Senin, 16 Agustus 2021

Memaknai Kemerdekaan

 


Oleh

Sulistyowati

SMPN 1 PUJON – Kab. Malang


Long Live My Indonesia For All Time, Freedom”

Tanpa terasa sudah bulan Agustus, tinggal menghitung hari lagi tanggal 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan diperingati oleh seluruh Rakyat Indonesia, tapi suasana persiapannya sudah terasa. Ada beragam kegiatan yang dilakukan untuk menyongsong Hari Kemerdekaan Indonesia ini. Ada kegiatan diskon selama bulan agustus, ada juga perlombaan -- perlombaan yang dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia dan itu semua dilakukan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Tentunya yang tidak kalah sibuknya adalah para penjahit yang memproduksi bendera Merah Putih dalam berbagai ukuran di banjiri pesanan dan sekaligus merupakan hujan rejeki bagi mereka.  Pagar -- pagar mulai ditata dan dicat dengan rapi dan dihiasi dengan berbagai umbul -- umbul, di kampung - kampung, pohon - pohon pinang sudah mulai ditebang dan dipersiapkan untuk dijadikan ajang lomba panjat pohon pinang berhadiah. Kantor-kantor juga mulai mempersiapkan kendaraan hias untuk melakukan pawai untuk menyambut perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sebelum pandemi covid. Para pejabat diberbagai sektor, sudah mulai berlatih diri untuk berpidato dalam acara menaikkan bendara Sang Saka Merah Putih pada tanggal 17 Agustus. Pokoknya ramai dan meriah.…! Tentu saja hal ini sangat positif, karena mencerminkan bahwa bangsa Indonesia, menghargai dan peduli akan hari yang bahagia ini.

Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan Indonesia yang dideklarasikan pada tahun 1945 lampau. Dalam sejarahnya, kemerdekaan itu dicapai sebagai bentuk kemenangan dari segala penindasan yang dilakukan penjajah sehingga merdeka yang dilandasi dengan cita-cita berdaulat, damai, bersatu dan sejahtera. Kemerdekaan merupakan puncak segala perjuangan bangsa Indonesia.   Setiap memasuki bulan Agustus, selalu diiringi dengan penyambutan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang bertepatan pada tanggal 17. Semarak menyambutnya telah terlihat dari jauh-jauh hari. Itu dapat terlihat dengan adanya spanduk, bendera, umbul-umbul, dan baliho-baliho yang bertuliskan “Dirgahayu 

Kemerdekaan” menghiasi jalanan dan sudut-sudut kota maupun desa. 

Namun, dalam kesemarakannya, terdepat beberapa pertanyaan yang terbesit dalam benak kita, apakah arti kemerdekaan itu? Bagaimana seharusnya kita menyikapi makna kemerdekaan yang sebenarnya? 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologi merdeka berarti bebas. Kemerdekaan artinya kebebasan. Sedangkan secara terminologi, merdeka dapat diartikan dengan bebas dari segala penjajah dan penjajahan.

Kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai keadaan rohani yang tidak terpaut oleh segala sesuatu yang berkenaan dengan rasa tertindas, yang menindih, sehingga dapat mempengaruhi jiwa, pikiran dan perilaku seseorang. Dilain sisi, kemerdekaan diartikan dengan keadaan hati yang tentram.

Menurut Islam, manusia adalah mahluk yang bebas/merdeka sejak ia dilahirkan. Dalam lain paradigma, manusia adalah mahluk merdeka ketika ia berhadapan dengan sesamanya. Karena manusia diciptkan oleh Alloh SWT maka manusia akan menjadi hamba ketika ia berhadapan dengan Tuhannya. Dengan begitu dapat dipahami bahwa, manusia tidak bisa dan tidak boleh menjadi budak orang lain. Perbudakan antar manusia sama artinya dengan melanggar hak Tuhan

Kemerdekaan manusia dalam Islam sudah diperoleh semenjak ia dilahirkan dari rahim seorang ibu. Maka dari itu tidak dibenarkan seseorang memperbudak sesamanya atas dasar kekuasaan apapun. Pendapat inipun diimplementasikan oleh para Nabi utusan Allah melalui perintah-perintahnya kepada manusia untuk membebaskan sistim perbudakan dengan berbagai cara.

