Selasa, 28 Juni 2022

KIPRAH GURU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN


Oleh


ELISYA SOVIA, S.Pd, Gr

SMA Negeri 1 Pasie Raja CGP-4 Kabupaten Aceh Selatan



Sebagai seorang guru, kita dituntut bisa menjadi pemimpin pembelajaran, namun realitanya kita senantiasa dihadapkan dengan berbagai kendala dalam pengambilan keputusan dalam situasi yang mengandung Dilema Etika dan Bujukan Moral.  Melalui tulisan ini saya akan berbagi pandangan dan pendapat setelah mempelajari modul 3.1 Pendidikan Guru Penggerak tentang bagaimana menerapkan prinsip, paradigma- paradigma yang mampu mengarahkan kita menjadi pemimpin pembelajaran yang arif dan bijaksana yang mampu menguasai 9 (Sembilan) keterampilan kepemimpinan pendukung  pemimpin pembelajaran. 


Hubungan Patrap Triloka Dengan Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran. 


Dasar Pemikiran Ki Hadjar Dewantara  tentang pendidikan adalah menuntun peserta didik sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka beliau menggagas sebuah konsep yang dijadikan sebagai  prinsip dasar para guru dalam melakukan pendidikan di Taman Siswa. Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Patrap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada, yang di depan memberi teladan, (2) Ing madya mangun karsa "yang di tengah membangun kemauan, (3) Tut wuri handayani, dari belakang mendukung. Konsep ini memberikan pengertian bahwa keberadaan seorang guru hendaknya memberikan keteladanan. Jika dikaitkan dengan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, maka seorang guru ketika memberikan keputusan atau kebijakan hendaknya bisa memberikan teladan kepada peserta didik mapun warga sekolah yang lainnya. Seorang guru mampu memberikan motivasi, dukungan kepada muridnya dalam upaya mengembangkan potensi yang dimilikinya. 


Sebagai contoh di-Era Digital yang serba menggunakan IT, maka seorang guru bisa mengambil langkah yang tepat dalam pelaksanaan PBM sehingga terjalin kolaborasi yang baik antara guru sebagai fasilitator pembelajaran. Selain itu, guru yang ideal juga mengerti bahwa sebuah kelas terdiri dari berbagai individu dengan berbagai latar budaya, sosial dan ekonomi yang mempengaruhi kepribadiannya, maka sudah seyogyanya guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang bermakna dan memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. hal ini dapat terwujud apabila Patrap Triloka mampu diterapkan oleh guru tersebut. 


Hubungan Nilai-nilai Dalam Diri Seseorang Dengan Prinsip Dalam Mengambil Keputusan


Salah satu yang mempengaruhi pengambilan keputusan pada suatu situasi atau masalah yang dihadapi adalah prinsip-prinsip atau nilai-nilai yang terdapat di dalam diri seseorang. Maka dapat disimpulkan bahwa keputusan yang diambil seseorang mencerminkan bagaimana identitasnya. Melalui Diagram Gunung Es pada modul 2.2  Pendidikan Guru Penggerak kita mengetahui bahwa identitas seseorang terbentuk oleh 3 hal, yaitu, Kepercayaan, Nilai-nilai dan Pola Pikir.  Nilai- nilai dalam diri membentuk kepribadian yang apabila menghadapi suatu penyelesaian, maka seseorang cenderung melihat  dalam sudut pandang (Subjektif) yang akhirnya berpengaruh kepada pemilihan paradigma pengambilan keputusan. 

Gambar 1. Diagram Gunung Es

Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin pembelajaran yang seharusnya memberikan keteladanan kepada peserta didik dan rekan sejawat sudah seharusnya kita menanamkan nilai-nilai positif di dalam diri  mampu menciptakan keputusan yang nyaman bagi semua pihak, betanggunggung jawab, mengandung nilai kebajikan serta berpihak kepada murid.


Coaching Sebagai Sarana Memetakan Masalah Dan Potensi Penyelesaian 


Kegiatan Coaching diperlukan untuk mendapatkan keputusan yang bijak.  Penerapan Langkah-langkah Coaching dengan model TIRTA memudahkan kita kita memahami masalah, potensi Cochee (rekan / murid yang mengalami permasalahan) dan aset-aset apa saja yang dapat dijadikan alternative dalam memecahkan kasus Dilema Etika yang sering terjadi dalam lingkungan sekolah. 


Langkah dalam identifikasi masalah  mampu membuat kita memetakan nilai yang bertentangan dengan benar serta memahami fakta-fakta yang relevan dengan situasi yang terjadi. Selanjutnya penggunaan komunikasi asertif dan pertanyaan-pertanyaan reflektif diperlukan untuk membangun sinergitas serta mengarahkan kita mencapai pemecahan masalah yang seharusnya.  Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ketercapaian suatu keputusan selain karena nilai yang terdapat di dalam diri juga mampu memahami permasalahan yang terjadi dan mencoba fokus kepada potensi yang dimiliki dalam penyelesaiannya, untuk mewujudkan hal tersebut, maka penerapan Coaching yang tepat (sesuai dengan langkah-langkahnya) mampu membantu terwujudnya keputusan yang baik.


