Kamis, 14 Oktober 2021

Program Green School for Green Earth

Oleh : N. Evi Susantika,M.Pd.

Unit Kerja : SMPN 1 Mangunreja-Kab. Tasikmalaya


Latar Belakang

Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) membuat kondisi lingkungan sekolah terlihat kurang terawat. Hal ini berdampak pada kenyamanan ruang belajar dan keindahan area sekolah, juga  membuat lingkungan sekolah belum bisa bertumbuh dan berpusat pada murid. Oleh karena itu membutuhkan sentuhan dari warga sekola (terutama keterlibatan murid dan guru) selaku modal manusia untuk mengelola lingkungan lingkungan sekolah sebagai aset fisik dan lingkungan/alam.   Dengan demikian akan terwujudnya lingkungan sekolah hijau untuk lingkungan/bumi hijau yang nyaman dan menyenangkan. 


Kondisi lingkungan sekolah yang nyaman dan menyenangakan merupakan modal dalam pengelolaan program yang berdampak pada murid. Melalui pembentukan tim pengelolaan lingkungan sekolah (Green School), murid bisa belajar dan mandiri mengorganisir kegiatan terkait penerapan karakter berbudaya  lingkungan sekolah. Program ini akan diawali dengan pengelompokan jenis area lingkungan sekitas sekolah. Selanjutnya, ke depannya berdasarkan evaluasi akan terus dikembangkan. Banyak hal bisa terus dikembangkan. Selanjutnya adalah peningkatan kompetensi kepemimpinan murid dalam pengelolaan lingkungan (taman/kebun) sekolah. Sehingga pada akhirnya ini akan menjadi program yang berkelanjutan dan bermakna bagi semua warga sekolah.

Tujuan Program

Program Green School (Sekolah Hijau dari murid-oleh murid dan untuk murid)  merupakan sebuah program  pembiasaan untuk menumbuhkan rasa kepedulian murid terhadap lingkungan sejak  dini. Program tersebut dilakukan dari murid oleh murid dan untuk murid, baik ketika murid berada di  rumah ataupun saat berada di lingkungan sekolah, agar selalu menumbuhkan rasa memiliki dan penuh tanggungjawab akan pentingnya karakter berbudaya lingkungan.

Adapun kegiatan yang bisa dilakukan murid mulai dari pemilahan  sampah, pembuatan kompos, membuat karya dari barang bekas,  membuat eco enzyme ataupun kegiatan peduli lingkungan lainnya.  Guru akan memantik ide-ide kepedulian lingkungan dari murid di  masing-masing kelas untuk membangun karakter jujur, disiplin dan  tanggung jawab. Melalui program ini kreativitas murid dalam  mewujudkan peduli lingkungan juga berkembang

Tolok Ukur

Terbentuknya tim Green School (Sekolah Hijau) lingkungan sekolah yang diwujudkan dalam bentuk Surat Keputusan Kepala Sekolah dengan murid selaku pelaksana, guru sebagai pengarah, dan kepala sekolah sebagai penanggung jawab;

Adanya kesediaan murid dan guru (SAGUSATAN = Satu Guru Satu Tanaman) untuk berpartisipasi dalam pengadaan tanaman di lingkungan sekolah;

Tersedianya kesepakatan murid terkait pelaksanaan pengelolaan lingkungan sekolah di lingkungan sekolah;

Kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah berjalan lancar dengan koordinator kegiatan sebagai pemimpin sesuai jadwal harian yang disepakati, baik durasi maupun waktu pelaksanaannya;

Adanya pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan oleh murid untuk murid dan dari murid kepada murid dengan melibatkan guru dan kepala sekolah;

Adanya pertemuan rutin mingguan tim sekolah hijau membahas kemajuan pelaksanaan pengelolaan lingkungan sekolah;

Tersedianya lembar monitoring dan evaluasi terkait catatan kemajuan peningkatan kesadaran peduli lingkungan masing-masing murid;

Adanya dukungan dari orang tua dan komunitas dalam pelaksanaan kegiatan



Linimasa Tindakan:

Tahapan BAGJA


Tahapan BAGJA

Hasil Tahapan

B-uat Pertanyaan

Bagaimana cara meningkatkan kepedulian murid terhadap lingkungan sekolah dan alam sekitar?

Bagaimana  menumbuhkan  kesadaran  murid    dalam menggunakan

potensi/ sumber daya secara kreatif dan bertanggung jawab ?

