Kamis, 28 Oktober 2021

PJJ MEMAKSA KITA MENJADI PINTAR DAN TERAMPIL


SUTARNI 
SMPN 9 Tambun Selatan

Pada masa pandemic covid-19 ini terjadi  memaksa kita semua  untuk berdiam diri dirumah, belajar dirumah dan bekerja di rumah jika tidak ada keperluan yang sangat penting .Pada bulan Maret 2020 terjadi peristiwa  penyebaran  virus covid 2019. Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menutup semua akses wilayah masing- masing untuk mencegah atau mengurangi adanya penyebaran virus covid 19 ke wilayah Indonesia. Semua di perintahkan untuk work from home atau bekerja dari rumah , Termasuk sekolahpun di rumah atau dengan model pembelajaran jarak jauh ( PJJ). Sekolah menerapkan pembelajar jarak jauh , artinya bahwa pendididkan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan system telekomunikasi interakstif untuk menghubungkan keduanya dari berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya( menurut Wikimedia). 

 Semua guru dan peserta didik tentu saja mengalami kebingungan saat menjalani model pembelajaran jarak jauh (PJJ). Guru harus belajar teknologi,  aplikasi yang sebelumnya belum pernah menggunakannya. Guru adalah pembelajaran sejati sehingga guru terus berusaha untuk bisa menggunakan yang namanya Google classroom, google form, Zoom, dan lain-lain. seperti yang saya alami , saya berusaha menggunakan dengan bermodal HP dan Notebook yang saya miliki. Saya buat pertama kali adalah google form dan google clasroom. Saya belajar  membuat soal di google form tanpa saya ketik terlebih dahulu di World karena saya belum mengerti. Saya sambil belajar menulis dan bertanya lewat WA jika ada yang saya tidak mengerti kepada teman-teman MGMP IPS Kabupaten Bekasi dan juga kepada teman-teman rekan kerja satu kantor SMP Negeri 9 Tambun Selatan dan juga dengan bimbingan kepala sekolah bapak Supringadi,S.Pd dan Ibu Hj Annisa , S.Pd,M.Pd sebagai Plt SMP Negeri 9 Tambun Selatan. Ketika saya ketik soal di google form tanpa di ketik di world dulu ternyata ada kekurangannya yaitu saya tidak memiliki dokumen soal untuk di print atau Luring dan butuh waktu yang lama untuk online di google Form butuh konsentrasi untuk membuat soal sehingga akan lebih boros quota pulsa internet  dari hp saya. Ketika saya tidak mengerti saya kadang bertanya dengan pak Nurohman,S.E, kadang ke pak uko , pak Novi NIK ,S.Pd dan Bu Vicha Verdiantie,S.S. Begitu banyak sekali cerita sebagai guru yang mendadak di paksa untuk Pintar dan terampil harus menguasai teknologi dan informasi. Dimasa pandemik Covid-19 ini guru dipaksa semua harus tinggal di rumah dan harus melakukan kegiatan rutinnya seperti biasa dengan bantuan teknologi dan informasi. Pertama adalah guru  di tuntut harus bisa menguasai teknologi komputer . kedua guru harus mencari informasi baik dari buku , dari internet serta dari sumber-sumber lain untuk menggali informasi tentang aplikasi aplikasi dan materi-materi  yang berhubungan dengan PJJ. Harus mencari informasi untuk membuat Google classroom, harus mencari informasi untuk membuat Google form , harus mencari informasi untuk membuat video, harus mencari informasi untuk membuat Zoom dan lain-lain. Setelah guru memahami informasi ,  guru juga harus belajar membuat  Soal , latihan, Lembar kerja dan lain-lain untuk di sajikan kepada peserta didiknya dengan baik. Dengan sekuat tenaga pikiran guru mulai mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk merancang pembelajaran jarak jauh . mengkuti Bimtek dan pelatihan tentang PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh ) . pada saat itu yang saya lakukan sebagai guru yang hanya sedikit berbekal kemampuan teknologi komputer saya berusaha dalam beberapa hari  menyajikan soal dalam bentuk Google form untuk menampilkan tugas- tugas IPS dari saya. Dengan berbekal group WA saya share link Google form yang saya buat walau masih banyak kekurangan. Kemudian setelah berjalan nya waktu saya mulai melihat anak kandung  saya yang gurunya menggunakan google classroom, saya juga mulai belajar bagaimana membuat Google classroom dengan bertanya dan menggali informasi sendiri dari internet. Kadang- kadang saya juga sharing dengan anak saya Madina Fisabilillah. Alhamdulillah anak saya juga ikut membantu. Anak saya juga mendadak harus belajar bagaimana cara menggunakan google classroom dan aplikasi-aplikasi lain untuk mengerjakan tugas-tugas dari gurunya. kami saling berbagi ilmu , berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk saling mendukung kegiatan di masa pandemik Covid-19 ini. Peserta didik SMP Negeri 9 tambun Selatan ada banyak  yang tidak memiliki fasilitas atau sarana untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh. Tapi setelah beberapa bulan akhirnya sebagian besar peserta didik SMP Negeri 9 tambun Selatan memiliki dan prasarana cukup untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Ada sebagian kecil peserta didik SMP Negeri 9 tambun Selatan yang tidak memiliki Sarana dan Prasarana pembelajaran jarak jauh secara daring. Sebut saja peserta didik Agus . Agus anak yang baik tinggal satu rumah dengan ibunya yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga , sedang ayahnya hanya bekerja serabutan. Agus banyak nilai yang kosong dan bahkan hanya pernah daring satu kali saja pada pelajaran IPS. Ada juga peserta didik ku yang lain, sebut saja namanya Evi . Evi anak yang baik , cantik dan penurut. Evi juga tidak bisa mengikuti Pembelajaran jarak jauh secara Daring karena HP yang tidak mendukung. Ada lagi peserta didik ku yang tidak bisa ikut Daring yaitu sebut Jaka dan Ade .  Mereka memiliki problem yang sama yaitu adanya sarana dan prasarana yang kurang mendukung pembelajaran daring. 