Hubungan Kemampuan Guru Dalam Mengelola Dan Menyadari Aspek Sosial Emosional Dengan Pengambilan Keputusan 

                               


   

Gambar 2. 9 keterampilan kepemimpinan


Guru diharapkan memguasai 9 keterampilan kepemimpinan sebagai pemimpin pembelajaran yang bertujuan untuk terciptanya lingkungan yang positif dan berpihak kepada murid sehingga mampu mewujudkan visi dan misi bersama. Adapun 9 keterampilan tersebut adalah Pengetahuan diri, Manajemen waktu dan Kehidupan, Agen Perubahan, Usaha dan Tujuan Bersama, Pengambilan Keputusan Beretika, Pengaruh Komunikasi Persuatif, Budaya Iklim Komunitas, Trasnsisi Kepemimpinan dan Pelaksanaan suksesi, Arahan yang jelas dan Tegas.  Untuk mewujudkan 9 keterampilan ini seorang guru harus mempunyai kesadaran penuh (Mindfulness) yang mencakup 

  1. Kesadaran diri dan pengelolaan diri

Mencakup pengenalan emosi yang bertujuan untuk merespon terhadap kondisinya sendiri secara lebih tepat sehingga guru maupun murid bisa bertindak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dihadapinya. Sebagai manusia, kita sering mengalami permasalahan  dalam menghadapi kegiatan dan ritunitas yang padat yang berakibat kepada kinerja dan emosional yang tidak terkendali. Oleh karena itu, kita bisa melakukan pengelolaan diri dengan melakukan latihan STOP. Latihan STOP dapat dilakukan sebelum ujian, sebelum melakukan presentasi, pidato, atau situasi menegangkan lainnya. Anda dapat mempraktikkan latihan STOP saat Anda ingin mengembalikan fokus pada suatu pekerjaan, setelah Anda mengerjakan tugas yang menantang, atau membangun fokus pada suatu pekerjaan baru.


STOP yang merupakan akronim dari: Stop/ Berhenti. Hentikan apapun yang sedang Anda lakukan. Take a deep Breath/ Tarik napas dalam. Sadari napas masuk, sadari napas keluar. Rasakan udara segar yang masuk melalui hidung. Rasakan udara hangat yang keluar dari lubang hidung. Lakukan 2-3 kali. Napas masuk, napas keluar. Observe/ Amati. Amati apa yang Anda rasakan pada tubuh Anda? Amati perut yang mengembang sebelum membuang napas. Amati perut yang mengempes saat Anda membuang napas. Amati pilihan-pilihan yang dapat Anda lakukan. Proceed/ Lanjutkan. Latihan selesai. Silahkan lanjutkan kembali aktivitas Anda dengan perasaan yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif.

  1. Kesadaran sosial, keterampilan relasi  dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.  

Keterampilan berempati merupakan keterampilan yang membantu seseorang memiliki hubungan yang hangat dan lebih positif dengan orang lain. Hal ini mampu memberikan sugesti positif dalam merespon situasi ataupun permasalahan yang terjadi sehingga mampu memberikan penyelesaian secara bijak. Dengan kemampuan berempati, kita dapat membangun hubungan yang lebih melibatkan (engaged) dengan menerima dan memahami orang lain dan hal ini mampu meningkatkan relasi yang baik dengan rekan maupun murid di sekolah. Keterampilan relasi didasari dengan adanya komunikasi positif yang dilandasi rasa saling menghargai juga akan dapat memperkuat rasa percaya dan relasi yang ada. Adanya komunikasi dan relasi yang terbangun memungkinkan terwujudkan lingkungan yang nyaman dan inklusif. 

Gambar 3: Kesadaran Sosial Emosional


Dengan adanya Mindfulness, kita mampu menyadari potensi diri, lingkungan dan masalah itu sendiri sehingga keputusan yang didapatkan nantinya mengarah kepada tujuan bersama, tanpa penilaian subjektif karena telah melibatkan pandangan orang lain serta mampu dipertanggungjawabkan kedepannya. 


Strategi Pengambilan Keputusan Yang Tepat Untuk Menciptakan  Lingkungan Yang Positif, Kondusif, Aman Dan Nyaman.


Menjadi pemimpin pembelajaran bukanlah hal yang mudah, kita akan dihadapkan oleh berbagai sudut pandang dan kepentingan dalam memandang dan memaknai situasi yang terjadi. Keputusan yang baik bukan berarti keputusan yang mampu menyenangkan semua pihak, karena itu tidak akan mungkin terjadi, maka yang harus kita pahami , keputusan tersebut bisa dipertanggungjawabkan, mengandung nilai-nilai kebajikan universal dan berpihak kepada murid. Oleh karena itu, strategi yang dapat kita lakukan adalah 

  1. Menggunakan Paradigma dalam Pengambilan keputusan yang sesuai dengan situasi atau masalah yang terjadi. Adapun Paradigma pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran adalah individu vs masyarakat, keadilan vs kasihan, kebenaran vs kesetiaan, dan jangka pendek vs jangka panjang

  2. Memahami Prinsip dalam pengambilan keputusan yang bijak sesuai dengan situasi. Kepiawaiyan kita dalam menggunakan prinsip mengarahkan kita kepada keputusan yang tepat. Adapun Prinsip tersebut adalah  berfikir berbasis peraturan, berfikir berbasis rasa peduli dan berfikir berbasis hasil akhir

