Jumat, 30 September 2022

CARA PANDANG BANGSA TERHADAP SEJARAHNYA

Oleh: Yanuar Iwan. S


Sejarah di torehkan oleh para pemenang (Winston Churchill)


Jepang menolak memberikan pernyataan maaf terhadap pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia selama Perang Dunia II, khususnya terhadap  para _Jugun Ianfu_.

Mereka para wanita dari China, Korea, Filipina, Malaysia, dan Indonesia yang di paksa menjadi wanita penghibur oleh Bala Tentara Jepang. Desakan dari Pemerintah China dan Korea Selatan ditolak Pemerintah Jepang, dengan penolakkan tersebut Jepang bukan saja menolak fakta-fakta sejarah tetapi juga berusaha  menghalangi kesadaran dan cara pandang sejarah penduduk Jepang terhadap perjalanan sejarah bangsanya.


Berbeda dengan Jepang, Kamboja negara berkembang di kawasan Asia Tenggara ini dengan gagahnya membangun dan memperkenalkan Museum genosida korban kekerasan rezim komunis Khmer Merah di era 1975-1979. Kamboja juga memasukkan sejarah kelam pemerintahan rezim komunis Khmer Merah ke dalam kurikulum pendidikan dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi. Kamboja dengan kejujuran sejarah juga membuka pengadilan bagi tokoh-tokoh Khmer Merah.


Bagaimana dengan Indonesia, khususnya cara pandang kita terhadap Peristiwa G.30.S/PKI 1965, proses pengadilan terhadap tokoh-tokoh PKI sudah dilakukan melalui Mahmilub di tahun 1966, ada yang divonis hukuman mati, ada yang mendapatkan grasi. Proses pengadilan ini tidak diikuti dengan proses rekonsiliasi antara keluarga yang berasal dari PKI dan keluarga para korban PKI, belum lagi peristiwa pertumpahan darah sebelum dan sesudah peristiwa G.30.S/PKI. Peristiwa berdarah ini sudah membagi masyarakat antara pihak sana dan pihak sini terbelah, membentuk konflik yang tidak ada habisnya, belum lagi ada usaha-usaha dengan tajuk meluruskan sejarah yang ternyata bukan meluruskan sejarah, tetapi menghapus jejak berdarah dari catatan perjalanan sejarah bangsa. Pelaku diusahakan menjadi korban, dan korban direkayasa menjadi pelaku. Tidak ada kedewasaan dalam memandang sejarah ketika pelaku dengan percaya diri berkata bahwa mereka adalah korban bukan pelaku. Sejarah bukan ajang pembelaan diri, sejarah membutuhkan permohonan maaf dan pengakuan jujur  dari para pelaku G.30.S/PKI ataupun pihak keluarganya.


Rekonsiliasi di Afrika Selatan bisa terjadi dengan segala kekurangan dan kelemahannya, karena ada pihak yang mengakui kesalahan masa lalu. Rezim Apartheid mengakui pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang mereka lakukan, pada periode 1948-1991, walaupun komisi kebenaran dan rekonsiliasi yang terbentuk tidak bisa menampung seluruh aspirasi masyarakat Afrika Selatan dalam mencari keadilan. Mengakui kesalahan masa lalu dan menyatakan permohonan maaf adalah bentuk kedewasaan suatu bangsa dalam memandang sejarahnya.


Harus kita akui bahwa cara pandang suatu rezim, ikut mempengaruhi cara pandang bangsa dalam suatu peristiwa sejarah, khususnya peristiwa G.30.S/PKI, pernyataan Winston Churchill bahwa "Sejarah ditorehkan oleh para pemenang" kiranya bisa menggambarkan kondisi di Indonesia terutama mengenai cara pandang bangsa terhadap sejarahnya.


Berdamai dengan sejarah tetapi tidak melupakannya adalah cara pandang ideal dalam peristiwa G.30.S/PKI. PKI adalah pelaku utama peristiwa berdarah tersebut, jangan karena sikap _Like_Or _Dislike_ maka seluruh informasi kesejarahan dari suatu rezim diberangus dan bukti fisik kesejarahannya berusaha dihilangkan, atas nama reformasi beberapa buku sejarah menghilangkan kata PKI dengan hanya menjadi G.30.S. Bagaimana dengan fakta-fakta sejarah mengenai aksi-aksi sepihak PKI yang berdampak kepada pembantaian Umat Islam. Bagaimana pula dengan hasil-hasil sidang Mahmilub. Orde Baru tidak steril dari dosa sejarah, ribuan atau jutaan kader, simpatisan ataupun korban fitnah menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia melalui proses tahapan pembantaian tanpa proses peradilan yang terang benderang. Peristiwa G.30.S/PKI adalah pelajaran  sejarah berharga bagi bangsa terutama untuk merubah cara pandang sejarah bangsa menjadi lebih objektif, jujur, berkeadilan dan berdamai dengan sejarah tanpa harus melupakannya.


