Selasa, 31 Mei 2022

WUJUDKAN PRESTASI, ORANG TUA DAN GURU HARUS BERSINERGI

 Oleh

Rumadi

SMPN 4 Kusan Hulu,

Kab. Tanah Bumbu-Kalsel


Perilaku menyimpang peserta didik melawan guru menjadi kembali menjadi sorotan di dunia pendidikan di tanah air. Maraknya kasus murid melawan guru yang terjadi di Indonesia sekarang ini merupakan satu hal yang sangat memprihatinkan. Tentu hal ini memunculkan pertanyaan, mengapa murid berani melawan guru? Ini menunjukan bahwa adanya pergeseran nilai dalam hubungan sosial antara peserta didik dan guru, antara keluarga dan sekolah. Pergeseran nilai ini mengakibatkan guncangan yang dahsyat dalam dunia pendidikan. Peserta didik di sekolah yang seharusnya menghormati dan menghargai guru, Namun yang terjadi justru sebaliknya. 

Peserta didik berani membangkang dan melawan gurunya menurut hemat penulis ada banyak faktor yang bisa menjadi pemicu terjadinya masalah seperti ini. Salah satu faktor penyebabnya bersumber dari pengaruh lingkungan keluarga peserta didik itu sendiri, anak yang sudah terbiasa memberontak dan melakukan perlawanan kepada orang tuanya tentu di sekolah dia akan bersikap demikian. Selain itu ada juga kasus yang kerap terjadi para orang tua bersikeras membela anaknya jika terjadi problem di sekolah, meskipun itu jelas salah anaknya namun orang tua tetap bersikeras menyalahkan pihak sekolah, dengan ini sang anak akan menjadi-jadi dan semakin berani melawan gurunya. 

Pada fase pembentukan karakter peserta didik , peran orangtua menjadi sangat penting serta harus dilibatkan, tidak hanya menyerahkan seluruhnya kepada pihak sekolah. Orangtua juga seharusnya dapat memberi contoh teladan, mengawasi, dan mendampingi anak dalam kehidupan sehari-harinya mungkin dengan mencontohkan perilaku yang baik. Teori Tabularasa dari John Lock menyebutkan bahwa anak laksana kertas yang putih, keluarga dan lingkungan yang mengisi lembar putih menjadi berwarna

Pada hakekatnya guru dan orang tua dalam pendidikan yang mempunyai tujuan yang sama, yakni mengasuh, mendidik, membimbing, membina serta memimpin anaknya menjadi orang dewasa dan dapat memperoleh kebahagiaan hidupnya dalam arti yang seluas-luasnya. Hal ini sejalan dengan visi Bangsa Indonesia yaitu “Terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju, dan sejahtera dalam suatu wadah Negara Republik Indonesia yang tentunya didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, sadar hukum dan lingkungan, menguasai IPTEK, punya etos kerja tinggi dan disiplin.” 

Di era globalisasi seperti sekarang ini, tuntutan dan tantangan dalam dunia pendidikan semakin berat. Kebutuhan Sumber daya manusia yang berkualitas sebagai salah satu modal dasar dalam membangun bangsa dan negara menjadi prioritas utama. Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam proses keberhasilan suatu pembangunan. Sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan dalam mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya. Karena sumber daya manusia yang berkualitas dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan globalisasi. Ini semua dapat terwujud apabila semua pihak mempunyai rasa tanggung jawab dan kepedulian yang tinggi terhadap pentingnya pendidikan. 

Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah (guru), orangtua murid, masyarakat, dan pemerintah. Dengan demikian, semua pihak yang terkait harus senantiasa menjalani hubungan kerja sama dan interaksi dalam rangka menciptakan kondisi belajar yang sehat bagi para peserta didik.  

Interaksi semua pihak yang terkait akan mendorong peserta didik untuk senantiasa melaksanakan tugasnya sebagai pelajar, yakni belajar dengan tekun dan bersemangat. Selanjutnya, adanya komunikasi yang baik antara orang tua dan pihak sekolah diharapkan dapat melahirkan suatu bentuk kerja sama yang dapat meningkatkan aktivitas belajar murid baik di sekolah maupun di rumah. 