  3. Menerapkan 9 ( Sembilan) langkah pengambilan dan pengujian keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meninjau dan merefleksi situasi yang dihadapi, memetakan masalah dan potensi menyelesaiannya. Adapun langkah-langkahnya adalah: (a). Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini; (b). Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini; (c) Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini; (c). Pengujian benar atau salah melalui Uji Legal, Uji Regulasi/Standar Profesional; (d). Pengujian Paradigma Benar lawan Benar untuk menentukan prinsip dan arah kebijakan yang akan diambil; (e). Melakukan Prinsip Resolusi; (f). Melakukan Investigasi Opsi Trilema; (g). Menbuat Keputusan; (h). Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan


Hal-Hal Yang  Dilakukan Guru Sebagai Pemimpin Pembelajaran Dalam Mengambil Keputusan Yang Dapat  Berpengaruh Terhadap Kehidupan dan Masa Depan Murid


Untuk mewujudkan keputusan yang berpihak kepada murid, maka seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran dapat memperhatikan beberapa hal 

  1. Penggunaan Coaching sebagai langkah dalam menuntun dan menemukan potensi, memberikan motivasi, meningkatkan komitmen dan sikap tanggungjawab murid. 

  2. Berpegang kepada budaya positif  yang dapat terwujud dengan adanya beberapa hal yaitu: muatan Kebutuhan dasar, Keyakinan kelas, Posisi kontrol dan Restitusi

  3. Meningkatkan Nilai dan peran sebagai guru penggerak. 


 


Gambar 4. Nilai dan Peran Guru Penggerak


Melalui Modul 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran mengarah kepada kemampuan kita melihat suatu situasi dan menyelesaikannya sesuai dengan kaidah-kaidah nilai kebajikan, tanggungjawab dan berpihak kepada murid. Penyelesaian terbaik didapat ketika kita mampu memenimalisir dampak setelah keputusan tersebut diberikan kepada orang lain. Di dalam pengambilan keputusan kita harus memahami unsur-unsur, prinsip, paradigma dan langkah dalam pengujian keputusan sehingga keputusan yang dihasilkan sudah dipertimbangkan dengan matang dan berpihak kepada orang banyak.




Rujukan :


Modul 1.1: Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional: Ki Hadjar Dewantara

https://drive.google.com/file/d/1KE0ei6_JOvxpjPjfgmLKY_V7Y9XSJYrD/view


Modul 1.2 Nilai-Nilai Dan Peran Guru Penggerak

https://drive.google.com/file/d/1Ayj-k7M8GRavL_eudgVgTXa1fW4dj9ZX/view


Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional

https://drive.google.com/file/d/1r5tOo8GOE2BFxX_HyJxzBoICIfqvYk0u/view


Modul 2.3 Coaching

https://drive.google.com/file/d/1M3Rwb0A6fk0LM73AmN78pdwZ42TcB0gg/view


Modul 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran
https://drive.google.com/file/d/1bB2Y3SUBa6dKAw1ZlCd6EtgWN-_ZySY4/view





ooOoo




Senin, 06 Juni 2022

Keutamaan Saling Memaafkan



Oleh

Sulistyowati

SMPN 1 PUJON – Kab. Malang


“Apologizing Is Courage Is Praiseworthy & Forgiveness Is A Noble attitude”


Manusia merupakan makhluk yang tidak akan luput dari kesalahan. Kesalahan tersebut mungkin saja dilakukan terhadap dirinya sendiri atau bahkan berbuat salah kepada orang lain. Jika melakukan kesalahan pada diri sendiri, seseorang cukup menyadari, menyesali dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Berbeda halnya jika seseorang melakukan kesalahan kepada orang lain.

Ketika seseorang melakukan kesalahan kepada orang lain, maka sudah seharusnya orang tersebut minta maaf. Dan saat seseorang meminta maaf, maka sudah seharusnya orang yang dimintai maaf memberikan maafnya.

Dikutip dari laman NU Online, memaafkan orang memang bukan hal mudah, terlebih jika kesalahan yang dilakukan cukup besar. Namun, justru pada saat itulah keimanan seseorang diuji. Apakah ia akan mengedepankan egonya atau mengalahkan amarahnya untuk memberikan maaf.

Sudah menjadi kodrat sebagai manusia tidak terlepas dari kesalahan dan ketidaksempurnaan dalam perbuatan. Namun demikian manusia diciptakan juga dibekali dengan sifat-sifat untuk memperbaiki kesalahannya. Salah satu sifat yang dianjurkan untuk kita miliki adalah sifat pemaaf. Sifat pemaaf merupakan sifat yang mulia, karena tidak semua manusia dapat berbesar hati dengan mudah untuk memaafkan kesalahan orang lain. Hal-hal yang tidak disadari semua orang dalam pergaulan dengan sesama adalah melakukan sesuatu, baik secara lisan maupun perbuatan yang tidak disadarinya telah melukai hati atau perasaan orang lain meskipun hal tersebut dilakukan dengan tidak kesengajaan. Tapi kalau hal tersebut dibiarkan akan berakibat buruk terhadap hubungan antar individu yang bersangkutan. Untuk itu ketika merasa ada yang melukai hati dan perasaan kita maka sebaiknya kita tidak langsung marah terhadapnya, tetapi cari kebenarannya dahulu agar sikap yang akan kita ambil jangan sampai salah sehingga merugikan diri kita sendiri, dan kalau hal tersebut dibiarkan akan merusak hati kita menjadi seorang yang pendendam dan berfikiran negatif. 

