Selasa, 01 Juni 2021

Penguatan Implementasi Nilai-Nilai Pancasila di Era Milenium

Oleh Sulistyowati

SMPN 1 PUJON – Kab. Malang 


 “Pancasila as The Basis Of The State & The Source Of all Sources Of law In Indonasia.” 


 Pancasila diambil dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari dua kata, yaitu "Panca" yang artinya lima dan "Syla" yang berarti batu sendi. Tak hanya sebagai dasar negara, Pancasila juga dijadikan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

Tanpa adanya dasar negara maupun pandangan hidup bangsa, suatu negara tidak akan memiliki struktur dan arah tujuan yang jelas. Akibatnya akan timbul konflik perpecahan dalam negaranya. Oleh karena itu, penting bagi suatu negara untuk memiliki dasar negara yang di dalamnya terkandung nilai-nilai dasar berbudi luhur. Nah, berikut ini penjelasan tentang nilai-nilai Pancasila dan penerapannya.

Nilai Ketuhanan

Sila pertama memiliki nilai ketuhanan yang diambil dari bunyi silanya, “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Artinya, Indonesia adalah negara beragama yang menganut kepercayaan akan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa.

Setiap warga negara bebas untuk memilih agama dan keyakinannya. Ini sekaligus menjadi landasan konstitusi Indonesia yang menjamin hak kebebasan beragama.

Contoh penerapan nilai Ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari adalah: 

  1. Beribadah sesuai dengan keyakinan yang dianut

  2. Toleransi antar umat beragama

  3. Tolong menolong demi kebaikan tanpa memandang keyakinannya.

 

Nilai Kemanusiaan

Sila kedua yang berbunyi "Kemanusiaan yang adil dan beradab" mengandung nilai kemanusiaan. Maksudnya setiap waga negara diperlakukan secara adil sesuai harkat dan martabatnya sebagai manusia.

Tanpa adanya perbedaan suku, ras, dan agama, nilai kemanusiaan menjadi hal yang patut dijunjung tinggi untuk menghargai sesama. Contoh pengamalannya dalam masyarakat adalah:

  1. Tidak membedakan manusia berdasarkan warna kulit, suku, dan    

Agamanya

  1. Menghargai satu sama lain

  2. Tidak berperilaku seenaknya terhadap orang lain.

Nilai Persatuan

Indonesia adalah yang kaya akan budaya dan adat istiadat. Tidak heran dalam sila ketiga yang berbunyi "Persatuan Indonesia" mengandung sebuah nilai persatuan.

Artinya, setiap warga negara harus saling hidup berdampingan dalam keberagaman. Harus menyatu dalam semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika meskipun dari latar yang berbeda-beda.

Contoh penerapannya adalah:

  1. Menjaga warisan budaya Indonesia

  2. Bangga menggunakan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia

  3. Mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan daripada kepentingan pribadi atau golongan.

Nilai Kerakyatan

Nilai selanjutnya adalah kerakyatan yang diambil dari sila keempat, "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan".

Dalam nilai ini terkandung makna sistem demokrasi yang ada di Indonesia. Sisitem di Indonesia mengutamakan sebuah musyawarah untuk mencapai suatu nilai kesepakatan bersama.

Contoh penerapannya dalam masyarakat yaitu:

  1. Melakukan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan

  2. Kedaulatan ada di tangan rakyat

  3. Saling menghargai dan tidak memaksakan kehendak orang lain.

Nilai Keadilan

Nilai keadilan tertuang dalam sila kelima Pancasila yang berbunyi "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Dalam hal ini terkandung makna bahwa seluruh warga negara berhak mendapatkan keadilan sosial dan kesejahteraan.

Sebab, tujuan bangsa Indonesia sejatinya adalah untuk menyejahterakan rakyatnya tanpa ada keseimbangan. Baik dari segi osial, ekonomi, budaya maupun politik.

