Minggu, 27 Februari 2022

Mengenal Lebih Dekat Dr. Udin Khaerudin, M.Pd., Ketum FKGIPS Nasional Masa Bakti 2022-2027

Dr. Udin Khaerudin, M.Pd., Ketua Umum FKGIPS Nasional 
Masa Bakti 2022-2027

"Innalillahi wainnaillaihi rajiun, Ini merupakan musibah yang mudah-mudahan bisa jadi bahan untuk bertafakur dan berintrospeksi diri untuk bisa mengemban amanah dengan sebaik-baiknya." Demikian kalimat pertama yang meluncur dari mulut Udin Khaerudin ketika didaulat memberikan sambutan di Munas II FKGIPS Nasional. Sambutan yang menandai terpilihnya guru IPS SMPN 1 Ciawigebang, Kuningan, Jabar ini sebagai ketua umum PP FKGIPS Nasional.

Udin terpilih secara aklamasi menggantikan Wijaya, M.Pd. sebagai ketum PP FKGIPS Nasional yang lama. Jalan mulus yang tidak pernah dikiranya didapat setelah saat pencalonan namanya diusung oleh tiga wilayah terkuat, yaitu Jawa Barat, Banten dan Sulawesi Selatan. Kemudian dukungan juga didapat setelah Wijaya yang menolak dicalonkan untuk kedua kalinya serta Enang Cuhendi, waketum lama juga ketua PW FKGIPS Jabar yang diusung dua provinsi kuat, yaitu Jawa Timur dan Kalimantan Timur juga menolak dicalonkan. Keduanya berpendapat sama akan perlunya regenerasi dan adanya proses transformasi di tubuh organisasi. Menurut mereka adanya stock kader-kader terbaik perlu mendapat jalan untuk memimpin organisasi. Akhirnya pada sesi pemilihan, baik PW maupun PP sebagai pemegang hak suara menjatuhkan pilihan kepada alumnus Program Doktor Pendidikan Ekonomi UPI ini.

Sejak duduk dibangku kuliah Udin Khaerudin dikenal sebagai sosok yang aktif. Semasa kuliah di jenjang S1 dan S2 Pendidikan Ekonomi Universitas Kuningan berbagai aktivitas intra dan ekstra kampus digeluti dengan baik. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjadi organisasi yang banyak menempa dirinya sebagai kader organisasi dan pemimpin masa depan. 

Setelah menjadi guru IPS dan berstatus PNS aktivitas berorganisasinya tidak menjadi surut. Tidak kurang dari KNPI, ICMI, BPD, Bumdes, DKM. PPK dan tentunya PGRI, MGMP IPS serta FKGIPS menjadi pelabuhannya berorganisasi. Di sini sosok muda kelahiran Kuningan, 15 Oktober 1982 ini banyak menempa diri untuk meningkatkan kompetensi dan bersinergi membangun kompetensi.

Penempaan diri di organisasi dan keaktifannya mengikuti berbagai kegiatan pengembangan profesi membawa Ketua MGMP IPS Kabupaten Kuningan ini meraih berbagai amanah dan prestasi.  Tercatat ia pernah menjadi instruktur Kurikulum 2013, Fasilitator Pelatihan I USAID, narasumber Pendampingan SPMI, narasumber sosialisasi portal Rumah Belajar Kemdikbud dan perwakilan Kabupaten Kuningan pada OGN IPS tingkat Provinsi Jawa Barat 2016 dan 2017. Di tempat tugasnya selain sebagai pengajar IPS, juga pernah mendapat amanah berbagai jabatan, di antaranya sebagai pembina Paskibra dan PMR yang berhasil meraih berbagai kejuaraan di tingkat kabupaten. 

Saat ditanya Socius tentang harapannya setelah terpilih sebagai ketua umum, Udin berharap dengan mengacu pada pedoman organisasi pengurus bisa menjalankan tugas secara bertanggungjawab. Selain itu ia bertekad untuk meningkatkan peran FKGIPS agar bisa lebih memberi kebermanfaatan untuk guru IPS dalam menunjang kompetensinya untuk kemajuan pendidikan. Diharapkannya agar pengurus yang baru nanti bisa lebih solid dan berkomitmen untuk bisa berbuat lebih baik lagi.

Terkait strategi yang akan disusun dalam menyusun kabinetnya, sekretaris Pengurus Daerah FKGIPS Kuningan yang juga merangkap sebagai salah satu ketua bidang di PW FKGIPS Jawa Barat ini bertekad mengisi komposisi kepengurusan dengan merekrut calon pengurus yang memiliki komitmen, loyalitas dan memiliki visi yang sama untuk mencapai tujuan organisasi. Ia pun akan berkolaborasi dengan pengurus lama untuk memadukan energi baru. Selain itu akan berkomunikasi dan meminta masukan dari pengurus lama serta  melakukan seleksi dan pengamatan yang kooperatif dan objektif agar mampu menghasilkan calon pengurus yang terbaik.

