Minggu, 29 Agustus 2021

TALIBAN DAN MASA DEPAN AFGANISTAN

Oleh : Yanuar Iwan

SMPN 1 Cipanas, Cianjur, Jabar

Kita hidup dalam dunia yang penuh ketakutan. Kehidupan manusia sekarang digerogoti dan dijadikan pahit-getir oleh rasa ketakutan.


Ketakutan akan hari depan

Ketakutan akan bom hidrogen

Ketakutan akan ideologi-ideologi

( Bung Karno )


Afganistan negeri 1001 konflik kembali dikuasai Taliban 15 Agustus 2021. Sejarah mencatat Taliban pernah berkuasa di Afganistan masa 1996-2001 sebelum digulingkan Amerika  Serikat.


Menjadi ironi politik "lelahnya" Amerika Serikat di Afganistan dihantam pula dengan merajalelanya korupsi di departemen pertahanan dan dinas ketentaraan nasional Afganistan. Tidak adanya ideologi tentara mempercepat kehancuran rezim Ashraf Gani.


Taliban yang sejak awal Juni melakukan operasi militer pengepungan jalur logistik militer pemerintah, dengan mudah menguasai kota Kabul sekaligus mendapatkan senjata-senjata modern buatan Amerika Serikat yang sengaja dijual oleh Tentara Nasional Afganistan.


Kepanikan dan ketakutan melanda penjuru negeri, individu, keluarga, sebagian masyarakat yang selama ini mendukung AS dan sekutunya segera memadati bandara Kabul, tragedi kemanusiaan terjadi, puluhan orang tewas terinjak-injak, anak terpisah dari orang tuanya, beberapa jatuh dari pesawat. Inggris, Perancis, Jerman, Canada dan Amerika Serikat seakan berlomba menjadi "pahlawan" bagi bangsa yang tercabik-cabik oleh perang saudara. Trauma dan luka sejarah yang demikian dalam, memory penindasan terhadap perempuan, eksekusi tanpa proses peradilan, dan monopoli kebenaran sepihak menjadi "ketakutan" kolektif bagi sebagian masyarakat yang ingin melarikan diri.


Pertanyaannya adalah apakah Taliban kekinian sama dengan Taliban era 1996 ? Melihat dinamika geopolitik global tidak ada bangsa yang mampu membangun dirinya sendiri tanpa membuka hubungan dengan negara lain khususnya dibidang ekonomi dan perdagangan. Kesediaan Taliban untuk berkomunikasi dan melakukan kontak dengan negara lain seperti Qatar dan Indonesia bahkan dengan AS membuktikan bahwa mereka berniat untuk melakukan perubahan khususnya pada pembangunan ekonomi, Taliban berusaha mencari solusi-solusi terbaru diluar solusi yang dilakukan Cina dan Rusia.


Taliban akan segera menghadapi problematika besar yang pertama adalah pembentukkan pemerintahan yang inklusif dan demokratis mengingat penduduk Afganistan terdiri dari beragam etnis, pemerintahan inklusif ini diharapkan mampu memenuhi aspirasi berbagai kelompok etnis. Yang kedua adalah penegakkan hukum dan mendisiplinkan kelompok-kelompok  milisi, karena sampai detik ini penculikkan dan pembunuhan tokoh-tokoh yang dianggap pro AS masih terus terjadi di Kabul dan Jalallabad. Taliban menolak bertanggungjawab atas pembunuhan tersebut, lantas siapakah pelakunya ?


Perdana Menteri Inggris Boris Johnsons telah menegaskan Taliban harus terus berkomitmen dan membuktikan janjinya bukan hanya sekedar ucapan-ucapan untuk mendapatkan simpati dan dukungan. Salah satu ancaman serius bagi stabilitas perdamaian di Afganistan adalah kelompok-kelompok milisi dari dalam Taliban sendiri yang sering terlibat konflik kekerasan.


Yang ketiga adalah kemampuan Taliban dalam mengatasi serangan-serangan teror, peristiwa bom bunuh diri diluar bandara Kabul yang menewaskan ratusan penduduk sipil dan tiga belas tentara Amerika Serikat pada 26 Agustus 2021. Kelompok ISIS-K menyatakan bertanggungjawab atas peristiwa berdarah ini. Antisipasi keamanan Taliban terhadap serangan-serangan teror yang dilakukan kelompok ISIS dan Al Qaeda menjadi pekerjaan rumah yang rumit dan berat, karena stabilitas keamanan  adalah prasyarat bagi terwujudnya pembangunan ekonomi.


ISIS dan organisasi sempalannya seperti ISIS-K sudah memproklamasikan akan terus menyerang pemerintahan Taliban yang dianggap berkhianat  karena sudah membuka komunikasi dengan AS. Pada akhirnya Taliban sendirilah yang menentukan bagaimana wajah Afganistan dimasa depan. Semoga terjadi perdamaian di Afganistan.


Bogor, 28 Agustus 2021

Sabtu, 28 Agustus 2021

Antusiasme Guru Sulsel Mengikuti Pelatihan Seni Komunikasi Mengajar

Sulsel.Socius.(28/8). Sambutan luarbiasa ditunjukkan guru-guru peserta kegiatan Pelatihan Seni Komunikasi yang Dirindukan. Mereka sangat antusias mengikuti sesi demi sesi kegiatan yang berlangsung melalui zoom meeting pada Sabtu (28/8). 

Setiap moderator meminta peserta untuk berinteraksi secara langsung selalu disambut dengan gercep (gerak cepat) oleh peserta. Peserta tidak merasa malu untuk mencoba mempraktekan setiap bagian dari seni komunikasi mengajar yang disampaikan nara sumber. 

Hal ini mengulang apa yang sudah dilakukan peserta yang hadir dalam kegiatan serupa di Jabar dan Jambi. Iwa Koswara sebagai nara sumber dibantu oleh Enang Cuhendi sebagai moderator selalu mampu menghidupkan ruang zoom dengan penyampaiannya yang sangat antusias, segar dan tidak membuat peserta jenuh.

Wijaya, M.Pd. selaku Ketua Umum PP FKGIPS dalam sambutannya sangat menyambut gembira roadshow kegiatan Pelatihan Seni Komunikasi Mengajar yang Dirindukan ini. Ia berharap kegiatan serupa akan terus berlanjut di wilayah dan daerah yang lain. 