Cipanas, 30 September 2022.

Minggu, 18 September 2022

Siswaku Duta Event Kuala Lumpur Cup


 

Oleh

Sulistyowati

SMPN 1 PUJON – Kab. Malang


“Only Humans With A Champion Mentality Deserve To Win Championship Medal.”

Pujon  adalah sebuah kecamatan di kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia .  Secara administratif Kecamatan Pujon di sebelah utara dibatasi Kabupaten Mojokerto, Kota Batu di timur; Kecamatan Dau dan Kabupaten Blitar   di selatan; dan Kecamatan Ngantang di sebelah barat. Dapat ditempuh  dengan bus jurusan Malang - Jombang – Tuban/Bojonegoro serta  Malang – Kediri – Ponorogo, dari terminal Landungsari kota Malang. 


Kecamatan Pujon terdiri dari 10 Desa, 36 Dusun, 85 RW dan 306 RT. Ke 10 desa di kecamatan Pujon yaitu Madirdo, Ngabab, Ngroto, Pandesari, Pujon Kidul, Pujon Lor, Sukomulyo, Tawangsari, dan Wiyurejo.  Kecamatan Pujon memiliki luas 13.075.144 Ha, berada pada ketinggian 1.100 m di atas permukaan laut. Suhu  udara berkisar 18-20 derajat celsius, bila musim bediding suhu udara mencapai 12 derajat celcius. Sementara itu rata-rata hujan mencapai 21.400 mm per tahun.


Yang menarik secara geologis wilayah kecamatan Pujon dikelilingi oleh gunung-gunung. Mulai dari gunung Banyak yang berbatasan dengan kota Batu,. Gunung Kawi,  gunung Kawi, gunung Cemoro Kandang, gunung Parang Klakah,  gunung Dorowati, gunung  Argowayang, gunung Gentong Grawah, gunung Biru, hingga gunung Anjasmoro. Kecamatan Pujon terletak didataran tinggi  yang baik untuk ahortikultura  dan peternakan sapi. Hasil utama antara lain sayur, buah  dan susu sapi. 


Kecamatan Pujon juga  memiliki berbagai tempat wisata baik wisata alam maupun wisata buatan.  Bahkan hampir di setiap desa memiliki tempat wisata. Satu keuntungan tempat wisata di Pujon, antara tempat wisata satu dengan tempat wisata lainnya jaraknya tidak terlalu jauh dan di dukung oleh sarana prasarana yang cukup bagus. Bahkan  Kecamatan Pujon memiliki lingkungan alam yang masih terjaga, bebas polusi dan menjadi unggulan wisata alam diantaranya  air terjun Coban Rondo, Pemandia Dewi Sri, Cafe Sawah, Santera dan masih banyak lagi. 


Pada jalur menuju area wisata Paralayang & Gua Pinus, sekolah saya tercinta SMP Negeri 1 Pujon berdiri dengan Anggun dan penuh romansa hijau sejuk dan dingin karena berada pada ketinggian 1500 m. Kebetulan sekolah kami berdekatan dan dikelilingi area wisata. Mulai tahun ajaran baru 2022/2023 sekolah masuk normal, dengan pembelajaran dimulai jam 7.00 – 13.30 Wib. Acara rutin setiap senin adalah upacara, namun pada tanggal 29 agustus 2022 merupakan upacara istimewa. Mengapa istimewa???


Penyambutan & Pemberian Tali Asih dari Kepala Sekolah 


Istimewa karena kami warga sekolah menyambut kedatangan salah satu siswa kami, Kharisma kelas 9F sebagai duta sekolah yang bergabung di Persema Malang berhasil menjadi Runner Up pada Event Kuala Lumpur Cup U-14 di Malaysia. Pastinya gemuruh seluruh raga dan darah kami karena segala rasa beraduk menjadi sebuah bangga dan terharu. Alhamdulillah, rasa syukur Kehadirat Sang Maha Pemilik Kemenangan yang telah memberikan karunia ini.  Semoga ke depan akan terus ada prestasi dari para anak-anak kami tersayang yang tiada henti. 


