Minggu, 28 November 2021

REVOLUSI DAN GERAKAN KEBANGKITAN

Oleh: Yanuar Iwan. 

SMPN 1 Cipanas Cianjur


Kontak awal bangsa-bangsa Eropa dengan penduduk pribumi diakhiri dengan tindak kekerasan, pemaksaan kehendak, kerusakan kehidupan tradisional, ketidak serasian sosial yang  seluruhnya mengarah kepada "kerusakan kebudayaan" ( Cultural Crash ) terjadinya perubahan-perubahan paksa dan biasanya terjadi dengan kekuatan militer membatasi bahkan menindas kebebasan. Contoh nyata dalam hal ini bisa kita lihat dalam penerapan Tanam Paksa di Hindia Belanda pada 1830 dan perbudakan di wilayah selatan Amerika Serikat 1800. Kolonialisme tidak saja mengakibatkan akulturasi ( Perubahan-perubahan besar dalam kebudayaan yang terjadi sebagai akibat dari kontak antar kebudayaan yang berlangsung lama ). Pemberontakan dan revolusi akan terjadi apabila akulturasi yang dipaksakan mencapai puncaknya, seperti yang terjadi dalam Revolusi Kemerdekaan Indonesia dan Revolusi Cina. Sikap tidak peka kaum kolonial Eropa menimbulkan kebencian yang mendalam terhadap penguasa-penguasa asing, pemberontakan dan revolusi menjadi pilihan terbaik bagi bangsa yang tertindas.


Kondisi berikut bisa menjadi syarat dan pencetus revolusi :

1. Hilangnya kewibawaan pemerintahan karena korupsi yang terjadi secara masif, penyalahgunaan kekuasaan, pembunuhan terhadap seorang tokoh politik populer

2. Hancurnya ekonomi golongan menengah karena krisis ekonomi, dan meningkatnya angka pengangguran

3. Ketidak tegasan pemerintah, seperti kebijakan yang tidak konsisten, pemerintah yang demikian itu kelihatannya seperti dikendalikan dan tidak mengendalikan peristiwa

4. Hilangnya dukungan dari kelas  cendekiawan seperti terjadi pada pemerintah pra revolusi di Perancis dan Rusia.

5. Pemimpin atau kelompok pemimpin, yang memiliki kharisma yang cukup besar untuk menggerakan sebagian besar rakyat, melawan pemerintah.


Tidak hanya bentuk revolusi dari dalam masyarakat seperti Revolusi Perancis dan Revolusi Merah di Rusia. Revolusi yang terjadi karena pengaruh dan bantuan kekuatan dari luar masyarakat seperti Revolusi "Arab Spring" yang terjadi di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara pada abad 21.


Gerakan kebangkitan menjadi pencetus revolusi, karena adanya harapan-harapan baru dari unsur-unsur budaya lokal dan kepercayaan masyarakat setempat seperti kepercayaan terhadap datangnya Ratu Adil atau Imam Mahdi. Kebangkitan dapat didefinisikan sebagai usaha yang disengaja oleh beberapa anggota masyarakat untuk membentuk kebudayaan yang lebih memuaskan dengan secara cepat menerima suatu pola susunan dari banyak inovasi. Gerakan kebangkitan dan revolusi menemui bentuknya dalam pemberontakan petani di Banten pada 1888 dan Revolusi Iran dibawah pimpinan Ayatollah Khomeini pada akhir dekade 70an.


Apabila sistem nilai tidak sesuai dengan realitas yang sebenarnya akan terjadi suatu kondisi krisis kebudayaan yang dapat membentuk gerakan reaksi. Masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat melakukan gerakan emansipasi dibawah pimpinan Martin Luther King dan gerakan Muslim  kulit hitam dibawah Malcolm X pada dekade 60an gerakan ini bisa dikategorikan sebagai Milenarisme ( Gerakan kebangkitan yang berusaha mengangkat golongan paria yang tertindas, yang telah lama menderita dalam kedudukan sosial yang rendah, dan yang memiliki ideologi sub kultural sendiri.


Daftar bacaan ;

William A. Haviland; Antropologi jilid I dan II, Erlangga 1988.


Cisarua, Bogor, 28 November 2021.