Pada kesempatan itu Wijaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang luar biasa kepada duet  narasumber  moderator yang selalu ikhlas berbagi untuk kemajuan pendidikan.

Drs. Iwa Koswara, M.Pd., nara sumber kegiatan
Pelatihan Seni Komunikasi Mengajar yang Dirindukan


Sementara itu Dr. Syamsul Bahri, S.Pd. MM sebagai ketua PW FKGIPS Sulsel menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini agar guru mampu memahami dan menerapkan seni komunikasi mengajar yg efektif dlm kegiatan pembelajaran tatap muka dan daring/online. Ia pun berharap kegiatan pengembangan kompetensi guru seperti ini akan terus bisa dilaksanakan di waktu ke depan. (Socius 01)
 

Kamis, 26 Agustus 2021

Menyambut Pembelajaran Tatap Muka FKGIPS Roadshow Pelatihan Seni Komunikasi Mengajar

Pelatihan Seni Komunikasi Mengajar yang Dirindukan Siswa FKGIPS Nasional

Bandung. Socius (26/8). Seiring dengan munculnya harapan untuk bisa melaksanakan kembali proses pembelajaran tatap muka, Forum Komunikasi Guru IPS (FKGIPS) Nasional bekerjasama dengan Lembaga Konsultan Pendidikan, Trainer dan Motivator Iwa K melakukan roadshow kegiatan "Pelatihan Seni Komunikasi Mengajar yang Dirindukan Siswa".

Kegiatan yang dimaksud sebagai penyegaran dan sekaligus membekali guru-guru tentang seni komunikasi mengajar ini dilaksanakan secara maraton di beberapa daerah. Pertama kali diselenggarakan di Jawa Barat pada 13 Agustus 2021. PW FKGIPS Jawa Barat sukses menyedot 559 orang pendaftar dari berbagai mapel dan jenjang. 

Kemudian pada Kamis pagi (26/8) kegiatan berlanjut di Provinsi Jambi. Kegiatan yang diprakarsai PW FKGIPS Jambi ini menghadirkan lebih dari 275 pendaftar. Siang sampai sore harinya lebih dari 200 guru hadir dalam kegiatan serupa yang diselenggarakan Pengurus Daerah FKGIPS Kab. Tasikmalaya , Jawa Barat.

 Rencananya pada Sabtu (28/8) giliran PW FKGIPS Sulsel akan menjadi penyelenggara. Menyusul kemudian Jawa Timur sedang mengagendakan waktu penyelenggaraan. (Socius01)

Dalam kegiatan ini tampil sebagai pemateri Drs. Iwa Koswara, M.Pd. dari Lembaga Konsultan Pendidikan, Trainer dan Motivator "Iwa K". Didampingi oleh moderator Enang Cuhendi, S.Pd., MM.Pd.

Enang Cuhendi dan Iwa K saat mengisi acara
Pelatihan seni Komunikasi Mengajar yang Dirindukan untuk daeraj Jambi (26/8) 


Kamis, 19 Agustus 2021

Catatan Mata Najwa Untuk Guru

Nazwa Shihab

 


Tugas guru bukan menjejalkan pelajaran.

Guru harus menghidupkan pengetahuan.

Kebenaran guru bukan hal yang absolut, karena murid bukan kerbau yang harus serba menurut

Kelas bukan menyucikan diktat penuh angka.

Pengetahuan bukan ayat-ayat penuh dogma.

Ilmu jangan hanya objek hapalan.

Ilmu untuk memahami dan menuntaskan persoalan.

Sekolah perlu terus membuka diri pada perubahan.

Guru jangan segan beradaftasi dengan kebaruan agar belajar menjadi proses yang menyenangkan, agar kreatifitas terus ditumbuh kembangkan.

Siswa niscaya akan haus pengetahuan.

Ijazah takan mengakhiri proses pembelajaran

Inilah pengajaran yang memanusiakan manusia, bukan pendidikan yang mengkerdilkan siswa

Tinggal tunggu waktu lahirnya generasi pencipta, mereka yang akan mengharumkan Indonesia dengan karya.

Hanya pendidikan yang dapat menyelamatkan masa depan, tanpa pendidikan Indonesia tak mungkin bertahan.


Kalimat disadur oleh Enang Cuhendi dari closssing statement Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa



Senin, 16 Agustus 2021

Kemerdekaan Guru Honorer Bagai Pungguk Merindukan Bulan

Oleh Suliyanti


    Menjadi guru di bumi pertiwi bak sosok pemeran utama dalam sebuah film dengan akhir sedih penuh harapan, terutama jika ternyata guru tersebut berstatus honorer. Status yang tidak tercatat dalam undang-undang guru namun hidup nyata penuh keprihatinan. Tugas sama berat dengan yang berstatus PNS dan guru Yayasan jika di sekolah swasta, namun penghargaan jauh dari kata cukup bahkan bisa dikata minus. Tentu nyinyiran netizen julid tetap saja bersuara sumbang kenapa mau jadi guru, kenapa mau jadi guru honorer sudah tahu tidak akan jadi milyoner, kenapa mau jadi guru honorer kalo tahu keadaannya di batas atas luar biasa. Guru honorer bak kekasih tak dianggap, sangat diperlukan namun keberadaannya terabaikan.


Guru honorer dalam lintas sejarah

    Sejak 1912 para guru pribumi mencoba untuk memperjuangkan persamaan hak dan posisi terhadap Belanda, dalam wadah PGHB Persatuan Guru Hindia Belanda berupaya agar posisi guru pribumi mendapatkan tempat sesuai kemampuan, setara dengan guru Belanda, bukan lagi guru kelas tiga yang tidak mendapatkan jabatan apapun termasuk kepala sekolah, karena semua dijabat oleh guru Belanda. Guru pribumi pada saat itu tak jauh berbeda dengan guru honorer saat ini yang tidak bisa menempati posisi stategis, karena hanya guru pribumi, hanya inlander bukan guru Belanda. Jika dikaitkan saat ini sama saja guru honorer tidak bisa menempati posisi stategis karena hanya guru honorer. Maka pertanyaannya adalah sudahkah merdeka guru honorer jika keadaannya sama dengan masa penjajahan Belanda, kemampuannya tidak dilirik hanya karena honorer?.