A-mbil Pelajaran

Kegiatan Go Green for Green Earth yang dilakukan di sekolah sebelum  masa pandemi adalah kegiatan pemilahan sampah,  pembuatan kompos, piket kelas, piket halaman sekolah, piket  membersihkan toilet, dll. Namun semenjak BDR kegiatan peduli  lingkungan tidak bisa dilaksanakan bersama murid di sekolah.

Alhamdulillah Setelah Pembelajaran Tatap Muka Terbatas kembali diberlakukan kembali  kegiatan melatih kepedulian terhadap lingkungan sekolah  dengan dampingan para walikelas dan guru.

Murid lebih kreatif mencari sumber belajar untuk menemukan  ide-ide untuk mengolah sampah dan barang bekas melalui Buku, Koran, Majalah dan Internet.

Bekerjasama dengan masyarakat peduli lingkungan yang ada di sekitar sekolah dengan Gerakan Kasih (Kamis Beberesih) dan Bank Sampah  Sekolah

Program Adiwiyata Sekolah



G-ali Mimpi

Murid mulai melaksanakan program peduli lingkungan sejak dini yaitu ketika program mulai dicanangkan  ditahun awal Tahun pelajaran, tapi insyaAlloh dapat direalisasikan pada bulan Oktober Minggu ke 3

Kegiatan yang dilakukan diantaranya pemilahan  sampah, pembuatan kompos, pengolahan barang  bekas, pembuatan eco enzim, penanaman pohon, penanaman ladang/kebun, dll

Guru menjadi contoh dalam pembentukan kepedulian  terhadap lingkungan, misalnya Program SAGUSATAN (Satu Guru Satu Tanaman), mengurangi  penggunaan air minum dalam kemasan, penggunaan  tas ramah lingkungan, dll.

Orang tua melakukan hal serupa dengan program yang  dilakukan di sekolah misalnya menyediakan tempat  sampah terpisah sesuai jenisnya di rumah, sehingga baik  di sekolah ataupun di rumah murid terbiasa dengan  kegiatan memilah sampah.

Murid yang sudah melakukan kegiatan peduli  lingkungan dan sudah membudaya diberikan  penghargaan oleh guru dalam bentuk pujian ataupun  pemberian reward lainnya.





J-abarkan Rencana

(Oktober Minggu ke 3)

Menyampaikan ide untuk mengadakan program peduli  lingkungan sejak dini kepada Kepala Sekolah

Penyusunan Kepanitiaan Program dan Pembagian Tugas

Menyusun jadwal pelaksanaan dan rencana kegiatan

Sosialisasi program kepada murid dan orang tua

Mendokumentasikan kegiatan di masing-masing kelas.

Mengapresiasi murid peduli lingkungan di masing-masing  kelas, dan menyampaikan pengumuman tersebut di  peguyuban setiap bulannya.

Monitoring dan evaluasi kegiatan



A-tur Eksekusi

(Minggu III Oktober - Minggu II November)

Melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah; (Minggu III Oktober) 

Melakukan kolaborasi dengan rekan sejawat dalam komunitas praktisi sekolah terutama wali murid terkait rencana pelaksanaan program; (Minggu III Oktober)

Memberikan pembekalan awal kepada murid dalam satu lingkungan sekolah terkait arti penting sekolah hijau dan bentuk-bentuk kegiatan sekolah hijau yang bisa dilakukan; (Minggu III Oktober)

Menyampaikan gambaran keberhasilan kegiatan yang telah dilakukan komunitas lain; (Minggu III Oktober) 

Menggali minat dan potensi murid untuk memimpin gerakan pengelolaan lingkungan sekolah (Minggu IV Oktober) 

Melibatkan murid sebagai tim pelaksana program kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah dan dewan guru sebagai pengarah dalam bentuk Surat Keputusan Tim Pelaksana. Struktur tim meliputi penanggung jawab, pengarah, koordinator utama, koordinator harian, dan koordinator penyiapan buku; (Minggu IV Oktober)

Melakukan pengambilan kesepakatan lingkungan sekolah terkait pelaksanaan pembiasaan membaca dalam pengelolaan lingkungan sekolah dalam bentuk pembagian jadwal piket tim pelaksana harian; (Minggu IV Oktober)

Melakukan kolaborasi dengan orang tua untuk memberikan dukungan kepada anaknya dalam menerapkan kesadaran kepedulian lingkungan; (Minggu I November)

Menyiapkan beberapa lahan kosong/kebun untuk ditanami aneka tanaman  dengan masing-masing guru dan murid membawa jenis tanaman; (Minggu I November) 

Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sekolah di lingkungan sekolah dipimpin ketua lingkungan sekolah selaku koordinator utama dan petugas jadwal harian selaku koordinator harian; (Minggu II November) 