Contoh penerapan dalam masyarakat adalah:

  1. Bersikap adil terhadap sesama

  2. Menjalankan kewajiban dan mendapatkan hak warga negara

  3. Mendukung pembangunan demi kemajuan bangsa Indonesia

   Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dimana isi yang terkandung di dalamnya mengandung nilai-nilai kehidupan asli masyarakat Indonesia dengan keberagamannya dipersatukan dalam suatu dasar/ideologi Negara sehingga Pancasila dikatakan sebagai pandangan hidup bangsa sekaligus menjadi dasar rumusan hukum Indonesia. Nilai-nilai luhur pancasila pada era milenial ini seharusnya mampu memotivasi warga Negara Indonesia untuk berperilaku baik sebagaimana cita-cita Bangsa dan Negara yang memiliki makna atau nilai-nilai yang sangat bijaksana dan penuh kebaikan pada setiap sila serta menjadi konsep kehidupan berbangsa dan bernegara yang sempurna. 

         Oleh karena itu Pancasila harus ditanamkan pada setiap rakyat Indonesia, khususnya pada generasi muda sebagai penerus bangsa. Di era milenial kini tantangan yang dihadapi generasi muda jauh lebih kompleks dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Untuk itu pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila sangat penting. Selain sebagai landasan dalam beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila juga dapat menjadi filter dalam menyaring pengaruh asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia. Mengingat di era  milenial arus perubahan sangat cepat dalam semua bidang kehidupan .

         Pengamalan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda, seperti sila-sila lainnya juga dapat dilakukan pada kehidupan sehari-hari yang lebih aplikatif, seperti : 

1)      Saling menghormati hak-hak orang lain,

2)      Berlaku adil dalam memperlakukan orang lain tanpa memandang    

          suku,agama, status,

3)      Mengembangkan sikap-sikap adil dalam setiap perbuatan,

4)      Berusaha menghindarkan segala bentuk permusuhan dan perpecahan serta 

          sikap hidup yang mementingkan diri sendiri,

5)      Menumbuhkan etos kerja keras dan cerdas

6)      Menanamkan sikap suka rela membantu orang lain dalam masyarakat,

7)      Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum,

8)      Melakukan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat bagi kepentingan umum,

9)      Menjauhi sikap hidup konsumtif dan mewah serta senantiasa untuk hidup    

          sederhana,

10)      Bijak dalam memanfaatkan media sosial,

11)       Membiasakan sopan santun dalam berkomunikasi,

12)       Tertib berlalu lintas,

13)     Mencintai produk-produk bangsa sendiri, dll 

  Upaya penanaman nilai-nilai Pancasila tidak boleh dipisahkan antara satu dengan yang lainnya karena merupakan satu kebulatan yang utuh. Tidak akan dirasakan kegunaannya dalam masyarakat apabila tidak dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari secara sungguh-sungguh dan dilandasi dengan komitmen. Pengamalan nilai-nilai Pancasila ini juga merupakan tugas bersama anak bangsa. Namun agar tetap lestari dan dapat dikembangkan, peran generasi muda sangat penting. Pada era milenial kini tidak ada yang memfilter segala budaya milenial yang masuk kedalam bangsa Indonesia kecuali Pancasila. Hanya dengan pengamalan dan peghayatan Pancasilalah yang dapat membangun jiwa Nasionalisme dan Patriotisme pada generasi muda.

         Nilai-nilai pada Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu untuk dijadikan sumber keteladanan bagi para generasi muda guna menghadapi tantangan di masa depan. Pentingnya menjadikan Pancasila dan Nasionalisme dalam kehidupan berbangsa menjadi bahan inspirasi yang sangat essensial, karena di era milenial ini informasi dan komunikasi berlangsung tanpa batas waktu dan tempat, dimana kesemuanya tidak dapat ditolak ataupun diabaikan dan diacuhkan. Salam Pancasila, Mari Terus Menjaga Keutuhan Bangsa Dan Negara.  Semoaga Alloh SWT Merahmati kita semua. 



 


                                        DAFTAR PUSTAKA 

https://kumparan.com/topic/negara

https://guruppkn.com/implementasi-nilai-nilai-pancasila

https://www.upnjatim.ac.id/images/upnjatim/documents/syarif.pdf