Strata guru honorer

    Guru dalam Undang-undang Guru dan dosen tidak terdapat istilah guru PNS, guru honorer, guru yayasan apalagi guru jadi-jadian bin abal-abal. Hanya terdapat satu kata guru. Namun dalam dunia nyata guru memiliki klasifikasi tertentu dari mulai guru PNS, guru honorer negeri, guru honorer swasta bahkan bisa jadi ada klasifikasi lainnya. Bagaimana dengan strata sosial  tingkatan guru, seolah guru honorer  merupakan golongan tingkat dua bahkan tingkat tiga. Sebagai contoh jika guru yang menghonor di swasta ada golongan pertama adalah jajaran pemilik Yayasan, golongan selanjutnya adalah managemen dan staff atau guru yayasan dan golongan terakhir adalah guru honorer. Bagaimana dengan yang menghonor di sekolah negeri? Starta tetap ada dari ring pertama adalah kepala sekolah dan para waka selanjutnya ring ke dua para guru berstatus PNS dan terakhir para guru honorer. Maka sebuah pertanyaan terlontar sudahkah merdeka jika guru honorer masih dipandang golongan kelas tiga?.


Guru honorer sosok yang dituntut ideal dengan keadaan hidup jauh dari ideal

    Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru, penggalan lagu himne guru karya Sartono ini menggambarkan bahwa guru sangatlah terpuji, penggalan selanjutnya adalah Sebagai prasasti terima kasihku Tuk pengabdianmu, betapa guru merupakan sosok pengabdi, pelukis kanvas bagi peserta didik generasi penerus bangsa. 

    Engkau bagai pelita dalam kegelapan, sosok guru termasuk honorer merupakan sosok pembawa cahaya berupa ilmu meskipun guru honorer tak sedikit yang berada dalam kegelapan gaji yang tak kunjung sesuai undang-undang guru yang menyatakan bahwa guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. Betapa guru honorer harus rela di gaji alakadarnya. Jika upah buruh merujuk pada Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kota (UMK) maka guru honorer tidak merujuk pada minimum upah manapun karena masih banyak guru honorer yang bergaji tigaratus ribu bahkan kurang dari itu, dan itupun masih juga terlambat dibayarkan, sungguh dalam kegelapan yang hakiki. Guru honorer adalah sosok yang wajib survive dengan berbagai keadaan yang tak menguntungkan itu berjuang menambah penghasilan, banyak guru honorer multi status dan multi peran demi keberlangsungan ekonomi.  Selain itu wajib berwajah bak artis papan atas, di panggung kelas mendidik dengan sepenuh hati meski kantong bolong dan dapur tak ngebul. 

    Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, guru adalah mata air ilmu, penyejuk peserta didik, meski guru honorer kering mendapatkan hak promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja, lagi-lagi sesuai undang-undang guru dan dosen. Honorer juga haus dalam memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, memperoleh perlindungan dan berbagai kesempatan lainnya yang seringkali terpasung karena berstatus honorer. Tak sedikit guru honorer dengan kemampuan dana terbatas berupaya meningkatkan kompetensi diri dengan ikut berbagai pelatihan dengan kocek mandiri.

    Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa, pahlawan menurut kbbi adalah sosok orang yang berjuang, gagah berani dalam membela kebenaran, pahlawan asal kata phala dalam Bahasa sansekerta berarti buah, juga berarti orang yang mendapatkan pahala karena perjuangannya. Maka guru honorer adalah sosok pahlawan yang terkhianati keadaan, lone ranger juga lone wolf seolah berjuang sendiri, buahnya tak kunjung dirasakan sedangkan perjuangan sudah pada titik darah kepasrahan. Problematika guru honorer tak kunjung usai, berbagai kebijakan dilaksanakan, meski berusaha untuk menyelesaikan masalah namun masih jauh dari harapan. Uforia perbaikan nasib guru honorer sering digaungkan namun tak sekali tiga kali berujung pada kecewa hal ini biasa didapat jika suara honorer diperlukan jangka lima tahunan pergantian kepemimpinan baik daerah maupun pusat dilaksanakan. 

    Maka sudahkah guru honorer merdeka?, sedangkan gagasan kemerdekaan guru pribumi (honorer) sudah bertunas lebih dari seratus tahun namun bak pinang dibelah lima keadaan mirip tak jauh berbeda. Kebijakan pemerintah jangan setengah hati, Jangan sampai kemerdekaan guru honorer bagai pungguk merindukan bulan. 


Memaknai Kemerdekaan

 


Oleh

Sulistyowati

SMPN 1 PUJON – Kab. Malang


Long Live My Indonesia For All Time, Freedom”

Tanpa terasa sudah bulan Agustus, tinggal menghitung hari lagi tanggal 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan diperingati oleh seluruh Rakyat Indonesia, tapi suasana persiapannya sudah terasa. Ada beragam kegiatan yang dilakukan untuk menyongsong Hari Kemerdekaan Indonesia ini. Ada kegiatan diskon selama bulan agustus, ada juga perlombaan -- perlombaan yang dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia dan itu semua dilakukan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Tentunya yang tidak kalah sibuknya adalah para penjahit yang memproduksi bendera Merah Putih dalam berbagai ukuran di banjiri pesanan dan sekaligus merupakan hujan rejeki bagi mereka.  Pagar -- pagar mulai ditata dan dicat dengan rapi dan dihiasi dengan berbagai umbul -- umbul, di kampung - kampung, pohon - pohon pinang sudah mulai ditebang dan dipersiapkan untuk dijadikan ajang lomba panjat pohon pinang berhadiah. Kantor-kantor juga mulai mempersiapkan kendaraan hias untuk melakukan pawai untuk menyambut perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sebelum pandemi covid. Para pejabat diberbagai sektor, sudah mulai berlatih diri untuk berpidato dalam acara menaikkan bendara Sang Saka Merah Putih pada tanggal 17 Agustus. Pokoknya ramai dan meriah.…! Tentu saja hal ini sangat positif, karena mencerminkan bahwa bangsa Indonesia, menghargai dan peduli akan hari yang bahagia ini.

Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan Indonesia yang dideklarasikan pada tahun 1945 lampau. Dalam sejarahnya, kemerdekaan itu dicapai sebagai bentuk kemenangan dari segala penindasan yang dilakukan penjajah sehingga merdeka yang dilandasi dengan cita-cita berdaulat, damai, bersatu dan sejahtera. Kemerdekaan merupakan puncak segala perjuangan bangsa Indonesia.   Setiap memasuki bulan Agustus, selalu diiringi dengan penyambutan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang bertepatan pada tanggal 17. Semarak menyambutnya telah terlihat dari jauh-jauh hari. Itu dapat terlihat dengan adanya spanduk, bendera, umbul-umbul, dan baliho-baliho yang bertuliskan “Dirgahayu 

Kemerdekaan” menghiasi jalanan dan sudut-sudut kota maupun desa. 

