Selasa, 22 Maret 2022

Ruginya Kalau Tidak Berbuat

 

Oleh 

Sulistyowati 

SMPN 1 PUJON – Kab. Malang 


 Great Loss For Those Who Do Not Act, While Still Have The Opportunity” 


Sungguh, apa yang Allah karuniakan kepada manusia amatlah istimewa, bahkan sangat sulit ditakar maupun dihitung. Anggota tubuh yang manusia miliki, berfungsi dan bermanfaat dalam melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari. Adakah ia membayar mahal atas apa yang telah Allah karuniakan kepadanya? Atau kita secara rutin harus bayar sewa ataupun pajak? jawabnya pasti tidak!! Kewajiban manusia sebagai hamba hanyalah bersyukur atas itu semua, atas anugerah yang Allah titipkan padanya, atas fasilitas yang ia gunakan dengan gratis. Lalu dengan cara apa seorang hamba bersyukur? Salah satunya, dengan melakukan dan menyebarkan kebaikan kepada sesama manusia. 

Ibarat seorang petani yang menanam buah. Awalnya, tanaman itu berasal dari benih yang ditanam.  Sang petani itu lalu merawatnya, memberi pupuk, dan menyiraminya setiap waktu. Hingga tiba saatnya masa panen dan seluruh manusia ikut merasakan buah dari tanaman tersebut.

Begitulah perbuatan baik seorang Muslim. Kebaikan apapun yang ia lakukan, sejatinya ia sedang menyiapkan tanaman yang kelak berbuah manis suatu saat. Sesungguhnya Allah Maha Melihat dan Mendengar, maka tak satupun kebaikan hamba-Nya melainkan langusung tercatat dan berbalas kebaikan pula. Bahkan termasuk kebaikan-kebaikan yang disepelekan. 

Ada tangan yang bisa digunakan untuk membantu atau bersedekah, ada mulut dan lidah yang bisa dipakai untuk tilawah al-Qur’an atau berbagi ilmu pengetahuan. Ada sepasang kaki yang bisa melangkah ke masjid dan majelis ilmu untuk meraih ilmu yang bermanfaat. Ada pena yang bisa digerakkan, menulis yang bermanfaat, mneyeru kepada kebenaran dan mengingkari kemungkaran yang terjadi di tengah masyarakat. Dan banyak lagi hal yang bisa diperbuat oleh setiap manusia dalam berbuat kebaikan. Lalu, dengan apalagi kita mengelak bahwa kita sulit melakukan kebaikan???

Ladang kebaikan telah Allah siapkan seluas langit dan bumi. Sarana untuk mengerjakan kebaikan juga melimpah berada di sekitar manusia. Ia tak terhitung jumlahnya dan pastinya waktu 24 jam dalam sehari adalah masa yang cukup untuk menebar kebaikan dalam kehidupan manusia. Mulai saat ini, mari perkuat tekad dan semangat dalam diri masing-masing untuk senantiasa berbuat baik pada sesama sebagai wujud syukur kepada Allah Azza Wajalla. Setidaknya niat itu tak pernah pudar dalam jiwa seorang beriman. Dengan potensi yang dimilikinya, seorang mukmin akan berusaha memperbanyak kebaikan dan meminimalisir keburukan sebagai bekal menuju akhirat. 

 

Ketika ada peluang kebaikan di depan kita;

1. Jangan pernah meremehkan sekecil apapun.

Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722.)

Boleh jadi amal yang kita anggap sepele, namun ternyata itulah amalan yang paling ikhlas yang pernah kita kerjakan.

2. Bersegera mengamalkannya

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133).

Apa-apa yang engkau inginkan bersamamu di akhirat, maka kerjakanlah.
Dan-apa yang engkau tidak harapkan bersamamu di akhirat, maka tinggalkanlah. 

3. Jangan harap kebaikan tersebut akan berulang.

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (Al A’raaf:34).

4. Sampaikanlah kepada saudaramu.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang mengajak kepada kepada kebenaran, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya tanpa dikurangi sedikitpun. Dan siapa saja yang mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengerjakan tanpa dikurangi sedikitpun” (HR Muslim).