Dari kutipan diatas dapat dipahami bahwa Islam memandang kemerdekaan tidak dari satu sisi saja, melainkan dari beberapa sisi yang mencangkup lahiriyah maupun batiniyah. Sehingga makna kemerdekaan yang sesungguhnya ialah ketika seseorang mampu berada dalam fitrahnya (Islam dan tauhid). Maka dari itu, setiap individu seoserang muslim kiranya dapat memaknai arti kemerdekaan sebagai bentuk melepaskan segala sesuatu yang berkenaan dengan kesyirikan. Lalu, perlu dipahami juga adalah kemerdekaan seorang muslim ketika terbebasnya hamba dari segala dinamika kehidupan yang tidak berlandaskan atas aturan yang sudah ditentukan oleh Islam.

Islam juga memandang kemerdekaan dengan tunduk atas kuasa Tuhan dan melepaskan diri dari jeratan nafsu. Seorang hamba dapat menemukan arti kemerdekaan yang sebenarnya, jika ia mampu terbebas dari semua belenggu yang berasal dari godaan setan dan hawa nafsu, dan mengembalikan segala sesuatu kembali kepada aturan Allah.  Orang yang terjerat oleh nafsu dipastikan sudah menyimpang dari jalan yang telah diberikan oleh Allah, karena ia sudah menjadi budak nafsu. Maka dari itu, memerdekakan diri sendiri dari belenggu nafsu merupakan kemenangan dan kebebasan terbesar. 

Sedangkan makna kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, bahwa kita harus bebas dari segala macam bentuk penindasan dan penguasaan asing. yang berarti bahwa bangsa Indonesia bebas untuk menentukan nasibnya sendiri, berdaulat dan bertanggung jawab.

Kemerdekaan Indonesia bukanlah suatu hadiah dari bangsa lain, namun merupakan hasil perjuangan rakyat Indonesia yang rela berkorban dengan satu tujuan yaitu Kemerdekaan. 

Namun, proklamasi kemerdekaan itu bukan akhir dari perjuangan kita bagi bangsa ini. Masih banyak yang perlu dilakukan agar Indonesia dapat makmur pada segala aspek. Proklamasi dan kemerdekaan yang telah terwujud semestinya mendorong kita dalam mencapai kehidupan bermasyarakat yang adil dan makmur sesuai Pancasila. Namun, sebenarnya apa saja arti atau makna dari kemerdekaan bagi bangsa Indonesia itu?

Berikut penjelasannya, seperti dirangkum dari IDN Times, Selasa (2/6/2020), lima makna kemerdekaan bagi bangsa Indonesia

1. Bukan Akhir Perjuangan

Perjuangan panjang yang dilakukan para pahlwan bangsa selama kurang lebih 300 tahun untuk memerdekakan bangsa tidak bisa dipandang sebelah mata.

Mereka rela meninggalkan keluarga dan mempertaruhkan nyawa dalam melawan penjajahan untuk mewujudkan kemerdekaan bagi nusantara. Namun, yang perlu kita ketahui, khususnya bagi generasi muda, adalah kita tidak dapat duduk santai di rumah tanpa melakukan hal apapun. Seperti dalam sejarah, banyak generasi muda yang membantu dalam melawan penjajahan, kita sebagai generasi muda saat ini juga harus terus berjuang demi terwujudnya kehidupan bermasyarakat yang adil dan makmur. Kita harus menjaga apa yang telah ditinggalkan oleh para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan. Perlu juga kita renungkan setiap saat, sebenarnya sudah seberapa besar energi yang telah kita berikan bagi bangsa ini.

2. Sebagai Pemersatu Bangsa

Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia yang telah diusahakan oleh pahlawan kita terdahulu, dapat dijadikan sebagi momen untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, orang-orang yang merasa memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi akan selalu berteriak 'Aku Indonesia!'.

Dengan hal itu dapat kita lihat bahwa kemerdekan bangsa ini dapat dijadikan sebagai momen pemersatu bangsa, yang dapat menyingkirkan perselisihan dan perbedaan untuk kepentingan NKRI. Dalam segala kepentingan negara, kita harus selalu dapat melupakan perbedaan dan pandangan yang kita miliki sehingga dapat bersama bahu-membahu memajukan bangsa ini. 