Namun, dalam kesemarakannya, terdepat beberapa pertanyaan yang terbesit dalam benak kita, apakah arti kemerdekaan itu? Bagaimana seharusnya kita menyikapi makna kemerdekaan yang sebenarnya? 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologi merdeka berarti bebas. Kemerdekaan artinya kebebasan. Sedangkan secara terminologi, merdeka dapat diartikan dengan bebas dari segala penjajah dan penjajahan.

Kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai keadaan rohani yang tidak terpaut oleh segala sesuatu yang berkenaan dengan rasa tertindas, yang menindih, sehingga dapat mempengaruhi jiwa, pikiran dan perilaku seseorang. Dilain sisi, kemerdekaan diartikan dengan keadaan hati yang tentram.

Menurut Islam, manusia adalah mahluk yang bebas/merdeka sejak ia dilahirkan. Dalam lain paradigma, manusia adalah mahluk merdeka ketika ia berhadapan dengan sesamanya. Karena manusia diciptkan oleh Alloh SWT maka manusia akan menjadi hamba ketika ia berhadapan dengan Tuhannya. Dengan begitu dapat dipahami bahwa, manusia tidak bisa dan tidak boleh menjadi budak orang lain. Perbudakan antar manusia sama artinya dengan melanggar hak Tuhan

Kemerdekaan manusia dalam Islam sudah diperoleh semenjak ia dilahirkan dari rahim seorang ibu. Maka dari itu tidak dibenarkan seseorang memperbudak sesamanya atas dasar kekuasaan apapun. Pendapat inipun diimplementasikan oleh para Nabi utusan Allah melalui perintah-perintahnya kepada manusia untuk membebaskan sistim perbudakan dengan berbagai cara.

Dari kutipan diatas dapat dipahami bahwa Islam memandang kemerdekaan tidak dari satu sisi saja, melainkan dari beberapa sisi yang mencangkup lahiriyah maupun batiniyah. Sehingga makna kemerdekaan yang sesungguhnya ialah ketika seseorang mampu berada dalam fitrahnya (Islam dan tauhid). Maka dari itu, setiap individu seoserang muslim kiranya dapat memaknai arti kemerdekaan sebagai bentuk melepaskan segala sesuatu yang berkenaan dengan kesyirikan. Lalu, perlu dipahami juga adalah kemerdekaan seorang muslim ketika terbebasnya hamba dari segala dinamika kehidupan yang tidak berlandaskan atas aturan yang sudah ditentukan oleh Islam.

Islam juga memandang kemerdekaan dengan tunduk atas kuasa Tuhan dan melepaskan diri dari jeratan nafsu. Seorang hamba dapat menemukan arti kemerdekaan yang sebenarnya, jika ia mampu terbebas dari semua belenggu yang berasal dari godaan setan dan hawa nafsu, dan mengembalikan segala sesuatu kembali kepada aturan Allah.  Orang yang terjerat oleh nafsu dipastikan sudah menyimpang dari jalan yang telah diberikan oleh Allah, karena ia sudah menjadi budak nafsu. Maka dari itu, memerdekakan diri sendiri dari belenggu nafsu merupakan kemenangan dan kebebasan terbesar. 

Sedangkan makna kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, bahwa kita harus bebas dari segala macam bentuk penindasan dan penguasaan asing. yang berarti bahwa bangsa Indonesia bebas untuk menentukan nasibnya sendiri, berdaulat dan bertanggung jawab.

Kemerdekaan Indonesia bukanlah suatu hadiah dari bangsa lain, namun merupakan hasil perjuangan rakyat Indonesia yang rela berkorban dengan satu tujuan yaitu Kemerdekaan. 

Namun, proklamasi kemerdekaan itu bukan akhir dari perjuangan kita bagi bangsa ini. Masih banyak yang perlu dilakukan agar Indonesia dapat makmur pada segala aspek. Proklamasi dan kemerdekaan yang telah terwujud semestinya mendorong kita dalam mencapai kehidupan bermasyarakat yang adil dan makmur sesuai Pancasila. Namun, sebenarnya apa saja arti atau makna dari kemerdekaan bagi bangsa Indonesia itu?

Berikut penjelasannya, seperti dirangkum dari IDN Times, Selasa (2/6/2020), lima makna kemerdekaan bagi bangsa Indonesia

1. Bukan Akhir Perjuangan

Perjuangan panjang yang dilakukan para pahlwan bangsa selama kurang lebih 300 tahun untuk memerdekakan bangsa tidak bisa dipandang sebelah mata.

Mereka rela meninggalkan keluarga dan mempertaruhkan nyawa dalam melawan penjajahan untuk mewujudkan kemerdekaan bagi nusantara. Namun, yang perlu kita ketahui, khususnya bagi generasi muda, adalah kita tidak dapat duduk santai di rumah tanpa melakukan hal apapun. Seperti dalam sejarah, banyak generasi muda yang membantu dalam melawan penjajahan, kita sebagai generasi muda saat ini juga harus terus berjuang demi terwujudnya kehidupan bermasyarakat yang adil dan makmur. Kita harus menjaga apa yang telah ditinggalkan oleh para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan. Perlu juga kita renungkan setiap saat, sebenarnya sudah seberapa besar energi yang telah kita berikan bagi bangsa ini.

2. Sebagai Pemersatu Bangsa

Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia yang telah diusahakan oleh pahlawan kita terdahulu, dapat dijadikan sebagi momen untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, orang-orang yang merasa memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi akan selalu berteriak 'Aku Indonesia!'.

Dengan hal itu dapat kita lihat bahwa kemerdekan bangsa ini dapat dijadikan sebagai momen pemersatu bangsa, yang dapat menyingkirkan perselisihan dan perbedaan untuk kepentingan NKRI. Dalam segala kepentingan negara, kita harus selalu dapat melupakan perbedaan dan pandangan yang kita miliki sehingga dapat bersama bahu-membahu memajukan bangsa ini. 

