Minggu, 27 Februari 2022

FKGIPS Nasional Sukses Menggelar Munas II 2022

Sebagian peserta Munas II FKGIPS 2022

Makasar.socius (27/2).  Minggu, 27 Februari 2022 sejatinya hari libur. Hari ketika semua berkumpul dan bercengkrama bersama keluarga. Namun, tidak demikian dengan para guru IPS, aktivifis organisasi Forum Komunikasi Guru IPS Nasional (FKGIPS Nasional). Mereka justru mengisi libur hari ini dengan nongkrong di depan gawai masing-masing dan dengan seksama mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) II FKGIPS Nasional.

Mengingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, Munas yang sejatinya akan dilaksanakan secara tatap muka langsung di Kota Makasar. Sulawesi Selatan, akhirnya dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dengan ruang kendali tetap di Makasar.

Dr. Syamsul Bahri, MM., Ketua Panpel Munas II

Dr. Syamsul Bahri, MM. sebagai ketua panitia pelaksana Munas dalam laporannya berharap walaupun dilaksanakan secara daring kegiatan Munas II FKGIPS Nasional ini tetap bisa berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik untuk membawa organisasi ini menjadi lebih baik.

Harapan yang sama juga diapungkan Wijaya, M.Pd. Sosok Guru IPS asal Banten yang juga merupakan Ketua Umum PP FKGIPS Nasional masa bakti 2017-2022 ini berharap walau dalam situasi dan kondisi yang kurang mendukung hajatan Munas II bisa tetap bermakna dan membawa kemajuan bagi organisasi.

Kegiatan Munas II dihelat dari pukul 08.00 sampai dengan 17.30 WITA. Selain mengesahkan LPJ Pengurus lama, dan AD/ART organisasi juga yang terpenting berhasil memilih ketua umum yang baru. Dr. Udin Khaerudin, M.Pd. berhasil terpilih secara aklamasi oleh seluruh peserta Munas sebagai Ketua Umum PP FKGIPS Nasional masa bakti 2022-2027. 

DR. Udin Khaerudin, M.Pd. (Ketum terpilih) dan
Wijaya, M.Pd. (Ketum demisioner)

Guru IPS SMPN 1 Ciawigebang, Kab. Kuningan, Jawa Barat ini awalnya diusung oleh PW Jabar, Banten dan Sulawesi Selatan. Akan tetapi saat pemilihan semua pengurus wilayah yang hadir dan pengurus pusat sebagai pemegang hak suara secara aklamasi menjatuhkan pilihan kepada alumnus S3 UPI ini. Ini terjadi setelah Wijaya dan Enang Cuhendi menolak untuk dicalonkan. Ketum dan waketum demisioner ini sepakat untuk mendorong transformasi dan kaderisasi di tubuh FKGIPS Nasional, sehingga menolak untuk dicalonkan sebagai pucuk pimpinan organisasi.

Sesi terakhir diputuskan Tim Formatur yang diketuai ketua umum terpilih. Ketua tim formatur dibantu oleh tiga orang dari pengurus lama, yaitu Wijaya, M.Pd., Dr. dra. Dyah Ayunda, M.Pd. dan Enang Cuhendi, S.Pd., MM.Pd. ditambah tiga wakil pengurus wilayah, yaitu Dr. Syamsul bahri, MM. (Sulses), Murajiyanto, M.Pd. (Kaltim) dan Dona Aries, M.Pd. (Jambi). Selambatnya satu bulan tim formatur harus sudah menghasilkan kepengurusan baru. 

Munculnya Udin Khaerudin sebagai ketua umum tentunya menjadi bukti regenerasi berjalan baik di FKGIPS. Organisasi ini pun membuktikan tidak pernah kehabisan kader-kader terbaik. Ketika sebagian kadernya sudah meniti karir di jenjang kepala sekolah, pengawas sekolah atau di lingkungan struktural, FKGIPS masih memiliki banyak stock kader terbaik. Surplus kader ini menjadi hal yang positif untuk kemajuan organisasi, baik di tingkat pusat maupun wilayah dan daerah. Inipun menjadi bukti adanya surplus kader dan transformasi di tubuh FKGIPS.

"Selain adanya regenerasi, surplus kader dan transformasi yang dilakukan, kemajuan organisasi FKGIPS ini juga ditunjang oleh adanya sinergisitas dan kolaborasi yang baik dari semua unsur di internal FKGIPS. Tanpa adanya regenerasi, transformasi, surplus kader, dan sinergitas serta kolaborasi yang baik mustahil FKGIPS akan mengalami kemajuan." demikian pungkas Wijaya pada saat menutup Munas II (Enang-Socius 01)