Sebuah perbuatan baik terhadap sesama akan berwujud pada sebuah hal yang baik, begitu pula sebaliknya sebuah perbuatan yang buruk terhadap sesama akan berwujud pada suatu keburukan. Dituntut untuk selalu berhati-hati dalam bertindak karena apa yang kita perbuat maka akan ada sebuah pertanggung jawabannnya. Berbuat baik tidak ada ruginya, manfaat berbuat baik tidak hanya dirasa oleh orang lain saja tetapi dampaknya juga ikut dirasakan oleh diri kita. Saat kita berbuat baik, tidak menyinggung dan melukai perasaan orang lain, maka orang yang menerima sikap dari kebaikan kita akan merasa senang, akan berlapang dada terhadap diri kita.
            Pada saat diri kita tertimpa masalah kesusahan, kesedihan dan kepedihan maka segeralah kita untuk berbuat baik terhadap sesama, hal tersebut akan berdampak pada diri kita yaitu kita akan merasakan kedamaian dan ketentraman hati sebab kita akan memperoleh senyuman dari orang-orang yang kita tolong.   Berbuat baik seperti halnya sebuah cahaya yang dapat menerangi kita dalam  kegelapan, memberi petunjuk dalam mencapai suatu cita-cita yang luhur, memberi ketenangan, kedamaian dalam hati perasaan kita dan orang disekitar kita.
    Marilah kita tanamkan, melakukan perbuatan sebaik mungkin maka suatu saat kita akan memperoleh hasil dari apa yang sudah kita perbuat. Ingatlah tidak ada kesempatan datang kedua kali. Sebelum sakit serta menyesal dalam kerugian, selagi Allah SWT memberikan kesempatan, mari kita tabur berbagai benih kebaikan serta terus berkarya yang kelak akan menjadi warisan, kala kita sudah tidak lagi berada di dunia ini. Patrikan dalam jiwa untuk selalu meluruskan niat, semua yang kita lakukan hanya untuk Mengabdi di jalan Allah dalam Menggapai RidhoNya Semata. Rahimakumulllah







                                           DAFTAR PUSTAKA 

M.Yusuf dkk, 2003. Kultum Kuliah Tujuh Menit. Jombang: Lintas media 

Sulistyowati. 2019. Mengelola Diri Untuk Meraih Sukses. Batu: Beta Aksara. 

Sulistyowati.2020.  Indahnya Berkarya Untuk Menginspirasi. Batu: Beta Aksara 





                                                   







Rabu, 09 Maret 2022

MELUKIS IMAJI MELALUI POJOK LITERASI KELAS


 

Oleh Elisya Sovia, S.Pd.,Gr

Guru SMA N 1 Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan

 

Berjalan mengitari ruang kelas di SMAN 1 Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan kita akan menemukan sudut ruang yang nyaman bagi peserta didik untuk berkumpul dan bersenda gurau di waktu senggang sembari menambah wawasan melalui keberadaan Pojok Literasi Kelas. Keberadaan Pojok Literasi ini tidak terlepas dari program Kepala SMA N 1 Pasie Raja, Bapak Mistaruddin, S,Ag serta Tim GLS (gerakan literasi sekolah)  yang diketuai oleh Elisya Sovia, S,Pd.,Gr dalam mewujudkan ruang kelas yang nyaman dan peserta didik yang “CERDAS”, Creatif, Educatif, Religius, Disiplin, Amanah dan Santun, sesuai dengan motto SMA ini. Pembuatan Pojok Literasi ini dilakukan oleh Wali Kelas dan peserta didik dengan tema yang mereka sepakati bersama.  Hal yang menarik di dalam pembuatan pojok literasi adalah antusias peserta didik dalam mewujudkan tema impian serta kerjasama dan kekeluargaan yang tercipta dalam pengerjaannya yang sebelumnya sempat beberapa lama dilanda pandemi yang mengharuskan belajar secara Online/ PJJ. Begitu banyak tema  dan desain yang dihadirkan dengan berbagai filosofi  yang ditawarkan sebagai keunikan kelas masing-masing.

Desain yang dihadirkan merupakan bentuk pemahaman peserta didik tentang Pojok Literasi dan jurusan masing-masing. Berdasarkan kunjungan ke setiap kelas, beberapa pernyataan menarik  peserta didik mengenai pemilihan tema kelas, diantaranya kelas XII.IPA-1 disaat tim menanyakan tema yang mereka ambil yaitu luar angkasa/ Antariksa maka muncullah pernyataan bahwa pojok literasi mampu memberikan ilmu dan wawasan sehingga dengan demikian kita bisa menggapai tujuan, selain itu kelas X.IPS-2 menghadirkan desain pintu / gerbang yang melambangkan bahwa pjok literasi yang memuat berbagai buku adalah gerbang untuk mencapai ilmu dan wawasan yang luas dan kelas XII.IPS-2 membuat lukisan Pohon dengan Filosofi “ AlAM “ (Asyik, Loyalitas, Aktif dan Mahir) sebuah pengharapan untuk terwujudnya kelas yang nyaman, aktif dan gembira disaat belajar.