3. Menumbuhkan Rasa Saling Menghargai dan Menghormati

Kemerdekaan memiliki beberapa makna mendalam, satu di antaranya dapat menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati. Dengan kemerdekaan yang kita dapatkan, kita harus selalu menghargai jasa pahlawan yang telah berjuang meraih kemerdekaan dan menjaga negeri ini dengan jiwa nasionalisme yang tinggi. Makna dari menghargai dan menghormati juga dapat diartikan sebagai, tidak membeda-bedakan agama, ras, dan suku dalam bermasyarakat dan kehidupan sosial.

4. Bukti Bangsa Indonesia Memiliki Kekuatan dan Tidak Bisa Dipandang Remeh

Pada masa saat ini, masih banyak masyarakat yang pesimistis dan memandang remeh Indonesia dalam berkompetisi dengan negara lain dalam segala aspek. Mereka tidak percaya diri bahwa bangsa Indonesia dapat bersaing dalam banyak hal dengan negara lain. Hal itulah yang membuat negara ini terkadang sulit untuk berubah menjadi lebih baik. Namun yang perlu diketahui, dengan melihat kemerdekaan yang telah kita miliki dan mengusir para penjajah dari negara ini, dapat membuktikan bahwa bangsa Indonesia memiliki kekuatan dan tidak bisa dipandang remeh. Terlepas dari berbagai masalah yang terjadi pada bangsa ini, kita sebagai masyarakat Indonesia harus selalu optimistis dan terus berjuang untuk memajukan dan mengharumkan nama bangsa di dunia Internasional.

5. Menandakan Perjuangan yang Kita Lakukan Akan Lebih Berat

Banyak hal yang masih perlu kita perjuangkan dalam menjaga keutuhan NKRI dan mewujudkan cita-cita bangsa yang dapat memberikan kehidupan makmur dan adil bagi setiap warga. Di era saat ini juga banyak masyarakat yang lebih mementingkan diri sendiri daripada kepentingan bangsa. Hal semacam itu yang harus selalu kita hindari.

Kalau kita berbicara tentang kemerdekaan Indonesia, tentu tidaklah lengkap bila tidak menyebut nama "Bung Karno" yang didampingi Bung Hatta, menjadi tokoh Proklamator. Bahkan Bung Karno mengatakan "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri".  Sama sama kita saksikan, bahwa di zaman merdeka, orang tidak lagi berperang melawan penjajah, melainkan berperang melawan bangsa sendiri. Salah satu bukti yang tak terbantahkan adalah peristiwa Mei 1998. Yang tidak perlu diuraikan secara rinci, karena hanya akan membuat luka lama yang sudah mengering, berdarah darah kembali. Namun suka ataupun tidak suka, kejadian tersebut dan masih banyak kejadian-kejadian yang ada di negeri ini yang sama-sama kita lihat, saksikan dan rasakan, itu semua merupakan sepotong sejarah kelam bangsa Indonesia. Yang masih merupakan misteri abadi. Tapi sejarah tidak boleh dilupakan agar menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda, untuk tidak lagi terjadi dimasa yang akan datang. Agar generasi muda jangan sampai melupakan sejarah, karena sejarah dapat membangkitkan semangat juang generasi muda untuk berjuang demi mencapai kemerdekaan yang sebenarnya sesuai dengan harapan dan impian para pejuang bangsa Indonesia. 

Sebagai generasi muda maknailah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini dengan penuh penghayatan serta ingatlah banyak Jasa yang telah berkorban dimedan perang, berjuta nyawa melayang, karena itu isi kemerdekaan itu dengan hal -- hal yang membawa perubahan demi untuk generasi berikutnya. Hal tersebut menandakan, kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan. Saat ini kita harus tetap berjuang melawan segala hal yang dapat menghambat bangsa ini untuk menjadi bangsa yang maju dan makmur. Berdaulat penuh dalam berbagai sektor serta menjadi bangsa tegak berdiri yang disegani oleh bangsa dan negara di dunia. 

Salam satu jiwa NKRI  satu nusa satu bangsa yaitu bangsa Indonesia, Merdeka!!!

 

 

 

 

                                      DAFTAR PUSTAKA 


M.Yusuf dkk, 2003. Kultum Kuliah Tujuh Menit. Jombang: Lintas media 

Majalah. 2009  Al-Haromain . Surabaya: laziz Al-Haromain 

https://apple.co/3hXWJ0L

https://www.kompasiana.com/tag

https://www.bola.com/tag/indonesia

 

Kamis, 12 Agustus 2021

ASEAN DAN KRISIS MYANMAR

Oleh : Yanuar Iwan

SMPN 1 CIPANAS CIANJUR JAWA BARAT


Organisasi perhimpunan negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN menghadapi ujian berat, masalah krisis Myanmar yang sudah berkembang menjadi krisis multi dimensi adalah pertaruhan besar ASEAN terhadap stabilitas regional Asia Tenggara.


Krisis kudeta yang pecah sejak Pebruari 2021 tersebut telah menelan korban jiwa lebih dari 1000 orang dan mengakibatkan krisis kemanusiaan yang memprihatinkan. Secara geopolitik Cina aktif meningkatkan pengaruhnya terhadap negeri Aung San ini, keberanian junta militer melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan kudeta terhadap sesama anak negeri juga tidak terlepas dari dukungan politik dan militer Cina yang rupanya "gerah" terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyii yang kuat dipengaruhi negara-negara barat ( AS dan Uni Eropa ). Tidak terlalu mengherankan kudeta militer pimpinan Jenderal Aung Hlaing segera mendapatkan sanksi ekonomi dari Uni Eropa dan Amerika Serikat.


ASEAN dari awal krisis terkesan lambat bertindak hal ini disebabkan oleh perhitungan politik ASEAN terhadap pengaruh tarik menarik dua negara besar Amerika Serikat dan Cina di Kawasan Asia Tenggara dan prinsip non intervensi ASEAN sesuai dengan Deklarasi Bangkok 1967, ASEAN lebih memilih menyelesaikan secara bertahap krisis Myanmar, stabilitas kawasan yang terus dipertahankan ASEAN berbanding lurus dengan sikap dan tindakan ASEAN di Myanmar, terbentuknya konsensus bersama ASEAN melalui Forum Menteri Luar Negeri ASEAN yang menunjuk Menteri luar negeri kedua Brunei Darussalam Erywan Yusof sebagai utusan khusus ASEAN untuk Myanmar diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara pihak-pihak yang berkonflik, memberikan masukan bagi ASEAN untuk mencari solusi menyeluruh atas krisis Myanmar. Dengan diangkatnya utusan khusus ASEAN untuk Myanmar beberapa hari yang lalu, maka rekomendasi pertemuan pemimpin ASEAN di Jakarta April lalu sudah terpenuhi. Beberapa point hasil pertemuan pemimpin ASEAN adalah :

1. Kekerasan harus segera dihentikan di Myanmar dan semua pihak harus menahan diri sepenuhnya.

2. ASEAN mendesak dimulainya dialog konstruktif antara semua pihak yang berkepentingan untuk mencari solusi damai demi kepentingan rakyat Myanmar.