 

Beberapa perbuatan yang menimbulkan kesalahpahaman antara seseorang dengan orang lain:

1. Tidak terjaganya lisan

Seringkali kita mengucapkan kata kata yang tidak baik atau menyakiti orang lain. Kata kata seperti mencela orang lain, memaki-maki, menerangkan keburukan orang lain atau berghibah (membicarakan keburukan orang lain, mencari kesalahan dan kelemahan orang lain, mencari keburukan dan kekurangan orang lain, membicarakan aib orang lain) membentak orang lain, berkata dengan nada yang kasar, menyinggung perasaan orang lain. Apabila kita membiarkan keadaan tersebut tentu akan menjadi kebiasaan yang sangat merugikan bagi kehidupan kita saat ini dan kedepannya. Ucapan yang sudah keluar sulit untuk dapat diralat kembali apabila sudah didengarkan oleh banyak orang. Maka menjaga lisan adalah hal yang seharusnya kita lakukan, dengan cara berkata kata yang baik dan memberikan banyak manfaat. 

2. Tidak terjaganya perilaku diri

Dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat tentulah kita selalu berkontak dan berhubungan langsung dengan orang lain. Perilaku yang kita tunjukkan akan mempengaruhi penilaian orang lain terhadap kita. Tanpa disadari kita menunjukkan perilaku yang kurang menyenangkan bagi orang lain. Kadang seseorang menjadi sombong terhadap apa yang dimilikinya seperti harta benda atau kekayaan, dan dengan mudahnya menganggap orang lain berada dibawahnya. Padalah harta benda yang dimilikinya itu adalah titipan dari Allah SWT yang sewaktu-waktu dapat diambil lagi oleh pemiliknya. Selain itu, ada juga perilaku yang tidak disadari telah menjerumuskan kita yaitu menuruti hawa nafsu, tidak berfikir panjang dalam bertindak, suka marah, berlaku kikir dengan tidak memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan, melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak penting seperti kemaksiatan dan bangga dengan dirinya sendiri seakan-akan orang lain tidak berarti. Perilaku-perilaku tersebut yang harus kita hindari mulai dari sekarang. 

3. Tidak punya kepedulian terhadap orang lain

Tentu saja banyak hal yang harus kita perhatikan dalam hubungan keseharian kita. Kita dituntut untuk selalu memperhatikan dan menjaga hubungan baik.  Kadang karena kesibukan, kita jarang bertegur sapa sekedar menanyakan keadaan atau kabar orang-orang di sekeliling kita. Tidak jarang kita hanya mementingkan kebutuhan dan kepentingan diri kita sendiri. Kita melakukan pemborosan dengan membeli barang-barang atau sesuatu yang sebenarnya kita tidak membutuhkannya tetapi hanya karena keinginan saja untuk memilikinya. Sementara ada orang lain atau tetangga kita yang lebih membutuhkan itu tetapi mereka tidak bisa mendapatkannya karena tidak memiliki uang untuk membelinya. Untuk itu sikap peduli atau empati harus kita pupuk sedari sekarang agar menjadi kebiasaan yang baik bagi kehidupan kita sehari-harinya.

 

Yang harus kita lakukan untuk memperbaiki diri agar lebih baik adalah: 

1. Menyadari kesalahan dan bersegera meminta maaf

Dari perilaku-perilaku yang menimbulkan kesalahpahaman di atas tentulah hal itu bisa terjadi pada siapa saja. Bisa jadi kita yang diposisi sebagai orang yang melakukan perbuatan tidak baik, atau kita justru diposisi yang diperlakukan tidak baik. Kalau kita diposisi yang melakukan perbuatan yang tidak baik tentulah harus bersegera memperbaikinya. Merenungkan apa yang telah kita lakukan, akan menemukan kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Butuh waktu untuk mencerna dan memahami kenapa kita bisa melakukan kesalahan tersebut. Bisa jadi kita menyadarinya bahwa kita telah melakukan kesalahan setelah ada pihak-pihak yang protes merasa tersakiti. Justru dengan adanya pihak yang protes karena merasa dirugikan oleh perbuatan kita, menjadikan lebih mudah bagi kita untuk menelusur atas kesalahan kita, sehingga bisa menjadi pedoman untuk kita memperbaiki diri. Sulit memang bagi kita untuk berbesar hati mendatangi pihak yang kita sakiti untuk meminta maaf. Namun hal tersebut harus kita lakukan agar diri kita tidak selalu dihantui rasa bersalah. Selain kita meminta maaf secara langsung, yang harus kita lakukan adalah memperbaiki diri untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di masa mendatang. Kita juga harus menjalin silaturahmi dan komunikasi yang baik untuk menunjukkan bahwa kita serius dalam meminta maaf. Pemberian maaf dari orang yang kita sakiti sangatlah penting bagi kita, namun tentu saja tidak mudah bagi seseorang untuk memaafkan begitu saja atas apa yang dideritanya. Tetapi kita berkeyakinan kalau kita bersungguh sungguh pastilah hati orang yang kita sakiti akan luluh untuk memaafkan kita.