Juga tak terlupakan bahwa tahun 2020, ananda Dony Maulana Adi Saputra meraih juara 2 pencak silat level Nasional yang digelar di Jakarta. Atas prestasi ini, ananda Dony mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa. Untuk diketahui ananda Dony sudah mengikuti ekstrakurikuler pencak Silat Pagar Nusa SMP Negeri 1 Pujon sejak kelas 7. Sejak bergabung, setiap hari rutin melakukan latihan fisik baik dilakukan di sekola maupun di rumahnya yang letaknya dekat dengan pegunungan. Hal inilah yang menunjang fisik dari Dony cukup bagus. Dalam berbagai lomba pencak silat  yang diikuti, alhamdulillah selalu meraih medali juara. 


Terlepas dari dinamika serta kondisi para siswa di era Milleinial ini memang ada sebagian yang mengalami permasalahan. Namun kami para guru memahami dan terus berusaha untuk mendidk secara profesional untuk mengembangan segala potensinya sebagai bekal  kehidupan mereka mendatang. Ibarat kehausan di padang tandus kami mendapatkan segelas air sejuk. Itulah lukisan jiwa kami dengan kemenangan Kharisma bersama tim Persema di Kuala Lumpur Cup U-14. 

             


Sambutan guru


Sedikit cerita tentang Kharisma yang berambisi itu bisa bergabung di  Tim Nas ke depannya. Mereka mulai cinta bola dan bergabung dengan GMC sejak kelas 5 SD, dan mulai serius untuk berlatih setelah kelas 7 SMP. Dia bergabung dengan SSB NHSS ( Miftahul Huda Soccer School) yang berada di Rampal Malang. Tahun 2021 oleh pelatihnya Pak Miftah direkomendasikan untuk bergabung ke Nara Singa Sidoarjo. Setelah beberapa bulan di Nara Singa Oleh Pak Hendra sebagia pelatih Nara Singa, Kharisma di rekomendasikan ke Persema. Yang kebetulan saat itu Persema membtuhkan pemain untuk event-event yang akan datang. Setelah bergabung di Persema dengan pelatih Om Roni, begitu sapaan akrab dari Kharisma untuk pelatihnya. Dalam satu minggu Persema mengadakan latihan 3 kali yaitu hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Kharisma harus PP dari Pujon ke Malang dengan perjalanan sekitar 45 menit. Dan ini dilakukan sepulang sekolah. Dia berusaha tertib membagi waktunya untuk kegiatan latihan serta yang utama untuk sekolah. Karena ke depannya dia bercita-cita masuk Timnas, untuk membawa nama baik dan membangggakan sekolah serta orang tuanya.


Seiring dengan gerakan tubuh dan tendangan bola di kaki yang merupakan rutinitas latihan untuk mengasah kepiawaian main bola bersama tim Persema. Akhirnya tanggal 21 november 2021 Persema berhasil menjuarai Nasional SEAFT yang digelar di Semarang. Dengan ini Persema berhak mendapat tiket untuk mewakili Indonesia bertanding ke Kuala Lumpur Malaysia di Event Kuala Lumpur Cup. Alhamdulillah Persema menjadi Runner Up dalam event tersebut yang dilaksanakan bulan agustus 2022. 


     

Tim Persema Dalam Kuala Lumpur Cup, Agustus 2022 


Ini memang kemenangan Tim, tapi kami ikut bangga karena dalam tim tersebut ada Kharisma sabagai salah satu siswa saya. Juga pastinya orang tuanya juga sangat bangga dengan keberhasilan putranya. Sebait pesan Kharisma untuk para temannya “Jangan malas belajar terus berusaha, jangan cepat puas dengan yang sudah kamu capai kembangkan bakatmu, hauslah akan ilmu, teruslah merasa kurang ilmu. Kesuksesan adalah perjuangan yang sangat panjang dan melelahkan, tetap Semangat & Semagat!!!”


Tak lupa Kharisma juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang telah mendampingi, mensupport serta tiada henti mendo’akan dalam perjuangannya. Juga terima kasih kepada Kepala sekolah serta kepada para Guru dan pegawai di SMPN 1 Pujon yang telah membimbing serta mendo’akan dalam perjuanggannya. 

           


Kharisma & Medali Kemenangannya


Terjal menanjak, bersimbah keringat serta air mata, itulah rangakaian perjuangan untuk meraih asa dan kemenangan. Perlu diingat kesuksesan itu juga bersama. Hanya orang yang bermental juara yang akan mendapatkan piala kemenangan dari kerja kerasnya. Kharisma selamat & selamat atas prestasinya terus berjuang untuk menjadi yang terbaik dan senantiasa berdo’a dalam setiap langkah. Tertib Ibadah dan belajar,  tetap merunduk serta santun kepada siapapun. Selamat berjuang Semoga Alloh Azza Wajalla senantiasa Merahmati.