3. Diangkatnya utusan khusus ASEAN untuk Myanmar.

4. ASEAN akan menyediakan bantuan kemanusiaan bagi Myanmar.


Krisis multidimensi akibat kudeta junta militer semakin berat dengan adanya pandemi Covid-19, WHO sudah memberikan peringatan hanya 40 % fasilitas kesehatan yang berfungsi di Myanmar dan tidak aktifnya tenaga kesehatan akibat mogok kerja menentang kudeta.


ASEAN sampai detik ini terus berusaha mencegah  terjadinya perang saudara di Myanmar. Masalah internal yang dihadapi ASEAN adalah tidak adanya kesatuan suara dan sikap diantara negara-negara anggotanya. Negara-negara tetangga dekat Myanmar seperti Thailand, Laos, Kamboja dan Vietnam justru menolak memberikan sanksi apabila junta militer melanggar Konsensus Jakarta, adanya kepentingan politik dan ekonomi diduga menjadi alasan kuat negara-negara tersebut menolak sanksi lebih tegas terhadap junta militer, secara politik Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam memiliki kesamaan dengan Myanmar, militer dominan dipolitik kenegaraan. Sementara secara ekonomi kerjasama ekonomi "tradisional" kuat secara legal mengenai pengelolaan gas alam dan kuatnya pengaruh ekonomi Cina. Secara ilegal melalui perdagangan narkoba di segi tiga emas.


ASEAN menaruh harapan besar kepada utusan khusus ASEAN untuk Myanmar Menteri luarnegeri kedua Brunei Darussalam Erywan Yusof demi terciptanya stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan sambil menjaga keseimbangan kawasan dari perebutan pengaruh dua negara besar Amerika Serikat dan Cina.




Cisarua, 12 Agustus 2021 di rumah.

Selasa, 10 Agustus 2021

Memaknai Tahun Hijriyah

 


Oleh: Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Tahun hanyalah tahun. Angka tahun berapa pun hanyalah angka. Hal yang paling penting dari setiap tahun dan angka adalah makna dan manfaat bagi kebaikan kehidupan manusia. Tahun baru Islam atau tahun hijriyah membawa sebuah makna yang layak kita catat.

Diantara makna yang sangat mudah kita tangkap adalah makna hijrah. Hijrah adalah berpindah. Berpindah demi sebuah kebaikan. Berpindah dari zona nyaman pada zona tak aman. Berpindah dari kepastian pada ketidakpastian. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain karena punya visi dan misi. Punya cita-cita dan harapan.

Bayi yang lahir dari zona rahim yang nyaman ke zona kelahiran menangis dan menjerit kaget. Namun justru bayi yang tidak menjerit keIuar dari rahim bisa meninggal. Mengapa  ada operasi cesar? Karena Sang Jabang Bayi harus dipaksa ke luar agar Ia hidup. Bila dibiarkan malah bisa menimbuIkan dua kematian, Ibu dan jabang bayi.

Kelahiran pertama Sang Jabang Bayi menangis karena kaget dan masuk pada dunia Iain yang berbeda dari dunia rahim. Begitu pun Nabi Adam, Ia keluar dari zona nyaman dari  Surga ke zona tak nyaman dunia bumi. Adam dan Hawa harus berjuang hidup di zona tak nyaman yakni alam dunia bumi. Kalau di Surga Ia segalanya ada, maka di muka bumi Ia harus mencari dan berikhtiar sendiri.

Begitu pun terkait momen tahun Hijriyah.  Tahun Hijriyah terkait dengan satu tragedi yang menyedihkan. Namun harus ditempuh dan dijalani sebagai risiko agar kehidupan lebih baik. Zona aman nyaman ditinggalkan demi perubahan kehidupan yang lebiha baik. Nabi Muhammad meninggalkan Kota Mekkah, kota kelahirannya.

Kalender Hijriyah adalah penanggalan Islam yang dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad  dari kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Pepatah bijak mengatakan, “Tidak ada tokoh atau orang sukses dengan tetap tinggal di kampung halamannya”. Tidak ada bayi yang hidup dengan tetap tinggal di rahim Ibu kandungnya.

Nabi Muhammad adalah keluarga bangsawan, terhormat dan keturunan “penguasa” Bani Hasyim. Kalau Ia mau di zona aman dan nyaman, tinggal ikuti saja tradisi Quraisy. Bila  Nabi Muhammad  mengikuti apa yang menjadi tradisi Quraisy maka Ia akan baik-baik saja dan tidak harus hijrah. Bila Nabi Muhammad berkawan dengan Amr bin Hisyฤm, Ia akan baik-baik saja di Mekkah.

Faktanya Nabi Muhammad memilih hijrah. Hijrah menuju satu tempat dan daerah yang belum pasti aman, nyaman dan bisa hidup. Spekulasi berani  menempuh ketidakpastian dengan mengambil kesimpulan  untuk berhijrah  ke Madinah adalah wow.  Sebuah keberanian yang luar biasa, ambil risiko tidak pasti dan meninggalkan zona pasti di Mekkah.

Diantara makna tahun hijriyah adalah jadilah  seorang muslim  pemberani untuk move on, move up dan  tinggalkan zona nyaman. Unkapan DNK mengatakan, “Zona nyaman lahirkan Anak Mamah, zona tak nyamana lahirkan Anak Macan”. Artinya dibalik derita harus hijrah maka akan ada satu transformasi yang lebih baik. Walau harus menempuh kesulitan.

