Minggu, 08 Agustus 2021

Mengelola Dendam


Oleh Sulistyowati 

SMPN 1 PUJON – Kab. Malang 

"Letting Go Of Revenge Achieve Achievements & Spread Kindneess.”

Perlalanan hidup manusia tidak selalu berjalan datar, kadang terjal kadang menukik bahkan bisa berada pada lembah curam. Itulah kehidupan karena dunia adalah drama panggung sandiwara begitulah simpulan ragam pendapat. Salah satunya ketika kita berinteraksi dan berkomunikasi tak jarang terjadi perbedaan pendapat, akhirnya berselisih, konflik bahkan menjurus pada pertengkaran serta permusuhan. Ada yang menyakiti dan ada yang tersakiti, semua akan mempertahankan ego dan kebenarannya, dengan itu mereka akan saling membalas dengan penuh emosi, prasangka buruk dan dendam.  

      Dendam artinya berkeinginan keras untuk membalas karena rasa marah atau benci. Hawa nafsu yang tidak terkendali melahirkan kemarahan. Kemarahan yang berlarut-larut dan terpendam menjadi bibit dendam. (Uwes al-Qorni. 1997: halaman 71) Marah dan dendam merupakan bawaan setan. Oleh karena itu, keduanya sama-sama tercela sehingga kita harus menghindarinya. Dendam adalah sebauh perbuatan yang sangat di benci oleh Alloh dan hal ini sebagai perbuatan yang mengandung kemarahan atau kebencian dengan nafsu yang tak terkendali, sehingga dendam adalah salah satu perbuatan setan dan hal yang paling tercela.

Maka Dendam memicu bahaya yang dapat mengancam kita dan orang lain dan Nabi memberi kita contoh untuk menghindari perilaku dendam terhadap orang-orang yang membenci mereka.

Rasulullah selalu menunjukkan moral yang baik dengan ingin membantu musuh-musuhnya dan akan menyebabkan pintu hati akan bersih sehingga mereka secara sukarela berkomitmen pada Islam. ”Ada tiga hal yang jika seseorang terbebas dari salah satunya, sungguh Allah akan mengampuni segala kesalahannya selain yang tiga itu. Ketiga hal tersebut adalah: 

1) orang yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa   

     pun; 

2) orang yang bukan tukang sihir yang mengikuti ramalannya;
3) orang yang tidak menaruh dendam kepada saudaranya.” (H.R. al-Bukha-ri)
          Dendam sangat dibenci oleh Allah karena dapat menjadi sumber permusuhan. Kasus-kasus pertikaian antarwarga, antarsuku, bahkan antarpelajar yang berbuntut tawuran, biasanya bersumber dari dendam.

Mengapa pentingnya menghindari perilaku dendam karena dalam ajaran islam dengan menghindari sifat dendam sudah menjalankan perintah Nabi dan mampu memberikan contoh perilaku yang memaafkan.

Pernahkah sahabat disakiti seseorang dan sulit untuk memaafkannya? Jangan terlalu lama menyimpan rasa sakit hingga menimbulkan dendam. Menyimpan rasa dendam kepada seseorang tidak ada manfaatnya. Dendam kepada seseorang justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Sebaliknya, memberikan maaf akan membuat hati lega dan membuat energi positif dalam diri kita. "Kita semua memiliki orang-orang yang tidak kita suka, apakah berdampak buruk dengan menyimpan perasaan marah pada mereka?" ujar Psikolog, Seth Meyers. Menurut Meyers, ada beberapa alasan mengapa menyimpan rasa dendam itu tidak baik bagi kesehatan, membuat stres. Sebuah studi menunjukkan, menyimpan rasa dendam dan berpikir negatif, tidak baik bagi kesehatan mental. Menyimpan rasa dendam juga dapat meningkatkan rasa cemas hingga frustasi. Penelitian yang diterbitkan di Jurnal Psychological Science menemukan bahwa berpikiran negatif bisa memicu stres. Denyut jantung dan tekanan darah akan lebih tinggi daripada mereka yang mau memberikan maaf. Berdampak pada kesehatan fisik rasa dendam ternyata tak hanya berdampak buruk bagi pikiran, melainkan kesehatan fisik. Para peneliti dari Medical College of Georgia menemukan bahwa orang yang mengaku menyimpan rasa dendam selama bertahun-tahun berisiko terkena  penyakit jantung, tekanan darah tinggi, nyeri lambung, dan sakit kepala. Coba untuk memaafkan ketika  memilih untuk bermusuhan kepada seseorang, coba tanyalah pada diri sendiri, apakah seseorang ini penting bagi kehidupan kita. Bicarakanlah terus terang ketika kita merasa terluka atau sakit hati. Jangan dipendam terlalu lama di hati. Ini bisa membantu melupakan rasa sakit yang pernah ada. Juga bisa kembali fokus terhadap hal yang lebih penting di kehidupan kita. Memaafkan mungkin sulit untuk dilakukan, teruslah mencoba untuk melupakan rasa sakitnya terlebih dahulu. Energi negatif dalam diri kita akan hilang serta membuat sehat jiwa dan raga. 