Monitoring oleh murid dilakukan selama proses pengelolaan lingkungan sekolah berlangsung (Minggu II November)

Evaluasi dilakukan murid setelah satu minggu pelaksanaan kegiatan; (Minggu III November) 

Rapat rutin tim pelaksana dilakukan seminggu sekali. (Oktober - November)



Dukungan yang Dibutuhkan

Dukungan kepala sekolah terkait izin pelaksanaan dan penyiapan Surat Keputusan bagi Tim Pelaksana Pengelolaan lingkungan sekolah;

Dukungan dari pihak sekolah terutama terkait pengadaan sarana dan prasarana berupa pengadaan perlengkapan kebersihan;

Dukungan dari sekolah terkait penyediaan buku bahan bacaan berbagai jenis;

Dukungan dari sejawat dalam komunitas praktisi di sekolah untuk pelaksanaan pengelolaan lingkungan sekolah di lingkungan sekolah;

Dukungan dari pihak murid untuk pengadaan kardus sebagai tempat menaruh buku sekaligus pengerjaan membentuk dan menghiasnya;

Dukungan orang tua dalam memberikan dorongan kepada anaknya agar aktif mengikuti kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah di lingkungan sekolah;

Dukungan dari komunitas sekolah hijau sekitar untuk memberikan penguatan arti penting membaca sekaligus berbagi pengalaman membaca

 A.  PROSES JALANNYA AKSI NYATA

Peristiwa (Fact)

Deskripsi Singkat Aksi Nyata yang sudah dilakukan 

Latar Belakang tentang situasi yang dihadapi

       Latar belakang dilakukannya aksi nyata pembuatan program kegiatan “Green School dari murid-oleh murid dan untuk murid” adalah merupakan pengembangan dari program Adhiwiyata melalui  pengembangan diri untuk pembiasaan dan peningkatan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Adanya ruang kelas yang kurang tersentuh dadri segi penataannya, lahan yang kosong yang belum maskimal dalam pemberdayaannyna. Oleh karena itu gerakan program ini diharapkan akan menjadi harapan serta motivasi murid  dan rekan guru lain dalam menciptakan sekolah hijau di lingkungan sekolah sebagai ekosistem warga sekolah dalam menempati ruang aktivitasnya.

 

Alur proses jalannya pelaksanaan program kegiatan “Green School dari murid-oleh murid dan untuk murid”antara lain sebagai berikut :

Penggalian harapan serta angan-angan murid mengenai lingkungan sekolah yang mereka impikan.

Mengajak diskusi terhadap murid terkait semakin menurunnya kesadaran peduli lingkungan (karena pandemi yang harus meninggalkan lingkungan sekolah)

Membuat perencanaan kegiatan aksi nyata.

Mengkomunikasikan dengan rekan guru dan kepala sekolah.

Membagi tugas pengadaan tanaman  (dari pihak guru maupun murid)

Merancang konsep penanaman lahan kebun  yang menarik dengan murid, rekan guru yang berkompeten dan kepala sekolah

Melaksanakan kerja bakti murid memperoleh ruang kelas dan area taman yang bersih

Membagi jadwal setiap kelompok untuk bergiliran 

Memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami  sebagai kebun sekolah.

 Kegiatan penanaman di sekitaran area taman dan kebun sekolah 

Penataan taman untuk masing-masing kelas.

Foto Pelengkap Dokumentasi  Kegiatan :



Foto : Kegiatan diskusi sosialisasi program Bersama wakil Tim OSIS, untuk mengggali potensi murid                                                                     

    




                       Foto : Bersama tim penghijau!




Foto : Penyerahan rancangan program kepada Kepala

Sekolah SMPN 1 Manungreja                Foto : Bersama wakil kepala sekolah memperlihatkan & diskusi  rancangan kegiatan program)


Foto : Tim koordinator taman masing-masing kelas

Foto : Kegiatan pemanfaatan lahan kosong untuk dijadikan Kebun Sekolah

  

       Video penanaman tanaman di kebun








Foto : Kegiatan gotongroyong penataan taman & lahan


                  







2.       Yang dilakukan pada Aksi Nyata, berikut alasan mengapa melakukan aksi tersebut.

Hal-hal yang dilakukan dalam aksi nyata antara lain sebagai berikut:

Melakukan diskusi mengenai pengaktifan kembali budaya peduli lingkungan. Diskusi dengan murid untuk mengawali program ini bertujuan untuk melibatkan murid secara langsung dalam mengambil suatu keputusan serta membuat kespakatan bersama di awal pembuatan program. Hal ini dilakukan untuk memahami apa sebenarnya permasalahan yang harus segera diselesaikan oleh guru serta menerapkan pembelajaran yang mempunysi tujun dan berdampak terhadap anak .