Andaikan Nabi Muhammad tidak hijrah maka Ia akan bersama-sama dengan Amr bin Hisyam menjadi tokoh Quraisy pelestari  tradisi leluhurnya.  Berbeda dengan  Amr bin Hisyam tidak ikut hijrah bersama Nabi Muhammad, malah Ia memeranginya, maka Ia tewas  di Perang Badar. Zona nyaman bagi Amr bin Hisyam dengan nama besarnya sebagai  "Abu al-Hakam" Bapak Kebijaksanaan, malah membuat Ia tewas dan punya gelar Abu Jahal pasca kematiannya.

Berbeda dengan Nabi Muhammad, Ia ambiI risiko pahit meninggaIkan Mekkah, Kota Tercinta dan mengundurkan diri dari “Struktur  Organisasi Kafir Quraisy”.  Awalnya Ia dianggap penista agama leluhur. Ia memilih menghindar dari status quo dan tradisi Quraisian yang menurutnya jumud dan ritualistik jahil. Nabi Muhammad punya visi misi dan cita-cita agung yang tidak sama dengan visi misi leluhurnya.

Makna lain dari tahun Hijriah adalah pentingya sahabat. Sahabat adalah orang-orang yang tetap setia saat kita dalam derita dan perjuangan tiada akhir.  Bukan sahabat kalau hanya setia saat kita sukses, berkuasa dan berada di zona nyaman. Sahabat adalah orang-orang yang tetap ada saat kita di zona tak nyaman. Sahabat sangat diperlukan dalam perjuangan.

Sekali pun Muhammad adalah Nabi, Ia tidak akan sukses tanpa sahabat. Sahabat adalah orang-orang yang menentukan suksesnya sebuah perjuangan dan hijrah. Sahabat adalah “teamwork” yang saling melengkapi untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama. Dalam agama Islam para sahabat ini membentuk jama’ah. Kejamaahan adalah sebuah kekuatan  “teamwork” yang solid.

Makna lainnya dan sangat-sangat penting adalah keyakinan, kepercayaan diri atau efikasi diri yang berbasis pada keyakinan pada Ilahi. Hijrah, berjuang, bersabar, terus melakukan manuver dan belajar dari segala yang sudah dilalui dengan yakin pada “keberpihakan” Tuhan adalah hal penting.  Kita harus, wajib dan mutlak punya prasangka baik pada Tuhan. Allah tergantung prasangka Mu.

Tiggalkan zona nyaman, kuatkan persahabatan, tingkatkan teamwork, bangun spirit kejamaahan, kuatkan   efikasi, resiliensi, adversity quotient dan  semuanya berbasis yakin pada   keberpihakan Tuhan pada kita.

Setiap keyakinan yang sebenar- benarnya yakin akan melahirkan hasil. Hidup memang tak mudah dan banyak kesulitan namun Tuhan tidak mengenal kesulitan. Ia maha kuasa dan maha segalanya. Sukses biasanya ada di ujung derita dan buah dari perjuangan yang tidak  pernah berhenti. Kun Fayakun!

Senin, 09 Agustus 2021

PERISTIWA BERSEJARAH MENYAMBUT 76 TAHUN INDONESIA MERDEKA

Oleh : Yanuar Iwan

SMPN 1 Cipanas, Cianjur, Jabar

Moment mengharukan sekaligus meledakkan rasa nasionalisme 10 Juli 1949, Setelah bergerilya selama hampir 7 bulan di daerah selatan Yogyakarta, Karesidenan Surakarta, Madiun dan Kediri. Akhirnya Pak Dirman mentaati perintah presiden untuk turun ke Yogyakarta.

Melalui surat dari Sultan HB IX dan Kolonel Gatot Soebroto, sikap Pak Dirman luluh, dua tokoh inilah yang selalu dihormati Pak  Dirman selama beliau menjabat sebagai panglima besar. Sikap Belanda yang selalu mengingkari perjanjian dengan pihak republik dan belum ditariknya seluruh kekuatan militer Belanda di Jawa dan Sumatera menjadi alasan Pak Dirman untuk menolak turun ke Yogyakarta.

Figur pemimpin, jenderal, dan prajurit  TNI sejati ini, pada akhirnya mentaati perintah presiden sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata, sekaligus mentaati Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

Kata-kata Pak Dirman yang dicatat sejarah, sewaktu beliau menolak saran Presiden Soekarno, untuk tetap dirumah dan memilih untuk bergerilya bersama rakyat dan prajuritnya, kendati pada saat itu Pak Dirman sedang sakit (terpapar tuberculosis).

"Yang sakit itu Soedirman, Panglima Besar tidak pernah sakit"


Cisarua, 9 Agustus 2021, di rumah.๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Minggu, 08 Agustus 2021

Mengelola Dendam


Oleh Sulistyowati 

SMPN 1 PUJON – Kab. Malang 

"Letting Go Of Revenge Achieve Achievements & Spread Kindneess.”

Perlalanan hidup manusia tidak selalu berjalan datar, kadang terjal kadang menukik bahkan bisa berada pada lembah curam. Itulah kehidupan karena dunia adalah drama panggung sandiwara begitulah simpulan ragam pendapat. Salah satunya ketika kita berinteraksi dan berkomunikasi tak jarang terjadi perbedaan pendapat, akhirnya berselisih, konflik bahkan menjurus pada pertengkaran serta permusuhan. Ada yang menyakiti dan ada yang tersakiti, semua akan mempertahankan ego dan kebenarannya, dengan itu mereka akan saling membalas dengan penuh emosi, prasangka buruk dan dendam.  

      Dendam artinya berkeinginan keras untuk membalas karena rasa marah atau benci. Hawa nafsu yang tidak terkendali melahirkan kemarahan. Kemarahan yang berlarut-larut dan terpendam menjadi bibit dendam. (Uwes al-Qorni. 1997: halaman 71) Marah dan dendam merupakan bawaan setan. Oleh karena itu, keduanya sama-sama tercela sehingga kita harus menghindarinya. Dendam adalah sebauh perbuatan yang sangat di benci oleh Alloh dan hal ini sebagai perbuatan yang mengandung kemarahan atau kebencian dengan nafsu yang tak terkendali, sehingga dendam adalah salah satu perbuatan setan dan hal yang paling tercela.

Maka Dendam memicu bahaya yang dapat mengancam kita dan orang lain dan Nabi memberi kita contoh untuk menghindari perilaku dendam terhadap orang-orang yang membenci mereka.