Kemudian berawal dari daftar nilai yang banyak kosong maka saya mulai mengumpulkan data peserta - peserta didik tersebut dari satu merekap nilai mereka , dua mencari nomor telpon dan alamat mereka , tiga bertanya kepada wali kelas yang lama menyangkut mereka , empat mencari informasi dari guru- guru mata pelajaran yang lain. Kemudian saya himpun menjadi satu dan saya jadikan bekal untuk menghubungi mereka baik dengan telepon ataupun dengan home visit. Ada beberapa siswa yang tidak bisa di hubungi dan ada juga yang bisa di hubungi. setelah melalui telpon tidak berhasil kemudian saya mulai menggunakan data alamat rumah dan informasi dari wali kelas sebelumnya dan saya melakukan home visit.Sehari sebelum home visit saya juga membuat janji dengan Guru Bimbingan Konseling ibu Dra. Ratna Nuswantari dan bapak Esron  untuk melakukan home visit. Ketika saya home visit banyak sekali saya menemukan masalah- masalah yang terjadi di masyarakat, khususnya peserta-peserta didik saya. Permasalahan mereka juga ada yang berasal dari keluarga atau permasalahan perceraian orang tua yang berdampak kepada anak-anaknya baik tempat tinggal, ekonomi dan lain-lain. 

Saya juga ingin sedikit cerita tentang peserta didik yang terjadi dulu pada saat belum terjadi pandemic covid-19 .