Meminta murid untuk mengisi harapan dan langkah yang akan diambil nantinya. Hak ini bertujuan agar murid merasa diajak berkomunikasi secara akrtif, bebas mengeluarkan pendapatnya. Membuat kesepakatan diawal program bersama murid.

Mengkonsultasikan hasil diskusi murid dengan rekan guru dan kepala sekolah. Hal ini bertujuan agar ide dan harapan murid dapat ditampung oleh rekan guru lain dan mencari solusi dari permaalahan yang dihadapi.

Membagi tugas kelompok untuk membantu mewujudkan aksi nyata. Hal ini bertujuan agar murid tidak datang secara bersama-sama serta mudah diatur.

Membagi tugas rekan guru yang membantu. Hak ini bertujuan agar pekerjaan cepat selesai.

 Foto : Sosialiasi Kepedulian berbudaya lingkungan kepada murid 

                       

Diskripsi Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan

Kegiatan aksi nyata ini merupakan kegiatan pengembangan dari aksi nyata modul 3.2 mengenai pemanfaatan aset  yaitu program lingkungan sekolah berbudaya lingkungan. Aksi nyata ini perupakan pemanfaatan area/taman sekolah  serta mempersiapkan lingkungan yang nyaman untuk menyambut pembelajaran tatap muka normal kembali. Setelah  daring lebih bersemangat karena lingkungan sekolahnya baru, lebih indah dan dilengkapi dengan fasilitas gedung sekolah yang nyaman dan menyenangkan untuk aktivitas murid sesuai  yang mereka harapkan dan cita-citakan. Program kegiatan aksi nyata ini dinamakan dengan program “Green School- dari murid-oleh murid dan untuk murid” Yaitu Lingkungan hijau yang dapat menciptakan  Lingkungan sekolah Tema Harapan, Tindakan dan Inspirasi. Diharapkan nanti tindakan aksi nyata ini dapat menginspirasi murid untuk tertanam jiwa kepedulian dan kesadaran akan lingkungan sekolah yang nyaman.

Kegiatan aksi nyata sebetulnya sudah dilaksanakan sebelum tahun pelajaran baru dilaksanakan yaitu pelaksanaan program Adhiwiyata, dengan harapan ingin adanya keberlangsungan kegiatan maka saya termotivasi untuk lebih melibatkan murid. Sehingga hal ini dilakukan untuk melibatkan wali murid serta komite dalam program kegiatan ini serta memanfaatkan sumber daya manusia dan potensi murid.

Hal yang paling berkesan serta menarik adalah adanya kerjasama dari rekan guru, murid, wali murid, serta dukungan ide dari kepala sekolah dan tim wakasek untuk menngelola serta mensukseskan program ini sangat luar biasa dan diluar perkiraan saya. Hal ini memberikan tantangan kepada saya untuk lebih bersemangat serta bersungguh -sungguh dalam menyusun konsepnya agar harapan serta angan-angan ini dapat saya wujudkan bersama dengan bantuan semua pihak. 

Tahapan proses pelaksanaan:

Tahap ke 1 (awal): bersama-sama murid dan guru memulai aksi nyata dengan gotong royong melakukan pengadaan jenis tanaman yang dapat dibawa dari rumah masing-masing.

Tahapan kedua adalah melibatkan semua warga sekolah untuk  bekerjasama dalam menata lingkungan. 

Tahap ke tiga  adalah melanjutkan aksi nyata sesuai dengan jadwal pembagian tugas yang telah disepakati dengan menyesuaikan jadwal WFH, karena masih PTMT dimana pembelajaran tatap muka dilakukan secara disesi untuk masing-masing tingkatnya

Harapan dari kegiatan aksi nyata ini mempunyai tujuan untuk mengembangkan sekolah hijau murid serta memberikan energi baru, motivasi instrinsik  kepada murid, wali murid, rekan guru, kepala sekolah untuk tetap optimis dalam mewujudkan visi-misi sekolah.

