Kamis, 09 Desember 2021

KORUPSI

Oleh: Yanuar Iwan

SMPN 1 Cipanas, Cianjur, Jawa Barat


Mulai sekarang jangan sebut lagi korupsi sudah menjadi kebudayaan atau bagian dari budaya, karena kebudayaan diciptakan masyarakat manusia dengan tujuan untuk menjamin keteraturan dalam kerangka kemanusiaan. Korupsi bukan bagian dari kebudayaan, korupsi adalah tingkah laku menyimpang dan bentuk kejahatan luar biasa. Tidak satupun  Kebudayaan lokal dan tradisional disegala bangsa mentoleransi korupsi, menyatakan korupsi  sudah menjadi budaya hanya merendahkan budaya yang bersangkutan padahal jelas kebudayaan sudah memproduksi nilai dan norma sekaligus hukuman bagi pelaku korupsi. Jepang dengan budaya Bushido menjunjung tinggi harga diri dan kehormatan leluhur, keluarga, dan diri pribadi dengan berusaha sekeras mungkin menjauhi tindak korupsi, kebudayaan lokal, kearifan lokal Indonesia tidak kalah dengan Bushido Jepang. Kearifan lokal Indonesia banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur religi dan pengaruh keagamaan. Sistem birokrasi pemerintahan yang feodalistis paternalistis di abad  17 sd 19 telah membuka peluang sebesar-besarnya bagi perilaku korup. Korupsi struktural yang dilakukan birokrat kolonial Eropa menurun secara hierarkhis kepada pejabat pribumi, korupsi terjadi karena kebutuhan kaum bangsawan yang menjadi birokrat kolonial sangat beraneka ragam mulai dari gaji jongos dan babu, istri tua, istri muda, wanita simpanan, sampai dengan para  pengawal dan centeng, belum lagi yang menyangkut gaya hidup Eropa Sentris mulai dari tempat tinggal yang mewah sampai dengan pesta kebun. Gaya hidup hedonis para birokrat kolonial diperoleh dari hasil korupsi pembayaran  pajak rakyat, upeti mulai dari hasil komoditas perkebunan sampai dengan sarana transportasi, pajak tanah, dan proyek infrastruktur. Korupsi struktural yang masif terjadi di zaman kolonial mengakibatkan para  petani kelas bawah, pekerja perkebunan,  dan pekerja kasar harian kehilangan harapan hidup.

Korupsi zaman _Now_ dilatar belakangi oleh pemenuhan gaya hidup, tuntutan keluarga, dan maraknya perilaku serakah. Ketika masyarakat mengalami disorientasi budaya karena gencarnya pengaruh _westernisasi_ ( Materialisme dan individualisme) dimana stratifikasi sosial masyarakat ditentukan oleh status sosial berdasarkan kekayaan, pangkat, jabatan, dan kedudukan disitulah korupsi menemukan  bentuknya. Tuntutan  keluarga (anak dan istri) yang berlangsung secara masif mempengaruhi tindakan para pejabat untuk berperilaku korup dan mencuri uang negara, gaji besar dan berbagai bentuk  tunjangan tidak akan bisa mencegah tindak korupsi apabila dalam diri seorang pejabat bersemayam sifat dan sikap serakah (Mumpungisme) kalau tidak korupsi sekarang, kapan lagi. Korupsi zaman _Now_ adalah korupsi terencana, masif, dan terstruktur berlangsung secara sentralisasi dan desentralisasi (Birokrat pusat dan daerah) mulai kasus  korupsi APBD, DAK, proyek perbaikan jalan, pengadaan buku, sampai dengan dana desa, bahkan pengadaan kitab suci Al Qur'an tidak luput dari perilaku korupsi. Korupsi bukan bagian dari kebudayaan, korupsi adalah tindak kejahatan luarbiasa yang harus dihadapi dengan tindakan hukum luar biasa pula, salah satunya dengan hukuman mati.

Selamat Hari Anti Korupsi, Sedunia Semoga Indonesia segera bebas dari tindak kejahatan luar biasa  bernama Korupsi.


Cipanas, 9 Desember 2021.