Program strategis yang akan diusungnya, selain tetap mempertahankan dan melanjutkan program kerja pengurus lama yang masih relevan juga dalam waktu dekat akan membuat program kerja terkait upaya mengatasi learning lost. "Kami pun akan tetap bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk bisa melaksanakan berbagai kegiatan dalam meningkatkan kompetensi guru IPS," pungka Udin mengakhiri wawancara. (Enang Cuhendi-Socius)






FKGIPS Nasional Sukses Menggelar Munas II 2022

Sebagian peserta Munas II FKGIPS 2022

Makasar.socius (27/2).  Minggu, 27 Februari 2022 sejatinya hari libur. Hari ketika semua berkumpul dan bercengkrama bersama keluarga. Namun, tidak demikian dengan para guru IPS, aktivifis organisasi Forum Komunikasi Guru IPS Nasional (FKGIPS Nasional). Mereka justru mengisi libur hari ini dengan nongkrong di depan gawai masing-masing dan dengan seksama mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) II FKGIPS Nasional.

Mengingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, Munas yang sejatinya akan dilaksanakan secara tatap muka langsung di Kota Makasar. Sulawesi Selatan, akhirnya dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dengan ruang kendali tetap di Makasar.

Dr. Syamsul Bahri, MM., Ketua Panpel Munas II

Dr. Syamsul Bahri, MM. sebagai ketua panitia pelaksana Munas dalam laporannya berharap walaupun dilaksanakan secara daring kegiatan Munas II FKGIPS Nasional ini tetap bisa berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik untuk membawa organisasi ini menjadi lebih baik.

Harapan yang sama juga diapungkan Wijaya, M.Pd. Sosok Guru IPS asal Banten yang juga merupakan Ketua Umum PP FKGIPS Nasional masa bakti 2017-2022 ini berharap walau dalam situasi dan kondisi yang kurang mendukung hajatan Munas II bisa tetap bermakna dan membawa kemajuan bagi organisasi.

Kegiatan Munas II dihelat dari pukul 08.00 sampai dengan 17.30 WITA. Selain mengesahkan LPJ Pengurus lama, dan AD/ART organisasi juga yang terpenting berhasil memilih ketua umum yang baru. Dr. Udin Khaerudin, M.Pd. berhasil terpilih secara aklamasi oleh seluruh peserta Munas sebagai Ketua Umum PP FKGIPS Nasional masa bakti 2022-2027. 

DR. Udin Khaerudin, M.Pd. (Ketum terpilih) dan
Wijaya, M.Pd. (Ketum demisioner)

Guru IPS SMPN 1 Ciawigebang, Kab. Kuningan, Jawa Barat ini awalnya diusung oleh PW Jabar, Banten dan Sulawesi Selatan. Akan tetapi saat pemilihan semua pengurus wilayah yang hadir dan pengurus pusat sebagai pemegang hak suara secara aklamasi menjatuhkan pilihan kepada alumnus S3 UPI ini. Ini terjadi setelah Wijaya dan Enang Cuhendi menolak untuk dicalonkan. Ketum dan waketum demisioner ini sepakat untuk mendorong transformasi dan kaderisasi di tubuh FKGIPS Nasional, sehingga menolak untuk dicalonkan sebagai pucuk pimpinan organisasi.

Sesi terakhir diputuskan Tim Formatur yang diketuai ketua umum terpilih. Ketua tim formatur dibantu oleh tiga orang dari pengurus lama, yaitu Wijaya, M.Pd., Dr. dra. Dyah Ayunda, M.Pd. dan Enang Cuhendi, S.Pd., MM.Pd. ditambah tiga wakil pengurus wilayah, yaitu Dr. Syamsul bahri, MM. (Sulses), Murajiyanto, M.Pd. (Kaltim) dan Dona Aries, M.Pd. (Jambi). Selambatnya satu bulan tim formatur harus sudah menghasilkan kepengurusan baru. 

Munculnya Udin Khaerudin sebagai ketua umum tentunya menjadi bukti regenerasi berjalan baik di FKGIPS. Organisasi ini pun membuktikan tidak pernah kehabisan kader-kader terbaik. Ketika sebagian kadernya sudah meniti karir di jenjang kepala sekolah, pengawas sekolah atau di lingkungan struktural, FKGIPS masih memiliki banyak stock kader terbaik. Surplus kader ini menjadi hal yang positif untuk kemajuan organisasi, baik di tingkat pusat maupun wilayah dan daerah. Inipun menjadi bukti adanya surplus kader dan transformasi di tubuh FKGIPS.

"Selain adanya regenerasi, surplus kader dan transformasi yang dilakukan, kemajuan organisasi FKGIPS ini juga ditunjang oleh adanya sinergisitas dan kolaborasi yang baik dari semua unsur di internal FKGIPS. Tanpa adanya regenerasi, transformasi, surplus kader, dan sinergitas serta kolaborasi yang baik mustahil FKGIPS akan mengalami kemajuan." demikian pungkas Wijaya pada saat menutup Munas II (Enang-Socius 01)

Selasa, 08 Februari 2022

KRISIS UKRAINA MENJADI PEMICU PERANG DUNIA III ?