Foto : Kegiatan Penataan tanaman yang dibawa dari rumah

          

 

 

Foto : Masing-masing guru menata tanamannya

           

Foto : Keterlibatan semua warga dalam penataan lingkungan sekolah                       

        

 

 

Pengembangan Program Green School (Sekolah Hijau- dari murid-oleh murid dan untuk murid)


Perasaan (Fellings) ketika atau setelah menjalankan Aksi Nyata

Saya merasa sangat senang dengan adanya respon  yang sangat baik dari kepala sekolah beserta tim wakasek, rekan sejawat, yang baik dari rekan CGP lingkungan sekolah saya, pembimbing saya, kepala sekolah , rekan guru, murid serta wali murid terkait antusias serta harapan yang mereka berikan kepada saya untuk mensukseskan program ini. Kepercayaan yang mereka berikan kepada saya memberikan energi baru untuk mengembangkan potensi saya sendiri dalam berkreasi untuk mewujudkan program ini. Secara sadar saya menjadi bisa menggali potensi-potensi yang dimiliki murid, rekan guru dan saya sendiri untuk dapat dimanfaatkan dalam kegiatan aksi nyata ini

Penerapan (Findings)

pembelajaran yang dapat didapat dari pelaksanaan keseluruhan aksi (baik dari kegagalan maupun keberhasilan)

Program ini sempat mengalami kendala dalam pembagian waktu karena disaat pembelajaran tatap muka telah dilaksanakan meski masih terbatas, karena semua guru memainkan peran menjadi pendamping murid.  Sementara guru harus mempersiapkan media dan alat pembelajaran, manajemen waktu mengalami.

Tingkat kesadaran murid belum dapat dimaksimalkan karena terkait kurang lebih 2 tahun berada di masa daring yang tidak melakukan aktivitas di lingkungan sekolah. Melalui program ini kami berharap semua akan menjadi semakin lebih baik dan termotivasi untuk menerapkan karakter berbudaya lingkungan yang berkelanjutan.

Berkenaan dengan hal tersebut CGP harus benar-benar bisa membagi waktunya serta berusaha dengan keras agar semua tugas dan kewajibannya terpenuhi baik menyelesaikan program yang berdampak pada murid ini, melakukan coaching, menyajikan media dan desain pembelajaran yang mengarah pembelajaran berdifirensiasi, sosialisasi video pembelajaran, merancang berbagi/sharing kepada rekan sejawat, pelatihan diklat pengembangan diri bersama komunitas MGMP kabupaten. Kegiatan tersebut harus benar-benar diatur waktunya dan harus mempunyai rencana 

 Penerapan ke depan (future)Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Mengambil temuan dan mempertimbangkan bagaimana menerapkannya di masa depan.

Program selanjutnya dimasa depan adalah melanjutkan program yang sama untuk lingkungan sekolah yang lebih unggul mengarah pada kegiatan Adhiwiyata tingakat Nasional. Untuk sementara program pengembangan sekolah hijau melalui penataan taman dan kebun/lahan kosong serta lingkungan sekolah bertema menjadi fokus utama program CGP. Pilihan kedua adalah dengan membuat Bank Sampah yang tepat, hal ini ada keterlibatan dengan lingkungan masyarakat sekitar/Dinas Lingkungan melalui petugas kebersihan lingkungan, memanfaatkan ruang lingkungan sekolah yang tidak dipakai untuk mewujudkan hal tersebut. Temuan ini telah dikonsultasikan dengan tim wakasek dan rekan guru yang lainnya.

 

 

B.   DAMPAK YANG DIDAPATKAN SETELAH PROGRAM DIJALANKAN

 Refleksi aksi nyata program Green School- dari Murid, oleh Murid dan untuk Murid, yaitu: 

Perasaan CGP pada saat merencanakan dan melaksanakan aksi. 

Merasa puas serta senang dengan hasil aksi nyata yang telah dilaksanakan karena dapat melibatkan seluruh pihak dalam kegiatan aksi nyata tersebut. Baik murid, rekan guru, wali murid, kepala sekolah semua bisa terlibat secara aktif dan mendukung kegiatan dengan memberikan bantuan tenaga, ide/fikiran, serta bantuan finansial.

Pembelajaran yang di dapatkan dari aksi:

Pentingnya manajemen waktu, manajemen keuangan, penggalian potensi sekolah, adanya rencana kedua /plan B serta hubungan interaksi  sosial yang baik, dengan semua pihak terkait sangatlah membantu proses pelaksanaan aksi nyata.

Tumbuhnya kesadaran dan kepedulian semua murid terutama keterlibatan murid secara berkesinambungan.

Perencanaan untuk memperbaiki pembelajaran

Membuat program yang lebih matang lagi tentunya selalui menggunakan manajemen resko agar da[at meminimalisir segala kemungkinan yang tidak diinginkan, 

Selalu membuat rencana program kedua sebagai antisipasi kegagalan ide program pertama,

Fokus pada tujuan mensukseskan visi misi  sekolah dan program sekolah yang menerapkan karakter berbudaya lingkungan.