Rabu, 15 September 2021

LETNAN JENDERAL AHMAD YANI SETIA SAMPAI AKHIR

 Oleh : Yanuar Iwan

SMPN 1 Cipanas Cianjur


Adalah sesuatu yang fatal memasuki peperangan tanpa keinginan untuk memenangkannya ( Jenderal Douglas Mac Arthur )


Tentara Nasional Indonesia terbentuk dari rakyat, berjuang bersama rakyat, menderita bersama rakyat dan merdeka bersama rakyat. Sapta Marga dan Sumpah Prajurit adalah ideologi TNI.


Ahmad Yani salah satu sosok prajurit TNI dengan komitmen terhadap Sapta Marga dan Sumpah Prajurit membuktikan integritas prajurit sejati dalam berbagai pertempuran, Pebruari 1958 pecah pemberontakan PRRI ( Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia ) konflik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah akibat kesenjangan pembangunan dan hasil-hasilnya, ketidakstabilan politik dan pemerintahan, masalah korupsi, perdebatan-perdebatan dalam konstituante serta polemik dalam masyarakat mengenai konsepsi presiden.


Pada 15 Pebruari 1958 Letnan Kolonel Ahmad Husein menyatakan berdirinya PRRI lengkap dengan kabinetnya, Sjafruddin Prawiranegara menjabat sebagai perdana menteri, pemerintah pusat menyelesaikannya dengan kekuatan militer. Kepala Staf AD Mayor Jenderal AH Nasution memberikan kepercayaan penuh kepada Kolonel Ahmad Yani untuk merencanakan dan melaksanakan tahapan operasi, Yani alumni General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas dan Spesial Warfare Course Inggris adalah perwira menengah dengan kualifikasi dan pengalaman tempur diatas rata-rata, Yani adalah sosok perwira dibalik pembentukkan batalyon dengan kualifikasi Raiders ( Banteng Raiders ) di Kodam Diponegoro Jawa Tengah dengan prestasi dan rekam jejak penumpasan pemberontakkan DI/TII tahun 1952.


Operasi militer dengan sandi Operasi 17 Agustus adalah operasi militer terbesar. Historia.id mengungkap ketiga matra TNI terlibat, AD menyumbang personil terbesar dengan 4 batalion infanteri termasuk RPKAD, AL 1 batalion Korps Komando ( KKO), AU 25 pesawat C47 Dakota, 6 pesawat pemburu P51 Mustang, 8 pembom B-25 Mitchel dan 6 pesawat AT-16 Harvard.


Kelebihan Yani didalam mengorganisir, menyatukan ego para perwira, merancang strategi dan taktik khususnya dalam tahapan pendaratan di Pantai Padang berhasil membuka dominasi keunggulan TNI, militer PRRI dipaksa untuk terus defensif dan berakhir dengan   usaha pelarian kedaerah pedalaman dengan melancarkan perang gerilya, blokade TNI dan dukungan sebagian besar rakyat kepada TNI menyulitkan strategi  perang gerilya PRRI,  TNI berhasil menguasai kota Padang pada tanggal 17 April, menyusul 4 Mei kota Bukittinggi. Pimpinan PRRI menyerahkan diri satu-persatu 29 Mei 1961 Ahmad Husein     dengan pasukannya menyerahkan diri beserta pimpinan sipil dan militer PRRI.


Bintang Yani bersinar pasca pertempuran menghadapi PRRI, Bung Karno memilih  Yani karena terkesan dengan kinerja militernya, jabatan Menteri Panglima Angkatan Darat menjadi jabatan tertinggi di angkatan darat, sikap "low profile" dan tradisi Jawa ( selalu berusaha menghormati dan menghargai pimpinan dimanapun berada ) menjadikan Yani sebagai jenderal kesayangan Bung Karno. Ditengah fokus kepada tugas dalam rangka konfrontasi dengan Malaysia, dari dalam negeri Letnan  Jenderal Ahmad Yani menghadapi agresifitas PKI yang aktif melakukan propaganda, aksi-aksi sepihak PKI, fitnah dan kekerasan politik yang tensinya terus meningkat, konflik antara AD dan PKI ( pembentukkan angkatan ke 5 dan bantuan senjata dari RRC ). Isu Dewan jenderal menjadi bola panas yang dari waktu ke waktu terus membesar, walaupun Yani sudah berusaha menjelaskan kepada Bung Karno tetapi tensi politik di Jakarta terus memanas. Puncaknya satu pleton tentara tunggangan PKI  ( Cakrabirawa ) lengkap dengan senapan serbu AK 47 dibawah komando Peltu Mukijan membunuh Letnan Jenderal Ahmad Yani pada malam jahanam 1 Oktober 1965, sebagai seorang prajurit  Yang selalu mengutamakan keselamatan pemimpinnya Yani sempat bertanya "Bagaimana Bapak" ? Sambil menatap kearah anaknya yang ketujuh, Untung.


SMPN 1 Cipanas, 15 September 2021, di lokasi kelas bawah. Dalam rangka mengenang Jenderal Ahmad Yani.⭐⭐⭐🇮🇩🇮🇩