Oleh: Yanuar Iwan

SMP NEGERI I CIPANAS CIANJUR


Krisis Rusia-Ukraina semakin memanas ketika Rusia mengerahkan ratusan ribu prajuritnya di daerah perbatasan dengan Ukraina, pada Maret-April 2021. Sejak 2014 hubungan bilateral Rusia-Ukraina tidak lagi harmonis , Rusia menginvasi Krimea (Wilayah Ukraina) dengan alasan perlindungan  terhadap etnis Rusia  yang tinggal di Krimea dan menjaga kepentingan keamanan dan stabilitas Rusia di daerah tersebut. Rusia aktif membantu gerakan separatis di Donbass wilayah yang sebagian besar penduduknya pro Rusia, konflik bersenjata militer Ukraina dengan milisi separatis pro Rusia telah menewaskan puluhan ribu rakyat sipil termasuk ditembak jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH 17 yang terbang dari Amsterdam, di wilayah kaum separatis 298 penumpang dan awak pesawat tewas. Sejak peristiwa di tahun 2014 Rusia banyak mendapatkan sanksi ekonomi dari negara-negara barat, puncaknya Rusia dikeluarkan dari kelompok negara G8 (Kelompok negara-negara industri maju) kini bernama G7.


Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky  menginginkan negaranya menjadi anggota NATO (Fakta Pertahanan Atlantic Utara) pimpinan Amerika Serikat. Sejak 2014 AS telah mengucurkan bantuan pertahanan militer untuk Ukraina totalnya mencapai US$ 2,7 M. Presiden AS Joe Biden menegaskan "Saya menyampaikan dengan sangat jelas kepada Presiden Putin, jika dia menyerang Ukraina perekonomiannya akan hancur." Amerika Serikat sudah mengerahkan 8500 prajurit dengan tambahan 1700 prajurit lintas udara dari Divisi Airborne ke 82 pada Sabtu 5 Februari 2022 bagian dari rencana Biden untuk  memperkuat NATO, mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Inggris sekutu abadi AS melalui PM Boris Johnsons menegaskan "Saya telah memerintahkan Angkatan Bersenjata Inggris untuk bersiap di tempatkan di seluruh Eropa minggu depan, memastikan kami dapat mendukung NATO di darat, di laut dan di udara.

Perancis dan Jerman lebih memilih pendekatan diplomasi, Presiden Macron menegaskan prioritasnya adalah berdialog dengan Rusia untuk meredakan ketegangan. Kanselir Jerman Olaf Scholz dijadwalkan melakukan kunjungan ke Moskow dan Kyiv. Ditengah kegagalan perundingan Rusia-AS, Rusia mengajukan proposal jaminan keamanan, beberapa isi jaminan keamanan tersebut adalah :

1. Tidak menerima Ukraina sebagai anggota Nato

2. Tidak ada lagi ekspansi pengaruh NATO ke Eropa Timur

3. Menarik unit tempur NATO di Baltik

4. Tidak ada penempatan Rudal di Rumania dan Polandia. AS dan NATO menolak proposal tersebut dan otomatis perundingan mengalami kegagalan. Yang menarik dari Rusia adalah sikap dingin Presiden Putin ada dua alasan Putin bersikap dingin, yang pertama dia menyadari bahwa terjadinya perang atau tidak ada pada keputusannya, yang kedua faktor politik dukungan China terhadap Rusia dalam krisis Ukraina, yang sangat dinantikan adalah peranan diplomasi Turki, Presiden Erdogan bisa berperan besar dalam usaha mencegah Perang Dunia III, Turki adalah anggota NATO yang relativ bisa diterima oleh Rusia dan Ukraina karena dua negara ini banyak menerima investasi Turki khususnya pada pembangunan infrastruktur. Bagi Indonesia sendiri jika perang terjadi adalah meningkatnya harga  minyak dunia yang akan memicu krisis energi, peningkatan harga minyak dunia dapat menimbulkan defisit triliunan rupiah kepada Indonesia, dampak positifnya adalah peperangan akan meningkatkan eksport batu bara Indonesia, karena perang berdampak kepada terhentinya pasokan gas Rusia ke Eropa, khususnya  Eropa Barat dan masyarakat Eropa tentunya akan mencari sumber energi alternatif seperti batu bara. Kita berharap Perang Dunia III tidak terjadi karena perkembangan persenjataan sudah semakin canggih, termasuk ribuan hulu ledak nuklir yang dimiliki Rusia dan NATO ini berarti yang menang akan menjadi arang dan yang kalah akan menjadi abu.


Sumber Berita; 

IDN TIMES

Tempo.Co.id

Pikiran Rakyat.Com.

Sindo. News

CNBC.Com.


Cisarua Bogor, 8 Februari 2022.