sari dan Sylvana Murni D Hutabarat (2020)  mengemukan bahwa seorang ibu rumah tangga terjerat dengan Pasal 45A ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana paling lama enam tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar. Banyaknya ibu rumah tangga terjerat UU ITE boleh jadi menggambarkan satu masalah besar: edukasi tentang jelajah internet yang bijak masih sangat rendah. 

Siti Nurul Intan Sari dan Sylvana Murni D Hutabarat (2020)  juga mengemukan bahwa berlakunya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, adanya minimal tiga ancaman yang dapat berpotensi menimpa pengguna media sosial, yaitu: 1. Ancaman pelanggaran kesusilaan (Pasal 27 Ayat 1). 2. Penghinaan dan/atau pencemaran nama baik (Pasal 27 Ayat 3). 3. Penyebaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) (Pasal 28 Ayat 2). Dari uraian diatas, dapat diketahui bahwa adanya ancaman bagi pengguna media sosial, apabila media sosial tidak digunakan secara bijak.

Mengatasi kasus hukum di atas, perlu pemahaman dan penggunaan media sosial yang tepat. Siti Nurul Intan Sari dan Sylvana Murni D Hutabarat (2020)  mengemukan bawa ada beberapa tips dalam penggunaan media sosial yang cerdas dan bijak bagi pengguna media sosial yaitu :

a. Tidak share info pribadi.

b. Jaga inner circle

c. Jaga etika. 

d. No sara, no hoax

e. Cantumkan sumber konten.

 f. Sarana pengembangan diri. 

g. Bangun jaringan.

Penggunaan medsos, masa pandemi ini digunakan secara masif. Masyarakat menggunakannnya sebagai sarana komunikasi. Selain itu, penggunaannya menjadi inti dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Dengan adanya pandemi, kegiatan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh. Hal ini memicu peningkatan penggunaan media sosial, khususnya WhatsApp. Masyarakat, khususnya orang tua “dipaksa” untuk memahami penggunaan aplikasi dan paltform teknologi. Kegiatan pembelajaran ini, yang dilakukan secara “daring, luring, dan kombinasi”, dilaksanakan untuk memenuhi tuntutan agar pembelajaran bisa tetap berjalan.

Masyarakat terutama orang tua di masa pandemi ini, penggunaan media sosial sangat tinggi. Penggunaannya seperti diungkapkan di atas, dilakukan untuk membantu pembelajaran anak, atau untuk kegiatan lainnya, seperti bekerja di rumah atau sekedar hubungan sosial. Pada masa ini, mutlak penggunaan media sosial diperlukan agar kebutuhan terpenuhi. Jika tidak dilakukan, maka kebutuhan khususnya dalam pembelajaran jarak jauh atau kegiatan lainnya tidak bisa terpenuhi. Dengan demikian, media sosial masa ini merupakan “jantung dalam denyut aktivitas kehidupan masyarakat”.

Menutup tulisan ini, bahwa media sosial merupakan hal yang harus dilakukan masa pandemi. Namun di lain pihak, jika tidak hati-hati dalam pengunaannya akan menimbulkan masalah. Hal tersebut bukan hanya kerugian bagi diri sendiri, tetapi menyangkut hak atau privacy orang lain, bahkan  mengarah pada ranah hukum. Oleh karena itu, penggunaan media sosial harus selektif dan sesuai penggunannya. Selain itu, perlu cara pandang baru dalam penggunaannya, karena media sosial mengharuskan “melek teknologi”.


Sumber-Sumber Bacaan:


Andi Saputra. 2019. Survei Penggunaan Media Sosial Di Kalangan Mahasiswa Kota Padang Menggunakan Teori Uses And Gratifications. UPT Perpustakaan Andalas.


Fahmi Ahmad Burhan. 2020. https://katadata.co.id/berita/2020/03/27/penggunaan-whatsapp-dan-instagram-melonjak-40-selama-pandemi-corona Diunduh 27Mei 2021.

Kominfo (http://kominfo.go.id.content/detail/8435/menkominfo-gunakan-media-sosial-secara-cerdas/0/berita_satker). Diunduh 27Mei 2021.


Nasrullah, Rulli. 2014. Teori dan Riset Media Siber (Cybermedia). Jakarta : Kencana Prenadamedia Group


Nasrullah, Rulli. 2015. Media Sosial; Persfektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.


Raka Lestari. 2020. https://www.msn.com/id-id/gayahidup/hidup-pintar/tips-bermedia-sosial-yang-positif-di-tengah-krisis-covid-19/ar-BB11Rc0V . Diunduh 27Mei 2021.


Siti Nurul Intan Sari dan Sylvana Murni D HUTABARAT. 2020. Pendampingan Penggunaan Media Sosial Yang Cerdas Dan Bijak Berdasarkan Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume: 2 No: 1 Tahun 2020. Fakultas Hukum, UPN Veteran Jakarta.

