Minggu, 30 Mei 2021

Tanda Cinta Dari Kami

Oleh: Ai Saadah Rachmawati

SDN 2 Cibunar-Garut


Tak selamanya gadget ini menjadi teman yang menyenangkan. Bahkan banyak menyita waktu saya rasa. Kadang untuk hal-hal yang tak perlu, dan hanya untuk mengusir rasa bosan. Tapi karena tugas dan tanggung jawab yang harus ditunaikan, mengharuskan saya banyak berinteraksi dengannya. Mulai saat ini, tak boleh tertinggal satu informasi pun. Walau dalam hati kecil, apa saya bisa?, pun rasa enggan terdikte oleh benda mati yang nyatanya hidup itu sering mengusik.

Dan saat hal ini sampai di hati dan pikiran saya, salah satunya melalui aplikasi  di hand phone ini. Tentang hingar bingar dunia yang tertuju di satu titik. Saat semua mata melihat pada mereka. Dua golongan yang berbeda, satu penjajah dan barbar, satu yang mempertahankan harga diri. Begitu perih setiap sayatan berita dan tayangan yang  saya lihat. Semua manusia yang beradab pasti trenyuh dan merasakan sakit. 

Kemanusiaan yang dirobek tak menentu, tak beraturan, sehingga membuat porak poranda. Laki- laki yang tergeletak di jalanan dengan kepala sebelah karena ledakan granat. Perempuan yang  merintih karena mata yang buta, kaki dan tangan yang buntung, bata rumah dan beton yang berserakan, rudal- rudal penghancur yang berseliweran di gelapnya malam, adalah berita yang berhari – hari ditayangkan di layar televisi. 

Rasa putus asa dan gelisah menghantui hati ini. Semua pihak seolah terdiam dan tak bisa berbuat apa – apa. Sampai ada seoraang Presiden yang jelas – jelas menunjuk dan mengatakan bahwa negara – negara muslim di dunia termasuk negara kita Indonesia hanya terduduk saja. Baru lah semua tersentil, dan meminta Israel untuk menghentikan serangannya. Perundingan ditawarkan untuk menjadi jalan tengah. Namun ia tetap menggempur Gaza tiada henti.

Do’a – do’a yang terpanjatkan, saya yakini mengakhiri untuk sementara perang ini. Israel sendiri yang mengajukan gencatan senjata. Salah satunya ditenggarai karena lobi dari sang Presiden nan gagah itu. Alhamdulillaah, segala puji bagi Allah SWT. Namun ada hal lain yang ingin saya bagikan kepada Anda, yaitu kebanggaan saya kepada rekan - rekan guru dan para siswa di sekolah tempat saya bertugas serta orang tua mereka dalam berempati.

Berawal dari kiriman rekan- rekaan saya yang membagikan video gadis kecil Palestina. Ungkapan – ungkapan yang dengan lantang diteriakannya begitu mengena, tak ada satu pun yang luput. Seorang gadis cantik seusia anak Sekolah Dasar. Begitu percaya dirinya ia berbicara di hadapan ribuan orang. Karenanya, saya langsung meminta rekan – rekan guru membagikan video tersebut di grup whatsapp setiap kelas. 

Kami mengajak semua siswa menyisihkan uang yang mereka miliki walau hanya 500 rupiah saja. Tak disangka, sambutan yang diberikan sangat mengharukan. Sekolah kami yang berada di kampung, yang mayoritas bukan warga kaya, bersedia memberikan sumbangan untuk saudara – saudara kita di Palestina. Dalam empat hari, dana sumbangan dari semua kelas terkumpul sudah.

Niat saya untuk menyentuh siswa dengan tuturan yang disampaikan anak seusia mereka, juga bagi orang tua yang saya harap ikut tersentuh mendengar dan melihat apa yang disampaikan anak seusia sanak- anak mereka, rupanya ada hasilnya. Memang itu merupakan salah satu faktor saja. Karena saya yakin, niat  untuk  membantu saudara- saudara seagama lah yang berperan lebih besar dalam penggalangan dana ini.Terima kasih rekan- rekan guru, anak- anak didikku, juga para orang tua siswa. Semoga rezeki yang diberikan dapat bermanfaat bagi warga Palestina. Menjadi saksi di hadapan Allah akan keinginan kita untuk menentang kedzaliman. 

Hal penting yang ingin kami sampaikan adalah “kebiasaan untuk berempati” kepada sesama. Apa yang kita berikan mungkin tak seberapa. Tapi niat dan kasih sayang kita untuk saudara- saudara kita, itu tak ternilai. Dan yang tak kalah penting adalah “keterbukaan”. Kami mencatat dan melaporkan bukti pengiriman dana melalui “Aksi Cepat Tanggap” kepada orang tua siswa. Berharap saling percaya antara  kami akan tetap terjalin.

“Apa pun yang telah digariskan Allah SWT tentang Israel dan Palestina, semoga keadilan keselamatan, ketentraman, keikhlasan, dan keberkahan dilimpahkan kepada orang- orang yang beriman. Aamiin...”