Minggu, 17 Oktober 2021

KEMATIAN TRAGIS ADOLF HITLER

Oleh : Yanuar Iwan

SMPN 1 Cipanas Cianjur


Apa yang terbayang jika seorang Adolf Hitler menghadapi maut, April 1945 keadaan perang sungguh tidak berpihak kepada Jerman, Soviet Rusia menyerbu dari  timur dengan membawa amarah dan dendam akibat invasi tentara Nazi ke Rusia. Dari barat Eiisenhower dan Montgomery terus merangsek menuju Berlin, hanya ditemani beberapa perwira tinggi, pasukan pengawal SS dan beberapa sekretaris dan asisten pribadi, Hitler sudah berhitung secara militer bahwa Jerman akan kalah, frustrasi dan kecewa karena dikhianati oleh Himmler dan Goering ( Komando tinggi SS dan Luftwaffe ) keduanya mendekat kepada sekutu entah untuk menyerahkan diri atau mencari selamat sendiri.


Hitler telah kehilangan rekan sekaligus sahabatnya Benitto Mussolini, Mussolini  ditembak mati oleh Partisan kiri Italia pada 28 April 1945 dan mayatnya digantung dialun-alun kota Roma, dilecehkan dan dihina, Hitlerpun tahu secara pasti perlakuan yang akan diterimanya apabila ia tertangkap oleh sekutu terlebih oleh Soviet Rusia, nasib seorang diktator fasis akan seperti domba ditengah gerombolan srigala.


Sejak pertengahan 1944 Hitler dan kekasihnya Eva Braun lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tinggal dibunker dekat kota Berlin, hampir setiap hari Berlin menjadi sasaran pemboman udara oleh Soviet Rusia atau oleh Inggris dan Amerika Serikat. Sampai musim semi 1944 Angkatan Udara Inggris ( _Royal Air Force_) telah menjatuhkan 30.000 ton bom. Sementara tentara merah Soviet Rusia sudah menguasai Lapangan terbang Tempelhof, Divisi Senapan ke - 150 Soviet bergerak menuju Reichstag ( Simbol pusat pemerintahan Nazi )


Situasi perang makin memperburuk kondisi Hitler, sikap paranoidnya meningkat. Pada dini hari 29 April 1945 Hitler melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya Eva Braun, pernikahan sekaligus tanda perpisahan kepada orang-orang disekitarnya pernikahan diambang kejatuhan  Berlin. Dini hari 30 April 1945 Hitler mengumpulkan seluruh penghuni bunker menyalaminya satu-persatu dan memberikan ampul sianida kepada para sekretaris dan asisten pribadinya jika keadaan memaksa ampul tersebut bisa digunakan untuk melakukan "harakiri". Tanpa terucap satu katapun hanya tatapannya yang tajam menatap mereka satu persatu, tokoh Nazi yang pernah memerintahkan "bunuh tiap orang Yahudi di dunia" orang-orang yang mendapat stigma ras rendah, Gypsy, Rusia, keturunan Afrika dan timur asing. Selama Perang Dunia II Hitler bertanggungjawab atas terbunuhnya 6000.000 orang Yahudi mereka kebanyakan dihabisi di kamp-kamp konsentrasi dan berakhir di kamar gas.


Pertemuan di pagi hari itu ternyata adalah pertemuan terakhir antara Hitler dengan para asistennya. Pada sore hari 30 April 1945 terdengar satu kali tembakan, ajudan dan sekretaris Hitler berlarian menuju kamar pribadi Hitler dan mendapati sang  Fuhrer terduduk diatas dipan tempat tidur yang sudah dipenuhi darah, Hitler melakukan bunuh diri dengan menembakan pistol Walthernya kearah mulut, sedangkan  istrinya Eva Braun lebih memilih menelan kapsul sianida untuk menjemput maut. Atas perintah Hitler mayatnya dan mayat istrinya dibakar dikebun istana. Tentara merah berhasil menemukan dan mengidentifikasi mayat Hitler dan istrinya pada 2 Mei 1945 dengan menggunakan cetakan gigi palsu dari dokter gigi Hitler. Pada 1950 Soviet Rusia mengedarkan film _The Fall of Berlin_ film yang jelas bertujuan untuk mencegah pengkultusan Hitler dan ideologinya dalam narasi film itu  dituturkan bahwa Hitler mati bunuh diri dengan minum sianida bukan dengan tembakan, karena mati dengan minum racun lebih hina statusnya dibandingkan dengan tembakan. Orang yang mati dianggap lebih berbahaya daripada diwaktu hidupnya. Sampai kini sejarah belum mampu menjawab dimana sisa tubuh Hitler berada.


Daftar Pustaka ; Michael H. Hart (100 tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah.)

PK Ojong ( Perang Eropa jilid II )



Cisarua, Bogor 16 Oktober 2021.