Dokumentasi Pojok Literasi Kelas SMA N 1 Pasie Raja

            Disaat kunjungannya, Pengawas Pembina Drs, Merah Alaidinsyah sangat mengapresiasi  keberadaan Pojok Literasi tersebut,” Dari sesuatu yang tidak ada, menjadi ada itu sungguh hal yang luar biasa” begitu kata beliau. Hal ini bukan tanpa sebab karena sebelumnya tidak pernah sekolah ini memiliki Pojok Literasi Kelas, hal ini disebabkan karena selain PJJ tetapi juga belum adanya kebijakan kepala sekolah sebelumnya tentang pembuatan pojok literasi ini, namun bisa diwujudkan dengan kerjasama yang baik dalam jangka waktu 2 minggu. Selain itu, melalui tanya jawab yang dilakukan dengan peserta didik  beliau berpesan untuk bisa menggunakan pojok ini semestinya, kelengkapan buku tamu dan buku pinjaman dan membuat peraturan khusus sehingga keberadaan  pojok tersebut bisa berlangsung lama dan tidak ada penyalahgunaan seperti tempat tidur siang.


Dokumentasi Pengawas Pembina ( Drs. Merah Alaidinsyah) 

memberikan masukan kepada Wali Kelas dan Peserta didik

           Disamping itu, untuk meningkatkan semangat membaca, kreativitas dan inovatif serta kemandirian peserta didik dalam mengembangkan minat dan bakatnya melalui literasi serta keberlangsungan keberadaan Pojok Literasi Kelas,  Kepala SMA N 1 Pasie Raja, Mistaruddin, S.Ag berinisiatif melakukan perlomban Pojok Literasi Kelas yang dilakukan penilaiannya sebulan sekali dengan pemberian Piala Bergilir. Beliau berharap dengan adanya perlombaan ini bisa menjadi momentum bagi peserta didik untuk menjadikan sekolah terutama ruang kelas sebagai rumah kedua sehingga mampu menghadirkan rasa kepemilikan dan cinta yang tinggi terhadap sekolah dan terwujudnya rasa kepedulian antara guru dan peserta didik. Bapak Mistaruddin juga menekankan pentingnya Pojok literasi sebagai langkah awal terciptanya gerakan literasi sekolah di SMA N 1 Pasie Raja yang nantinya akan dikembangkan dalam berbagai program-program peningkatan minat baca dan menulis yang sudah mulai dirintis oleh beberapa guru di sekolah, salah satu agenda yang akan dilakukan adalah program “SASISAKA” ( satu siswa satu karya)

Untuk penilaiannya dirancang oleh Wakabid. Kurikulum sebagai ketua pelaksana kegiatan perlombaan, Bapak Fardi, S.Pd.,Gr. Adapun yang menjadi penilaian dari Pojok Literasi Kelas adalah kenyamanan pembaca, konten (berupa buku bacaan yang disajukan  serta kreativitas dalam penyusunan buku), pencahayaan serta dekorasi yang sesuai dengan tema. Melalui Penilaian Pengawas, Kepala Sekolah, Wakabid Kesiswaan, Kepala Tata Usaha, dan  Tim GLS, maka juara 1 Lomba Pojok Literasi Bulan Februari 2022 diperoleh oleh kelas X. MIPA-1, XII.MIPA-1 dan XII.IPS-1.


Dokumentasi penyerahan Piala dan Hadiah oleh Kepala Sekolah dan tim GLS

 



     

    Dokumentasi Pojok Literasi kelas  Terbaik

 

Refleksi yang sangat menarik dan pengalaman yang berharga dengan keberadaan Pojok Literasi ini  adalah mampu menghadirkan suasana baru dalam memandang keberadaaan peserta didik terkhusus berhubungan dengan minat dan bakat. Begitu banyak muncul peserta didik dengan bakat yang sebelumnya tidak diketahui oleh guru nya karena peserta didik yang terkadang masih memiliki sifat yang pemalu dan merasa minder. Hal ini bukan hanya menjadi pencapaian yang baik bagi kami SMA N 1 Pasie Raja dalam mewujudkan program literasi sekolah namun PR bagi kita semua sebagai guru kita harus mampu dalam memetakan profil belajar peserta didik kita demi terwujudnya pembelajaran yang bermakna bagi seluruh peserta didik kita. Besar harapan, Pojok Literasi Kelas ini mampu menjadi momentum bagi peserta didik kami lebih berkreasi di masa yang akan datang dengan lebih banyak karya mereka yang diletakkan disetiap rak-rak buku yang telah disediakan.