Sebagai seorang wali kelas tentu sering melakukan home visit kepada beberapa peserta didik setiap tahun , sedikit cerita satu kasus siswa yang sudah tidak mau sekolah atau malas dan akhirnya peserta didik tersebut dan ortunya mengundurkan diri  Karena masalah-masalah keluarga mereka yang berdampak pada  peserta didik atau anak tersebut. Cerita yang sangat menyedihkan hati , peserta didik  tinggalnyapun harus berpindah-pindah dengan banyak masalah keluarga . Dia harus tinggal dengan neneknya dan harus mengikuti perintah nenek termasuk yang bertentangan dengan prinsip hidupnya , maka peserta didik tersebut  harus menjalankan agar bisa di berikan uang jajan dan lain-lain, dan saya juga dengar sampai berbuat kriminal. Ketika dia lelah kadang dia kembali lagi ke ibunya yang sudah sendiri karena di tinggal atau cerai dengan suaminya yang tinggal di kontrakan kecil yang serba kurang dan kadang kembali lagi ke neneknya dan kadang juga pernah di bapaknya yang sudah menikah lagi. Baju seragam tidak punya, salah pergaulan dan tidak ada uang untuk sehari-hari. saya terus berusaha membuat dia masuk sekolah dan mengerjakan tugas-tugas agar bisa naik kelas. Pada suatu hari dia ku temukan sedang memarkir di jalanan, dan akhirnya saya berhenti dan memaksa dia untuk saya bonceng kesekolah. Setelah sampai sekolah saya bertanya Lagi  apakah masih mau sekolah , dan dia menjawab iya mau sekolah. Tetapi tidak datang lagi . Setelah beberapa kali saya melakukan home visit dan akhirnya dia tetap malas berangkat sekolah dengan bermacam-macam alasan akhirnya saya harus bisa meluluskan permintaan keluarganya yaitu mengundurkan diri dari sekolah . Perasaanku sampai saat ini ketika mengingat peserta- peserta didik yang tidak mau menyelesaikan belajar nya sungguh sedih dan merasa gagal membatu mereka. Hingga akhirnya saya harus menyerah dan mengiklaskan untuk memenuhi permintaannya mengundurkan diri tidak sekolah. sungguh berat sekali keputusan itu dan rasanya saat inipun cerita ingin meneteskan air mata.  Sungguh  sakit rasanya tidak berhasil mengajaknya untuk sekolah.

Tetapi saya tetap berdoa semoga mereka menjadi anak Sholeh shalihah dan dapat hidup sukses di dunia dan akhiratnya. Keberhasilan peserta didik ku adalah merupakan sebagian kebahagiaan ku sebagai gurunya. saya merasakan mereka seperti anak- anak ku sendiri. ketika melihat mereka sulit akupun akan bersedih dan menangis, tetapi ketika melihat mereka sukses atau bahagia ibu guru pun akan tersenyum dan ikut bahagia. yah itulah cerita sebagian peserta didikku sebelum masa pandemik Covid-19 tiba. 

Kita kembali lagi Saat masa pandemik Covid-19 ini banyak juga cerita tentang peserta didik ku yaitu si Agus,Jaka dan Ade serta Hedi( nama di samarkan ) . Mereka mungkin mengalami kebingungan saat tidak memiliki sarana yang lengkap seperti teman-teman nya yg lain dan akhirnya putus asa dan berpasrah dengan keadaan dan tidak berusaha. kemudian setelah saya jelaskan bahwa Pembelajaran jarak jauh tidak harus Daring (Dalam jaringan) yaitu bisa dengan Luring ( Luar jaringan) orangtua dan neneknya menjadi paham. kemudian mereka menyetujui untuk mengumpulkan tugas-tugasnya agar bisa memenuhi persyaratan untuk naik kelas. Pada saat itu juga saya jelaskan berusaha terus tidak harus nilai 100, tetapi yang terpenting adalah sudah berusaha memenuhi kewajibannya sebagai peserta didik. kulihat wajah mereka mulai berseri seri dan semangat. Yang awalnya mereka ketakutan karena ibu guru datang, dan bahkan sampai meneteskan air mata karena sedih tidak ada sarana dan prasarana, kemudian berubah senyum dan semangat setelah kami jelaskan. Dengan berjalannya waktu mereka ternyata memenuhi kewajibannya untuk mengerjakan tugas-tugasnya baik secara daring ataupun luring. dan akhirnya mereka semua dapat menuntaskan tugasnya dan dapat naik kelas atau lulus dari SMPN  di masa pandemik Covid-19 dengan baik.

semoga mereka terus bersemangat dalam belajar dan menjadi manusia yang berguna bagi Nusa dan bangsa serta Agama. Aamiin

Tugas dan pembelajaran menggunakan google Form dan Google Classroom

Saya memberikan tugas dan model pembelajaran  yaitu menggunakan google classroom dan google form  . Ketika diawal pembelajaran peserta didik cukup banyak yang mengerjakan soal di google classroom . kemudian setelah berlangsung selama beberapa bulan ternyata berkurang jumlah peserta didik yang mengerjakan tugas di google classroom entah karena kendala kuota atau jenuh saya belum tahu persis. Saya juga  mulai mengevaluasi pembelajaran yang saya sajikan hawatir terlalu monoton yang membuat bosan maka  Saya ingin membuat zoom , video dan you tube . Sebagai guru memang banyak sekali pekerjaan administrasi yang harus di kerjakan dan harus kreatif serta peka terhadap situasi dan kondisi di sekitarnya terutama terhadap peserta didik teman dan pimpinan serta masyarakat dan lingkungan sekitarnya. 

