Senin, 09 Agustus 2021

PERISTIWA BERSEJARAH MENYAMBUT 76 TAHUN INDONESIA MERDEKA

Oleh : Yanuar Iwan

SMPN 1 Cipanas, Cianjur, Jabar

Moment mengharukan sekaligus meledakkan rasa nasionalisme 10 Juli 1949, Setelah bergerilya selama hampir 7 bulan di daerah selatan Yogyakarta, Karesidenan Surakarta, Madiun dan Kediri. Akhirnya Pak Dirman mentaati perintah presiden untuk turun ke Yogyakarta.

Melalui surat dari Sultan HB IX dan Kolonel Gatot Soebroto, sikap Pak Dirman luluh, dua tokoh inilah yang selalu dihormati Pak  Dirman selama beliau menjabat sebagai panglima besar. Sikap Belanda yang selalu mengingkari perjanjian dengan pihak republik dan belum ditariknya seluruh kekuatan militer Belanda di Jawa dan Sumatera menjadi alasan Pak Dirman untuk menolak turun ke Yogyakarta.

Figur pemimpin, jenderal, dan prajurit  TNI sejati ini, pada akhirnya mentaati perintah presiden sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata, sekaligus mentaati Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

Kata-kata Pak Dirman yang dicatat sejarah, sewaktu beliau menolak saran Presiden Soekarno, untuk tetap dirumah dan memilih untuk bergerilya bersama rakyat dan prajuritnya, kendati pada saat itu Pak Dirman sedang sakit (terpapar tuberculosis).

"Yang sakit itu Soedirman, Panglima Besar tidak pernah sakit"


Cisarua, 9 Agustus 2021, di rumah.🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