2. Memberikan maaf kalau ada yang meminta maaf pada kita

Kita juga kadang dihadapkan oleh keadaan dimana diri kitalah yang mendapat perlakukan tidak baik atau disakiti perasaan oleh orang lain. Namun yang mesti kita lakukan adalah tetap introspeksi diri sebelum balik menyalahkan orang lain. Bisa jadi orang lain memperlakukan kita yang tidak sesuai dengan harapan kita karena ada alasan tersendiri. Mungkin mereka pernah kita sakiti atau bisa jadi termakan oleh informasi yang tidak benar. Untuk itu kita perlu berhati-hati dalam menyikapinya. Yang pertama kita lakukan adalah berjiwa besar untuk tidak langsung marah atau jangan sampai berusaha membalasnya. Karena kalau kita tidak bisa mengendalikan diri dan cepat marah maka itu akan merugikan diri kita sendiri. Hal yang sangat baik adalah kalau kita bisa memaafkannya tanpa menunggu orang yang menurut perasaan kita telah menyakiti hati meminta maaf terlebih dahulu. Sungguh kalau itu yang kita lakukan merupakan perbuatan yang mulia. Sulit memang tetapi harus berusaha memulainya. Karena kita berkeyakinan kalau kita mudah memaafkan orang lain, pastilah orang lain juga akan dengan mudah dapat memaafkan kesalahan kita.

Suatu ketika sahabat Bilal bin Rabah RA terlibat pertikaian dengan Abu Dzar RA. Abu Dzar melontarkan perkataan yang sangat menyakitkan hati Bilal. “Wahai anak wanita hitam.” Bilal lalu mengadukan kejadian tersebut kepada Rasulullah SAW. Dan, Rasulullah pun memanggil Abu Dzar guna mengklarifikasi kejadian tersebut. Lalu, Rasul menasihatinya dan Abu Dzar merasa dia telah berbuat salah dan zalim kepada sahabat seperjuangannya.

Saat itu juga, Abu Dzar mencari keberadaan Bilal. Sesampainya di hadapan Bilal, Abu Dzar meletakkan pipinya di atas padang pasir di bawah teriknya matahari sambil berkata, “Wahai sahabatku, aku rela engkau menginjak pipiku ini demi memperoleh maaf darimu atas perbuatan zalim yang telah aku perbuat.” Namun, ketika itu Bilal merogoh tangan Abu Dzar. “Aku telah memaafkanmu wahai sahabatku.” Sungguh indah akhlak yang diperlihatkan kedua sahabat Rasulullah SAW. 

Dalam menjalani hidup sosial bermasyarakat, manusia tidak pernah lepas dari sebuah kesalahan, entah itu terhadap tetangga, kawan, ataupun rekan kerja. Kesalahan adalah suatu hal yang wajar ketika kita berinteraksi dengan sesama. Namun, ketika kita bisa menyikapi kesalahan tersebut dengan suatu proses saling maaf dan memaafkan, itulah yang luar biasa. “Setiap anak Adam tidak luput dari kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah mereka yang bertaubat.” (HR Tirmidzi).

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang bodoh.” (QS al-A’raf: 199). Dalam ayat tersebut Allah  SWT mengabarkan kepada umat muslim bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan di atas muka bumi ini.

Tiga konsep yang Allah berikan kepada kita. 

Pertama, jadilah pemaaf. 

Ketika proses saling maaf dan memaafkan sudah menjadi habit (kebiasaan) dalam masyarakat, sungguh masyarakat tersebut akan menjadi suatu masyarakat yang harmonis, mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang) menaungi mereka.

Kedua, mengimbau kepada kebenaran. 

Di kala rasa cinta dan kasih menaungi kehidupan mereka, di sana akan terjalin suatu interaksi yang harmonis dan mereka akan mengoreksi sahabatnya yang berbuat kesalahan.

Ketiga, berpaling dari orang-orang bodoh. 

Ketika suatu masyarakat sudah menjadi masyarakat harmonis dan religius, sungguh mereka akan berpaling dari perilaku orang-orang yang bodoh, perilaku yang kering akan hal-hal yang bermanfaat. Dan, seperti inilah seorang Muslim, “meninggalkan suatu hal yang tak berguna adalah kebaikan bagi seorang Muslim.”

Pantaskah seorang dewan legislatif adu jotos karena suatu hal sepele, padahal mereka adalah wakil-wakil rakyat? Pantaskah suatu kelompok agama menghujat kelompok lainnya demi kepentingan segelintir orang, padahal mereka berdiri di atas agama yang sama. Masyarakat yang sarat akan nilai-nilai cinta dan kasih bermula dari suatu proses yang sangat agung, yaitu saling maaf dan memaafkan. “Orang-orang penyayang akan disayang oleh Allah yang Maha Rahman, Sayangilah penduduk bumi, maka kalian akan disayangi oleh Allah.” (HR Ahmad).

Meminta maaf atas kesalahan adalah keberanian sikap terpuji dan memaafkan adalah sikap mulia. Memaafkan adalah pintu terbesar menuju terciptanya rasa saling mencintai di antara sesama manusia. Islam mengajarkan agar setiap umatnya untuk selalu saling memaafkan satu sama lain. Manusia tidak pernah luput dari kesalahan, karena itu Islam mengajarkan setiap manusia untuk saling memaafkan. Allah SWT memuliakan orang yang bersedia memaafkan kesalahan orang lain, bahkan Allah sudah menyiapkan segudang pahala untuk orang tersebut. Selain itu, suka memaafkan merupakan salah satu sifat Rasulullah SAW. Beliau selalu memaafkan orang yang membenci dan menyakiti perasaannya. Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk tetap berbuat baik kepada orang lain meskipun orang tersebut membalasnya dengan kejahatan.