3. Menumbuhkan Rasa Saling Menghargai dan Menghormati

Kemerdekaan memiliki beberapa makna mendalam, satu di antaranya dapat menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati. Dengan kemerdekaan yang kita dapatkan, kita harus selalu menghargai jasa pahlawan yang telah berjuang meraih kemerdekaan dan menjaga negeri ini dengan jiwa nasionalisme yang tinggi. Makna dari menghargai dan menghormati juga dapat diartikan sebagai, tidak membeda-bedakan agama, ras, dan suku dalam bermasyarakat dan kehidupan sosial.

4. Bukti Bangsa Indonesia Memiliki Kekuatan dan Tidak Bisa Dipandang Remeh

Pada masa saat ini, masih banyak masyarakat yang pesimistis dan memandang remeh Indonesia dalam berkompetisi dengan negara lain dalam segala aspek. Mereka tidak percaya diri bahwa bangsa Indonesia dapat bersaing dalam banyak hal dengan negara lain. Hal itulah yang membuat negara ini terkadang sulit untuk berubah menjadi lebih baik. Namun yang perlu diketahui, dengan melihat kemerdekaan yang telah kita miliki dan mengusir para penjajah dari negara ini, dapat membuktikan bahwa bangsa Indonesia memiliki kekuatan dan tidak bisa dipandang remeh. Terlepas dari berbagai masalah yang terjadi pada bangsa ini, kita sebagai masyarakat Indonesia harus selalu optimistis dan terus berjuang untuk memajukan dan mengharumkan nama bangsa di dunia Internasional.

5. Menandakan Perjuangan yang Kita Lakukan Akan Lebih Berat

Banyak hal yang masih perlu kita perjuangkan dalam menjaga keutuhan NKRI dan mewujudkan cita-cita bangsa yang dapat memberikan kehidupan makmur dan adil bagi setiap warga. Di era saat ini juga banyak masyarakat yang lebih mementingkan diri sendiri daripada kepentingan bangsa. Hal semacam itu yang harus selalu kita hindari.

Kalau kita berbicara tentang kemerdekaan Indonesia, tentu tidaklah lengkap bila tidak menyebut nama "Bung Karno" yang didampingi Bung Hatta, menjadi tokoh Proklamator. Bahkan Bung Karno mengatakan "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri".  Sama sama kita saksikan, bahwa di zaman merdeka, orang tidak lagi berperang melawan penjajah, melainkan berperang melawan bangsa sendiri. Salah satu bukti yang tak terbantahkan adalah peristiwa Mei 1998. Yang tidak perlu diuraikan secara rinci, karena hanya akan membuat luka lama yang sudah mengering, berdarah darah kembali. Namun suka ataupun tidak suka, kejadian tersebut dan masih banyak kejadian-kejadian yang ada di negeri ini yang sama-sama kita lihat, saksikan dan rasakan, itu semua merupakan sepotong sejarah kelam bangsa Indonesia. Yang masih merupakan misteri abadi. Tapi sejarah tidak boleh dilupakan agar menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda, untuk tidak lagi terjadi dimasa yang akan datang. Agar generasi muda jangan sampai melupakan sejarah, karena sejarah dapat membangkitkan semangat juang generasi muda untuk berjuang demi mencapai kemerdekaan yang sebenarnya sesuai dengan harapan dan impian para pejuang bangsa Indonesia. 

Sebagai generasi muda maknailah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini dengan penuh penghayatan serta ingatlah banyak Jasa yang telah berkorban dimedan perang, berjuta nyawa melayang, karena itu isi kemerdekaan itu dengan hal -- hal yang membawa perubahan demi untuk generasi berikutnya. Hal tersebut menandakan, kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan. Saat ini kita harus tetap berjuang melawan segala hal yang dapat menghambat bangsa ini untuk menjadi bangsa yang maju dan makmur. Berdaulat penuh dalam berbagai sektor serta menjadi bangsa tegak berdiri yang disegani oleh bangsa dan negara di dunia. 

Salam satu jiwa NKRI  satu nusa satu bangsa yaitu bangsa Indonesia, Merdeka!!!

 

 

 

 

                                      DAFTAR PUSTAKA 


M.Yusuf dkk, 2003. Kultum Kuliah Tujuh Menit. Jombang: Lintas media 

Majalah. 2009  Al-Haromain . Surabaya: laziz Al-Haromain 

https://apple.co/3hXWJ0L

https://www.kompasiana.com/tag

https://www.bola.com/tag/indonesia