Selasa, 25 Mei 2021

Pembelajaran Jarah Jauh menggunakan Classroom dan Whatsaap di SMPN 4 Mandau Duri Kab. Bengkalis– Riau Tahun 2020/2021

 


SURYA IRA MAHAYANI, S.Pd

SMPN 4 MANDAU DURI-RIAU



Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menginstruksikan kepada jajaran di Dinas Pendidikan baik provinsi maupun daerah untuk memberlakukan pembelajaran jarak jauh sejak tanggal 16 Maret 2020 . Guru dituntut untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa tanpa dibebani tercapainya kurikulum. Pembelajaran difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup. Hal ini menjadikan tantangan tersendiri bagi guru. Setelah pembagian rapor SMT 1 berakhir kepala sekolah SMPN 4 Mandau  Ibu Lisa Triana, S.Pd melakukan persiapan untuk pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh di SMPN 4 Mandau tahun ajaran baru dengan mengagendakan 3 pilihan pembelajaran yang akan dipilih. Pembelajaran ini sudah dirancang jauh-jauh hari bersama tim Kurikulum Ibu Ernalis, S. Pd, Rapat pelaksanaan pembelajaran Jarak Jauh di SMPN 4 Mandau untuk tahun pelajaran 2020/2021 dilaksanakan dengan melibatkan semua guru tetap menggunakan protokol kesehatan. Namun pelaksanaan rapat sejalan dengan rapat kelulusan kelas 9 dan rapat pembagian tugas mengajar. Yang dibagi 3 sesi agar tidak terjadi penumpukan orang. 

    Rapat pertama dengan mendatangkan guru kelas 9  dan memberikan 3 pilihan pembelajaran, pertama pembelajaran menggunakan Microsoft Team, yang kedua menggunakan classroom dan yang ketiga menggunakan whasaap setelah berdepat guru kelas 9 dengan berbagai persi maka didapati kesepakatan bersama untuk kelas 9 dengan pandangan yang diberikan Ibu Lisa Tirana sebagai kepala sekolah SMPN 4 Manadau menggunakan classroom karena classroom ini lebih efektif untuk digunakan guru dan siswa  dan sekalian sosialisasi cara menggunakan classroom dengan tutorial yang diberikan oleh Ibu Lisa Triana sebagai kepala sekolah yang di dapat dari kementrian. Sebagai penyampai materi yang penjelasan langkah-langkah penggunaan classroom yang di lakukan oleh Ibu Eva Junetty. S sebagai guru TIK di SMPN 4 Mandau dengan menggunakan alat infokus juga dengan jaringan waifi yang ada di sekolah diikuti oleh guru-guru yang menggunakan letop masing-masing. 

    Hari kedua Pemanggilan guru kelas 8 dengan pandangan yang di berikan ibu Lisa Triana sebagai kepala sekolah maka kesepakatan untuk pembelajan kelas 8 juga menggunakan classroom sebagai penyampai materi dan tutorialnya disampaikan oleh ibu Eva Junetty . S

    Hari ketiga pemanggilan guru kelas 7 dengan  pandangan yang diberikan ibu Lisa Triana sebagai kepala sekolah karena anak baru di SMPN 4 Mandau  dan melihat kondisi juga keadaan siswa yang masih belum memahami teknologi maka di dapati kesepakatan dengan guru-guru kelas 7 menggunakan Whasaap. Sebagai penyampai materi yang diberikan oleh Ibu Surya Ira Mahayani.

    Saya sebagai guru kelas 8 juga wali kelas 8.7 mengajarkan siswa-siswi menggunakan classroom mengalami beberapa hambatan karena pembelajaran jarak jauh ini baru dilaksanakan di masa pandemic covid 19. Pemberian absen, materi dan tugas di laksanakan sejalan agar anak-anak di rumah dapat belajar walaupun tidak dengan tatap muka. Terkadang setelah pemberian materi disampaikan oleh guru baik menggunakan video pembelajaran dan tugas yang diberikan namun masih ada sebagian siswa-siswi yang tidak mengikuti pembelajaran sesuai dengan waktu yang disediakan.

    Tapi sebagai guru  IPS saya  berhap agar siswa-siswi dapat belajar walaupun materi di classroom ini kapan saja bisa diihat dan dikerjakan tugasnya, waktu yang saya berikan untuk tugas yang dikumpul satu minggu, namun masih ada juga siwa-siswi yang tidak mengumpulkannya.  Saya sebagai guru IPS memberikan tenggang waktu untuk mengerjakan tugas, tp untuk ulangan saya tidak memberikan tenggang waktu, setelah kegiatan pembelajaran IPS selesai maka nilai anak yang ujian menggunakan link langsung saya perlihatkan agar anak memiliki rasa tanggung jawab terhadap nilai yang ia miliki. Dan jika nilai anak tidak sesuai dengan KKM maka anak saya minta untuk mengikuti remedial, namun ada juga anak yang kadang tidak mengindahkan pesan saya lewat WA maupun lewat classroom.

Saya berharap semoga pendemi cepat berlalu saya rindu untuk mendidik anak-anak didik saya baik karakter yang tidak di jumpai di rumah akan ia dapatkan di sekolah, namun hal ini masih akan berlangsung lama karena ini merupakan wabah terbesar yang melanda seluruh dunia. 

Entah sampai kapan wabah ini akan berakhir mari kita semua tetap menjaga kesehatan dan tetap menjaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan air mengalir agar kita semua                 sehat-sehat saja. 

Kata pepatah kesehatan itu mahal dari pada kita mengobati.