Adalah Rasulullah SAW orang yang paling bagus akhlaknya: beliau tidak pernah kasar, berbuat keji, berteriak-teriak di pasar, dan membalas kejahatan dengan kejahatan. Malahan beliau pemaaf dan mendamaikan,” (HR Ibnu Hibban). 

Dilansir dari Nahdatul Ulama online, dalam surat Ali ‘Imran ayat 134, tercantum bahwa seorang Muslim yang bertakwa dianjurkan untuk mengambil paling tidak satu dari tiga sikap dari seseorang yang melakukan kekeliruan terhadapnya, yaitu menahan amarah, memaafkan, dan berbuat baik terhadapnya.

Demikianlah agama telah mengajarkan kita untuk berbuat saling memaafkan dengan orang lain. Kita menjadi lebih nyaman ketika bergaul dengan orang lain tanpa ada perasaan bersalah dan tanpa merasa ada orang lain yang berbuat salah terhadap kita. Hidup akan menjadi lebih bermakna dan bersemangat karena tidak ada lagi rasa kebencian dan kecurigaan, sehingga ketika kita akan mengambil keputusan atau sikap menjadi lebih terarah dan lebih obyektif. Yang perlu disadari adalah bahwa setiap orang tidak pernah lepas dari yang namanya berbuat salah. Akan tetapi ketika bersalah kita langsung menyadari dan berusaha memperbaiki itulah yang terbaik.  Wallahu A’lam Bishawab

 

 

 

 

                                           DAFTAR PUSTAKA

M.Yusuf dkk, 2003. Kultum Kuliah Tujuh Menit. Jombang: Lintas media 

Sulistyowati. 2019. Mengelola Diri Untuk Meraih Sukses. Batu: Beta Aksara. 

https://quranweb.id

https://republika.co.id/tag/memaafkan

https://kumparan.com/search/memaafkan





Minggu, 05 Juni 2022

STRATEGI GEOPOLITIK AMERIKA SERIKAT DI INDO-PASIFIK

Oleh : Yanuar Iwan

SMPN 1 Cipanas Cianjur Jawa Barat


Perang Rusia-Ukraina telah merubah tatanan politik dunia, ancaman invasi militer bisa terjadi kapan saja khususnya ancaman dari negara-negara yang memiliki persenjataan nuklir.


Adagium dari seorang Jenderal Romawi Flavius Vegetius Renatus _Igitur qui desiderat pacem preparet bellum_"Jika anda menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perang" tidak berlebihan kiranya jika adagium tersebut menggambarkan kondisi politik dan militer global terkini.


Kawasan Indo-Pasifik yang terdiri dari Samudera Hindia, Asia Tenggara dan Samudra Pasifik kini  menjadi medan persaingan politik komplek, kental dengan nuansa kepentingan ekonomi dan militer. Wilayah Laut Cina Selatan adalah contoh nyata persaingan tersebut,  Klaim sepihak China terhadap wilayah Laut Cina Selatan _Nine Dash Line_, program menyatukan wilayah   Taiwan _One China Policy_ perluasan pengaruh ekonomi dan politik China di Asia _Belt and Road Initiative_ membuktikan ambisi Beijing untuk menjadi salah satu negara _Super Power_ dunia yang secara langsung menantang hegemoni Amerika Serikat di Kawasan Indo-Pasifik. Wilayah Indo-Pasifik menjadi Fokus AS setelah meredanya perang melawan terorisme, sejak pemerintahan Presiden Obama AS mengkaji ulang ancaman terorisme. Keberhasilan Revolusi _Arab Spring_ khususnya di Libya dan Mesir serta kehancuran ISIS di Suriah dan Iraq, dilepasnya Afganistan dalam bentuk penarikan Pasukan AS pada 2021, membuktikan adanya pergeseran fokus kebijakan geopolitik AS dari Timur Tengah ke Indo- Pasifik. Menguatnya pengaruh sekutu tradisional AS seperti Arab Saudi dan Israel, mempengaruhi keputusan Presiden Biden dalam penarikan Pasukan AS dari Afganistan walaupun sebagian anggota Konggres dari Partai Republik menyesalkan keputusan Biden tersebut.


Khusus menghadapi pengaruh China Konggres AS "Kompak" bahwa pengaruh China sebisa mungkin diminimalisir gayung segera bersambut, kebijakkan Biden terhadap Indo-Pasifik secara umum terbagi menjadi dua, yang pertama kepada negara-negara anggota ASEAN, AS memberikan bantuan ekonomi, investasi, alih teknologi dan membangun kemitraan strategis hal ini terlihat jelas dalam KTT ASEAN-AS 12-13 Mei 2022, Amerika Serikat menyadari ASEAN tidak satu sikap dalam menghadapi pengaruh China, Myanmar yang tidak  diundang karena masalah kudeta militer mendukung China dalam persaingan di Laut Cina Selatan, demikian pula Laos dan Kamboja. Filipina adalah sekutu tradisional AS di Asia Tenggara,  Filipina memperpanjang kerjasama _Visiting Forces Agreement_(Kunjungan militer AS ) ke negaranya. Singapura dan Thailand sudah lama menjadi markas CIA, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam yang secara "sporadis" terlibat konflik dengan China di Laut Cina Selatan menunjukkan sikap netral walaupun Indonesia-Malaysia secara teratur terlibat latihan militer bersama dengan Armada Pasifik AS dan _US ARMY_ pendekatan ekonomi dan kerjasama militer adalah strategi geopolitik AS di Asia Tenggara dalam rangka membendung pengaruh China.