Hubungan kerja sama antara guru dan orangtua murid sangatlah penting. Apabila Hal ini tidak tercapai akan berdampak pada kemunduran kualitas proses belajar mengajar, dan akan menurunkan mutu pendidikan itu sendiri.  Keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan sangat diperlukan, oleh karena itu diantara sekolah dan orang tua harus ada kemitaraan yang baik. Sebab apabila hubungan antara sekolah dan orang tua peserta didik tidak berjalan dengan baik, dikahawatirkan pendidikan yang diberikan disekolah akan jadi sia-sia. 

Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pendidikan, kelauarga adalah tempat pertama seseorang mendapatkan pendidikan sebelum dia mendapatkan pendidikan di sekolah. keluarga berperan sangat penting dalam rangka menumbuhkan semangat dan motivasi belajar seorang anak, keluarga merupakan cetak biru akan menjadi apa seorang anak dimasa yang akan datang.

Oleh karenanya perlu  dibangun kemitraan sekolah dan keluarga dalam pendidikan karakter. Hal ini untuk menghindari terjadinya kontradiksi atau ketidakselarasan  antara nilai-nilai  yang harus dipegang teguh oleh anak-anak di sekolah  dan yang harus mereka ikuti di lingkungan keluarga atau masyarakat. Apabila terjadi konflik nilai, anak-anak mungkin akan merasa bingung sehingga tidak memiliki pegangan nilai yang menjadi acuan dalam berperilaku, dan dikhawatirkan tidak mampu mengontrol diri dalam menghadapi pengaruh-pengaruh negatif dari lingkungan sekitar mereka.

Pendidikan di rumah atau dalam keluarga harus “nyambung” dengan apa yang dipelajari oleh anak di sekolah, sekolah dan rumah harus saling menguatkan satu sama lain. Salah satu kendala yang dihadapi sekarang ini adalah berkurangnya kepedulian orangtua siswa pada Pendidikan anak, rendahnya kesadaran tentang pentingnya pendidikan budi pekerti, dan sikaporang tua yang kecendrungan melimpahkan dan membebankan tanggung jawab pendidikan hanya kepada sekolah. Hal demikian mengakibatkan semakin rendahnya kemauan berapartisipasi warga masyarakat dalam pendidikan.Tentunya tidak semua orang tua beranggapan seperti itu, namun hal ini  sering penulis temui di lingkungan tempat saya mengajar. Kondisi seperti ini merugikan bagi berlangsungnya proses pendidikan  anak didik itu sendiri.

Pada dasarnya sekolah sekolah sebagai kelanjutan dari pendidikan yang sudah didapat oleh sesorang di dalam keluarganya, sebab pendidikan pertama dan utama sudah berlangsung di dalam keluarga. Pandangan dan sikap orang tua terhadap sekolah juga akan mempengaruhi sikap anak, diperlukan keprcayaan orang tua terhadap sekolah, dalam hal ini tenaga pendidik yang menggantikan tugasnya sebagai orang tua selama anak di sekolah. Hal ini harus menjadi perhatian para orang tua, mengingat akhir-akhir ini sering terjadi tindakan-tindakan yang tidak terpuji yang dilakukan oleh peserta didik atau peserta didik kepada gurunya di sekolah, sementara orang tua cenderung tidak mau tahu dan menimpakan semua kesalahan ke sekolah. 