Kegiatan guru yang harus dilakukan setiap hari sangat banyak sekali ,belajar materi dari berbagai sumber, membuat soal , merencanakan metode pembelajaran, mengoreksi hasil , mengumpulkan data dan menganalisi data , membuat kesimpulan dari data dan membuat tindak lanjut seperti merencanakan pembelajaran yang lebih baik.membimbing siswa melalui WA baik yang japri dan juga di group , pertanyaan orang tua baik japri ataupun di group , telpon dan home visit kepada siswa ,mengabsen kehadiran siswa , merekap kehadiran,mengedit nilai agar rapih,memberikan susulan, memberikan luring , mengolah nilai , merekap nilai dan membuat nilai akhir semester , ditambah lagi guru juga harus membuat karya ilmiah untuk memenuhi angka kredit sebagai kenaikan pangkat guru . membuat laporan administrasi guru dan administrasi wali kelas. Dan masih banyak lagi yang tidak bisa di sebutkan satu-persatu. 

Pembelajaran yang bervariasi 

Berdasarkan pengalaman  , saya ingin membuat pembelajaran yang bervariasi  yaitu pembelajaran yang menyajikan pelajaran  dengan metode ceramah, metode demontrasi , metode Tanya jawab dan metode kerja kelompok.  Metode ceramah , mungkin pada saat PJJ ini saya bisa membuat video pembelajaran, zoom atau dengan yang lain. Metode demontrasi saya bisa menyajikan video –video misal jual beli di pasar, interaksi dan lain-lain. Metode Tanya jawab saya akan membuat google form , zoom atau video call dan yang lainnya. Sedangkan untuk kerja kelompok saya akan mempraktekkan melalui zoom atau video call. kita berdiskusi tentang materi dan uniknya lagi di tengah-tengah kita tetap bisa melakukan tracking dengan cara melakukan diskusi kelompok dalam kelompok-kelompok kecil . Saya membagi mereka ke dalam kelompok kecil mereka dan saya masuk di dalamnya untuk memantau  hasilnya . Saya juga ingin tetap melakukan asesmen baik kognetif dan non kognetif serta refleksi baik peserta didik ataupun guru. 

Kerinduan belajar di sekolah dan bertemu

Setelah berbulan-bulan berlalu bahkan sudah hampir satu tahun , kami semua mulai merasakan rindu. Peserta didik mulai kangen dengan teman – temannya, sekolahnya dan juga kepada gurunya. Begitu juga guru juga rindu dengan  peserta didik .  Dalam hal perasaan tentu semua sama yaitu ingi seperti biasa lagi, dapat berinteraksi dengan baik dan bebas . Tetapi  semua ini harus kita hadapi bersama, kita selesaikan bersama. Seperti  ulat yang  masuk dalam Kepompong di dalam bentuk ulat ini akan menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada didalamnya tidak bisa bergerak tidak bisa melakukan apapun tapi dia akan fokus bekerja melakukan sesuatu ,Mereka mengumpul dan  pada akhirnya ketika keluar dari kepompong menjadi kupu-kupu yang cantik. Seperti halnya kita ,di masa pandemic ini kita tetap harus belajar, bahkan banyak waktu untuk belajar dan ketika nanti sudah normal kita sudah terbiasa belajar dan banyak pengetahuan sehingga pintar dan cerdas. Peristiwa ini mengajarkan kita memahami orang lain, mengajarkan bahwa pendidikan itu adalah tanggung jawab kita bersama kita menjadi penerang  bagi pendidikan di negeri ini mari kita bergandeng tangan bersama belajar demi kemajuan pendidikan di Negara kita tercinta Indonesia. 

Pada bulan Januari 2021 tahun pelajaran 2020-2021 saya ingin membuat rancangan pembelajaran yang lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Baik dalam keadaan pendemik covid-19 atau sudah normal. saya ingin tetap ada pembelajaran jarak jauh untuk menunjang keberhasilan memenuhi target kurikulum dan membiasakan yang baik.