Yang kedua di wilayah Oceania  dan Pasifik strategi geopolitik AS nyata terlihat dengan alih teknologi militer dalam fakta pertahanan AUKUS (Australia, Inggris, dan AS) Australia menerima alih teknologi kapal selam berkekuatan nuklir untuk memperkuat armadanya di Pasifik dan secara militer, Australia menjadi pangkalan strategis bagi fakta militer AUKUS jika pecah perang dikawasan Pasifik. Di Kawasan Samudera Hindia AS memprakarsai berdirinya aliansi militer QUAD (Quadrilateral Security Dialogue) AS, India, Australia, Jepang. India dan Jepang adalah dua negara yang sedang berkonflik dengan China. India terlibat masalah perbatasan  di Lembah Galwan daerah sekitar Pegunungan Himalaya. Jepang saling klaim Kepulauan Senkaku dengan China, Amerika Serikat telah mendapatkan pijakan militer di selatan Indo-Pasifik melalui AUKUS, di Wilayah barat melalui QUAD, wilayah Indo-Pasifik termasuk Asia Tenggara menjadi ajang perlombaan senjata dua negara adidaya, AS versus China. Indonesia dan negara ASEAN lain harus segera bersiap. Pertanyaannya mampukah ASEAN berperan signifikan dalam mencegah peperangan ditengah perbedaan sikap negara-negara  anggotanya ?


Sumber bacaan ;

AUKUS "Point of No return" geopolitik Indo-Pasifik Syarifurohmat Pratama Santoso; Antara

KTT ASEAN-AS Biden Ingin Bendung Pengaruh China. rmol.id


Cisarua, Bogor 5 Juni 2022

Selasa, 31 Mei 2022

Merdeka Belajar

 

Estu Dwi Riyanto, S.Pd

Guru IPS SMPN 1 Kuranji


Pada masa penjajahan kondisi pendidikan bangsa Indonesia sangat memprihatinkan, hanya segelintir anak bangsa yang bisa menikmati pelayanan pendidikan. Memasuki masa kemerdekaan pemerintah berusaha memperbaiki sistem pendidikan nasional, geliat upaya pemerintah dalam rangka meningkatan kualitas pendidikan nasional dari masa ke masa tidak pernah pudar. Sekitar dua puluh persen dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dialokasikan pada bidang pendidikan guna tercapainya tujuan pendidikan untuk mendidik anak-anak menjadi warga negara yang diharapkan dapat memberikan pengetahuannya kepada negara.

Transformasi Pendidikan dan pemajuan kebudayaan ditempuh Kementerian Pendidikan melalui berbagai peluncuran program seperti program bebas tiga buta (B3B), program gerakan nasional orang tua asuh (GNOTA), program wajib belajar sembilan tahun, program wajib belajar dua belas tahun, dan yang sekarang melalui program merdeka belajar serta kebijakan lain termasuk penggelontoran bea siswa untuk masyarakat miskin.

Pada merdeka belajar episode pertama dimulai sejak 2019, kementerian pendidikan menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan diantaranya menghapus ujian sekolah berstandar nasional (USBN), mengganti ujian nasional (UN), menyederhanakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan mengatur kembali penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Merdeka belajar episode kedua yaitu kampus merdeka, melakukan penyesuaian di lingkup pendidikan tinggi. Kebijakan yang ada dalam merdeka belajar episode kedua diantaranya pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, perguruan tinggi negeri berbadan hukum, dan hak belajar tiga semester di luar program studi.

Sementara itu, pada merdeka belajar episode ketiga, mengubah mekanisme dana bantuan operasional sekolah (BOS). Melalui kolaborasi dengan Kemenkeu dan Kemendagri dalam kebijakan merdeka belajar dibuat fleksibel, tersedia alokasi porsi lima puluh persen penggunaan dana BOS sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan guru-guru honorer dan tenaga kependidikan, tentu dengan prosedur syarat yang telah ditetapkan. Percepatan proses penyaluran dana BOS ditempuh melalui transfer dana dari kemenkeu langsung ke rekening sekolah. Diharapkan dengan kebijakan baru ini bisa diselaraskan dengan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana BOS tepat penggunaannya, sumber: p4tkbispar.kemdikbud.go.id 

Pada merdeka belajar episode keempat yaitu Program Organisasi Penggerak (POP). Kebijakan ini bertujuan untuk semakin memberdayakan organisasi masyarakat dalam membangun sekolah penggerak.  Program organisasi penggerak dapat berpartisipasi melaksanakan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan yang diharapkan mampu berimbas pada peningkatkan hasil belajar peserta didik. Hadirnya organisasi penggerak bisa memotivasi sekolah bertransformasi menjadi sekolah penggerak sebagai langkah lompatan perwujudan tantangan inovasi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik yang fokus pada peningkatan literasi, numerasi, dan penguatan pendidikan karakter, sumber: https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/organisasipenggerak/