Hubungan yang baik antara orang tua dan sekolah adalah salah satu elemen penting dalam menunjang keberhasilan pendidikan, karena orang tua dan guru adalah tim yang sama-sama menginginkan yang terbaik dalam pendidikan anak. Sekolah sebagai sebuah institusi mempunyai tanggung jawab dan kewajiban yang besar terhadap orang tua, begitu juga sebaliknya orang tua pun memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang tidak kalah besar kepada sekolah. Apabila tanggung jawab dan kewajiaban itu dapat berjalan dengan baik maka sekolah akan semakin maju karena mempunyai orang tua atau mitra yang selalu mendukung terhadapa apa yang sekolah lakukan bagi putra putrinya, keterlibatan orang tua dalam pendidikan tentunya akan memberikan pengaruh yang baik dalam perkembangan akademis anak, oleh karena itu hubungan yang harmonis antara orang tua dan sekolah harus terus dibina.

Benyamin S. Bloom (1976) menyatakan bahwa lingkungan keluarga dan faktor-faktor luar sekolah yang telah secara luas berpengaruh terhadap peserta didik. Peserta didik-peserta didik hidup di kelas pada suatu sekolah relatif singkat, sebagian besar waktunya dipergunakan peserta didik untuk bertempat tinggal di rumah. Keluarga telah mengajarkan anak berbahasa, kemampuan untuk belajar dari orang dewasa dan beberapa kualitas dan kebutuhan berprestasi, kebiasaan bekerja dan perhatian terhadap tugas yang merupakan dasar terhadap pekerjaan di sekolah. Dari uraian ini, dapat diketahui lebih lanjut bahwa kecakapan-kecakapan dan kebiasaan di rumah merupakan dasar bagi studi anak di sekolah.

       Suasana keluarga yang bahagia akan mempengaruhi masa depan anak baik di sekolah maupun di masyarakat, dalam lingkungan, pekerjaan, maupun dalam lingkungan keluarga kelak (Sikun Pribadi, 1981, p. 67). Dari kutipan ini dapat diketahui bahwa suasana dalam kelaurga dapat mempengaruhi kehidupan di sekolah. Untuk itu, sekolah perlu untuk melibatkan orangtua dalam proses pendidikan. Ketika sekolah dan keluarga bekerja bersama, peserta didik memiliki kesempatan jauh lebih baik untuk tidak hanya sukses di sekolah tetapi juga sukses dalam kehidupan

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar terwujud harmonisasi antara orang tua dan sekolah diantaranya, dari pihak sekolah memberikan akses layanan, dukungan, sumber daya dan pertemuan di waktu dan tempat yang berfungsi untuk mempertemukan orang tua dan sekolah, mengupayakan selalu ada kontak antara orang tua dan pihak sekolah, mengadakan pertemuan dengan orang tua dan memberikan kesempatan kepada orang tua untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitaan dengan proses pendidikan putra putrinya, memberdayakan buku komunikasi atau buku penghubung untuk menceritakan dan menyampaikan mengenai perkembangan anak disekolah. Komunikasi dua arah antara orang tua dan sekolah dalam hal ini guru harus tetap terpelihara sebagai bentuk kontrol pada perkembangan seoarang anak. Dan dari sisi Orang tua pun harus juga memahami bahwa keluarga berperan penting dalam memberikan wawasan dan informasi tentang apa yang dibutuhkan anak. Orang tua adalah mitra bagi sekolah dalam proses pengambilan keputusan sehingga sekolah. Sebagai orang tua juga harus lebih bijaksana dalam menyikapi masalah- masalah anak yang terjadi di sekolah, orang tua hendaknya jangan langsung percaya sepenuhnya terhadap apa yang disampaikan oleh anak, disinilah diperlukannya komunikasi yang baik antara orang tua dan pihak sekolah agar masalah-masalah yang terjadi dapat diselesaikan  demi kepentingan bersama dan tidak ada saling menyalahkan.

Memang dalam upaya mewujudkan kemitraan dan hubungan yang baik antara sekolah dan keluarga akan ada banyak kendala yang harus dihadapi, tetapi dengan tekad yang kuat serta tujuan yang jelas dengan dasar kesadaran dan kepedulian yang tinggi tentang pentingnya pendidikan yang ada dalam keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai pelaksana dan penanggung jawab pendidikan  maka hubungan tersebut tentu dapat diwujudkan.