Sangat tidak mudah melupakan segala rasa menyakitkan yang berujung dendam, apalagi sampai berdarah – darah dengan simbahan air mata. Semua butuh kekuatan dan keikhlasan jiwa untuk melepaskannya. Alangkah indah dan eloknya kalau semua rasa sakit dan dendam dikelola dengan piawai untuk menghasilkan tekad, perjuangan dan prestasi yang bermanfaat bagi lingkungan kita.   

Berikut kisah spektakuler & Inspiratif dari sang pegawai rendahan yang kehausan. Dendam Positif Kisah Sukses Direktur ARAMCO -Tambang Minyak saudi Arabia terbesar di dunia. 

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun 40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari airuntuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas. Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: "Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur" Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut. Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus.  Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika. Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka? Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. 

Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan "DENDAM POSITIF"Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya. Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. 

Selanjutnya ia pulang ke negerinya dan bekerja sebagai insinyur. Kini ia sudah menaklukkan dendamnya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu. Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur.

Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur bule ini datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; "Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu"Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: 

"Aku ingin berterima kasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini."

Kini dendam positif dengan pengelolaan yang tertata sudah tertaklukkan. Lalu apakah ceritanya sampai di sini? Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab. Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company) perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilkan 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan setara harga 253 triliun cadangan gas. Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia. Tahukah kisah siapa ini? Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi. 

Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia. Itulah kekuatan "MENGELOLA DENDAM POSITIP" sungguh sikap yang patut dicontoh, hinaan dapat menjadi motivasi tersendiri bagi orang yang mempunyai sikap positif dalam dirinya. 

           Tak terasa buliran air mata terus meluncur ketika ujung jari menulis & dan jiwa membaca, tertusuk rangkaian inspiratif kisah ini. Secara pribadi penulis masih sering tersulut riak-riak dendam dan ingin segera melampiaskan. Alhamdulillah kini siuman bahwa semuanya hanya sia-sia yang tidak akan pernah menghadirkan kebaikan.  Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita. Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya. Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat "Dendam Positif."  Dari luruh hati yang paling dalam penulis ingin mengajak kepada semua sahabat. Mari start untuk selalu menyikapi semua yang terjadi dengan prasangka dan laku positip, karena semua yang terjadi sudah Kehendak Alloh SWT. 

Semoga Alloh Azza Wajalla Senantiasa membimbing kita kepada hikmah serta 

kebenaran, Aamiin YRA!!.

 

 

 

 

 

                                      DAFTAR PUSTAKA 


M.Yusuf dkk, 2003. Kultum Kuliah Tujuh Menit. Jombang: Lintas media 

Majalah. 2009  Al-Haromain . Surabaya: laziz Al-Haromain 

https://health.kompas.com/read/2014/09/19/082652023/Jangan.Simpan.Rasa.Dendam.

https://apple.co/3hXWJ0L

https://www.kompasiana.com/tag

Suhardi. 2009. Cara Pintar Menghadapi Kegagalan. -https://goo.gl/Ia8ENq

Sulistyowati. 2019. Mengelola Diri Untuk Meraih Sukses. Batu: Beta Aksara. 

Sulistyowati.2020.  Indahnya Berkarya Untuk Menginspirasi. Batu: Beta Aksara