Merdeka belajar episode kelima yaitu guru penggerak, program yang terintegrasi untuk mewujudkan sekolah penggerak. Program guru penggerak yang arah programnya berfokus pada pedagogic yang siap menjadi pemimpin pembelajaran dan berperan sebagai agen pendorong transformasi pendidikan Indonesia, berpusat pada peserta didik dalam menggerakkan ekosistem pembelajaran yang lebih baik, pengembangan hasil belajar peserta didik secara holistic (mencakup kompetensi literasi dan numerasi) serta karakter, dan pelatihan yang menekankan pada kepemimpinan instruksional melalui on the job coaching, sumber: https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id

Ada delapan prioritas merdeka belajar menurut Menteri Pendidikan Nadiem Makarim,

Pertama, pembiayaan Pendidikan melalui kartu Indonesia pintar (KIP) termasuk layanan khusus Pendidikan masyarakat dan pembinaan sekolah Indonesia luar negeri serta tunjangan profesi guru. Kedua, digitalisasi sekolah melalui platform digital yang menyediakan model bahan ajar, media pendidikan digital, dan penyediaan sarana pendidikan. Ketiga, prioritas selanjutnya adalah pembinaan peserta didik, prestasi, talenta, dan penguatan karakter. Prioritas ini akan diciptakan melalui tiga layanan pendampingan advokasi dan sosialisasi penguatan karakter, pembinaan peserta didik oleh pemerintah daerah, serta peningkatan prestasi dan manajemen talenta pelajar.Keempat, melaksanakan pendidikan guru penggerak, program pendidikan guru, rekrutmen guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), sekolah penggerak, dan organisasi penggerak.Kelima, sebagai prioritas berikutnya dalam peningkatan mutu pendidikan nasional akan memberlakukan kurikulum baru dengan melakukan pelatihan kurikulum baru kepada guru dan tenaga kependidikan, pendampingan dan sosialisasi implementasi kurikulum dan asesmen. Keenam, revitalisasi pendidikan vokasi berbasis industri 4.0 dukungan dan percepatan link and match serta kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Ketujuh, peningkatan kualitas SDM melalui kampus merdeka dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan kemahasiswaan (competitive fund and matching). Kedelapan, pemajuan kebudayaan dan bahasa. Dengan keanekaragaman kearifan lokal untuk menumbuhkembangkan dan bersaing dikancah global.

Esensial kebijakan yang bisa lebih berfokus pada tugas pokok dan fungsi guru dalam menekankan pada mendidik dan mengajar peserta didik melalui proses pembelajaran yang responsiv dan kondusif akan lebih bermakna. Pendidik bisa enjoy dalam menyampaikan pembelajaran tanpa ada beban fikiran tugas tambahan administratif bahkan tugas tambahan jauh dari tupoksi guru seperti bendahara dan operator, dimana durasi proses pengerjaan lebih banyak memforsir waktu dan fikiran guru bahkan sering mengorbankan jam belajar peserta didik demi deadline tugas tambahan tersebut.

Regulasi-regulasi perlu terus dikembangkan dalam setiap program yang diluncurkan Kementerian Pendidikan demi arah Pendidikan nasional yang lebih baik di masa yang akan datang. Perlunya kolaborasi peran tenaga kependidikan dan kepala sekolah sebagai management sekolah sekaligus pengambil alih tugas-tugas tambahan administratif di luar pembelajaran tupoksi guru, demi memaksimalkan kinerja guru untuk menciptakan produk sumber daya manusia generasi emas bangsa.

Kebijakan-kebijakan yang tertuang dalam peluncuran berbagai program dari Kementerian Pendidikan dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang memiliki talenta-talenta mampu bersaing di tingkat global. Pembangunan pendidikan diarahkan untuk menciptakan kesempatan belajar yang lebih luas dan diimbangi dengan peningkatan mutu pendidikan. Sebagai warga negara yang baik, sebaiknya turut berkontribusi dalam mensukseskan program pembangunan pendidikan dalam mendistribusikan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kondisi ini secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dapat mendorong kemajuan bangsa




Daftar Pustaka


SE Nomor 1 Tahun 2020 tentang kebijakan merdeka belajar.

http://p4tkbispar.kemdikbud.go.id

https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/organisasipenggerak/

https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id



Biodata Penulis


Pengalaman Kerja:

SMPN 13 Tebo, Muoro Bungo, Jambi (2006-2007)

SD N 3 Barepan Cawas, Klaten, Jateng (2007-2008)

SMPN 2 Pedan, Klaten, Jateng (2007-2008)

SMPN 6 Satap Kusan Hilir, Kab. Tanah Bumbu, Kalsel (2009-2013)

Bimbel Primagama di Simpang Empat, Kab. Tanah Bumbu (2009-2010)

SMPN 1  Kuranji, Kab. Tanah Bumbu, Kalsel (2013-sekarang)

 

Bertempat tinggali: Blok A1 Rt.007 Rw.- Desa Karang Intan Kec. Kuranji Kab. Tanah Bumbu