Rasulullah selalu menunjukkan moral yang baik dengan ingin membantu musuh-musuhnya dan akan menyebabkan pintu hati akan bersih sehingga mereka secara sukarela berkomitmen pada Islam. ”Ada tiga hal yang jika seseorang terbebas dari salah satunya, sungguh Allah akan mengampuni segala kesalahannya selain yang tiga itu. Ketiga hal tersebut adalah: 

1) orang yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa   

     pun; 

2) orang yang bukan tukang sihir yang mengikuti ramalannya;
3) orang yang tidak menaruh dendam kepada saudaranya.” (H.R. al-Bukha-ri)
          Dendam sangat dibenci oleh Allah karena dapat menjadi sumber permusuhan. Kasus-kasus pertikaian antarwarga, antarsuku, bahkan antarpelajar yang berbuntut tawuran, biasanya bersumber dari dendam.

Mengapa pentingnya menghindari perilaku dendam karena dalam ajaran islam dengan menghindari sifat dendam sudah menjalankan perintah Nabi dan mampu memberikan contoh perilaku yang memaafkan.

Pernahkah sahabat disakiti seseorang dan sulit untuk memaafkannya? Jangan terlalu lama menyimpan rasa sakit hingga menimbulkan dendam. Menyimpan rasa dendam kepada seseorang tidak ada manfaatnya. Dendam kepada seseorang justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Sebaliknya, memberikan maaf akan membuat hati lega dan membuat energi positif dalam diri kita. "Kita semua memiliki orang-orang yang tidak kita suka, apakah berdampak buruk dengan menyimpan perasaan marah pada mereka?" ujar Psikolog, Seth Meyers. Menurut Meyers, ada beberapa alasan mengapa menyimpan rasa dendam itu tidak baik bagi kesehatan, membuat stres. Sebuah studi menunjukkan, menyimpan rasa dendam dan berpikir negatif, tidak baik bagi kesehatan mental. Menyimpan rasa dendam juga dapat meningkatkan rasa cemas hingga frustasi. Penelitian yang diterbitkan di Jurnal Psychological Science menemukan bahwa berpikiran negatif bisa memicu stres. Denyut jantung dan tekanan darah akan lebih tinggi daripada mereka yang mau memberikan maaf. Berdampak pada kesehatan fisik rasa dendam ternyata tak hanya berdampak buruk bagi pikiran, melainkan kesehatan fisik. Para peneliti dari Medical College of Georgia menemukan bahwa orang yang mengaku menyimpan rasa dendam selama bertahun-tahun berisiko terkena  penyakit jantung, tekanan darah tinggi, nyeri lambung, dan sakit kepala. Coba untuk memaafkan ketika  memilih untuk bermusuhan kepada seseorang, coba tanyalah pada diri sendiri, apakah seseorang ini penting bagi kehidupan kita. Bicarakanlah terus terang ketika kita merasa terluka atau sakit hati. Jangan dipendam terlalu lama di hati. Ini bisa membantu melupakan rasa sakit yang pernah ada. Juga bisa kembali fokus terhadap hal yang lebih penting di kehidupan kita. Memaafkan mungkin sulit untuk dilakukan, teruslah mencoba untuk melupakan rasa sakitnya terlebih dahulu. Energi negatif dalam diri kita akan hilang serta membuat sehat jiwa dan raga. 

Sangat tidak mudah melupakan segala rasa menyakitkan yang berujung dendam, apalagi sampai berdarah – darah dengan simbahan air mata. Semua butuh kekuatan dan keikhlasan jiwa untuk melepaskannya. Alangkah indah dan eloknya kalau semua rasa sakit dan dendam dikelola dengan piawai untuk menghasilkan tekad, perjuangan dan prestasi yang bermanfaat bagi lingkungan kita.   

Berikut kisah spektakuler & Inspiratif dari sang pegawai rendahan yang kehausan. Dendam Positif Kisah Sukses Direktur ARAMCO -Tambang Minyak saudi Arabia terbesar di dunia. 

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun 40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari airuntuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas. Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: "Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur" Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut. Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus.  Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika. Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka? Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. 

Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan "DENDAM POSITIF"Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya. Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. 

Selanjutnya ia pulang ke negerinya dan bekerja sebagai insinyur. Kini ia sudah menaklukkan dendamnya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu. Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur.

Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur bule ini datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; "Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu"Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: 

"Aku ingin berterima kasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini."

Kini dendam positif dengan pengelolaan yang tertata sudah tertaklukkan. Lalu apakah ceritanya sampai di sini? Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab. Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company) perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilkan 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan setara harga 253 triliun cadangan gas. Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia. Tahukah kisah siapa ini? Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi. 

Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia. Itulah kekuatan "MENGELOLA DENDAM POSITIP" sungguh sikap yang patut dicontoh, hinaan dapat menjadi motivasi tersendiri bagi orang yang mempunyai sikap positif dalam dirinya. 

           Tak terasa buliran air mata terus meluncur ketika ujung jari menulis & dan jiwa membaca, tertusuk rangkaian inspiratif kisah ini. Secara pribadi penulis masih sering tersulut riak-riak dendam dan ingin segera melampiaskan. Alhamdulillah kini siuman bahwa semuanya hanya sia-sia yang tidak akan pernah menghadirkan kebaikan.  Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita. Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya. Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat "Dendam Positif."  Dari luruh hati yang paling dalam penulis ingin mengajak kepada semua sahabat. Mari start untuk selalu menyikapi semua yang terjadi dengan prasangka dan laku positip, karena semua yang terjadi sudah Kehendak Alloh SWT. 

Semoga Alloh Azza Wajalla Senantiasa membimbing kita kepada hikmah serta 

kebenaran, Aamiin YRA!!.

 

 

 

 

 

                                      DAFTAR PUSTAKA 


M.Yusuf dkk, 2003. Kultum Kuliah Tujuh Menit. Jombang: Lintas media 

Majalah. 2009  Al-Haromain . Surabaya: laziz Al-Haromain 

https://health.kompas.com/read/2014/09/19/082652023/Jangan.Simpan.Rasa.Dendam.

https://apple.co/3hXWJ0L

https://www.kompasiana.com/tag

Suhardi. 2009. Cara Pintar Menghadapi Kegagalan. -https://goo.gl/Ia8ENq

Sulistyowati. 2019. Mengelola Diri Untuk Meraih Sukses. Batu: Beta Aksara. 

Sulistyowati.2020.  Indahnya Berkarya Untuk Menginspirasi. Batu: Beta Aksara